Senin, 24 Februari 2014

[Movie] The Lego Movie (2014)


The Lego Movie
(2014 - Warner Bros.)

Directed by Phil Lord & Christopher Miller
Screenplay by Phil Lord & Christopher Miller
Story by Dan Hageman, Kevin Hageman, Phil Lord, Christopher Miller
Produced by Roy Lee, Dan Lin
Cast: Chris Pratt, Elizabeth Banks, Will Ferrell, Will Arnett, Morgan Freeman, Liam Neeson, Charlie Day, Alison Brie, Nick Offerman


Honestly, waktu pertama kali lihat teaser-nya sekitar setahun yang lalu, gw kira The Lego Movie itu cuma film-film-an, atau bahkan itu cuma trailer-trailer-an. Eh, ternyata ini emang film beneran, yang dibuat oleh studio yang beneran juga. Lego come to life! Gw dulu emang bukan termasuk anak yang tumbuh dengan mainan balok-balokan asal Denmark ini, tapi emang pernah main mainan yang sejenis (mungkin KW). Poin utama dari mainan ini adalah membiarkan gw bikin apa aja yang gw pengenin, entah istana, kereta, pesawat, atau robot-robotan, yang dibangun dari susunan balok yang itu-itu juga. Bentuknya ya jelas nggak mirip, but that ain't the point, right? Namanya juga anak-anak, yang bermain adalah imajinasinya, bukan semata-mata fisiknya doang. Dan gw senang sekali The Lego Movie benar-benar meng-embrace "prinsip bermain Lego" itu dalam ceritanya. Contoh jelasnya adalah beberapa tokohnya--berwujud orang-orangan Lego--disebut sebagai Master Builder yang dapat membangun apapun yang mereka suka dari balok-balok yang ada di sekitar mereka, sekreatif dan seabsurd apapun itu, dan pasti langsung berfungsi.

The Lego Movie ini memakai template kisah seorang biasa yang terlibat dalam petualangan luar biasa yang menyangkut keselamatan dunia. Dan pake ramalan tentang "orang terpilih", of course. Kita ketemu Emmet (Chris Pratt) yang seorang pekerja bangunan biasa, yang tanpa sengaja menemukan Piece of the Resistance, sebuah benda istimewa yang dapat menghalangi rencana jahat Lord Business (Will Ferrell), pemimpin korporasi Octan untuk mengubah seluruh dunia Lego. Emmet dibawa oleh Wyldstyle (Elizabeth Banks) untuk bertemu para Master Builder (yang terdiri dari Batman, Superman, Wonder Woman, Gandalf, Abraham Lincoln, you name them they're all here =D), karena Emmet dikira adalah "orang terpilih" sesuai ramalan penyihir bijak Vitruvius (Morgan Freeman). Sayangnya, Emmet bukanlah orang yang dikira, karena boro-boro "orang terpilih", dia juga bukan Master Builder, nggak mampu membuat sesuatu tanpa instruksi atau contoh. Tetapi, sudah tidak ada waktu lagi, karena sang polisi berkepribadian ganda (Liam Neeson) suruhan Lord Business sudah mengejar Emmet dan seluruh Master Builder untuk merebut Piece of the Resistance. Lalu mereka ketemu beberapa tokoh Star Wars, bajak laut, dan lain-lain. Intinya, ini seperti isi kepala anak-anak ketika bermain Lego, campuradukin aja semua =D.

Ketika gw senang dengan aspek "sadar diri" akan prinsip mainan Lego, ternyata The Lego Movie menawarkan lebih banyak hal lagi yang membuatnya bukan sekadar film adaptasi buat jualan aja. Pertama-tama, film ini punya humor yang sangat oke...well, mungkin buat gw, karena penuh dengan ledek sana-sini dalam ritme yang cepat--i love that. Mulai dari perkenalan tokoh Emmet dan Lego City yang komikal tapi juga satirikal (lagu pop yang diulang-ulang dan dinyanyikan semua orang, sapa sana sini tanpa benar-benar kenal, kopi centil kemahalan), perusahaan Octan yang serba berkuasa bahkan ke penulisan buku sejarah, nama Wyldstyle, sampai karakterisasi Batman (Will Arnett) yang sok iyeh banget. Tetapi yang bener-bener bull's eye buat gw adalah ke-keukeuh-an pembuat film ini agar tampilan visualnya (seakan) semuanya terbuat dari balok dan benda-benda Lego. Animasinya sih CGI, tapi dibuat sengaja kayak stop-motion dari Lego. Bukan cuma bangunan dan kendaraan, tapi juga air, asap, laser, bahkan api. Animasi api di helm jet-nya Lord Business just cracked me up XD.

Tapi masih ada lagi, yaitu lapisan hati dari cerita dan karakterisasinya. Mungkin secara plot terkesan udah sering diangkat (khususnya animasi), tetapi di balik segala haha-hihi, sejak awal film ini bisa menampilkan emosi. Misalnya Emmet yang ternyata saking average-nya sampe nggak diinget sama semua orang yang setiap hari bertemu dengannya, ia sedih tetapi enggan menunjukkannya karena sudah telanjur "dilatih" untuk ceria. Juga bagaimana film ini, menyampaikan "dilema" antara kemapanan yang identik dengan kedewasaan vs kreativitas yang kerap dianggap mengacaukan, atau tetap di zona nyaman vs mencoba mengembangkan diri. Atau dilema lagu pop pasaran yang disukai semua orang vs lagu hipster yang nada dan iramanya nggak jelas tapi dianggap "important" dan "real music" =D. Pernah menyangka bahwa nilai-nilai itu bisa dibikin lewat balok Lego?

The Lego Movie tampak ingar bingar, warna warni, dan serba lucu, tetapi nggak berantakan, juga nggak meninggalkan lapisan emosinya. Sebuah tontonan yang pas baik untuk anak-anak ataupun yang dewasa (kalau cocok sama humornya). Oh, btw, adegan penutup-nya epic banget.




My score: 8/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar