Sabtu, 05 Oktober 2013

[Movie] Rush (2013)


Rush
(2013 - Exclusive Media/Cross Creek)

Directed by Ron Howard
Written by Peter Morgan
Produced by Andrew Eaton, Eric Fellner, Brian Oliver, Peter Morgan, Brian Grazer, Ron Howard
Cast: Daniel Brühl, Chris Hemsworth, Olivia Wilde, Alexandra Maria Lara, Pierfrancesco Favino, Natalie Dormer, Stephen Mangan, Christian McKay


Olahraga bukanlah bidang kegemaran gw. Ngikutin berita olahraga aja males, apalagi melakukannya. Lebih lagi mengenai sesuatu yang bahkan gw nggak yakin itu olahraga atau bukan: racing. Entahlah, mungkin dalam mindset gw, menyetir kendaraan dalam keadaan jalan tersendat-sendat itu lebih menuntut ketangguhan jiwa dan raga, terutama bagian betis, daripada kebut-kebutan. But what do I know. Anyway, harus diakui bahwa balapan sejak zaman purbakala adalah salah satu kegemaran manusia. Dari balap karung, karapan sapi sampai rally Paris-Dakkar, ada sensasi tersendiri yang bikin seru, baik bagi yang balapan maupun yang cuma nonton.

Nah, Rush mencoba mengangkat sebuah peristiwa paling sensasional dalam sejarah balapan Formula 1 (F1, biasa dibaca 'ef-wan' *ngajarin*) yang terjadi pada musim balapan tahun 1976. Gw kurang paham sih sama sejarahnya, tetapi krungu-krungu dari temen katanya ada dua nama pembalap F1 di musim itu, James Hunt dari UK dan Niki Lauda dari Austria yang bersaing ketat dan susul menyusul poinnya, sehingga kerap disebut sebagai rival, musuh bebuyutan—mungkin ibarat Taufik Hidayat sama Lin Dan kali ya dulu...atau Susi Susanti dan Bang So-hyun *tua*. Rush mencoba membongkar segala hal dibalik rivalry itu, yang berpusat pada sebuah kejadian maut yang menimpa salah satu dari mereka.

Kalau dari filmnya sendiri sih, kedua pembalap ini memang berkompetisi, tapi dibilang "rivalry" ya nggak juga sih. Namanya pembalap, pasti ingin lebih baik dari pesaingnya, khususnya pesaing yang terbaik. Apa pun yang dilakukan masing-masing pembalap ini juga ya wajar, nggak sampe "sengit" sebegitunya. Cuman karena mereka dianggap yang terbaik, jadi strategi demi strategi yang dilakukan juga terpengaruh sama lawan terbaik itu. Pasti mereka juga melihat hal serupa dari lawan-lawan yang lain, tapi untuk film ini yang lain-lain itu dikesampingkan sejenak. Tetapi, memang perbedaan sifat dan jalan hidup keduanya cukup menarik untuk diangkat ke media fiksi. Lagipula kedua pembalap ini memang karakter-karakter yang punya warna.

James Hunt (Chris Hemsworth) adalah juara balap yang menikmati sekali statusnya sebagai juara. Minum sana sini, cumbu sana-sini, nggak perlu mikir banyak, sponsor lancar, semua ada yang urusin, yang penting pas balapan dia siap...dan emang jago sih. Emang bikin sirik ya orang kayak gini. Kontras dengan Niki Lauda (Daniel Brühl) yang harus menggunakan bermacam cara agar bisa menyalurkan passion-nya untuk jadi pembalap. Saking seriusnya, engineering mobil pun ia kuasai dengan sangat fasih, lebih daripada orang yang punya pabrik mobilnya sendiri. Orangnya nggak ramah, tapi tahu benar apa yang dilakukan. Meski berbeda sikap, motivasi, serta tujuan, satu hal yang pasti Hunt dan Lauda diam-diam menumbuhkan kagum dan hormat satu sama lain, nggak ada tuh "permainan" kotor, yah kecuali cara mereka lompat ke divisi F1 dari F3, yang emang masalah uang saja.

Penulis naskah Peter Morgan dan sutradara Ron Howard gw bilang berhasil menunaikan tugasnya untuk mengedepankan tokoh-tokoh menarik dalam kisah menarik, dan dengan cara yang menarik juga. Hanya dari sebuah musim balapan F1 (ya ada tambahan juga sih sebelum dan sesudahnya) gw sudah mendapat informasi yang cukup tentang tokoh-tokoh nyata ini, sekalipun gw nggak tau sama sekali tentang kejadian aslinya. Pun film dilakoni dengan sangat baik pula oleh wajah-wajah yang sebagian besar kurang familiar. Permainan Chris Hemsworth oke, tapi mungkin Daniel Brühl-lah yang lebih bersinar, karena perannya juga lebih menantang. Eh film ini ada bonus Olivia Wilde dengan aksen Inggris =).

Rush juga patut dipuji akan visualnya yang detil dan sangat rapih dan terpancar kesan vintage-nya. Desain produksinya otentik sampe ke merek-merek iklan di setiap arena balap F1. Tapi sedikit catatan gw, gaya visualnya Howard kali ini terlihat sangat dinamis, tapi mungkin agak-agak pengen nge-Danny Boyle sih, gara-gara sinematografinya ditata Anthony Dod Mantle yang biasa jadi langganan Boyle (Slumdog Millionaire, 127 Hours). Warnanya jadi meriah banget. Ibarat Miley Cyrus pengen niru gaya Rihanna. Ya nggak apa-apa sih, cuman ya kayak sedikit kehilangan karakter gitu deh.

Buat gw, Rush punya feel kompetisi yang kental lewat adegan-adegan balap yang seru dan adu strategi antara Hunt dan Lauda, pun drama di masing-masing kehidupan keduanya disampaikan dengan baik dan lancar. Hanya saja mungkin gw tidak berhasil mendapatkan feel yang lebih...emmm...apa ya...emosional? Ya kira-kira begitu. Mungkin karena gw memang kurang perhatian sama hal balap-balapan atau intrik-intrik dalam olahraga. Toh, keduanya termotivasi (hanya) karena ingin saling mengungguli, which is normal, semua orang juga gitu. Karena itu, daripada disebut sebagai film tentang rivalry sengit "berdarah-darah" antara Hunt dan Lauda, gw lebih senang melihat film ini sebagai biografi informatif tentang dua pembalap yang sifatnya bertolak belakang dalam satu paket film. And of course gw bela Lauda =D.




My score: 7,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar