Minggu, 27 Oktober 2013

[Movie] Flu (2013)


감기 (Gam-Gi)
Flu
(2013 - CJ Entertainment)

Directed by Kim Sung-soo
Screenplay by Lee Young-jong, Kim Sung-soo
Story by Jung Jae-ho
Produced by Teddy Jung, Kim Seong-jin
Cast: Jang Hyuk, Soo Ae, Park Min-ha, Yoo Hae-jin, Ma Dong-seok, Cha In-pyo, Kim Ki-hyun, Lester Avan Andrada


Flu adalah Korean blockbuster take terhadap tema bencana berupa penyakit menular, dalam hal ini flu superparah yang menyebar sangat cepat dan menjangkit penderitanya hanya dalam sekejap hingga meninggal. Pada titik ini, gw harusnya udah antisipasi terhadap gabungan kata "film", "Korea", dan "blockbuster". Menurut pengertian cetek gw, kata "blockbuster" itu cara menggambarkan sebuah film yang, selain biasanya berbiaya mahal, menggunakan "formula" tertentu yang dianggap ampuh dalam menarik banyak orang untuk menontonnya. Yah, contohnya kenapa film action Amerika harus ada kebut-kebutan dan ledak-ledakan, atau film Indonesia harus ada tokoh sakit parah yang demen nangis dan ditangisi. Lewat Flu ini, gw tampaknya mulai sedikit demi sedikit membaca formula "blockbuster" ala Korea. Khususnya, di bagian klimaks yang lebay lebay lebay sampe capek gw nontonnya.

Satu hal dari Flu yang gw suka justru adalah bagian-bagian drama (berbumbu komedi) di paruh awal yang digarap sangat menghibur, sederhana, dan berhasil membangun ikatan emosi, apalagi yang melibatkan sang aktris cilik Park Min-ha yang tampak berbakat sekali dalam berakting. Cukup enak ngikutinnya, karena jalan ceritanya berpegang pada skala (cukup) kecil, yaitu pertemuan seorang petugas pemadam kebakaran, Kang Ji-goo (Jang Hyuk), dengan seorang dokter peniliti wabah, Kim In-hae (Soo Ae) yang ternyata seorang single mother dari putrinya yang lucu dan cerewet, Mi-reu (Park Min-ha). Proses penyebaran wabahnya, mulai dari masuknya imigran ilegal dari Filipina yang membawa wabah hingga terjangkitnya ratusan dan ribuan orang, ini pun masih bisa diterima dengan akal, dan kekacauan sosial yang mengikutinya juga masih oke untuk disimak. All is well.

Kesantaian gw mengikuti jalannya film ini mulai terkikis ketika muncul kengerian-kengerian yang dipaksakan, karakter-karakter yang nyebelin tapi nggak mati-mati, juga ujug-ujug ada unsur protes terlalu ngaturnya pihak asing (Amerika) terhadap urusan dalam negeri Korea. Harus diakui sih itu bentuk penyampaian nilai nasionalisme yang unik, tapi that's not new in Korean movies. Bahkan gw curiga itu termasuk dalam formula blockbuster mereka, supaya filmnya nggak dianggap film hiburan belaka, ada isinya lah dikit. But honsetly, setengah jam terakhirnya itu sangat melelahkan buat gw.

Gw merujuk pada klimaks yang serba extravagant, dengan segala ledakan-ledakan, situasi serba genting bertubi-tubi yang ditanggapi emosional, slow motion, keterlibatan massa besar, ancaman bersenjata berskala sak hoha, pesawat tempur (?), dan segala efek-efek tambahan yang seperti pingin menunjukkan "Ini film besar dan mahal loh". Tapi yang paling nggak banget adalah adanya karakter-karakter yang tiba-tiba muncul di tengah-tengah, yang fungsinya juga nggak ada selain hanya supaya bikin gw kesel aja. Padahal kalau nggak ada mereka, film ini bisa tetep jalan kok, tetep bisa dramatis emosional. Kelebihan duit kali ye. Tapi gw rasa jika itu termasuk formula yang terbukti berhasil menarik (dan bahkan disukai) penonton kebanyakan, ya mau diapain lagi.

Lagi-lagi, jika yang empunya film Flu memang hanya menargetkan filmnya sekadar untuk menghibur sebanyak mungkin penonton dengan formula-formula khasnya, ya sudah, mereka berhasil, film ini memenuhi kriteria itu. Toh cukup kelihatan dari segi production value serta penelitian medis film ini niat sekali, dan dari pemilihan aktor-aktor yang oke, itu patut dihargai. Gw jujur cukup menikmati film ini...paruh awalnya doang tapinya. Film heboh buat hiburan saja. Kalau mau dianggap lebih dari itu, emmm..., coba lagi deh ya.



My score: 6/10

2 komentar:

  1. Kemaren sempat liat di DVD rumah sodara tapi gak begitu ngikutin soal nya saya kurang suka film asia.Di liat sekilas koq mirip2 The Tower gitu! Klo menurut saya film2 kyak gini Contagion masih juara deh!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, Contagion mah kesukaan saya banget. Tapi mungkin film Korea memang cukup rajin bikin film disaster kayak begini dan cukup laku. Ah, sebagai org Indonesia saya iri =)

      Hapus