Kamis, 11 Juli 2013

[Movie] The Lone Ranger (2013)


The Lone Ranger
(2013 - Walt Disney)

Directed by Gore Verbinski
Screenplay by Justin Haythe, Ted Elliott, Terry Rossio
Screen story by Ted Elliot, Terry Rossio, Justin Haythe
Produced by Jerry Bruckheimer, Gore Verbinski
Cast: Johnny Depp, Armie Hammer, William Fichtner, Tom Wilkinson, Ruth Wilson, Bryant Prince, Helena Bonham Carter, Barry Pepper, James Badge Dale, Mason Cook


Lagi-lagi sebuah rilisan yang mengingatkan pada masa kecil gw yang nggak pernah keluar rumah dan demennya nonton TV doang. "The Lone Ranger" gw kenal sebagai sebuah serial zadul (gambarnya juga hitam putih) yang pernah ditayangkan di stasiun televisi swasta medio 1990-an (gw lupa RCTI atau SCTV). Kisahnya tentang pahlawan "koboi" bertopeng yang membantu orang kesusahan di setiap episodenya, keingetnya itu doang sih (Zorro versi koboilah kira-kira). Kini Walt Disney mencoba mengangkatnya ke versi layar lebar modern dengan mempekerjakan sutradara Gore Verbinski, aktor Johnny Depp, juga tim penulisnya, pokoknya tim suksesnya seri Pirates of the Caribbean deh. Gw sendiri gak terlalu excited sama film ini, dikarenakan emang nggak nge-fan juga sama Lone Ranger, ditambah lagi yang versi film baru ini kok kayak terlalu mengedepankan Johnny Depp yang berperan sebagai si sidekick Tonto, ketimbang tokoh yang namanya dijadikan judulnya. Aneh aja sih.

Film The Lone Ranger kali ini adalah origin story, bagaimana "tercipta"-nya sosok bertopeng berkuda putih yang bikin para bandit waswas tapi jadi pahlawan rakyat itu. Melalui narasi seorang Indian tua yang mengaku sebagai Tonto (Johnny Depp) di San Francisco tahun 1933, kita dibawa pada tahun 1869 di desa Colby, Texas, ketika penjuru Amerika sedang saling dihubungkan dengan pembangunan rel kereta api, yang tentu saja harus bersinggungan dengan wilayah bangsa native a.k.a. Indian di sana. Keberadaan bandit kejam pemburu orang-orang Indian, Butch Cavendish (William Fichtner) menambah tegang hubungan antar komunitas bule dan Indian. Ketika Cavendish berhasil kabur lagi, seorang jaksa yang baru pulang dari kota besar, John Reid (Armie Hammer) diajak oleh kakaknya, Ranger Dan Reid (John Badge Dale) untuk ikut regu pemburu Cavendish melewati padang gurun. Akibat sebuah pengkhianatan, regu ranger ini diserang geng Cavendish hingga habis. Namun, ternyata John masih hidup, ini disaksikan sendiri oleh Tonto muda yang nyaris menguburkannya sebelum seekor kuda putih (yang dipercaya sebagai pembawa roh) datang dan "membangkitkan" John. Tonto kemudian mengungkapkan bahwa dirinya juga hendak membasmi Cavendish atas dendam pribadi, mengajak John untuk terus memburu Cavendish, namun harus dengan kamuflase supaya menimbulkan intimidasi, termasuk menggunakan topeng. Petualangan John bertopeng dan Tonto ber-makeup pun dimulai, tanpa mereka ketahui permasalahan yang lebih besar sedang terjadi.

Mengambil jalur komedi petualangan yang kerap menertawakan konsepnya sendiri (misalnya, kenapa juga harus pake topeng? =D), The Lone Ranger ini memang seperti diniatkan banget sebagai petualangan epik, terlihat sekali dengan rancangan set, kostum, dan tata rias yang mendetil serta penataan adegan aksi yang menggelegar. Namun, ini juga diartikan filmnya harus memuat banyak hal dan durasinya panjang. Hal terakhir ini yang agak bermasalah buat gw. Oke fine supaya nggak serba gampang plotnya tidak hanya soal dendam, tetapi juga soal keserakahan, tapi mungkin akan lebih enak kalau dipadatkan, nggak perlu berpanjang-panjang menunjukkan rupa-rupa momen komedinya Johnny Depp sebagai seorang Indian yang berperilaku nyentrik hanya karena doi bahan utama jualan film ini. Haha, gak banget ya alasannya. Tapi ya gitu, kerasa deh kalo film ini seperti dipanjang-panjangin. Tetapi di sisi lain film ini juga berhasil melakukan keisengan yang pretty much cerdas: kisah Lone Ranger ini diceritakan oleh Tonto di masa tua kepada seorang anak kecil (Mason Cook), maka plotholes (sengaja atau tidak) dan unsur mistis yang actually worked jadi termaafkan. Kalau Anda protes "hah ini dari mana? kok bisa gitu?" dan seterusnya, penulis naskahnya malah akan tertawa semakin keras. Namanya juga cerita kakek-kakek, serius amat...

Nevertheless, The Lone Ranger ini tidak rugi-rugi amat kalau disaksikan. Cukup menghibur, terutama pada adegan laga di klimaksnya, yang merupakan "resmi" aksi perdana John Reid sebagai Lone Ranger, bareng Tonto dan si kuda putih yang dinamai Silver. Fantastis, konyol, tapi seru lah. Yah, memang perlu menunggu 120 menit agar sampai pada momen ini (total durasi 2,5 jam =.=) tapi cukup worth the wait, toh di tengah-tengah filmnya juga disuguhkan beberapa adegan aksi yang oke juga. Tetep sih gw rasa Johnny Depp/Tonto terlalu overexposed, tapi pembangunan tokoh Lone Ranger-nya sendiri sudah disampaikan cukup baik, khususnya di bagian ending yang memantapkan prinsip "lone", yang tak bertuan dan independen membela rakyat *kayak kalimat kampanye ye*. Kurangnya, mungkin karena harus kudu mengedepankan Johnny Depp, pemilihan pemeran John Reid/Lone Ranger kayak disengaja nggak boleh lebih terkenal, lebih bagus, atau lebih karismatik dari Depp. Armie Hammer nggak jelek sih, tapi ya jadinya emang begitu, sepanjang film agak kurang simpatik, kurang bisa mengalihkan perhatian penonton dari gelagat nyentrik dan aneh dari Depp. Lagi-lagi, padahal 'kan Lone Ranger tokoh utamanya yang jadi judulnya. GIMANA SIH?! *sabar Pak*. Well, setidaknya dengan production value yang keren, termasuk tata musiknya yang cantik, dan cerita yang cukup mudah diikuti, The Lone Ranger adalah tontonan tak merugikan, konyol tapi cukup menyenangkan. Penting? Belum tjentju =p. 

Dan, oh, bila dirasa dominasi-tak-seharusnya dari Johnny Depp/Tonto masih kurang, saksikanlah end credits-nya yang berlatar gambar statis Tonto tua berjalan pelan membelakangi penonton di padang gurun selama hampir 10 menit tanpa cut. Dedikasi tuh. Monggo.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar