Senin, 04 Maret 2013

[Movie] Silver Linings Playbook (2012)


Silver Linings Playbook
(2012 - The Weinstein Company)

Directed by David O. Russell
Screenplay by David O. Russell
Based on the novel "The Silver Linings Playbook" by Matthew Quick
Produced by Donna Gigliotti, Bruce Cohen, Jonathan Gordon
Cast: Bradley Cooper, Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Jacki Weaver, Chris Tucker, Anupam Kher, John Ortiz, Julia Stiles, Dash Mihok, Shea Wingham, Paul Herman


"Silver lining" adalah istilah yang dipakai untuk mengungkapkan hal positif dari sebuah peristiwa atau keadaan seburuk apa pun. Mungkin bahasa kitanya disebut "hikmah". "Silver lining" inilah yang dicari oleh Pat Solitano, Jr. (Bradley Cooper) dari kejadian yang sedang menimpanya. Pat didiagnosis menderita bipolar disorder, gangguan kejiwaan di mana perasaan gembira dan sedih/marah bisa berganti secara drastis dan ditunjukkan dengan sikap dan perilaku yang ekstrim. Gangguan itu baru ketahuan ketika Pat memergoki istrinya, Nikki (Brea Bee) berselingkuh, dan Pat nyaris membunuh si selingkuhan dengan tangannya sendiri. Setelah delapan bulan di RSJ sesuai perintah pengadilan (meski belum "sembuh" benar), Pat dibawa pulang ke rumah orang tuanya (Robert De Niro dan Jacki Weaver).

Ketika orang-orang di sekitarnya mengharapkan Pat memulai hidup baru yang normal dan lebih tenang, Pat sendiri merasa bahwa "silver lining" dari keadaannya sekarang sehabis dirawat—bisa berpikir lebih positif dan juga turun berat badan—adalah supaya bisa bersatu lagi dengan Nikki. Itulah satu-satunya yang ada di pikirannya, padahal Nikki sudah pergi dan ada restraining order Pat tidak boleh menghubungi dan mendekati Nikki ataupun tempat kerjanya karena dianggap membahayakan. Pat kemudian dipertemukan dengan seseorang yang punya keadaaan lebih kurang sama. Tiffany (Jennifer Lawrence) adalah janda muda dari seorang polisi yang meninggal. Tiffany sempat mengalami masa depresi dari minum obat-obat penenang sampai bersedia "ho-oh" dengan siapa saja, sehingga reputasinya di antara warga jadi agak-agak gimana gitu.

Karena premisnya udah dibilang ini "romantic comedy" jadi ya kita bisa perkirakan ada ketertarikan antara Pat dan Tiffany. Tiffany agak lebih vulgar menunjukkannya, tetapi Pat masih "terperangkap" pada pemikiran harus kembali pada Nikki. Inilah yang membuat perjalanan romansa film ini menjadi menarik dan berbeda. Ketimbang dihiasi dengan emosi melankoli dan kegalauan, interaksi Pat dan Tiffany diwarnai dengan kecanggungan dan adu dialog "nge-gas" akibat ke-keukeuh-an Pat dan Tiffany yang nggak ada lembut-lembutnya, apalagi secara psikis kedua orang ini tidak stabil. Tetapi dengan cara demikianlah mereka bisa nyambung, saling mengerti. Inilah "normal" bagi mereka. Ketika orang-orang lain yang "waras" kerap tidak tahu bagaimana cara menghadapi mereka berdua, Pat dan Tiffany bisa memperlakukan satu dengan yang lain dengan apa adanya.

Sebagai sebuah rom-com, Silver Linings Playbook nyatanya tidak berpakem pada yang santai-santai lempeng kayak film-film Katherine Heigl. Film ini punya romantisme yang ganjil, karena dipadukan dengan logika orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan, bahwa sesungguhnya keadaan jiwa tidak menghalangi keberadaan hati. Komedinya tidak hanya hadir dari keganjilan atau cerdasnya dialog, tetapi juga bagaimana sutradara dan penulis naskah David O. Russell berhasil membuat penonton berada di pihak Pat dan Tiffany. Dalam cara pandang mereka diperlihatkan justru orang-orang "waras"-lah yang sering berlaku aneh. Keluarga Pat memandang dan berbicara padanya seakan selalu prihatin dan kayak pada mau nangis—kecuali si bapak yang emang agak-agak mental juga. Keluarga Tiffany pun seperti kehabisan akal menghadapinya sampe garasi di pekarangan rumah orang tuanya dibiarkan jadi rumah tambahan supaya Tiffany bisa bebas ngapain aja tanpa melibatkan keluarga. Ketika Pat dan Tiffany melakukan sesuatu yang membanggakan dan positif, reaksi kerabat dan teman bagaikan para orang tua muda pertama kali melihat anaknya usia 3 tahun nyanyi di acara sekolah TK. Lucu, tapi riil.

Dalam usahanya membuat kisah cinta dari sudut pandang berbeda, dengan tokoh-tokoh yang terbangun kuat, penggunaan berbagai unsur dalam film (hukum, kultur, olah raga, dsb) sebagai plot device yang tak sia-sia, serta soundtrack yang apik, Silver Linings Playbook adalah keberhasilan. Lebih khusus lagi keberhasilan dalam membangun kepedulian pada tiap tokohnya, yang dimainkan nyaris tanpa cela oleh para aktornya. Pun yang bikin film ini enak ditonton adalah bagaimana David O. Russell mengemasnya dengan lincah, jenaka (tapi bukan ngelawak), seakan ringan, namun memiliki lapisan-lapisan yang layak simak dan juga hati. Rapih dan menghibur. Tapi jika itu dirasa belum cukup, nikmati saja keserasian Bradley Cooper dan Jennifer Lawrence yang berhasil menanggalkan citra peran-peran mereka sebelumnya dengan akting yang memukau dan meyakinkan. Entah bagaimana caranya Lawrence yang masih muda (21 tahun saat syuting film ini) bisa berperan dewasa tanpa terlihat sok gede. Keren lah.




My score: 8/10

8 komentar:

  1. I adore this one. Chris Tucker was not so annoying for once. And I guess we'd never get to see 'the big move' untiL the end, eh :D

    BalasHapus
  2. Jennifer Lawrence emang cocok ya dapet Best Actress.
    Btw, boleh tukeran link ya bang, http://manusia-unta.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoih.
      Untuk tukeran link mohon ditunggu ya, segera =)
      Terima kasih.

      Hapus
  3. 1. Performance-nya BradC and JLaw luar biasa. Love the chemistry between the two of them!
    2. Non-standard rom-com about the dysfunctional relationship between two abnormal ppl who's perfect for each other. Which, surprisingly believeable.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, well said. Romansa yang nggak serba kinclong tapi justru lebih terasa riil ya.

      Hapus
  4. menurut saya satu kekurangan silver lining adalah endingnya yang agak cheesy ya gak sih? standar rom com manapun, padahal dari awal filmnya udah menunjukan jenis rom-com maskulin yang bikin cowo gak malu nontonnya, tapi endingnya tetep ya adegan cowo mengejar cewe dan berpelukan di bawah langit malam. jatohnya nanggung menurut saya.

    btw, i love yor review. and kindly check my movie-goer blogging www.mypassionplay.blogspot.com thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak papa ah, tetep sweet kok. semacam hadiah buat kedua karakter utama itu, penonton pun juga ikut senang.

      Thanks sudah mampir dan sharing ya =)

      Hapus