Jumat, 31 Agustus 2012

[Movie] The Bourne Legacy (2012)


The Bourne Legacy
(2012 - Universal)

Directed by Tony Gilroy
Story by Tony Gilroy
Screenplay by Tony Gilroy, Dan Gilroy
Inspired by the Bourne Trilogy by Robert Ludlum
Produced by Frank Marshall, Patrick Crowley, Jeffrey M. Weiner, Ben Smith
Cast: Jeremy Renner, Edward Norton, Rachel Weisz, Oscar Isaac, Dennis Boutsikaris, Stacy Keach, Corey Stoll, Zeljko Ivanek, Donna Murphy, Scott Glenn, Albert Finney, David Strathairn, Joan Allen, Louis Ozawa Changchien


Yang berpendapat bahwa trilogi Bourne tak perlu dilanjutkan silakan angkat tangan! Yak...baik...semuanya berarti =P. I mean, bahkan sutradara Paul Greengrass sendiri merasa tak perlu ada seri keempat dari film-film aksi-spionasie-kucing-kucingan seru banget ini, Matt Damon pun bertekad tidak mau lanjut jadi Bourne kalau nggak sama mas Paul. Well, Universal Pictures mengambil langkah yang lumayan kreatif dalam melanjutkan seri Bourne tanpa Matt Damon, bukan sekuel, bukan  prekuel, bukan reboot, bukan pula tepat disebut spin-off. Bagi gw, The Bourne Legacy adalah semacam companion film, semacam buku penjelas tentang semesta Bourne yang belum benar-benar terungkap lugas di The Bourne Identity (2002), The Bourne Supremacy (2004) maupun The Bourne Ultimatum (2007). Jadi tampaknya memang sudah harus ditanamkan dalam ekspektasi penonton bahwa The Bourne Legacy tidaklah sama dengan trilogi film Bourne yang sudah ada, meskipun memang "rasa" Bourne masih bisa ditemukan. Toh, penggarapnya pun bukan orang yang asing bagi seri film Bourne, sutradara dan penulis naskah Tony Gilroy sudah bergabung dalam tim naskah di ketiga film Bourne sebelumnya, dan untungnya juga 2nd Unit Director Dan Bradley yang (kayaknya sih) bertanggung jawab atas semua adegan-adegan aksi Bourne di Supremacy dan Ultimatum kembali diajak, jadi jangan takut kehilangan aksi cepat nan gokil ala Bourne di sini.

Tony Gilroy pada kesempatan ini seperti ingin membuka semua tentang dunia konspirasi Bourne, juga mencoba mengklarifikasi hal-hal yang tak jelas atau bahkan mengganjal di film-film sebelumnya, contohnya kenapa Bourne dan "rekan-rekan sejawatnya" kayak gak pernah ngerasa capek atau sakit meski udah celaka 13 kali. Yup, that was explained in Legacy. Intinya sih, CIA memang sedang membuat program mata-mata super dengan menggunakan rekayasa genetika yang berisiko tanpa seizin negara. Program-program ini berusaha menciptakan orang-orang terlatih menjadi lebih gesit dan lebih cerdas sekaligus menekan hasrat dan kepentingan pribadinya. Jason Bourne adalah contoh istimewa yang berhasil direkayasa langsung tanpa perlu obat penstabil...tapi yah efeknya jadi amnesia gitu. Sedangkan "rekan" yang lainnya masih perlu waktu dengan harus meminum obat penstabil secara berkala. Aaron Cross (Jeremy Renner) adalah "peserta" program rahasia berkode Outcome, pada saat pelatihannya di Alaska ia kehabisan obatnya, sehingga meminta bantuan sesama peserta (Oscar Isaac) namun tiada mendapat, malahan terindikasi bahwa ada pihak yang mengincar nyawanya. Menyadari itu, Cross pun berjuang kembali ke mainland Amerika Serikat demi mendapatkan dosis obatnya sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam tubuhnya.

Di lain pihak, CIA tengah berusaha menutupi dan "membereskan" program-program gelapnya (yang dijalankan tanpa restu negara) agar tidak terungkap seperti yang terjadi pada Treadstone dan Blackbriar yang telanjur dibongkar di hadapan publik oleh Bourne dan penyelidik CIA, Pam Landy (Joan Allen). Selagi kedua program itu diproses secara hukum, Eric Byer (Edward Norton) yang ditugaskan CIA untuk "ngepel" dan menjaga agar eksposisi ini tidak merambat jauh sampai menjatuhkan reputasi CIA, mensinyalir program Outcome adalah yang paling berisiko untuk terbongkar selanjutnya, sehingga ia pun melancarkan operasi pembersihan seluruh oknum yang terlibat dalam Outcome. Namun mereka gagal menghabisi seorang dokter yang bertugas dalam rekayasa genetika, Dr. Marta Shearing (Rachel Weisz) yang ternyata berhasil ditemui Aaron Cross yang mencarinya demi mendapatkan obat. Sadar bahwa pihak tempat mereka mengabdi malah akan mengakhiri hidup mereka, pelarian Cross dan Shearing pun dimulai.

"Legacy" memiliki makna "warisan", "yang ditinggalkan". The Bourne Legacy bisa jadi bermakna hal-hal yang diwariskan Jason Bourne tanpa melibatkan tokoh itu langsung. Dari dalam plot, Bourne memang telah mewariskan dampak yang membuat CIA ketar-ketir sekaligus berlaku gegabah, dan dari situlah cerita dikembangkan. Demikian juga secara filmis, The Bourne Legacy menggunakan "warisan" elemen-elemen dari trilogi film Bourne sebelumnya namun dipergunakan secara berbeda. Bahwa sebenarnya tidak hanya satu atau dua saja mata-mata super (ini udah ada sejak Identity), tentang motivasi Cross yang serupa dengan Bourne yang hanya ingin to be left alone, motivasi CIA yang intinya ingin jaim dan tidak ingin "dosa"-nya terungkap, dan tentu saja adegan-adegan aksi yang sinting tapi masih grounded. Familiar, tetapi dieksekusi berbeda. Letak bedanya, bagi gw, adalah Legacy seperti berusaha "mempintarkan" seri Bourne. Identity begitu fun, Supremacy begitu mencekam, Ultimatum begitu bikin gemes, tetapi harus diakui ketiganya tidak betitikberat pada bagian konspirasinya, sebuah hal yang kini porsinya ditambah di Legacy ini. 

Seandainya kita benar-benar melepaskan "baggage" trilogi Bourne dari film ini (which is impossible), maka banyaknya adegan ngobrol yang intens dan cukup panjang (terutama di paruh awal) tidak akan jadi masalah, toh ini memberi bobot berarti bagi keseluruhan film. Tapi karena film ini bawa nama "Bourne", maka itu bisa jadi terkesan membosankan. Perlu diingat bahwa Tony Gilroy adalah penulis naskah yang cerdas dan kritis (banyak naskah yang dibuatnya mengandung sentilan terhadap pemerintah Amerika Serikat dan kapitalisme, tak terkecuali seri Bourne ini) yang belum lama menjajal profesi sutradara. 2 film sebelumnya, Michael Clayton yang bergenre drama-thriller-konspirasi dan Duplicity yang bergenre komedi-konspirasi adalah film-film yang digarap apik, gw suka keduanya. The Bourne Legacy adalah film ketiganya sebagai sutradara sekaligus pertama kalinya yang mengandung laga. Hasilnya, buat gw, seperti menyaksikan Michael Clayton yang kalem lambat (nggak masalah buat gw karena memang jadi jelas ceritanya) tapi ditambahi adegan-adegan aksi spektakuler ala Bourne (wah ini nggak masalah banget =)). Sayangnya, laju keduanya terasa kurang seimbang setelah disambungkan. Ketika salah satu keunggulan trilogi Bourne terdahulu adalah lajunya yang sangat dinamis baik dari pacing maupun pergerakan kamera, dinamika itu tidak muncul dalam Legacy. Mungkin karena ingin memberi penjelasan sejelas-jelasnya kali ya.

Mengecewakan? Kalau Anda memang berharap terlalu tinggi ya derita loe itu sih =p. Sejak awal, you should've known it's going to be a different movie. Buat gw, Legacy memang tidak bisa disamakan dengan trilogi Bourne, namun Legacy juga bukanlah film yang jelek. Sekali lagi gw tekankan, Legacy bisa jadi pelengkap yang cukup bermanfaat bagi penggemar seri Bourne versi film yang ingin lebih dalam lagi menyelami konspirasi yang menghantui Bourne selama ini. Terlepas dari eksekusinya yang masih kalah asik, ramuan kisahnya terbilang cerdas untuk mengakali bangunan cerita tanpa adanya tokoh Jason Bourne, sekaligus memberi sesuatu yang baru, tidak sekadar niru atau mengulang. Penampilan aktor berkualitasnya pun tidaklah sia-sia. Jeremy Renner semakin unjuk pesonanya sebagai jagoan (dan memang layak), meski kalau dibandingkan dengan penokohan Jason Bourne milik Matt Damon yang vulnerable, Aaron Cross itu agak kurang simpatik ya =P. Rachel Weisz kembali mengingatkan khalayak akan kelasnya dan keayuannya bahkan menjadi aktor dengan akting terbaik di film ini, sedangkan Edward Norton pun nggak jelek-jelek amat. Film ini fine, memperlakukan legacy Bourne dengan hormat. Toh betapapun rendahnya Anda akan menilai film ini, pasti akan memberi ponten bonus sebanyak-banyaknya hanya karena adegan klimaks di jalanan Manila, satu-satunya hal dari Legacy yang layak disejajarkan dengan trilogi Bourne sebelumnya.



My score: 7/10

5 komentar:

  1. halo, saya boleh komen yak, kebetulan saya SR blog Anda dan udah nungguin review Legacy ^^ (kebetulan saya juga udah coba bikin review awamnya di blog)

    sekedar koreksi aja, Jason Bourne amnesia bukan karena hasil eksperimen tapi karena kena tembak akibat misi pembunuhan diktator Afrika yang gagal (yang eventnya terjadi tepat sebelum event Identity, yg dia ngapung di laut itu kan krn dibuang dari kapal si diktator CMIIW). tapi saya setuju, Bourne emang masih keliatan innocent sementara Cross lebih rough dan selenge'an.

    anyway, sebenernya film ini buat saya enjoyable, cuma ya saya menyayangkan aja naskahnya kurang mantap, terutama build-up di awal yang agak lama utk nyampe ke 'persoalan utama' filmnya, akhirnya ngefek ke sisa film jadi karakternya Cross dan Byer kayak kurang tergali, trus actionnya buat saya agak kurang brutal ^.^" semoga di sekuel bisa lebih baik lagi aja sih *kalo ada sekuelnya*

    duh panjang amat saya komennya, terima lho sudah boleh kasih pendapat ^^v

    BalasHapus
  2. @Adisty: halo, selamat datang dan terima kasih atas kunjungan dan komentarnya =))
    Iya betul di Identity, Bourne amnesia setelah kena tembak. Tapi menurut saya, setelah menyaksikan Legacy ini, pengaruh rekayasa genetika bisa jadi berperan, kan orang kena tembak belum tentu langsung jadi amnesia, gak sembuh2 pula amnesianya =P. Kena tembak bisa jadi hanya "tombol pemicu" dari munculnya efek samping rekayasa genetika itu yg merupakan titik lemah program Treadstone (disinggung juga di Legacy ini kalo Treadstone itu nggak stabil). yah mungkin itu pendapat saya saja =)
    Cheers

    BalasHapus
  3. Halo...lagi nyari reviewan bourne legacy n ketemu blog ini. Krn byk yg blg bourne kali ini mengecewakan jd niatnya spy bisa "siapin diri" sblm bener2 menonton :-D jdlah browsing dulu hehe...jujur, reviewannya ok punya...jd bikin jelas sy hrs ekspektasi spt apa. Hmm mnrt sy krn sy bisa diblg jg penggemnar berat the bourne trilogy, jd film ke-4 ini (spt yg diatas sdh dijelaskan pjg lebar) tdk akan semengecewakan itu. Toh judulnya sdh jelas the bourne LEGACY...yah jd kemungkinan bsr lbh byk jelasin soal aksi bourne sblmnya atw soal ke program mata2 diah (dan sptnya memang itulah adanya). Mnrt sy lg, memang the bourne legacy ini sedikit byk perlu jg dibuat, apbl memang isinya penjelasan soal seputar dunia bourne (yg memang jg di ketiga film sblmnya msh menyisakan tanda tanya besar di benak penonton, terutama sy sendiri sih hehe). Bagi penggemar the bourne trilogy, film ke-4 ini seharusnya tak boleh dilewatkan. Tp sptnya jln crita the bourne legacy spt ini bagi sebagian besar org lbh cocok ditonton di tv atw lwt dvd. Krn kl dibioskop pst ekspektasinya udh tinggi duluan. Jdlah begitu ntn mrk pd nyimpulin film ini ga okelah, ga kerenlah en dll. Tp sy pribadi ttp ga akan melewatkan film ke-4 ini meski adegan aksinya minim skali. Btw thanks bgts yah reviewannya....ciao

    BalasHapus
  4. Hmm.. mungkin ini derita gwe, tapi gwe ngerasa Legacy Lebih fLat daripada pendahuLunya..
    Emang bukan fiLm yang jeLek sih, a good companion piece for the originaL triLogy. Dan kaLo ada sekueLnya pasti gwe akan nonton, demi Norton & Renner ^^

    BalasHapus
  5. @Shinta: terima kasih kembali. Mudah-mudahan nggak kecewa ya, film ini sertidaknya gak mempermalukan merek Bourne kok =)

    @AmadL: Flatnya mungkin karena kameranya (jauh) lebih stabil dari yang 3 aslinya, hehe. "companion piece" is the word! Thanks ya =)

    BalasHapus