Senin, 09 Juli 2012

[Album] Jason Mraz - Love Is a Four Letter Word


Jason Mraz - Love Is a Four Letter Word
(2012 - Atlantic/Warner Music)

Tracklist:
1. The Freedom Song
2. Living in the Moment
3. The Woman I Love
4. I Won't Give Up
5. 5/6
6. Everything Is Sound
7. 93 Million Miles
8. Frank D. Fixer
9. Who's Thinking About You Now?
10. In Your Hands
11. Be Honest (featuring Inara George)
12. The World As I See It
13. I'm Coming Over (Hidden Track)


Rasanya cukup banyak yang tahu album We Sing. We Dance. We Steal Things. milik Jason Mraz yang salah satunya memuat lagu tenar langganan cover version akustik di YouTube dan artis-artis Filipin, "I'm Yours". It's a very good work, dan lebih kurang merupakan karya Mraz paling mendunia ketimbang dua album sebelumnya. Dampak secara umum, setelah mengeluarkan karya yang jadi kesukaan banyak orang, maka album selanjutnya akan lebih dinantikan dan lebih cepat larisnya, mungkin karena banyak yang akan segera membeli album baru bersangkutan tanpa ragu-ragu karena sudah "percaya" pada si artis, just like I was when buying Love Is a Four Letter Word. Tapi gak sepenuhnya buta begitu kok, toh sebelum rilisnya album ini Mraz sudah merilis dua single secara digital, "The World As I See It" dan "I Won't Give Up" yang meski tidak sesukses "I'm Yours" dan single-single dari We Sing... lainnya, tetapi cukup membangun rasa penasaran akan album terbarunya ini.

Love Is a Four Letter Word konon adalah album yang akan banyak membicarakan cinta. Namun sebenarnya yang gw tangkap, album ini bukan membicarakan cinta secara mentah, Mraz menawarkan berbagai cerita yang berhubungan dengan definisi "cinta". Kesan ini langsung tergambar di lagu pertama "The Freedom Song" (cover lagu milik sebuah band bermisi sosial, Luc & the Lovingtons) dan lanjut di "Living in the Moment", juga dalam "5/6" yang intinya adalah memberi "pelepasan" dan membangkitkan semangat dalam menjalani hidup. Well, memberi energi positif juga sebuah bentuk cinta, 'kan? "Everything Is Sound" lebih bercerita tentang betapa menyenangkan bila ada cinta, lalu "Frank D. Fixer" yang didedikasikan untuk kakek Mraz, dan terdapat pula lagu kasih ibu versi Mraz di track favorit gw, "93 Million Miles". "The World As I See It" juga kalau diperhatikan bukan harus bermakna cinta terhadap seseorang, tetapi ungkapan kekaguman terhadap bumi pertiwi dan segala isinya. So you see, separuhnya bukan soal romansa.

Namun ketika lagunya soal romansa atau relationship, Mraz tetap lihai dalam nuansa tersebut, menyusun kata-kata yang membentuk ungkapan-ungkapan yang classy namun tak susah dimengerti. Semisal bagian awal "The Woman I Love" yang berbunyi "Maybe I annoy you with my choices, well you annoy me sometimes too with your voice" =D,  atau ungkapan rindu "I love making breakfast for someone instead of me" dalam lagu puitis "In Your Hands", serta ungkapan-ungkapan keren lainnya dalam "I Won't Give Up" dan "Who's Thinking About You Now?" (ini bisa jadi lagu kebangsaan kaum friendzoned =D), serta ujaran-ujaran dalem banget tentang memasuki hubungan yang serius di "Be Honest". Wonderfully written words. Oh ya, dalam album ini juga Mraz men-tone-down kadar kebawelan dalam liriknya, jadi gak ada yang nyanyi buru-buru, hehe.

Mengenai sound, album ini sebenarnya gak menawarkan yang baru-baru amat, rasanya kita sudah pernah mendengarnya dalam karya-karya Mraz sebelumnya, satu sisi yang bikin gw agak kurang semangat setelah pertama kali dengar satu album penuh. Mungkin memang album ini tidak diniatkan untuk memberi "bunyi revolusioner" pada musik Mraz, entahlah, tetapi ya memang masih kedengaran nikmat di telinga. Just like the usual Mraz, sekilas terdengar sederhana, santai, dan menyegarkan, easy listening, namun toh itulah yang membuat musik Mraz digemari, I can't really complain. Musiknya masih pop didominasi gitar akustik dan elektrik beserta segenap instrumen non-mesin lainnya yang berbunyi sopan mengiringi vokal polos Mraz. Jika ada yang agak berbeda, lagu "5/6"-lah yang paling menonjol karena dimainkan dalam ketukan 5 per 6, atau 5 ketuk di bar pertama dan 6 ketuk di bar kedua...or something like that (gak ngerti juga sih =P). Awalnya lagu ini agak sulit dicerna, tetapi justru yang makin enjoyable ketika semakin sering didengar, jazzy-jazzy gimana gitu ditambah aksen string section yang menambah kedalamannya. "Be Honest" dengan bintang tamu vokal Inara George juga memperdengarkan permainan gitar yang rada jazzy, dan karena katanya Mraz bikin lagu ini sehabis nongkrong bareng musisi-musisi Brazil, ada jejak nuansa bossanova juga (sotoy).

Album Love Is a Four Letter Love mungkin tidak semulus We Sing... dalam memikat pendengaran gw, tidak langsung bisa bilang "suka" atau "bagus". Meski punya materi lirik yang asik, musik dan melodinya butuh waktu untuk bisa gw serap dan nikmati, dan lama-lama memang asik juga. Proporsi lagu cepat, sedang, dan lambatnya seimbang. Sulit untuk mencari lagu yang great, tetapi setidaknya gw masih bisa terlular sukacita dari track "The Freedom Song", "Living in the Moment", dan "Everything is Sound", merasakan romantisme "The Woman I Love" dan "Be Honest"(lagu yang gw ramalkan akan bertahan di airplay dalam jangka waktu cukup lama), terhipnotis pada aransemen "5/6", dan terutama sekali merasakan kehangatan dan ketulusan yang terpancar dalam "93 Million Miles". Bahkan, setelah album ditutup dengan melegakan lewat "The World As I See It", hidden track bernuansa akustik "I'm Coming Over" yang begitu asyik dan lugas pun menjadi semacam encore performance yang sangat manis dan menyenangkan, some even say it is the best song from the album (which I kinda agree in a "mainstream" circumstances). Jika disimpulkan, album ini bukan karya mengecewakan dari seorang Jason Mraz, walaupun gw masih sedikit lebih prefer We Sing..., yah maklum selera gw 'kan pasaran =). "Love" is a four letter word, and so is "nice".



My score: 7,5/10


NB:Don't know why, but I find this hillarious. Dalam thank you note di albumnya, ada bagian Mraz mengucapkan terima kasih kepada semua orang di Atlantic Records (label yang menaunginya), betul-betul "semua orang" di sana bahkan "up to Skrillex" XD.

Jason Mraz

Previews


The World As I See It



I Won't Give Up



The Freedom Song



93 Million Miles



Everything Is Sound



Be Honest featuring Inara George



I'm Coming Over (Hidden Track)

2 komentar:

  1. Justru menurut gwe aLbum ini yang paLing ga menantang dibandingin sama aLbum-aLbum sebeLumnya.. Tapi tetep bisa bikin Lemes seteLah didenger *Lebay*
    Dan gara-gara Lo ungkit disini, gwe jadi kangen Lagu-Lagu baweLnya dia *pasang Waiting For My Rocket to Come*

    BalasHapus
  2. @amadl: mungkin udah lebih dewasa jadi gak terlalu bawel lagi, udah males nghafalinnya kali ye =P

    BalasHapus