Senin, 28 Mei 2012

[Album] Yu Takahashi - Kono Koe


高橋 優 - この声
Yu Takahashi - Kono Koe
(2012 - Warner Music Japan)

1. 序曲 (Jokyoku/Prelude)
2. 蛍 (Hotaru)
3. 誰がために鐘は鳴る (Ta ga tame ni kane wa naru)
4. 雑踏の片隅で (Zattou no katasumi de)
5. 気ままラブソング(Kimama Love Song)
6. あなたとだから歩める道 (Anata to dakara ayumeru michi)
7. 卒業 (Sotsugyou)
8. この声 (Kono koe)
9. 一人暮らし (Hitorigurashi)
10. 誰もいない台所 (Dare mo inai daidokoro)
11. 蓋 (Futa)
12. 絶頂は今 (Zetchou wa ima)
13. セピア (Sepia)


So...hmmm....baiklah. Gw memperhatikan ada kecenderungan artis-artis membuat album kedua—atau istilah cihuy ala ulasan musik di internet: sophomore—berstruktur sama dengan album pertamanya, terutama bila album pertamanya itu menuai hasil yang menggembirakan. Susunan dan nuansa musiknya kira-kira sama, seakan ingin mengulangi kesuksesan tapi dengan lagu yang berbeda. Ada sih yang hasilnya oke-oke aja (let's say Linkin Park), namun lebih banyak yang jatuhnya kurang berkesan. Tahun lalu gw resmi menjadi penggemar singer-songwriter Jepang, Yu Takahashi akibat album (major) perdananya, Realtime Singer-Songwriter begitu mengesankan dan sampai sekarang tidak pernah membosankan, almost flawless. Dan sebagaimana flow kerja artis major label di Jepang sono, mereka nggak tunggu-tunggu lama untuk "memaksa" artisnya untuk merilis album baru, dan jadilah Kono Koe (artinya kira-kira 'this/my voice', atau 'suaraku') di tahun 2012 ini, yang menurut gw tidak selevel sama album perdananya yang luar biasa itu.

Yang gw maksud dengan struktur mirip adalah pada beberapa titik album ini nyaris serupa dengan yang dilakukan di album Realtime Singer-Songwriter. Lagu pertama berirama cepat ("Hotaru", track 1 itu prelude singkat yang nyambung ke "Hotaru"), ada lagu akustik yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari di tengah-tengah ("Hitorigurashi"), lalu ditutup dengan ballad diringi musik dominan piano dan string yang membuat kesan megah ("Sepia"). Similar, but unfortunately the songs are not as appealing as the ones in the first album. Gw perlu menekankan lagu pertama dan terakhir bagi gw merupakan biang permasalahan album Kono Koe gagal menyamai keasyikan pendahulunya. Masing-masing sih lagu yang fine, namun ketahuan sekali keberadaan "Hotaru" dan "Sepia" dirancang sebagai pengganti "Shuuen no Deep Kiss" dan "Shounen de are" versi album Kono Koe. Nggak harus begitu juga 'kan caranya, lagunya aja beda ya efeknya beda juga. Selain itu gw juga merasakan kurang asiknya variasi musik yang ditampilkan Takahashi kali ini. Separuhnya berirama medium dan agak-fast, sekilas hampir mirip-mirip sampe gw pun menyimpulkan lagu "Ta ga tame ni kane wa naru",  "Zattou no katasumi de", dan "Anata to dakara ayumeru michi" punya irama yang sama cuma beda di kecepatan menyanyikan syairnya. 

Namun sesugguhnya album ini tidaklah segitu mengecewakannya. Lagu-lagu Takahashi dalam bungkusan pop-rock-folk dan gaya tulusnya dalam menyanyikan lirik-lirik bawel dengan suara yang masih rada annoying itu masih strangely memesona dan enak didengarkan. Album ini memuat single-single yang sudah dirilis sebelumnya yang kebetulan gw juga sukai: "Ta ga tame ni kane wa naru" yang bagi gw adalah lagu yang memamerkan vokal Takahashi dengan sangat baik, mellow ballad "Dare mo inai daidokoro" yang meski agak menyeret-nyeret tapi masih menyayat-nyayat, serta "Sotsugyou" yang santai namun beranjak emosional, menjadi salah satu track terbaik album ini. Di luar itu gw suka track "Anata to dakara ayumeru michi" yang simple and sweet, "Futa" yang cerah and ceria, juga "Zetchou wa ima" yang nge-rock maksimal dan dinyanyikan penuh energi. Judul album ini ternyata terambil dari lagu "Kono koe" yang diletakkan di track 8, mengandalkan hanya gitar, harmonika dan beberapa efek eletronika kecil-kecilan, sebuah lagu sederhana nan indah nan syahdu nan menyejukkan, menjadikannya juga salah satu track terbaik album ini.

So..., no, the album is not that bad, not necessarily a "sophomore-slump", namun demikian bisa dibilang memutar Kono Koe secara utuh tidaklah se-exciting Realtime Singer-Songwriter, kurang meninggalkan impresi berarti selain bahwa ini tidak lebih dari kumpulan lagu-lagu Takahashi semata. Kalau secara musiknya saja, mungkin masalahnya hanya di susunan lagunya, semisal track 2-6 yang grafik iramanya kurang dinamis, atau betapa tidak perlunya memaksa menaruh "Sepia" di track terakhir demi "sensasi salinan" album pertama. Namun, mungkin saja ada pertimbangan lirik/tema sehingga susunannya harus seperti ini *what do I know, hehe*. Apabila Takahashi diberi sedikit lagi waktu untuk memoles lagu-lagunya biar lebih variatif, bukan mustahil album ini jadi lebih asik lagi *ngatur*. Atau bisa jadi memang Realtime Singer-Songwriter terlalu bagus sehingga sulit di-follow-up dengan hasil yang sama memuaskannya. Sedikit mengecewakan, tapi nggak apa-apa, setidaknya Takahashi masih tetap dalam karakternya yang khas: membuat lagu dan membawakannya dengan sepenuh hati, ekspresif tanpa berusaha sok keren.



My score: 7/10

高橋 優 / Yu Takahashi

Previews



Ta ga tame ni kane wa naru


Dare mo inai daidokoro


Sotsugyou (short version)


Sotsugyou (full track)


Kimama Love Song


Sepia


Futa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar