Sabtu, 26 November 2011

[Movie] Contagion (2011)


Contagion
(2011 - Warner Bros.)

Directed by Steven Soderbergh
Written by Scott Z. Burns
Produced by Michael Shamberg, Stacey Sher, Gregory Jacobs
Cast: Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law, Kate Winslet, Marion Cotillard, Gwyneth Paltrow, Jennifer Ehle, Elliott Gould, John Hawkes, Sanaa Lathan, Bryan Cranston, Anna Jacoby-Heron, Chin Han


Entah siapa yang memulai membuat film dengan gaya penceritaan seperti ini, sebuah tema yang dijabarkan dari berbagai sisi lewat banyak karakter dengan kisahnya masing-masing dan terkadang saling bersinggungan di titik-titik tertentu. Traffic yang dirilis di tahun 2000 adalah salah satu film model demikian yang paling dikenal. Kesuksesan Traffic yang membahas tema narkoba di Amerika dan Meksiko ini rupanya memberi kesan tersendiri bagi penulis naskahnya Stephen Gaghan dan sutradaranya Steven Soderbergh (yang keduanya meraih Oscar lewat film tersebut), sehingga kemudian keduanya membuat karya lainnya yang berkonsep serupa: Gaghan membuat Syriana (2005) yang bertema industri minyak, dan Soderbergh tahun ini membuat Contagion, yang mengundang sedikitnya 8 aktor pemenang dan atau nomine Oscar, dan kali ini jangkauan(seting)nya global. Yes, film ini begitu menjanjikan, namun apakah Soderbergh sanggup mengulang kesuksesan Traffic 11 tahun silam? *halah serius amat yak*

Tema utama Conatgion adalah "virus mematikan". Sekembalinya ke Minneapolis dari business trip-nya di Hong Kong, kesehatan Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) menurun drastis hingga akhirnya meninggal dunia. Seremnya, kematian Emhoff bersamaan dengan meninggalnya seorang salaryman dalam bus umum di Tokyo, seorang model Ukraina di hotelnya di London, dan seorang pelayan casino Macau yang tinggal Hong Kong, dengan gejala yang sama persis. Tanpa waktu lama, nggak sampe 3 hari bahkan, wabah misterius ini dengan cepat luar biasa menjalar ke berbagai belahan dunia dan menelan korban jiwa dalam jumlah mencengangkan.

Dari titik ini kita dibawa untuk membahasnya dari berbagai sisi, dari titik nol (si pasien pertama) hingga yang mencakup masyarakat luas. Dari sisi para peneilti ada Dr. Ellis Cheever (Laurence Fishburne) yang mengepalai penelitian wabah/virus ini di lembaga Centre of Disease Control (CDC), menjadi konsultan bagi wakil pemerintahan (Bryan Cranston) yang mencurigai adanya aksi senjata biologis (GR amat sik), juga menugaskan Dr. Ally Hextall (Jennifer Ehle) untuk mengidentifikasi virus lalu mencari vaksinnya. Lalu ada Dr. Erin Mears (Kate Winslet) yang ditugaskan ke Minneapolis untuk meneliti cara penularan dan penyebaran virus ini serta memulai tindakan pencegahan dan penanggulangan orang-orang yang sudah tertular. Di belahan dunia lain, utusan WHO, Dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) datang ke Hong Kong untuk menyelidiki asal muasal virus itu, dimulai dari menyelidiki kegiatan yang dilakukan Beth Emhoff sewaktu di sana. Di San Francisco muncul pula seorang blogger vokal, Alan Krumweide (Jude Law) yang mencium adanya konspirasi di balik penanganan penyakit ini antara pemerintah, korporasi farmasi dan para penanam saham. Tak ketinggalan perjuangan Mitch Emhoff (Matt Damon), suami Beth yang untungnya dinyatakan kebal akan virus, namun kini bersama putri kandungnya Jory (Anna Jacoby-Heron) harus mengalami kebingungan dan kesulitan kala kepanikan sudah menulari semua orang melebihi virus itu sendiri.

Banyak ya? Yah memang begitulah konsepnya, satu peristiwa yang mempengaruhi berbagai ruang dan karakter. Di sini tidak ada tokoh utama karena semua porsinya sama. Jika dilihat-lihat Contagion ini adalah disaster movie skala besar tapi dengan penanganan yang sangat realistis dari sisi yang minimalis (orang per orang) tanpa drama-drama berlebihan, meskipun ini tetaplah fiksi. Film ini juga memberi gambaran yang (konon) cukup akurat mengenai cara kerja orang-orang berwenang dalam menangani wabah baru (seperti flu burung dan flu babi kemarin, atau anthrax dan sapi gila jaman dulu—yang membuat gw berpikir kalau dokter menemukan virus baru tuh kayak filmmaker mau bikin film kolosal 3-dimensi, passionate sekali ^_^) sekaligus dampak sosial yang ditimbulkannya seperti tekanan media massa, kebingungan tenaga kesehatan, paranoia, kepanikan, chaos, penjarahan, kriminalitas, hingga penyanderaan demi mendapatkan jatah vaksin. Memang banyak sekali istilah-istilah medis yang diujarkan di sini yang memberi kesan film ini hanya untuk “kalangan sendiri”, namun kalau mau bersabar, naskah film ini sebenarnya menggunakan trik serial “CSI”: setiap ada istilah ilmiah, pasti ada yang mengujarkan penjelasan gampangnya Contoh: Dr. Hextall menjelaskan kesulitan penelitian virus dengan “blablablablabla”, lalu ada pihak yang bertanya "jadi vaksinnya udah ada belum?", jawabannya "belum" <-- intinya kan itu =D. Menurut gw ini menarik, film ini berusaha realistis tetapi tidak sok pintar, sehingga kesan yang timbul adalah, well, informatif—kita diingatkan lagi pada pelajaran Biologi pada bab makhluk hidup bagian awal tentang apa itu virus dan cara kerjanya, juga soal R-nought dan formites #eaa. Namun di sisi lain film ini memberi ketegangan yang cukup untuk membuat orang-orang rada paranoid untuk megang-megang apapun itu, begitu cepatnya wabah ini menyebar ditunjukkan dengan baik dan efektif.

Gw selalu kagum dengan film yang sukses menampilkan kisah multiplot berkait dan karakter banyak menjadi sebuah tontonan solid, nggak kebayang repotnya menyusun konsep dan perencanaannya, dan Contagion ini tak terkecuali. Film ini termasuk nyaman ditonton, keterkaitan antar plot dan karakternya mudah dipahami, gw mudah ingat orang ini dan orang itu peran/fungsinya apa saja. Apalagi melihat keseriusan aspek mise-en-scène yang luar biasa keren, mulai dari tata artistik, pemilihan lokasi, dan terutama sinematografinya (oleh Soderbergh sendiri dengan nama alias “Peter Andrews”) yang jernih, tajam dan efektif, banyak sudut-sudut fotografi yang akan sangat maknyus ditembakkan di layar raksasa IMAX (karena film ini juga dirilis di teater-teater IMAX...di sono tapi, bukan di sini *sigh*) . Yang gw suka lagi, film ini ringkas dan tidak bertele-tele, nggak sampe 2 jam lho filmnya, editingnya lincah dan nggak berlama-lama, namun bisa jadi bumerang karena mungkin jadi terasa terlalu cepat bagi sebagian penonton. Menurut gw sih memang bagusnya gayanya gesit begini, untuk mengakali ritme film yang emang banyak ngomongnya. Kalo nggak mudeng ya nonton lagi =D.

Namun kemampuan khas Soderbergh yang harus diuji adalah bagaimana beliau mengoptimalkan para pemerannya yang banyak itu lewat porsi masing-masing yang terbatas. Fortunately, he did it again. Para pemain bintang ini rata-rata berhasil memberikan performa signifikan. Mungkin yang paling lemah si Laurence Fishburne yang gak ada bedanya sama perannya di serial “CSI”. Namun, kalau melihat Jude Law yang tidak canggung jadi orang nagging yang lama-lama nyebelin juga (mungkin hanya karakter Alan yang paling tidak datar di sepanjang film dengan gaya ngomong ngototnya), Marion Cotillard yang anggun dan tenang (agak males-malesan sih sebenarnya) namun determined dalam tugasnya, Matt Damon yang gelisah tapi harus tegar di hadapan putrinya, Kate Winslet yang serius dan kaku dalam tugasnya sampai tidak memperhatikan diri sendiri, dan Jennifer Ehle yang begitu excited dalam usaha menemukan vaksin namun tetap dalam bawaan santai dan effortless, Contagion jelas bukannya menghalangi bakat-bakat yang ada didalamnya, juga nggak cuma mengedepankan performa aktor di atas plot dan ide yang ingin disampaikan. Di sini Soderbegh memberikan ruang yang cukup bagi para aktornya untuk unjuk gigi sesuai fungsi dalam cerita. Hampir semua tokoh di sini “nggak punya” latar belakang, jadi bobot penampilan mereka di layar sangat menentukan simpati penonton atau tidak, but they did very well here (favorit gw adalah Ehle, Winslet dan Damon).

So, yeah , I really enjoyed this film, bisa jadi calon film terfavorit gw tahun ini. Gw pikir juga ini film yang bagus, ditulis dengan baik dan dieksekusi dengan serius dan rapih. Nggak cuma demi hingar-bingar “film besar bertaburan bintang” semata, namun Contagion hadir sebagai film yang mengangkat tema serius yang cukup dekat dengan keseharian kita, karena memang pernah dan (bukannya tidak mungkin) akan terjadi *amit-amit, tok tok tok*. Film model ini nggak bisa dilihat hanya dari "apa intinya" saja, justru yang memberi bobot (dan tak kalah menarik) adalah kisah tiap persona yang ada di dalamnya, karena seperti kehidupan, semua punya bagian masing-masing (ketimbang bikin satu karakter doang yang udahlah peneliti virus, ternyata istrinya kena wabah, eh dia sendiri yang cari vaksinnya di sela-sela kesulitan pasokan makanan, itu mah lebih gampang daripada bikin Indomie =P). Inti filmnya apa? Ya nggak ada intinya, karena bukan itu yang penting. Contagion gw bilang almost as good as Traffic, tidak terlalu menggebrak, namun lebih ringkas—alias lebih singkat durasinya =)—dan lebih jernih tampak visualnya, ketegangan dan performa aktingnya pun memuaskan. Tapi itu gw, yang menganggap Traffic itu keren dan Syriana itu bagus meski banyak orang bilang mboseni. Yah selera orang beda-beda. Tapi setuju dong kalo adegan penutup Contagion ini mantep =). Pokoknya: cuci tangan dengan sabun, siapapun Anda *parno*.



My score: 8/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar