Kamis, 24 November 2011

[Movie] The Adventures of Tintin (2011)


The Adventures of Tintin
a.k.a The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn
(2011 - Paramount)

Directed by Steven Spielberg
Screenplay by Steven Moffat, Edgar Wright, Joe Cornish
Based on the comic series "The Adventures of Tintin" by Hergé
Produced by Peter Jackson, Kathleen Kennedy, Steven Spielberg
Cast: Jamie Bell, Andy Serkis, Daniel Craig, Simon Pegg, Nick Frost, Toby Jones


Kepopuleran wartawan super kepo asal Belgia, Tintin beserta anjing lucunya, Snowy memang mendunia, ya selain memang petualangannya sampai keliling dunia dan bulan =D. Di Indonesia sendiri sudah terbangun basis penggemar tersendiri sejak cukup lama—hingga baru-baru ini serial komiknya dicetak ulang. Gw sendiri lumayan suka petualangan tokoh yang dalam bahasa aslinya dilafalkan “tang tang” ini, tapi gw menyaksikannya lewat versi serial animasi TV-nya (produksi Kanada) yang gw koleksi VCD-nya, hehe. Tintin akhirnya diangkat ke layar lebar oleh dua nama besar Hollywood: Steven Spielberg (Jaws, E.T., Jurassic Park among others) sebagai sutradara dan Peter Jackson (The Lord of the Rings, King Kong) sebagai produser dan kemungkinan sutradara sekuelnya, sebuah berita menjanjikan sekaligus mengkhawatirkan. Bagaimana jadinya jika Hollywood memfilmkan tokoh komik sekaligus ikon budaya kebanggaan Belgia ini? The problem is solved, karena bentuknya tetap animasi, tepatnya animasi motion-capture (berdasarkan gerak aktor, kayak The Polar Express, Beowulf, A Christmas Carol, dan Avatar) sehingga ia tetaplah “kartun” namun selangkah lebih hidup.

Suatu hari, wartawan pengungkap misteri tersohor, Tintin (Jamie Bell) membeli kapal model (miniatur lah) yang belakangan diketahui adalah model dari kapal laut legendaris Unicorn. Tak lama setelah dibawa pulang, flat Tintin disusupi maling yang mencuri kapal modelnya itu. Kepenasaranan akan siapa yang mencuri kapal model yang dibeli di pasar kaget—pake nawar pula—dan mengapa, kemudian membawa Tintin pada misteri tentang kapal Unicorn milik Sir Francis Haddock yang pada abad ke-18 tenggelam di lautan Karibia seusai berseteru dengan rombongan perompak Red Rackham. Belumlah misteri makin terang, Tintin diculik oleh orang yang bernama Sakharine (Daniel Craig) hingga disekap di kapal Karaboudjan yang berlayar untuk mencari kapal model Unicorn yang lainnya. Dalam usaha meloloskan diri Tintin bertemu Kapten Haddock (Andy Serkis) yang tak lain adalah keturunan langsung Sir Francis Haddock. Bersama Kapten Haddock yang kapal berserta awaknya disabotase Sakharine itu, Tintin tertantang untuk melepaskan diri sekaligus menuntaskan misteri kapal model Unicorn yang ternyata ada tiga buah dan menyimpan petunjuk kepada harta karun Red Rackham yang hilang.

The Adventures of Tintin yang diberi sub-judul The Secret of the Unicorn ini meleburkan kisah komik petualangan Tintin episode “The Secret of the Unicorn” dan lanjutannya, “Red Rackham’s Treasure”, plus “The Crab with the Golden Claws” yang mempertemukan Tintin dengan Kapten Haddock pertama kali, kemudian dirangkai dalam nuansa petualangan yang bombastis. Tidak persis sama, namun masih banyak rujukan otentik dengan kisah aslinya, seperti Snowy yang menggemaskan dan (terlalu) pintar, atau kemunculan penyanyi soprano Bianca Castafiore yang bersuara “menggelegar-dalam-arti-kata-sebenarnya" itu, dan tak lupa ada duo polisi blo’on Thompson (Simon Pegg) dan Thomson (Nick Frost) yang selalu mengundang tawa. Nampaknya film ini tidak akan mengecewakan penggemar Tintin, karena Tintin dan kawan-kawan di sini tidak terlalu beda dengan yang mereka kenal, deskripsi tokoh-tokohnya sesuai dengan yang dibuat oleh sang pengarang Hergé, kecuali mungkin Kapten Haddock yang bagian maboknya agak terlalu diekspos kayak kehidupan rumah tangga Ustad Solmed. Di sisi lain sepertinya film ini akan mudah dipahami oleh penonton baru, karena kisahnya bisa dibilang kisah baru berdasarkan poin-poin dari 3 episode komik Tintin yang gw sebut di awal paragraf. Guliran alur kisahnya yang harus mengungkapkan misteri sekaligus sebagai perkenalan kembali akan tokoh-tokoh dunia Tintin ini dibuat rapi, mulus, dan cukup jelas. Pokoknya secara cerita, film ini aman.

Nah sekarang tinggal bagaimana presentasinya. Sejauh ini, The Adventures of Tintin adalah film animasi motion capture yang paling enak dilihat yang pernah gw tonton—masih di bawah Avatar kalau semua orang mau mengakui bahwa Avatar itu film animasi, which I think it is. Desain artistik 1930-1940-an serta warna-warna yang digunakan sangat menarik mata, pun komposisi gambar serta gerakan animasinya halus sekali. Rupa para karakternya pun dibuat semirip mungkin dengan desain asli mereka di versi komik/kartun (gaya rambut, pakaian, bentuk hidung), namun tetap berbentuk “manusia”, sebuah solusi yang menarik sehingga pasti tidak akan ada yang protes “kenapa si anu jadi kayak gitu bentuknya” sebagaimana kita bingung kenapa Son Goku-nya Dragon Ball bisa jadi bule Film animasi perdana yang dikepalai langsung oleh Steven Spielberg ini juga, menurut gw, adalah sebuah ajang pelampiasan bagi beliau terhadap teknik pengambilan gambar film-film fantasi yang akan sulit dilakukan bila digarap live action. Permainan cahaya kontras ala film-film Spielberg terdahulu tetap ada (karena konsultan gambarnya Janusz Kaminski, sinematografer CS-annya Spielberg), namun yang paling kentara adalah pergerakan “kamera” yang seakan tanpa batas, bisa dimana dan kemana aja dengan lincahnya—terbukti pada adegan kejar-kejaran di Maroko dari puncak bukit sampe pinggir laut yang “satu-take” =D, dan di berapa momen hal itu efektif menimbulkan excitement.

Kalo tentang aktor-aktornya gw bingung menilainya karena yang ada di layar bukanlah “diri” mereka yang utuh, namun baik Jamie Bell maupun Andy Serkis memberi volume berarti bagi peran masing-masing dengan baik, selain kerja para animator terbilang berhasil membuat setiap tokoh CGI ini tampak hidup dan nggak mengerikan kayak patung kerasukan. Yang pasti, Spielberg (dan Peter Jackson) telah menjalankan tugas dengan baik karena memperlakukan Tintin dengan terhormat lewat film ini. Kemenangan film ini terletak pada komitmennya untuk tidak mengkhianati sumber aslinya, baik dari tokoh, ambianse, sampai penyusunan misterinya dalam cerita baru yang cukup segar. Terlebih lagi dalam medium teranyar ini, melalui percampuran komedi, drama, misteri (bukan horor lho ya), laga, dan sedikit suspense—masih dalam koridor adventure tentunya—dalam ritme yang enak, film ini telah menyuntikkan kisahnya dengan keseruan menyenangkan yang heboh, keseruan ala Spielberg yang kadang-kadang terlalu kartun, tapi untungnya ini memang kartun! Gw sih sebenarnya merasa filmnya agak kurang ringkas dan suka terlalu lama berkutat di satu poin, namun overall The Adventures of Tintin bukanlah tontonan yang mengecewakan, justru seru rasanya dan bagus dilihat.



My score: 7,5/10

2 komentar:

  1. Tintin kinerja jauh dari rata-rata mempertimbangkan berapa banyak wilayah yang masih harus membuka (itu saat ini berdiri sekitar tempat 15 di chart di seluruh dunia tahunan sebelum debut AS), meskipun Kuda Perang memiliki potensi untuk mengungguli itu.
    Lihat dari tralier eksklusif http://liveoncampus.com/wire/for/war-horse Kuda Perang

    BalasHapus
  2. I really don't know how to respond the comment above *khikhikhi ^_^"

    BalasHapus