Sabtu, 02 Juli 2011

[Movie] The New World (2005)


The New World
(2005 - New Line Cinema)

Written and Directed by Terrence Malick
Produced by Sarah Green
Cast: Colin Farrell, Q'orianka Kilcher, Christopher Plummer, Christian Bale, David Thewlis, August Schellenberg


Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar ada film tentang Pocahontas? Sepertinya akan mudah teringat film animasi klasik Disney yang penuh dengan warna, tarian dan nyanyian yang muncul pada pertengahan 1990-an. The New World juga mengangkat kisah yang sama, tentang seorang gadis Indian di wilayah Virginia benua Amerika (sekarang Amerika Serikat) yang menjadi semacam jembatan antara pendatang kolonial Inggris dengan penduduk asli Amerika, sedikit banyak melibatkan hubungannya dengan Captain John Smith seorang petualang Inggris yg ikut ekspedisi membangun koloni di dunia baru itu. Kisah Pocahontas itu tercatat dalam sejarah (abad ke-17) jadi memang bukan karang2an belaka. The New World mencoba menampilkan kisah pertemuan dua dunia ini dengan lebih mendekatkan diri pada catatan2 sejarah. Perihal menyaksikan film ini perlu hati2 sama 2 hal: 1. Pocahontas versi Disney itu jauuuh banget dari fakta sejarah, jadi jangan harap ada hewan2 lucu atau pohon berbicara, atau tiba2 Pocahontas langsung bisa berbahasa Inggris =_=”; dan 2. The New World ini buatan Terrence Malick. Why? Opa Malick adalah sineas yang terkenal antik, baru bikin sedikit film, dan film2nya memang pasti dikemas dalam ciri khas nya dia dan hanya dia yang begitu. Gw sendiri baru nonton satu karyanya sebelum ini, The Thin Red Line, dulu di Indosiar (gw kayaknya masih SMP), malem2, alhasil gw ngantuk di tengah2 =P. The New World juga pernah gw saksikan di televisi (Trans TV kalo gak salah) sekitar 1-2 tahun yang lalu, malem2 juga, dan sama gw ngantuk juga =PP.


Jadi begini, cara presentasi film ala Malick memang tidak konvensional. Menilai dari The New World ini saja (krn The Thin Red Line gw udah lupa, cuma inget banyak rumput ilalang di medan perang), nontonnya tuh kayak kita lagi mimpi (pernah liat iklan Nutrilon? Nah kayaknya iklan itu terinspirasi film2 Malick deh, musik “Vorspiel” karya Richard Wagner-nya juga digunakan di film ini). Sedikit sekali adegan yang panjang, lebih sering potongan2 adegan yang singkat yang disambung-sambungin. Dialog antar tokoh pun terbilang jarang, dan filmnya sendiri menggunakan narasi puitis dari beberapa tokohnya, yang juga berfungsi sedikit menjelaskan plot dan perasaan tokoh2nya. Lebih mirip kumpulan footage dokumenter ketimbang kumpulan adegan film, namun ajaibnya gw tetap bisa ikutin plotnya. Itulah yang membawa gw kembali untuk mencoba nonton film yang sempat bikin gw ngantuk ini, karena masih terngiang-ngiang selepas menontonnya.


Sepenangkapan gw, filmnya kayak memberi poin2 peristiwa dan gw disuruh mengisi sendiri detil penyambung di antaranya =D. Pokoknya ada John Smith (Colin Farrell) sampe di tanah Virginia bareng rombongan perintis koloni dari Inggris pimpinan Captain Newport (Christopher Plummer). Mereka berinteraksi dengan penduduk lokal, suku Indian Powathan, suatu ketika ada perseteruan dan Smith ditangkap lalu hidup di tengah2 suku itu, bertemu dengan gadis muda putri kesayangan kepala suku, Pocahontas (Q'orianka Kilcher)—yang namanya tidak pernah sekalipun tersebut di film. Smith dan Pocahontas saling belajar satu dengan yang lain, dan hubungan mengarah ke asmara. Smith dilepas kembali ke koloninya dan kemudian didaulat memimpin koloni Jamestown yang sudah terbangun namun sedang kacau. Ketegangan koloni vs Indian tetap berlanjut, sehingga Smith berusaha “mengusir” Pocahontas dari kehidupannya. Pocahontas yg ketahuan membantu penduduk Jamestown (memberi asupan pangan dan memberi tau bahwa sukunya akan menyerang koloni, bisa jadi demi Smith) diusir dari sukunya, kemudian diculik oleh orang2 koloni dengan harapan kepala suku nggak akan menyerang Jamestown yang ada putrinya sendiri di dalamnya. Smith pergi untuk ekspedisi ke utara dan menyuruh orang memberitahukan Pocahontas bahwa dalam 2 bulan dia mati tenggelam. Pocahontas tentu heartbroken, but life goes on, ia tetap melanjutkan belajar cara hidup orang2 kulit putih ini di koloni Jamestown. Pocahontas kemudian bertemu dengan John Rolfe (Christian Bale), bekerja di ladang tembakaunya, kemudian dibaptis dengan nama Rebecca, dinikahi Rolfe, punya anak bernama Thomas, diundang ke Inggris untuk bertemu Raja, dan lebih heartbroken lagi ketika tau bahwa Smith masih hidup sehat waalfiat.


Itu semua poin2 pokoknya. Banyak ya. Bertele-tele? Enggak kok. Dalam durasi yang panjang (135 versi reguler, dan 172 menit versi extendednya) film ini sebenarnya tidak lambat atau muter2. Plotnya lurus. Lama, karena memang banyak yang harus diceritakan, tapi nggak lambat. Film ini tetap menyampaikan poinnya dengan pas dalam gaya yang seperti gw sebut tadi, potongan2 footage layaknya dokumentasi perjalanan—memberi kesan mengajak keterlibatan penonton di dalamnya, and it works—jadi laju film ini terbilang cepat tanpa berlama-lama di satu titik. Tapi memang, sekali lagi, film ini jarang ngomongnya. Lebih banyak memperlihatkan gerak-gerik manusia dan keindahan alam. Ini terbilang efektif mengingat tema besar dari The New World adalah 2 bangsa yang dibatasi budaya dan bahasa saling berinteraksi. Action speaks louder than words, film ini benar2 memperlihatkannya, dengan banyak memperlihatkan bahasa tubuh yang anggun, tapi kalau ditonton dalam keadaan kurang memadai (malem2, capek, atau di TV yg dipotong iklan), cara ini memang berbahaya, berbahaya bagi kesadaran, alias bikin ngantug =P.


Di luar itu, The New World bukanlah sekadar fiksionalisasi sejarah belaka, tidak hanya menyajikan cerita, tapi merupakan pengalaman menonton tersendiri. Asal tahu saja, film ini CAKEPP BANGET. Interaksi, gerak-gerik tokohnya, keindahan alamnya, peristiwa2 krusialnya, semua ditata dengan luar biasa indah dan ditangkap dengan sinematografi yang, sekali lagi, CAKKKEPPP BANGGETTT. Serba alami, halus dan mulus, pergerakan dan sudut penyorotannya sempurna. Alam liar Amerika yang masih perawan, asri, dan hijau ditangkap dengan luar biasa, dari jarak dekat, seger banget, jernih banget, cantik banget, seakan-akan lingkungan-lah bintang utamanya, para tokoh hanya bagian di dalamnya. Bolehlah yang punya usaha elektronik pake Blu-Ray film ini buat demo TV, pun bagi pemerhati fotografi pasti jingkrak2 sorak sorai bergembira kalau nonton film ini, Emanuel Lubezki gitu loh sinematografernya =). Bahasa visualnya sangat sangat kuat, nyaris flawless, pokoknya CUAAKKKKEPPP BANNNGGGGETTTTT *alright, stop it ^_^;*, pokoknya kayak mimpi deh, serasa mendapat penglihatan/penerawangan/pewahyuan.


The New World karya Terrence Malick mungkin menonjol karena stylenya, style khas Malick *konon* yang hampir menjurus ke surealis. Namun buat gw selain penceritaan kisah (dan legenda) Pocahontas dengan cara yang unik dan lain dari yang lain, The New World tetap memperhatikan sisi emosional. Hubungan romansa Pocahontas dan John Smith dan perasaan mereka masing2 mendapat porsi yang lumayan serta digunakan sebagai benang merah filmnya. Gw paham kepenasaranan mereka satu dengan yang lain, kekaguman Smith akan suku penduduk Indian setempat yang menyatu dengan alam dan keengganannya menyambung cinta Pocahontas karena akan membuat si gadis mendapat masalah di sukunya, pun gw mengerti kenapa Pocahontas bersedia dinikahi John Rolfe yang memang sangat gentleman (jauh lah sama Smith yg urakan). Juga, judul “The New World” yang bermakna ganda, bagi Smith maupun Pocahontas.


Perlu ditekankan lagi bahwa film ini bukan drama sejarah biasa, bahkan “dramatis” pun tidak. Sebagaimana banyaknya pemandangan alam di film ini, “drama”nya pun terjadi dengan alami. Hubungan John Smith dan Pocahontas pun, meski mendapat porsi yang banyak, dibuat wajar, innocent dan nggak menye-menye—toh sebenarnya nggak ada bukti sejarah bahwa mereka berdua menjalin cinta. Ini adalah film jenis tersendiri, langka, atau boleh dibilang jenis film “Terrence Malick”—oke ini agak lebay karena bank film gw belum memadai untuk komentar seperti itu, hehe. Buat gw, hasil kerja opa Malick yg konon sangat teliti, ketat, dan lama soal editing ini sama sekali tidak sia-sia (katanya metode beliau adalah syut sebanyak-banyaknya adegan, trus ntar diatur di ruang editing, bahkan ceritanya bisa agak berubah saat proses editing. Antik bener =D). The New World adalah karya yang apik, cantik, artistik, namun tidak semerta melepaskan sisi kemanusiaan dan juga penceritaan dengan caranya sendiri, sebuah film istimewa. Oh, gw udah bilang belum film ini CCCCUUAAAAKEEEEPPPP BAAANNNGGGEEETTTTT? =)




My score: 8,5/10

4 komentar:

  1. btw, lo dapet filmnya dmanaa?
    gw nyari2 di sewaan film ga nemu2, ini di googling juga ga ada..
    pliss gw pingin bgt nnton nih film :(

    BalasHapus
  2. @bunga, eh beli dong di amazon.com
    ...
    ...
    gak deing =P, unduhannya gw dapet kok di google, diunduh pake bittorrent tapinya, hayo dicari lagi, hehe

    BalasHapus
  3. sudah dapet filmnya \m/, tp subtitle indonya koq gda.
    gw kga ngerti org2 itu ngomong apaa --"

    BalasHapus
  4. @bunga, wah kalau itu saya kurang tau. Biasanya saya pakai subtitle Inggris saja (buat memperjelas dialognya).

    Mungkin teman2 lain ada yang bisa bantu? =)

    BalasHapus