Selasa, 22 Juni 2010

[Movie] Vicky Cristina Barcelona (2008)



Vicky Cristina Barcelona
(2008 - The Weinstein Company/Mediapro)


Written and Directed by Woody Allen
Produced by Letty Aronson, Stephen Tenenbaum, Gareth Wiley
Cast: Rebecca Hall, Scarlett Johansson, Javier Bardem, Penélope Cruz, Patricia Clarkson, Kevin Dunn, Chris Messina, Christopher Evan Welch (Narrator)



Sepertinya gw sama sekali belum pernah nonton film karya Woody Allen, padahal gw pernah baca di sebuah majalah beberapa tahun lalu bahwa konon bermain di filmnya Woody Allen—selain berpose di sampul majalah Vanity Fair dan membintangi serial buatan David E. Kelley—adalah sebuah kehormatan besar bagi aktor2 Hollywood sampe mereka rela banting harga atau bahkan nggak dibayar. Segitu pentingnya dia di dunia perfilman. Vicky Cristina Barcelona ini adalah film karya Allen pertama yg gw tonton,
and I'd like to say gw lumayan paham mengapa banyak aktor yang senang bila terlibat di film si opa ini. Kalau dari film ini gw boleh menilai, Allen memberikan keleluasaan bagi para aktornya untuk mengerahkan kemampuan aktingnya, dengan dialog2 cerdas nan nyantai dan jalan cerita yang mengalir nggak menjengkelkan.

Vicky Cristina Barcelona dimulai dari perjalanan liburan musim panas sepasang sahabat asal New York, Vicky (Rebecca Hall) dan Cristina (Scarlett Johansson) di Barcelona. Dengan narasi yang sangat deskriptif oleh sang narator (Christopher Evan Welch), kita langsung tau bahwa Vicky yang "cewek baik2" dan percaya akan komitmen pergi ke kota di Spanyol itu untuk mencari data penelitian tesis-nya soal kebudayaan Catalonia, sedangkan Cristina yang adalah seniman berjiwa bebas dan impulsif ikut sahabatnya itu untuk cari suasana baru pasca putus dari pacarnya. Liburan mereka ini mendadak jadi berwarna lewat kehadiran pelukis lokal, Juan Antonio Gonzalo (Javier Bardem), yang tanpa banyak basa basi mengajak dua wanita ini berakhir pekan di kota kelahirannya, Oviedo. Dan oh betapa liburan mereka berjalan sangat di luar rencana. Cristina yang terang2an tertarik sama Juan Antonio malah jatuh sakit, dan Vicky yang terang2an kurang suka dengan keagresifan Juan Antonio malah lama kelamaan ikut kepincut.
Clue: yang terdahulu jadi yang terkemudian, dan yang terkemudian jadi yang terdahulu *hehehe*.

Kembali ke Barcelona, Vicky kedatangan sang tunangan, Doug (Chris Messina) yang mengajaknya menikah di Barcelona lebih awal (nanti pas pulang ke New York diulang lagi), tapi Vicky tampaknya belum bisa mengenyahkan kesan yang ditinggalkan Juan Antonio, tanpa ada seorang pun yang tahu, tak terkecuali Cristina. Di lain pihak, Juan Antonio udah "lanjut" sama Cristina, bahkan udah tinggal bareng, namun hasrat cinta mereka "ditantang" oleh kedatangan mantan istri Juan Antonio yang juga seniman, Maria Elena (Penélope Cruz) yang jiwanya labil dan
suicidal kalo nggak mau disebut sakit jiwa—kelihatan sekali Juan Antonio dan Maria Elena masih saling cinta, tapi sayangnya KDRT tak pernah bisa hilang dari antara mereka ^_^;. Apakah Vicky berhasil mengatasi keraguan antara menikah dengan pria baik2 dan hatinya yang tergelitik oleh Juan Antonio? Apakah Cristina akan puas dan terus dengan kehidupan "unik"nya bersama Juan Antonio yang di-"caploki" Maria Elena?

Vicky Cristina Barcelona sesungguhnya adalah film yang sederhana, "hanya" berkisah tentang petualangan cinta semusim dua gadis bersahabat dengan sifat berbeda yang berhasil diluluhlantakan oleh satu pria yang sama. Namun tanpa jatuh terlalu klise dan
over-dramatic, boro-boro sendu, film ini berhasil mengemasnya dengan ringan, nyaman, lucu, dan menghibur, serta sesekali tak terduga. Entah ya, pokoknya gw menikmati sekali adegan demi adegan yang ditampilkan oleh opa Allen yang tanpa beban, terkesan tidak dibuat-buat, natural, ditambah dialog2 yang cerdas dan tepat sasaran namun santai tanpa harus mengawang-awang. Karakterisasinya jempolan, opa Allen sukses menabrakkan berbagai karakter, yang masing2 jadi loveable, dalam rangkaian peristiwa dengan olahan yang cukup manis. Narasi yang mendominasi pun tidak terlalu terkesan kuno, malah jadi penguat rasa nikmat pada setiap adegan yang ada. Ditambah lagi mata penonton disegarkan dengan pemandangan eksotik berbagai sudut kota Barcelona (ada Sagrada Familia, Parque Guell, gerbang Pabellon Guell, Casa Mila..halo bagi yg kerja di travel? *maap lelucuan intern*) dan Oviedo meski sinematografinya tidaklah istimewa. Plus musik yang pas, menyenangkan sekali lah.

Kalau pun dipikir-pikir ceritanya agak menggampangkan situasi—karena menggunakan narator demi mempersingkat—dan tanpa tujuan yang jelas, juga kadang gw merasa ketika filmnya lebih berfokus pada Vicky atau Cristina, pengaturan porsinya agak kurang imbang, tapi secara keseluruhan bisa dibilang gw terpuaskan lah dengan film ini. Kisahnya bergulir tanpa menciderai logika maupun menurunkan selera. Apalagi performa para aktornya patut dipuji, lancar tanpa beban tapi tetap sangat meyakinkan. Penélope Cruz menang piala Oscar atas perannya di sini, dan memang cukup pantas (porsi dikit tapi berkesan sekali), namun akting Rebecca Hall sebenarnya juga perlu diperhitungkan, menegaskan asumsi gw bahwa aktor Inggris lebih sering sukses kala beraksen Amerika ketimbang aktor Amerika beraksen Inggris. Javier Bardem sangat cocok dengan perannya yang agak plin-plan dan
offensive tapi tetap charming dan lembut dengan keterusterangannya. Scarlett Johansson yang belakangan sering main di filmnya opa Allen sayangnya kurang bisa mengimbangi kawan2nya...tapi tetep cakep mbak yang ini @_@. Overall, it's a light, fun, harmless, uncommon yet enjoyable romantic-comedy trip movie ("trip movie" tuh yo opo meneh? ^_^;).


My score:
7/10



2 komentar:

  1. Setuju tuh!
    Main di film apa aja ScarJo tetep cantik
    :P

    BalasHapus
  2. @movfreak: dan ranum...hehehe

    BalasHapus