Sabtu, 01 Mei 2010

[Movie] Twilight (2008)



Twilight
(2008 - Summit)


Directed by Catherine Hardwicke

Screenplay by Melissa Rosenberg

Based on the novel "Twilight" by Stephenie Meyer

Produced by Greg Mooradian, Mark Morgan, Wyck Godfrey

Cast: Kristen Stewart, Robert Pattinson, Billy Burke, Peter Facinelli, Anna Kendrick, Taylor Lautner, Ashley Greene, Kellan Lutz, Nikki Reed, Elizabeth Reaser, Cam Gigandet, Edi Gathegi, Sarah Clarke



Judul "Twilight" sebagai sebuah novel baru gw denger sekirar awal 2008, beberapa teman2 (perempuan) gw cukup hangat membincangkan novel ini dan sekuel2nya ketimbang berdiskusi buat bikin skripsi ^_^;. Tak berapa lama kemudian terdengar berita bahwa kisah romansa gadis manusia dengan vampir ini diangkat ke layar lebar, dengan
hype yg lumayan rame, bahkan pada akhirnya film Twilight memperoleh pendapatan box office yg sangat sukses. Gw baru nonton kmaren, gak masalah. Twilight gw akui sebagai film yg fenomenal. Dengan prinsip ekonomi memperoleh keuntungan maksimal dengan modal minimal, Twilight berhasil memperoleh sambutan yg maksimal dengan kualitas produk yg seadanya. Phenomenal, no?

Karena sang ibu (Sarah Clarke) akan pergi berkelana mengikuti suami barunya yg pemain baseball profesional, Bella Swan (Kristen Stewart) pindah ke kota kecil Forks, negara bagian Washington yg senantiasa sendu cuacanya, dimana ayahnya, Charlie (Billy Burke) tinggal--kalo2 ada yg nggak ngeh, artinya ortu Bella udah cerai. Jelas Bella harus beradaptasi dengan lingkungan barunya yg tadinya hanya ia kunjungi saat liburan saja, apalagi ia pindah sekolah (SMA) di tengah2 semester. Beruntung, Bella tak lama untuk dapat teman, dan tak lama pula ia segera "penasaran" sama seorang cowok bernama Edward Cullen (Robert Pattinson) yg berkulit pucat dan selalu ngumpul sama saudara2 angkatnya sesama Cullen, yg sepertinya disegani (atau dijauhi?) oleh satu sekolah. Tidak seperti lagunya Desi Ratnasari, takdir tidak kejam terhadap Bella, bahkan begitu manis, Bella duduk sebelahan sama Edward di kelas Biologi (...), tapi sikap Edward yg aneh seakan merasa jijik sama Bella, bikin Bella tersinggung, sekaligus jadi kepikiran terus. Beberapa minggu kemudian, mereka duduk sebelahan lagi, Edward malah bersikap manis, dan mereka pun lama jadi akrab dan sebagainya dan sebagainya, sampai Bella mengetahui bahwa Edward dan "saudara"2-nya adalah kaum vampir..yang sudah memutuskan tidak minum darah manusia. Oh ya, ada kematian berantai misterius yg diduga dilakukan oleh hewan tapi tentu saja kita tau itu perbuatan vampir, yg ternyata bukan "kelompok"nya Edward. Bagian ini yg kemudian dijadikan alat pembuat klimaks yaitu Bella diincar oleh vampir2 jahat dan Edward dkk dengan sekuat tenaga membela Bella. Kenapa? Karena Edward sudah tak sanggup lagi menjauh dari Bella...


Oh please
...Nggak bisa ya cari kata2 lain kalo loe cinta. Tapi begitulah, seperti yg telah diperingatkan oleh teman2, dan seperti yg gw duga, ini film remaja putri sekali. Gw bisa membayangkan bahwa cewek usia dari 12 sampe 22 tahun akan terbuai dengan kisah cinta remaja dengan tantangan dramatis bahwa kedua insan yg bercinta seharusnya tidak boleh saling cinta ini, dan juga dengan apa2 saja yg dilakukan cowok vampir ganteng-baik-manis-rapuh-heroik-dan-selalu-ada-ketika-si-cewek-dalam-bahaya-dimana-pun-dan-seabsurd-apa-pun-itu demi si cewek, reaksinya pasti "kyAAaaaaaaaaaa!!!!!". Apalagi penggambaran Bella sebagai cewek biasa-biasa yg pendiam dan tidak terlalu feminin tapi menyimpan kecantikan tersembunyi sehingga disukai semua orang di sekitarnya, pasti akan menggelitik sisi narcistik penontonnya yg bilang "ih, guveh banget tuh" *curiga*. Di luar segmen usia itu, gw membayangkan reaksinya hanya "duh.."...kriik...kriik...kriik...Okelah kalo begitu, patut dihargai bahwa filmnya sendiri cukup konsisten dengan unsur2 rekaannya sendiri, entah legenda vampirnya atau kemampuan2 Edward dkk...ah nggak jadi deh, gw juga ngerasa aneh dengan dunia vampir2annya, konyol. Mungkin ini karena gw bukan target penontonnya, tapi come on, kalo dipikir-pikir secara jernih, vampir2annya maksa deh. Vegetarian vampire? Coba skarang gw tanya, "vegetarian" artinya apa hayo? Harusnya mereka tetep nggak minum darah dong, tapi makan mawar kayak Nyi Blorong. Dasar teenlit.

So that's my problem with the story
. Biasanya sih, kalo gw udah drop ama ceritanya, unsur2 lain jadi kena imbasnya. Penceritaan film ini cukup baik sih, terkesan membumi dan bersahaja terutama di awal2, juga cukup oke dalam memperkenalkan tokoh2nya, tapi gw tetap merasa ada yg salah dengan film ini. Flat dan sunyi, mungkin deskripsi yg tepat. Gw tidak dapat merasakan apa2 waktu menyaksikan adegan demi adegan, nggak ada gregetnya. Ketika ceritanya semakin bergulir jauh, untuk sebuah film yg melibatkan mahkluk2 "lain" yg tidak sedikit, film ini jadi terlalu sederhana, atau menyederhanakan. Bagian klimaks (jika memang ada) dieksekusi terlalu gampang dan nggak menarik. Adegan2 lain yg seharusnya menarik, seperti adegan terbang bareng di antara pohon atau Edward yg terkena sinar matahari kulitnya bergliter, malah terlihat seperti kedengaranya: konyol. Dan itu diperparah oleh akting pemainnya yg bisa dibilang memprihatinkan. They looked good, but that's all. Mereka seperti boneka saja tanpa jiwa dan emosi, tidak believable kalo nggak mau dibilang nggak bisa akting (akh terlalu kejam itu sih). Jika ada bagian yg bener2 meyakinkan, adalah hanya ketika Bella naik mobil dan dipakein sabuk pengaman sama Edward abis main baseball terus bilang "all right I get it! I'm fine!", udah gitu doang.

Tapi ngomong2 soal baseball, itu adalah adegan yg cukup mengangkat mood bosan gw saat menonton, walaupun akhirnya dilanjutkan dengan adegan yg...hadeuuh. Gw juga surprisingly suka sama sinematografinya yg cantik, suasana2 sendunya nyaman dan seger dilihat dengan sudut2 pengambilan yg efektif, jadi selamatlah Twilight dari jebakan film busuk. Tetap saja, Twilight bukanlah film yg bisa gw nikmati bahkan sebagai hiburan sekalipun. Pengarahan adegan, visual efek, serta musik latarnya bahkan menimbulkan kesan film ini lebih cocok jadi FTV saja. Seandainya novelnya tidak populer, dan para fans gilanya tidak banyak banget, gw jamin film ini akan mudah sekali terlupakan. Tapi yah, terserah deh, selama memang ada segmen penontonnya...Seperti kata Linkin Park di lagu end credit, gw hanya akan mengingat hal yg bagus saja dari Twilight (sinematografi dan... apalagi yah?), and leave out all the rest, leave out all the rest...



my score: 5/10


Tidak ada komentar:

Posting Komentar