Minggu, 30 Mei 2010

[Movie] Kick-Ass (2010)



Kick-Ass

(2010 - Marv/Lionsgate)


Directed by Matthew Vaughn
Screenplay by Jane Goldman, Matthew Vaughn
Based on the comic books by Mark Millar & John S. Romita Jr.
Produced by Matthew Vaughn, Brad Pitt, Kris Thykier, Adam Bohling, Tarquin Pack, David Reid
Cast: Aaron Johnson, Christopher Mintz-Plasse, Chloë Grace Moretz, Mark Strong, Nicolas Cage, Clark Duke, Evan Peters, Xander Berkeley, Omari Hardwick



Gw denger
buzz film Kick-Ass dari beberapa blog tetangga yang rupanya sangat menantikan film berjudul kasar ini. Mengetahui premisnya pun gw jadi ikut tertarik, karena kisahnya juga bukan soal superhero bertopeng biasa2. Kick-Ass menempatkan superhero di dunia yang lebih riil, agak mirip sama film Watchmen yang dirilis tahun lalu, tapi ini kayak versi yg lebih ringan. Bedanya juga kalo Watchmen malah berkisah tentang para vigilante yg pensiun, maka film Kick-Ass yang ini semacam cikal bakal adanya pahlawan2 bertopeng tanpa kekuatan super itu yang terpanggil untuk menumpas kejahatan yang tak tersentuh hukum.

Awalnya kisah film ini memang tidak serius. Dave Lizewski (Aaron Johnson) adalah anak SMA Amerika yang rata-rata, nggak "terpandang", paling sering berkutat bareng 2 temannya yg sama2 penggemar komik, dan sepertinya hobinya itulah yang membuat Dave “memaksakan diri” untuk menjadi superhero (?). Berbekal beli kostum di eBay dan sepasang pentungan satpam, tanpa kekuatan super, bahkan tanpa pelatihan bela diri apapun bentuknya, Dave memulai karirnya sebagai superhero bernama Kick-Ass, yang menerima permintaan tolong lewat akun MySpace. Aksi pertama lawan preman, kalah, plus ketabrak mobil, babak belur, malah masuk rumah sakit (^_^;). Beberapa bulan kemudian, Dave pulih (bahkan lebih kuat karena tulang2nya disambung besi dan syarafnya kurang sensitif sama rasa sakit) tapi nggak kapok untuk tetap beraksi jadi Kick-Ass. Aksi keduanya ia menolong orang yg dikeroyok preman, babak belur juga sih, tapi aksinya direkam banyak orang lalu diunggah di YouTube...lalu disaksikan jutaan kali, Kick-Ass jadi fenomena yang melebihi Lady Gaga dan Justin Bieber! *halah*


Meski berawal dari suatu niat yg terkesan kekanakan tapi tulus, lambat laun Kick-Ass pun bersentuhan dengan kejahatan “betulan”. Suatu kali ketika nyawanya hampir melayang melawan sekelompok gangster, Kick-Ass diselamatkan oleh sesama pahlawan bertopeng: si gadis cilik bermulut comberan Hit Girl (Chloë Grace Moretz) serta ayahnya yang ngomong kayak robot, Big Daddy (Nicolas Cage), bedanya mereka berdua ini punya kemampuan bertarung yg sesungguhnya. Mereka berdua sedang dalam usaha menrontokkan boss mafia Frank D’Amico (Mark Strong) dan antek2nya—termasuk gangster yg dihadapi Kick-Ass—sekaligus menyadarkan Kick-Ass bahwa membasmi kejahatan itu bukan perkara main-main. Di lain pihak D’Amico pun curiga bahwa Kick-Ass terlibat dalam kemandegan bisnis narkobanya akhir2 ini, sehingga mencari cara agar dapat menangkapnya. Sang putra Chris (Christopher Mintz-Plasse), yg satu sekolah dengan Dave, pun menawarkan diri membantu sang ayah dengan menjadi seorang superhero bernama Red Mist—plus mobil keren ala MTV Pimp My Ride—dengan rencana nantinya berteman lalu menjebak Kick-Ass. Lalu, apakah Dave/Kick-Ass akhirnya akan terus menceburkan dirinya menjadi pahlawan bertopeng pembasmi kejahatan seperti yg diimpikannya setelah melihat bahwa apa yang dihadapinya merupakan perkara hidup dan mati yg sebelumnya tidak terbayangkan?


Kick-Ass bagi gw adalah sebuah sajian (bukan sesajian ya) yang sama sekali tidak mengecewakan. Gw merasa film ini pas, baik dari segi komedi (mungkin
black comedy) maupun dari segi aksi, baik dari karakterisasi maupun jalan cerita. Film ini dimulai layaknya drama komedi tentang kegelisahan remaja yang selalu merasa kurang dan ingin jadi "lebih" daripada dirinya sekarang, lalu kemudian bergeser ke aksi demi aksi yang agak sadistis namun keren dan menghibur (unsur sadisme inilah yang konon menyebabkan studio2 besar urung mendanai dan mengedarkan film ini). Pergeseran komedi ke aksi pun cukup smooth, gw nggak merasakan ada skip atau guncangan ketika filmnya mulai bergerak lebih “serius”. Adegan demi adegan dirangkai tepat dan enak dihiasi dialog dan narasi yang lugas dan segar, terutama dengan referensi pop culture zaman sekarang, plus humor2 yang nggak garing. Gw pun dapat menerima bahwa apa yang ditampilkan di film ini memang cukup plausible di kehidupan nyata, terkesan believable dan menambah intensitas, sehingga jauh dari kesan kacangan, ini jelas bukan film tipe "menghibur dan membodohi". Kerapihan naskah kemudian diperkuat dengan tampilan visual yang memikat dan keren. Dengan penempatan yang tepat dan nggak pecicilan, setiap adegan aksinya dieksekusi secara kreatif, berkelas dan memacu adrenalin, berdarah tapi seru euy, saat adegan penembakan bazooka di akhir gw sempet silent-applause lho. Namun, rasanya yang paling exciting adalah adegan2 laga dari Hit Girl yang lincah dan efektif sekaligus kejam, meski gw pribadi merasa tokoh Hit Girl ini terlalu absurd dan agak bikin miris juga, anak kecil kok bunuh orang2 dan ngomong jorok enak banget kayaknya *mulai merasa tua*. Tapi ya sudahlah, namanya juga film, keren kok keliatannya, asal jangan ajak anak kecil nonton aja, hanya orang tua gila yang akan berbuat begitu.

Biarlah Hit Girl menjadi
scene stealer, tapi menurut gw tokoh yang menarik justru Dave/Kick-Ass. Ia bukan gambaran pemuda istimewa, biasa banget, ibaratnya hanya figuran di sekolah, namun ia jadi istimewa karena tekad dan niat yang murni, berbeda dengan "superhero" yang ada di karya lainnya yang terkesan didramatisir (sebagaimana Dave bilang, nggak perlu kena gigitan laba-laba mutan atau trauma masa kecil untuk jadi superhero), bahkan Big Daddy dan Hit Girl pun termotivasi oleh dendam pribadi. Seharusnya, si Dave ini bisa jadi tokoh yg relate sama siapa saja, Kick-Ass lahir hanya karena tekad dan niat yang (sebenarnya) mulia, yang berarti semua orang pun bisa jadi apapun yang diinginkan dengan cara dan motivasi yang serupa...kecuali untuk jadi pahlawan bertopeng kali ya =_=;. Hanya sayang, sepertinya perhatian penonton pada Kick-Ass agak teralihkan di paruh akhir ketika muncul Hit Girl yang eye-catchy dan aksinya lebih memukau itu.

Di luar itu, kesimpulan gw, meskipun cukup berbeda dari kisah superhero komik biasanya, pada dasarnya Kick-Ass adalah kisah
from zero to hero (or superhero) yang berpotensi klise, tidak ada yang baru dari sana (perkembangan tokoh Dave/Kick-Ass cukup mudah tertebak), tetapi film ini berhasil dikemas dengan sangat menarik dan sama sekali tidak membosankan. Film ini bisa mengajak gw tersenyum, tertawa sekaligus kagum akan kekerenan adegan actionnya yang dipresentasikan dengan dinamis dan enerjik, bahkan film ini sukses menyelipkan unsur emosional yang nggak salah tempat. Didukung oleh departemen teknis yang mantap (sinematografi, editing, sound, musik) serta aktor2 yang kurang terkenal (ya kecuali Nicolas Cage) tapi berperforma ciamik, I gotta say I pretty much enjoyed Kick-Ass. Sebuah film yang entertaining meski belum favorit, dan mau ada sekuel pun nggak masalah, gw tunggu deh ^_^.



my score
7/10


2 komentar:

  1. Hmm emank bener si dave/kick ass seh yg sebenernya sangat menarik karakter nya tapi sekaligus weak point nya.

    Kayanya ada yg salah aja sama si kick ass. Si Red Mist yang pertama nya gw pikir aneh karena kaya sakit gigi gitu mukanya malah makin ke belakang makin jelas perannya

    Di beberapa tempat agak membosankan tp everytime Hit Girl nongol, seger deh gw :)

    met kenal

    BalasHapus
  2. @Aris: hai, salam kenal juga
    iya memang mungkin pada bagian cerita ada kelemahan2nya, cuman ya tetep aja film ini berhasil dikemas menarik, catchy *hehehe*

    BalasHapus