Rabu, 07 April 2010

[Movie] Clash Of The Titans (2010)



Clash Of The Titans

(2010 - Warner Bros.)


Directed by Louis Leterrier
Screenplay by Travis Beacham, Phil Hay, Matt Manfredi
Based on the 1981 motion picture written by Beverley Cross
Produced by Kevin De La Noy, Basil Iwanyk
Cast: Sam Worthington, Gemma Arterton, Mads Mikkelsen, Ralph Fiennes, Liam Neeson, Jason Flemyng, Alexa Davalos



Gw bingung sepertinya banyak orang yg mengantisipasi adanya film Clash Of The Titans ini. Bahkan majalah Movie Monthly menempatkan film ini di urutan 1 film paling dinantikan krunya tahun 2010. Apakah karena film ini
full special effect? Apakah karena merupakan remake dari film cult hit awal 1980-an (wah, maap deh, belum lahir saiah ^o^)? Apakah orang2 berharap film ini sekelas Lord Of The Rings atau setidaknya 300? Atau karena film ini tentang pahlawan dalam mitologi Yunani yg memang banyak disukai? Mungkin saja. But I don't really feel that fuss, though. Film ini dirilis di bulan Maret dan "dipaksa" ada versi 3-Dimensi nya, ini bukan gelagat yg baik untuk macam film yg lazimnya dijual di pertengahan tahun (tentu saja dengan beberapa pengecualian). Menonton Clash Of The Titans demi nggak dikira ketinggalan zaman--gw banget--pun tidak mengubah pandangan gw tersebut. Yah, ternyata memang bukan film yg penting.

Clash Of The Titans berkisah tentang pahlawan dalam mitologi Yunani zaman dahulu kala, seorang
demi-god (manusia setengah dewa) bernama Perseus (Sam Worthington). Perseus adalah anak yg dilahirkan dari benih dewa Zeus (Liam Neeson), dewa tertinggi di Olympus, tapi Perseus sendiri nggak tau itu karena sejak bayi dibesarkan oleh keluarga nelayan. Suatu hari mereka sekeluarga menyaksikan sekelompok tentara dari kota Argos (bapaknya tau aja lagi kalo tentaranya dari Argos) merubuhkan patung Zeus. Tak lama kemudian muncul makhluk2 aneh yg membantai tentara2 itu, lalu muncul Hades (Ralph Fiennes), dewa penguasa alam kematian. Eeeh, kapal Perseus kena getahnya kesamber Hades, sehingga sekeluarga mati semua, kecuali Perseus tentu saja. Perseus lalu dibawa beberapa tentara yg selamat ke Argos. Argos, terutama raja dan ratunya tenyata memang tengah mempelopori gerakan melawan dewa-dewi, salah satunya lewat merobohkan patung Zeus tadi. Jelas Zeus nggak senang, tapi Hades malah memanas-manasi supaya Argos diberi pelajaran supaya manusia yg lain (katanya) menyembah dewa lagi, dan rupanya diizinkan, tanpa tahu sebenarnya Hades punya rencana sirik terhadap Zeus.

Balik lagi ke Argos, Hades datang untuk memperingatkan bahwa ia akan melepaskan monster Kraken untuk menghancurkan Argos pada saat gerhana, kecuali Argos menyerahkan sang putri cantik Andromeda (Alexa Davalos) sebagai tumbal. Oh ya, dan Hades menebar
spoiler bahwa Perseus sebenarnya adalah anak Zeus. Mendengar itu Perseus langsung dicatut oleh raja Argos untuk membasmi Kraken dan mencegah kehancuran kota serta mengamankan nyawa sang putri. Setelah diyakinkan oleh Io (Gemma Arterton, dibacanya 'aiyo'...aiyo sekolah), wanita yg dikutuk awet muda yang konon mengawasi Perseus sejak lahir, Perseus pun berangkat bareng beberapa prajurit Argos menuju tempat peramal untuk mengetahui cara mengalahkan Kraken. Lalu mereka ketemu kalajengking padang pasir rakasasa yg kemudian mereka kendarai (?), lalu ketemu trio peramal bermata satu, dan ke kuil Gorgon Medusa di alam kematian untuk memenggal kepalanya yg tatapan matanya bisa mengubah laki2 jadi batu, dan balik ke Argos naik kuda sembrani Pegasus hitam untuk mengalahkan Kraken--dengan dugaan bahwa Kraken itu jantan, ya males aja kalo bukan.

Di atas kertas dan mitologi, petualangan Perseus ini cukup menjanjikan keseruan. Di atas layar Clash Of The Titans, petualangan Perseus terlihat jadi petualangan berbahaya, fantastis nan membosankan. Lempeng aja keliatannya, nggak ada emosi, nggak ada greget, humor yg dimunculkan pun nggak lucu. Plot utamanya cukup simpel dan ringkas, tapi para pembuat filmnya memaksakan filmnya lebih panjang dengan memunculkan seorang musuh tambahan yg mau menghalangi langkah Perseus dkk (diakhiri dengan pertarungan pake pedang dewa milik Perseus yg jadinya mirip pedang mataharinya Kamen Rider RX)...halah penting banget sih? Belum lagi Io, dengan latar belakang yg sampe sekarang masih misterius bagi gw, selalu eksis dimana-mana secara terlalu ajaib bagaikan ibu peri di sinetron "Bidadari", DAN jadi
love interestnya Perseus (lho ini Perseus apa Oedipus?). Gw tau ini cerita khayal tapi come on, she's not even a godess or a nymph or whatever. Nama Io pun yg gw tau dalam mitologi sama sekali nggak kayak di film ini. Entah sebesar apa modifikasi ceritanya dari mitologi atau film aslinya, eventually I don't care (kalo Troy nya Brad Pitt mah bukan modifikasi, tapi memorak-porandakan!). Jangan salah, gw pun dulu sempat jadi pemerhati mitologi Yunani, tapi gw berhenti pada bagian dewa-dewinya saja (gw tau dari seri buku bergambar itu lho..gw beli cuman buku 1-5)...karena bagian itulah yg berhubungan dengan Saint Seiya (hihihi). Jadi kalaupun gw mau protes ya mungkin soal penampilan para dewa yg pake baju besi kinclong padahal secara gambaran tradisional mereka selalu ditampilkan nyaris telanjang, jangan2 pembuatnya terinspirasi Saint Seiya (^o^)...dan Apollo nya lagi emo-gothic jadi rambutnya dicat hitam bukannya tetap berambut emas (=.=')

Tapi okelah, gw harus
fair: sebab-akibatnya konsisten (agak cheesy sich), baik sekali film ini memberi narasi2 latar belakang terhadap beberapa hal termasuk hubungan Zeus dan Hades, lalu motivasi Perseus pun dibuat manusiawi walaupun jatuhnya kurang kuat, adegan aksinya juga lumayan, visual efeknya nggak memalukan, pokoknya film ini nggak sampe bikin gw jadi ngantuk atau kesal. Hanya saja, ya cuma itu aja, nggak lebih, nggak istimewa, gampang terlupakan begitu saja. Ceritanya biasa, visual pun gitu2 aja, nggak berkesan. Entah kenapa gw juga nggak simpati sama satupun tokohnya. Sam Worthinghton? Bahkan di sini dia terlihat lebih kaku daripada tubuh CGI birunya di Avatar. Gemma Arterton agak lumayan menyegarkan mata (agak gemukan ya, mbak daripada di Quantum of Solace ^_^), walaupun itu tadi, keterlalu-eksisan tokoh Io miliknya menganggu gw. Seandainya ceritanya dipersingkat (adegan menuju trio peramal tuch agak kepanjangan deh) dan adegan aksinya lebih maksimal serta lebih bermaksud, niscaya film ini akan lebih menghibur. Sayangnya kali ini, Clash of The Titans versi baru ini sangat biasa dari berbagai segi, termasuk dari segi entertainment. And btw, desain produksi maupun kostumnya juga terlihat kurang niat.


my score:
5,5/10

4 komentar:

  1. Nice review bro. Gua juga termasuk yang mengantisipasi film ini nih. Karena memang salah satunya premise cerita yang tentang Dewa-dewi Yunani. AGak tertarik tentang mereka setelah bermain God of War hehe...

    BalasHapus
  2. @Bang Mupi
    makasih bang. Mitologi Yunani emang menarik, penuh intrik2 yg khas, versi paling asli dari telenovela dan sinetron hihihi.

    katanya tahun2 mendatang akan ada War of The Gods yg bermain dalam ranah mitologi Yunani juga, yg bikin Tarsem Singh, gw lebih menantikan yg itu kayaknya ^o^

    BalasHapus
  3. Good review. Setuju, film ini memang kurang memuaskan (below expectation). Sy sependapat jg mengenai Sam Worthington, kharismanya kok sepertinya kurang keluar ya. Btw, salam kenal.

    BalasHapus
  4. @MJ, makasih ya ^_^
    salam kenal juga

    saya baru nonton 2 film yg ada Sam Worthingtonnya, dan sejauh ini....dia emang biasa aja ah

    BalasHapus