Selasa, 09 Februari 2010

[Movie] Sita Sings The Blues (2008)


Sita Sings The Blues
(2008 - Creative Commons Attribute-Share Alike)

Directed, Written, Produced, Animated, Designed, Edited, and everything else except specified by Nina Paley

Based on the classic Indian epic "The Ramayana" by Valmiki

Cast: Annette Hanshaw, Aseem Chhabra, Bhavana Nagulapally, Manish Acharya, Reena Shah, Sanjiv Jhaveri, Debargo Sanyal, Nina Paley



Sita Sings The Blues adalah film animasi independen yg mulai dirilis tahun 2008. "Dirilis" di sini benar2 berarti "release" karena selain pemutaran di festival2, semua orang dapat menontonnya dengan bebas dan gratis lewat situs2
streaming internet (YouTube dan teman2nya) bahkan boleh diunduh dalam berbagai format. Gratis! Seperti membajak tapi justru digalakkan a.k.a. encouraged oleh si pembuat, animator Amerika, Nina Paley (karena beliau ingin mempelopori gerakan free culture. Wah, Miss Paley, I bet Indonesians would glad to support you ^o^ V), karena teorinya, semakin banyak orang yg nonton, semakin banyak pula permintaan untuk DVD dan merchandise ekslusifnya, nice thought. Intinya, inilah film yg paling pantes disebut "independen" bahkan sampe ke distribusinya, hehehe. Tapi itu cerita lain. Sebagai sebuah film, Sita Sings The Blues adalah tontonan yg ternyata cukup unik dan segar. Bertagline "the greatest break-up story ever told", film ini bercerita tentang Rama dan Sita dari epos "Ramayana" (diangkat dari versi original India, bukan versi wayang Jawa...apa sama aja yah?) dari sudut pandang Sita, sekaligus autobigrafi dari Nina Paley tentang perceraiannya, sehingga mungkin semacam ungkapan "I feel you" Paley pada Sita, hehehe.

Film ini bercerita dari Rama dan Sita (versi Jawanya: Sinta) sudah menikah. Rama hampir diangkat jadi raja di Ayodya, tapi seorang istri raja yg bukan ibu Rama merasa iri sehingga mempengaruhi sang raja (ayah Rama) untuk menyuruh Rama mengasingkan diri di hutan selama 14 tahun. Sita sebagai istri setia pun turut. Suatu ketika, raja dari Lanka/Alengka, Ravana (Rahwana) terobsesi pada Sita lalu menculiknya. Ravana menanti Sita untuk jatuh ke pelukannya, tapi Sita tetap menunggu Rama suaminya untuk menyelamatkannya. Singkat cerita, Rama plus Hanuman (Hanoman) datang membasmi Ravana dan menyelamatkan Sita, tapi Rama ragu akan kesucian dan kesetiaan Sita, karena Sita sudah berapa lama tinggal di rumah laki2 lain. Sita pun diuji kesuciannya lewat api, dan lulus. Tapi kembali di Ayodya, Rama sudah menjadi raja, dan Sita tengah mengandung anak kembar, Rama tak nyaman dengan desas-desus di negerinya bahwa seorang raja rela menerima istrinya kembali yg udah tinggal lama di rumah laki2 lain. Untuk itu, Rama pun menyuruh adiknya, Laxman (Lakshmana) untuk mengasingkan Sita di hutan. Dalam keterupurukan, Sita bertemu guru/resi Valmiki (Walmiki) yg kemudian menuliskan kisah Rama dan Sita. Sita melahirkan anak kembar di hutan, Kush dan Luv (Kusa dan Lawa). Kush dan Luv dididik oleh Valmiki tidak untuk membenci ayah mereka, tapi justru menyanyikan puja-puji untuk Rama. Suatu hari Rama mendengar puja-puji itu, dan singkat cerita lagi, ia tahu bahwa si kembar adalah anak2 Sita, tapi Rama masih ragu apakah mereka itu anak2 dirinya. Maka untuk terakhir kalinya, Sita membuat sumpah bahwa ia setia dan anak2nya adalah anak2 Rama, dan jika demikian ia akan diterima di "rahim" Ibu Pertiwi...dan Sita pun seketika ditelan bumi, meninggalkan kesedihan dan penyesalan bagi Rama. Spoiler kah ini? ^.^


Banyak aspek menarik dari film ini. Kisah yg mengambil sudut pandang Sita ini mempersembahkan hal yg jarang digali: kemanusiaan. Okey, memang Sita adalah titisan dewi Laksmi (muncul di awal film), istri Rama yg titisan dewa Wisnu (yg selalu digambarkan berkulit biru), dan biasanya hikmah yg diambil dari kisah ini hanya pada betapa perkasanya Rama melawan Rahwana, dan betapa hebat kesetiaan Sita. Namun Sita Sings The Blues ini mengeksplor lebih jauh lagi. Bagaimana perasaan Sita ketika "dituduh" oleh suaminya, 2 kali malah. Selain itu, film ini berusaha menggambarkan betapa "dingin"nya Rama (mungkin itu sebabnya dia biru? =_=). Lewat film ini, Paley seakan-akan memberi kemenangan pada Sita, pada wanita yg "terzalimi" oleh keraguan suaminya sendiri (lihat adegan Laksmi dan Wisnu di paling akhir). Tadi, gw bilang film ini juga menampilkan autobiografi Nina Paley, dan memang dibuat seakan-akan paralel dengan kisah Sita di Ramayana. Suami Nina, Dave ditugaskan ke India untuk berapa lama, hubungan mereka renggang meskipun Nina sempat mengunjungi sang suami, dan tiba2 tanpa alasan yg jelas Dave minta pisah...


Tapi sabar dulu, semua yg gw jabarin di atas disajikan dalam bentuk kartun yg lucu dan cantik. Ada setidaknya 5 macam animasi. Ada bagian dewa-dewi di awal dan akhir yg menyimbolkan asal-usul tokoh2 kisah ini. Ada bagian kartun kasar tentang kisah hidup Nina Paley yg mirip karikatur koran. Ada bagian narasi berupa 3 orang India berbentuk wayang (versi India) yg mengobrol tentang kisah ini--konon bagian ini spontan a.k.a.
unscripted, sehingga terdengar segar dan menggelitik, karena dalam obrolan ini tak jarang orang2 ini saling lempar argumen tentang pendapat mereka mengenai epos Ramayana. Lalu ada bagian cerita inti Ramayana yg seperti lukisan kertas dengan pensil warna, tapi mulutnya bergerak mengikuti dialog ala sandiwara atau mungkin film Bollywood. Dan yg paling substansial, kartun flash 2 dimensi dengan desain karakter yg tampak original, sebagai visualisasi musikal, karena Paley menggunakan lagu2 dari penyanyi jazz jadul Annette Hanshaw ("mengisi" suara Sita) yg dipas-pasin dengan kisah Ramayana. Sita nyanyi jazz! Cerita tetap berjalan di bagian musikal ini, tapi menghibur sekali karena gerakan2 tokohnya disingkron-kan dengan irama lagu. Cara jalannya Hanuman lucu deh.



Rama, Hanuman, dan Sita, versi segmen musikal di Sita Sings The Blues


Meskipun gw bilang lucu, Sita Sings The Blues bukanlah parodi yg cenderung ke penghinaan terhadap kisah yg udah turun temurun ini, setidaknya mnurut gw. Di balik gambar2 kartun yg lucu, Sita Sings The Blues menyimpan pula unsur satir. Dialog2 tokoh Ramayana dibuat tidak ribet dan sengaja diucapkan secara kaku (biar dramatis gimana gitu), bahkan Rama seringkali mengucapkan dialog yg agak o'on (waktu mau mengasingkan Sita, Rama bilang "Say, Sita, would you like to take trip", "But we were just got here", "Yeah great, get packing", hahaha). Ini mungkin dendam pribadi Paley pada tokoh "suami". Lalu puja-puji Kush dan Luv untuk Rama, yg liriknya super nyindir, ditulis sendiri oleh Paley juga menguatkan "dendam" itu, watch it and you'll know what I mean. ^o^. Meski dalam bentuk kartun dan dialog2 serta adegan2nya tampak nggak serius, Sita Sings The Blues sukses menyampaikan sisi kemanusiaan dari Ramayana, terutama perasaan istri/perempuan, dengan caranya sendiri.

Keluhan gw buat Sita Sings The Blues hanya ada pada beberapa adegan yg seakan-akan hanya dipanjang-panjangkan, apalagi ada intermission 3 menitnya hehe. Tapi secara keseluruhan, gw suka sekali film ini. Gambar bagus, cerita dan penceritaan yg segar, lucu, menghibur, punya makna yg dalam, dan yg penting bisa ditonton gratis pula. Ayo tonton versi lain dari kisah Rama dan Sita ini. Gw jadi inget lagi cerita Ramayana gara2 film ini lho.




my score:
8/10


get it here:
http://www.sitasingstheblues.com/

2 komentar: