Senin, 11 Januari 2010

[Movie] Sherlock Holmes (2009)



Sherlock Holmes
(2009 - Warner Bros.)

Directed by Guy Ritchie

Screen Story by Lionel Wigram, Michael Robert Johnson

Screenplay by Michael Robert Johnson, Anthony Peckham, Simon Kinberg

Based on the characters created by Arthur Conan Doyle

Produced by Joel Silver, Lionel Wingram, Susan Downey, Dan Lin

Cast: Robert Downey Jr., Jude Law, Rachel McAdams, Mark Strong, Eddie Marsan



Sherlock Holmes adalah detektif fiksi paling terkenal di dunia, demikian katanya. Tapi yah dasar bukan penggemar novel, gw taunya Sherlock Holmes ya dari komik Detective Conan, ^o^'. Cover buku komik Detective Conan volume 1 adalah Conan yg berpakaian jas panjang dengan topi dan pipa, konon inilah
image umum Sherlock Holmes selama ini. Tapi sekarang, muncul Sherlock Holmes dengan kisah baru, dan image yg baru. Kita tidak akan melihat Holmes dengan topi dan pipa khasnya, tapi film terbaru karya Guy Ritchie ini tetaplah sebuah film detektif yg (lagi2 konon) ala Holmes yg rupanya menghibur dan sama sekali nggak jelek.

Film diawali dengan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr) bareng mitranya Dr. John Watson (Jude Law) dan polisi meringkus Lord Blackwood (Mark Strong) yg ketahuan membunuh beberapa wanita untuk melakukan ritual magis. Blackwood ditangkap dan divonis hukuman mati, tapi sebelum mati, Blackwood memperingatkan Holmes bahwa ia akan bangkit lagi dan akan ada malapetaka yg di luar kuasa Holmes. Holmes adalah orang yg percaya akan sains dan berpikir rasional tentu tidak terlalu menganggap ini serius. Lord Blackwood pun akhirnya digantung dan dipastikan koit oleh Dr. Watson. Beberapa waktu kemudian, Holmes kedatangan Irene Adler (Rachel McAdams), seorang wanita pencuri lihai dan satu2nya wanita yg dicintai Holmes. Adler meminta bantuan Holmes untuk mencari seseorang bernama Reordan. Holmes dan Watson akhirnya menemukan Reordan sudah dalam bentuk mayat...di makam Lord Blackwood. Mayat Blackwood pun sudah nggak ada bekasnya, ini sesuai dengan yg dikatakan oleh Blackwood sebelum digantung, apalagi setelah itu ada beberapa orang, yg merupakan orang penting pemerintahan, tewas dengan cara yg tampak mistik. Holmes pun tertantang untuk membongkar keanehan ini, dimulai dari petunjuk paling dekat yaitu Reordan, dan satu per satu petunjuk pun terbuka meskipun Holmes dan Watson kerap terhalang oleh pihak2 yg tak ingin kasus ini terpecahkan. Mending gw ceritain sampe sini aja yah...^o^


Proses pemecahan kasus dalam film ini mengingatkan gw sama Detective Conan dan serial House, wajar karena memang dua judul tersebut mengambil inspirasi dari karakter dan cara kerja Sherlock Holmes, istilahnya analisa "deduktif": dari hal yg kecil2 bisa diketahui hal yg lebih besar. Bahkan tokoh Holmes di film ini sangat mirip dengan tokoh Dr. Gregory House yg gw lebih kenal duluan, lengkap dengan kejeniusan, keanehan, dan kecanduannya, dan tokoh Dr. Watson sedikit banyak mengingatkan gw sama Dr. Wilson, keduanya dalam serial House. Jadi bisa dibilang gw udah cukup "terlatih" lah sama gaya detektif macam ini, hehe. Untungnya dalam film Sherlock Holmes 2009, semua disajikan cukup menarik dan tidak membosankan, cukup cerdas lah
twist2nya. Kita udah tau penjahatnya siapa, tapi asik aja mengikut Holmes mencari tahu "bagaimana" cara si penjahat melakukan aksinya yg dianggap black magic. Menariknya lagi, film ini juga diisi dengan dialog2 lucu dan subplot yg memberi kesempatan penonton melihat perkembangan tokohnya. Kita lihat bagaimana Holmes dengan berbagai cara tersirat berusaha mencegah Watson untuk tidak hanya menikah, tapi juga berhenti jadi mitranya dan keluar dari rumah/kantor detektif swasta mereka. Ia nggak ridho sahabatnya -yg sering juga jadi babysitter buat Holmes- pergi begitu saja. Lalu kita menyaksikan hubungan unik Holmes dan Adler yg dalam hati saling tertarik, tapi bermusuhan secara profesi. Setiap karakter utama pun dibuat terlibat dengan kasus yg ditangani Holmes: Watson yg mau pensiun nggak tahan untuk ikut memecahkan misteri, selain mencoba mengembalikan reputasinya yg telah menyatakan Lord Blackwood mati tapi kok sekarang bisa hidup lagi; lalu Adler yg juga ikut nimbrung bareng Holmes dan Watson karena ada misi tersembunyi.

Materi cerita dan naskah yg oke tadi ternyata bisa diakomodasi oleh sang sutradara dengan cukup baik dalam hasil akhir filmnya. Gw lumayan suka adegan Holmes menganalisa cara mengalahkan lawan sebelum bertindak, juga adegan "perulangan" waktu Holmes buntutin Adler dari rumahnya, selain pada adegan hipotesa di klimaks, yg dihiasi beberapa kali
slow-motion sekejap mirip serial CSI. Para pemeran bermain bagus (Mr Downey and Mr Law are a nice pair), dan secara teknis film ini nggak mengecewakan. Sinematografinya dibuat agak suram dan "kotor" mungkin agar menguatkan nuansa misteri dan ke-jadul-annya, dan gw agak memperhatikan ada permainan lensa yg cukup okeh di sini. Kostum dan setting London abad ke-19nya juga okeh sekali, tentu dipoles dengan visual efek. Tapi gw agak terganggu sama porsi pukul2an yg banyak sekali. Kelihatannya sutradara Guy Ritchie demen banget sama adegan berantem, sehingga ketika cerita menyimpan celah untuk tokoh2nya berkelahi, maka jadilah perkelahian, se-nggak-penting apapun itu. Apalagi ada beberapa adegan yg nggak masuk akal (di pelabuhan, mnurut loe?). Bisa jadi ini sebagai alat "biar nggak ngantuk", tapi bagi gw film ini akan lebih oke kalo berantemnya agak dikurangi (sekaligus mengurangi durasi biar lebih ringkes), dan sektor misteri kasusnya agak ditambah fokusnya, toh pemecahan trik2 kejahatannya pun sebenarnya nggak kalah keren.

Secara keseluruhan, jujur gw
enjoy dengan film Sherlock Holmes ini. Penokohannya menarik, humor2nya cukup lucu dan nggak murahan, kasusnya juga nggak terlalu gampangan. Meski bukan favorit, gw harus mengamini bahwa film ini fun dan entertaining, with some brain too, sebagaimana kisah detektif seharusnya. Menyenangkan lah.


my score:
7/10


Tidak ada komentar:

Posting Komentar