Sabtu, 09 Januari 2010

[Movie] Mulan (1998)



Mulan

(1998 - Walt Disney)


Directed by Tony Bancroft & Barry Cook

Story by Robert D. San Souci

Screenplay by Rita Hsiao, Christopher Sanders, Philip LaZebnik, Raymond Singer, Eugenia Bostwick-Singer

Inspired by the Chinese poem "Ballad of Hua Mulan"

Produced by Pam Coats

Cast: Ming-Na, Eddie Murphy, B.D. Wong, Miguel Ferrer, James Hong, Pat Morita



Film ketiga yg gw tonton lewat DVD di liburan ini adalah animasi Disney Mulan. Mulan udah lama jadi salah satu film animasi panjang Disney, atau istilahnya "Walt Disney Classics" favorit gw. Sebagai manusia yg lahir di pertengahan dekade 1980-an, menonton film animasi Disney terutama yg dirilis 1990-an adalah suatu "kewajiban", oh ralat: menonton dan membeli soundtracknya, tak terkecuali Mulan ini. Gw dulu punya sih VCDnya yg gw beli di Manila (Filipina) berbahasa Inggris tanpa subtitel...dan VCD gitu loch. Ketika Mulan dirilis di DVD beberapa tahun lalu, gw udah ngincer, tapi baru gw dapet sekitar 6 bulan yg lalu karena lagi diskon "ngabisin stok" dengan harga Rp 40 rb saja, barengan sama DVD Zodiac. Senang rasanya nonton film favorit dalam kualitas yg lebih baik (dan tidak didubbing seperti yg ditayangkan di RCTI, jadi aneh).


Mulan (Ming-Na) adalah seorang anak perempuan dan satu2nya dalam keluarga Fa, yg tomboi dan senantiasa dianggap tidak sanggup membawa nama baik keluarga, meski demikian ia begitu disayangi oleh Ayah (Oh Soon-Tek), Ibu (Freda Foh Shen) dan neneknya (June Foray) yg sableng (hehehe). Suatu ketika, wilayah kerajaan Tiongkok tengah disatroni oleh pasukan bangsa Han dari utara pimpinan Shan-Yu (Miguel Ferrer) nan bengis dan keji, dengan tujuan utama ke Kota Terlarang (istana Kaisar, ibukota negara, fyi) untuk membunuh Kaisar (Pat Morita). Kaisar memerintahkan untuk menambah pasukan, yaitu merekrut satu laki2 dari setiap keluarga di negeri China untuk dilatih dan ikut bergabung dalam pasukan melawan bangsa Han, dan perintah itu juga berlaku bagi keluarga Mulan. Sayang, di keluarga Fa, satu-satunya laki2 hanya sang Ayah yg sudah sakit2an. Mulan tak tega, melepas sang Ayah ke medan perang sama saja dengan menghantarnya ke ajal. Mulan pun mengumpulkan tekad, beda tipis sama "nekad", dengan mengambil peralatan perang sang Ayah dan berangkat ke pusat pelatihan, menyamar sebagai laki2. Bersama "utusan" dari roh nenek moyangnya, si naga merah Mushu (Eddie Murphy) dan si jangkrik mujur, Mulan yg tadinya nggak bisa apa2 perlahan-lahan menjadi prajurit yg terlatih dan setara dengan para prajurit amatir lainnya yg semuanya laki-laki, meski sepertinya kurang cukup terlatih ketika tiba2 harus menghadapi serangan langsung dari pasukan Shan-Yu yg semakin dekat ke Kota Terlarang,
or is she?

Dulu waktu gw nonton pertama kali, baru lulus SD, gw hanya sekedar terhibur dengan keseruan dan kelucuan dari adegan2, gambar dan desain2 cantik, serta lagu2 yg enak. Menonton sekarang, 11 tahun kemudian, gw jadi sangat mengapresiasi ceritanya yg cukup solid, logis dan tak ada yg terlalu mubazir. Biarpun humornya udah nggak terlalu lucu lagi, tapi sekarang gw lihat bahwa nilai2 moral, terutama tentang kesetaraan gender disampaikan begitu
subtle dan smooth, serta dikemas dengan sangat menghibur. Gw baru sadar bahwa dalam film ada tentang pengorbanan sekaligus penghormatan Mulan untuk sang ayah, yang terbukti tak sia-sia; juga soal pembuktian diri, dari Mulan yg dianggap "laki-laki" lemah yg kemudian jadi yang paling berjasa, pun Mushu yg tadinya tidak dianggap akhirnya punya andil besar dalam keberhasilan Mulan. Gw juga menemukan motif Shan-Yu menyerang China, karena Kaisar membangun Tembok Besar yg baginya merupakan lambang arogansi, bukannya bikin takut musuh tapi malah kayak "ngundang", nantangin. Tim penulis ceritanya oke niy.

Pace
-nya juga enak sekali diikuti. Adegan tes pengantin Mulan di awal sangat komikal, tapi adegan tanpa kata ketika Mulan memutuskan untuk berangkat menggantikan ayahnya juga sukses karena serius dan emosional (tapi untungnya masih bisa diterima segala umur), pokoknya film ini berhasil membangun emosi penonton dengan baik, didukung iringan musik latar yang manteph dari (alm) Jerry Goldsmith. Lagu2 yg menghiasi memang terbilang sedikit, tapi penempatannya begitu tepat dan nggak mengganggu cerita. Secara visual Mulan juga cukup terpuji. Desain baik karakter maupun hal2 lainnya tetap terlihat cantik hingga sekarang. Banyak gambar2 terutama pemandangan alam China (jelas dalam bentuk "lukisan") yg menyegarkan mata. Selain itu, film ini juga cukup banyak menggunakan bantuan CGI yg menyempurnakan animasinya. Gw pun masih menganggap adegan "tumpah"nya pasukan berkuda Han di gunung salju adalah adegan paling keren yg pernah ada di film animasi apapun...dan film ini ada sebelum Lord of The Rings...canggih dah.

Jika ada kekurangan dari film ini, mungkin...apa yah...absurditas khas Disney yg tak bisa lepas dan sepertinya memang harus ada, seperti adanya
sidekick yg komikal sebagai pemancing tawa (Mushu dan jangkrik serta trio prajurit rekan Mulan) dan karakter penjahatnya yg terlalu absolut (jahat karena...ya jahat aja), padahal dalam bagian2 lain film ini agak berbeda dari klise film2 fairy tale Disney yg ada sebelumnya (the heroine actually kick some ass, no kissing, and almost no magic). Adegan klimaksnya menurut gw terlalu kekanakan, meskipun memang seru. Tapi ya udahlah, ditonton kesekian kali pun, Mulan memang tetap cocok bersanding dengan Beauty and The Beast dan The Lion King sebagai film animasi Disney 1990-an terbaik mulai dari cerita, gambar dan tentunya musik. Classic indeed.


my score:
8/10



PS:

- Dalam beberapa dialog, negeri China disebut sebagai "Middle Kingdom". Dalam huruf China/Kanji, "China" atau "Tiongkok" ditulis dengan 2 huruf yg berarti "tengah/pusat" dan "negara". ^_^


- Ngomong2 soal Manila (gw beli versi VCD di sana), gw perhatiin pers Filipina sepertinya bangga sekali dengan keterlibatan penyanyi/aktris panggung asal Filipina, Lea Salonga yg jadi
singing-voice Mulan. Di sana lagu "Reflection" lebih terkenal sebagai hits milik Lea (versi film), bukan Christina Aguilera (yg versi pop). Setiap promo film maupun soundtrack Mulan pun selalu nempelin nama Lea...plis deh...=_=' Untung filmnya emang bagus.

2 komentar:

  1. pertama2 salam kenal! saya link blognya ya!
    iya saya jg suka banget sama Mulan, entah kenapa film ini adalah film disney klasik yang paling saya suka.

    BalasHapus
  2. halo juga, thanks udah mampir
    saya juga udah nonton Mulan berapa kali tapi nggak pernah bosan. hebring lah ^.^

    BalasHapus