Selasa, 22 September 2009

[Movie] Atonement (2007)



Atonement
(2007 - Universal)

Directed by Joe Wright
Screenplay by Christopher Hampton

Based on the novel by Ian McEwan

Produced by Tim Bevan, Eric Fellner, Paul Webster
Cast: James McAvoy, Keira Knightley, Saoirse Ronan, Romola Garai, Vanessa Redgrave


Masuk top 10 film paling berkesan buat gw taun 2008 berdasarkan dua kali nonton dengan DVD pinjaman, beberapa waktu lalu gw akhirnya beli sendiri, dan baru2 ini gw nonton lagi. Atonement adalah drama setting jadul (tepatnya sekitar perang dunia ke II) yg paling keren yg pernah gw tonton, baik dari segi cerita maupun gaya penceritaannya. Kalau dilihat dari poster/cover DVDnya ini hanya romansa melankolis biasa, tapi
nooo...it's nothing like that.

Film ini terbagi jadi 3 babak (plus babak "bonus" di akhir, udah kayak kuis yak? hehe). Mulanya biasa saja: rumah besar Inggris bak istana di tanah pribadi, ada keluarga majikan dan pembokat2nya. Kita pertama kenal dengan Briony (Saoirse Ronan), si bungsu keluarga Tallis yg gemar sastra berusia 13 tahun. Hari itu di musim panas, kakak tertuanya, Leon (Patrick Kennedy) akan pulang dari kota bersama seorang teman pengusaha cokelat, Paul Marshall (Benedict Cumberbatch). Briony punya kakak kedua, Cecilia (Keira Knightley) yg disayanginya. Briony memperhatikan Cecilia jarang ngobrol lagi dengan anak
housekeeper (emm kepala pembantu?) mereka, Robbie (James McAvoy), yg karena kedermawanan ayah mereka bisa kuliah dan malah seangkatan dengan Cecilia. Briony (dan kita) pasti bisa membaca bahwa ada "apa2" antara Robbie dan Cecilia. Di babak pertama ini, kita diperkenalkan pada kejadian2 dari sudut pandang Briony dan sudut kenyataannya. Ketika Cecilia dan Robbie mengobrol biasa di air mancur, Briony yg melihat dari jauh mengira mereka bertengkar. Hingga suatu ketika Briony membaca surat (yg seharusnya) permohonan maaf Robbie ke Cecilia --tapi ternyata itu versi yg "salah" yg mirip stensilan hahaha, Briony yg dulu naksir Robbie, pun terlanjur ngecap Robbie sebagai "sex maniac", apalagi ketika Briony nge-gep Robbie lagi "menclok" di tubuh Cecilia di ruang baca sebelum makan malam (padahal mau sama mau kok, ini anak terlalu suuzon deh heuheu). Perasaan jijik Briony pun memuncak, malamnya ketika sedang mencari sepupu2nya yg hilang di kebun, Briony melihat sepupunya yg lain, Lola (Juno Temple, funny name ^^) sedang diperkosa oleh seorang pria. Entah apa yg dipikirkan Briony, ia langsung menuduh Robbie lah pelakunya. Robbie lalu ditangkap, dan selesai lah babak pertama.

Babak kedua adalah tentang Robbie yg terpisah dari pasukannya di Prancis bersama 2 rekannya.
Yup, Robbie gabung dalam pasukan Sekutu setelah dipenjarakan. Ia kini dalam perjalanan mencari cara supaya bisa pulang ke Inggris, karena Cecilia menunggunya. Setengah tahun sebelumnya ternyata Robbie bisa bertemu Cecilia yg bekerja sebagai perawat, dengan itu mereka bisa meneruskan cinta mereka meski sejenak (dan bisa saling kirim surat) sebelum Robbie harus bertugas ke medan perang. Dengan sebuah luka tembakan di dada dan kekurangan minum apalagi makan, Robbie sampai di sebuah kota pelabuhan dan gabung dengan sisa pasukan Inggris yg siap hengkang dari Prancis, tapi yah musti ngantri. Ini akhir babak ke 2...sort of.

Babak ketiga, kita kembali bertemu dengan Briony (Romola Garai), 5 tahun sejak kejadian di rumahnya. Sekarang ia mengikut jejak Cecilia jadi perawat, dan dikenal sebagai Suster Tallis . Di sela2 pekerjaannya, ia tetap ngetik bikin novel atau apapun itu. Tapi di saat yg sama ia juga berusaha mencari alamat Cecilia, untuk minta maaf atas perbuatannya dulu. Ia berhasil ketemu dengan Cecilia, dan juga Robbie yg kini hidup bersama. Dengan menunjukkan rasa bersalah yg amat sangat, Briony memohon ampun kepada pasangan itu, bahwa ia sebenarnya tau betul siapa pelaku pemerkosaan itu, tapi hanya karena kebodohan sesaat ia telah membuat hidup Robbie dan juga Cecilia menderita.
That's the end of act 3...sort of.

Lalu ada babak "bonus"nya. Kita sedang melihat Briony tua (Vanessa Redgrave) sedang diwawancarai mengenai novel terakhirnya, "Atonement". Briony mengaku, ini mengenai kisah hidupnya yg paling jujur, bahkan namanya sendiri tidak disamarkan. Tapi, ia pun juga menciptakan beberapa bagian cerita yg menurutnya akan lebih memuaskan pembacanya, yg tidak sesuai dengan kenyataannya...*aduh kalo gw terusin bisa spoiler nich*


Singkatnya, gw salut sama jalan ceritanya yg sedikit non-linear.Ceritanya sendiri berpotensi kunoisme, tapi untungnya di
deliver dengan cara yg cukup modern. Pembagian 3 babak cerita ini tidak membingungkan, tapi justru mengesankan. Dan ketika ditonton ulang, ada detil2 yg cukup menarik, misalnya potensi incest Cecilia dan Leon, kecurigaan pada salah satu pelayan bernama Danny (Alfie Allen, adiknya Lily Allen...yes, the song "Alfie" was about him ^_^') yg memang tidak tanduknya mencurigakan, dan juga beberapa adegan yg terlalu melodramatik seperti film2 jadul, krn mungkin itu hanya penggambaran Briony semata *ups*. Ada pula sedikit sentilan mengenai kerugian perang (yg ditunjukkan lewat sekitar 5 menit adegan one-take shot nan apik) dan kekonyolan propaganda saat masa perang. Pokoknya salut dah buat penulis naskah dan sutradaranya, top bangeut.

Segi teknisnya jangan ditanya. Sinematografi (yg senang bermain zoom kayak di Pride and Prejudice, film Joe Wright sebelumnya), tata artistik, kostum, make-up, editing, dan musiknya (yg menang Oscar 2008) sangat patut dikagumi. Aktor2nya bermain bagus (aktor2 Inggris emang jarang bermain jelek). Meski dengan
ending yg agak gimanaa gitu --duh sulitnya membahas tanpa spoiler, tapi maknanya dalam sekali. Sejauh apa kita akan bertindak untuk menebus rasa penyesalan atas tindakan yg membuat orang lain --yg kita kasihi-- menderita? Film ini tidak seperti yg dikira, dan berakhir dengan menanamkan sedikit perenungan pada penontonnya. It's beautiful, it's sophisticated, yet it's far from boring. Wajib tonton buat penggemar film.


my score:
8,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar