Selasa, 28 Juli 2009

[Rapid Film Review] Harry Potter series

Menyambit..eh..menyambut rilisnya Harry Potter and The Half-Blood Prince, yg notabene film ke-6 Harry Potter, Rapid Film Review kali ini akan mengulas sedikit film2 Harry Potter yg sebelum2nya. Perlu diingat, gw beli dan baca semua bukunya, tapiii, kecuali buku pertama, gw LUPA dan SAMAR-SAMAR sama sebagian besar detilnya (+_+ I'm not a diligent reader)..walaupun mungkin cukup menguntungkan supaya bisa menikmati filmnya sebagai film secara utuh...or is it?

Note: Gw berencana menonton ulang Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, abis itu bakal gw tulis review utuh...secara ini film Harry Potter favorit gw hehehe..



Theme: The Harry Potter Series



Harry Potter and The Sorcerer's Stone
a.k.a. Harry Potter and Philosopher's Stone (2001 - Warner Bros.)



Directed by Chris Columbus
Screenplay by Steve Kloves

Based on the novel by J.K. Rowling

Produced by David Heyman

Cast: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Richard Harris, Maggie Smith, Ian Hart, Robbie Coltrane


Harry Potter adalah seorang anak yatim piatu yg seumur hidupnya selama 11 tahun dilecehkan oleh keluarga Dursley, ipar mendiang ibunya. Namun semua berubah ketika ulang tahunnya yg ke-11, Harry mengetahui bahwa ia lahir dari keluarga penyihir dan akan disekolahkan di sekolah khusus penyihir, Hogwarts, tempat kedua orang tuanya juga pernah menuntut ilmu. Nggak hanya itu, bahkan namanya sangat legendaris di dunia sihir karena sewaktu bayi berhasil selamat dari serangan penyihir jahat paling ditakuti, Voldemort. Mata Harry pun mulai terbuka dengan dunia sihir yang sama sekali belum pernah terbayang, bertemu teman2 baru, dan tergelitik memecahkan misteri Philosopher/Sorcerer's Stone di sekolahnya.

Hype film ini begitu heboh, kepenasaranan orang2 pecinta novel ultra-populer ini untuk melihat dunia sihir versi Harry Potter keluar dari sekadar imajinasi membuatnya cukup meledak, dan karena itu juga gw untuk pertama kalinya nonton di bioskop baris pualing depan dan pualing pojok T_T. Bagi gw, secara desain artistik film ini sangat memuaskan, dunia yg dibuat sudah menggambarkan "keheranan" (wonder, bahasa Indonesianya itu kan?) yang setara bukunya. Bahkan aktor2nya pun tampak sesuai (Dumbledore dan McGonagall nya persis plek sama yg ada di bayangan gw). Tapi secara sinematik, ceritanya cukup datar. Film ini lebih semacam "orientasi" untuk mengenal dunia sihir Harry Potter sehingga banyak adegan yg nggak berhubungan langsung sama inti cerita. Untungnya, film ini diarahkan oleh si spesialis film keluarga Chris Columbus, yg cukup baik mengakomodasi peran aktor2 ciliknya, serta adegan2 fantastiknya, sehingga nyaman ditonton seluruh keluarga. Good start.

my score: 6/10



Harry Potter and The Chamber of Secrets (2002 - Warner Bros.)


Directed by Chris Columbus
Screenplay by Steve Kloves

Based on the novel by J.K. Rowling

Produced by David Heyman

Cast: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Kenneth Branagh, Richard Harris, Robbie Coltrane, Jason Isaacs


Tahun ke-2 Harry Potter di sekolah Hogwarts, beberapa penghuni sekolah ini membatu (petrified...apa yah bahasa Indonesia benernya?) secara misterius, Harry pun tak luput dari kecurigaan. Di lain pihak, Harry menemukan sebuah buku ajaib (bisa diajak chatting interaktif hehehe ^.^) milik seseorang bernama Tom Riddle, yang jati diri sebenarnya ternyata tak terduga, membawa Harry kepada tempat dimana "pelaku" kejadian2 aneh di Hogwarts bersarang, "pelaku" yg ternyata bisa "ngobrol" tapi cuma sama Harry..lho kok?

Dunia sihir yg tadinya terlihat menyenangkan di film awal, mulai terlihat menyeramkan di film kedua. Masih ada sih adegan2 "perkenalan" dunia Harry Potter. Ceritanya jadi sedikit gelap sebagaimana novelnya, tapi meski sudah ada misi yg harus diselesaikan, plotnya masih sedikit keteteran. Jadi formulanya mirip film pertama, tapi memang sedikit lebih nakutin dan jatuhnya lebih seru, dan akting aktor2 ciliknya juga nggak keliatan terlalu amatir lagi. Dan secara gambar, tata artistik, efek CGI, sinematografi serta sound-nya lebih jempolan daripada yg pertama. Pretty good, untuk ukuran film anak usia tanggung.

my score: 6,5/10



Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (2004 - Warner Bros.)
pending review



Harry Potter and The Goblet of Fire (2005 - Warner Bros.)


Directed by Mike Newell
Screenplay by Steve Kloves

Based on the novel by J.K. Rowling

Produced by David Heyman

Cast: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Michael Gambon, Brendan Gleeson, Ralph Fiennes, Miranda Richardson, Robert Pattinson


Tahun ke-4, Harry secara misterius harus jadi kontestan keempat kompetisi pelajar sihir Triwizard yg diadakan di Hogwarts, padahal dia di bawah umur dan harusnya kompetisi ini diikuti 3 orang saja. Harry pun mau nggak mau menjalani tiap2 tantangan yg tidak mudah dan bahaya, sedangkan bahaya yang sesungguhnya mulai mengancam ketika Death Eaters mulai membuat kekacauan dan berusaha membangkitkan tuan mereka, Voldemort.

Setelah cukup suram di film ke-3, Harry Potter kembali berwarna di film ke-4. CGI mantap banyak bermain di sini, dan sutradara Mike Newell yg biasa membuat drama, cukup berhasil mengarahkan aktornya, terutama di sektor yg komikal. Ya, film ini mungkin Harry Potter yang paling banyak lucunya (the Yule Ball, anyone? hahaha). Sayang, walaupun udah nonton 2 kali, rasanya adegan2 di film ini nggak ada yg membekas yah. Pas muncul end credit, ya udah. Entah kenapa, nggak ada yg istimewa banget selain make-up Ralph Fiennes sebagai Voldemort, actionnya juga nanggung (dan Moody nya nggak serem). Apa mungkin gw udah mulai bosan yah? Overall, it's just okay, nggak mempermalukan nama besar Harry Potter, at least.

my score: 6/10



Harry Potter and The Order of Phoenix (2007 - Warner Bros.)


Directed by David Yates
Screenplay by Michael Goldenberg

Based on the novel by J.K. Rowling

Produced by David Heyman, David Barron

Cast: Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson, Michael Gambon, Imelda Staunton, Gary Oldman, Alan Rickman, Helena Bonham Carter, Ralph Fiennes


Walau Harry menyaksikan bahwa Voldemort sudah kembali ke "bentuk" dan kekuatan semula, kementrian sihir tidak mau mengakuinya, dan berusaha menutupi kenyataan tersebut, lalu menyidang Harry dan menuduhnya berbohong, serta curiga bahwa Harry bersekongkol dengan Dumbledore agar sang kepala sekolah bisa merebut tampuk kepemimpinan di kementrian sihir, bahkan kementrian sihir menempatkan seorang anggotanya di sekolah Hogwarts, hanya supaya anak2 tidak belajar sihir yang "nggak-nggak" (a.k.a. berontak). Tapi ancaman Voldemort dan Death Eaters tetap ada, dan ternyata ada organisasi rahasia Order of The Phoenix pimpinan Dumbledore yg berusaha memeranginya, apalagi Voldemort mengincar sebuah bola kristal, yang dapat mengungkap rahasia masa depan Harry dan Voldemort.


Gw ngerasa film ke-5 ini seperti film pertama, karena ada "dunia baru" yg bisa dilihat, yaitu kementrian sihir, yg cakupannya lebih besar dan umum daripada Hogwarts. Gw cukup
amazed sama desain2 di film ini. Visual efek dan sinematografinya juga menyegarkan. Tapi yg paling gw salut dari film ini adalah bagaimana novel Harry Potter tertebal diubah jadi film Harry Potter dengan durasi terpendek, yang plotnya koheren dan jelas. Pengaruh penulis naskah yg berbeda? Mungkin aja. Humornya renyah, banyak adegan yg memorable (Weasley kembar mengacaukan ujian, kelas rahasia Dumbledore's Army, pertarungan di ruang bola kristal, perang Death Eaters vs Order of the Phoenix, Voldemort vs Dumbledore, lumayan banyak dah), dan klimaksnya adalah yg paling "berasa klimaks" daripada film2 pendahulunya. Mungkin banyak yang nggak suka karena "terlalu banyak yang beda dengan bukunya", tapi menurut gw, Order of The Phoenix adalah yang paling solid sebagai film, nggak terlalu ngelantur. Imelda Staunton sebagai Prof Umbridge juga perlu diberi kredit khusus sebagai aktor yg berakting paling baik sepanjang sejarah film Harry Potter, melebihi muka2 lama yg kayaknya gitu2 aja. Buat gw, one of the best, tapi favorit gw tetep Prisoner of Azkaban (^0^) v.

my score:
7,5/10


Tidak ada komentar:

Posting Komentar