Kamis, 12 Februari 2009

[Movie] The Curious Case of Benjamin Button (2008)


The Curious Case of Benjamin Button 
(Warner Bros./Paramount - 2008)

Directed by: David Fincher
Screenplay by: Eric Roth
Screenstory by: Eric Roth & Robin Swicord

Based on the short story by: F. Scott Fitzgerald

Produced by: Ceán Chaffin, Kathleen Kennedy, Frank Marshall

Cast: Brad Pitt, Cate Blanchett, Julia Ormond, Taraji P. Henson, Tilda Swinton, Jared Harris


Premisnya memang sangat curious, seorang pria yang terlahir tua dan tumbuh menjadi muda. Alih2 jadi objek penelitian iptek, film bersetting di New Orleans dari tahun 1918 sampe 2003 ini lebih merupakan semacam biografi fiktif seseorang bernama Benjamin Button dengan pendekatan humanis. Cukup menjanjikan bukan?

Sulit menintisarikan cerita film 2jam40menit ini, karena dituturkan layaknya biografi, gak ada inti ceritanya. Ada seorang nenek di rumah sakit bernama Daisy, meminta Caroline anaknya membacakan sebuah jurnal, yang ternyata ditulis oleh Benjamin Button tentang kisah hidupnya. Benjamin lahir sebagai bayi keriput dengan keadaan tubuh layaknya orang tua berumur 80-an (katarak, rematik, osteoporosis, tuli, siap mati dst). Karena ibunya mati waktu melahirkan, Mr. Button sang ayah akhirnya membuang Benjamin di rumah jompo yang diurus Queenie. Dengan kasih sayang Queenie dan orang2 jompo lain, Benjamin tetap hidup dan malah tumbuh makin besar (tapi tua)...dan semakin muda. Pertemuan Benjamin dan Daisy terjadi sejak "kecil" dan menjadi sahabat baik meski jarang bertemu. Dalam perjalanan hidup, Benjamin mengalami berbagai hal dan bertemu banyak orang yang meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya, mulai dari kerja di kapal di usia remaja (tapi tampangnya masih kakek2), pengalaman seks pertama, cinta pertama dengan seorang wanita yg lebih tua (tapi dari tampang ya si Benjamin nya lah yg tua). Lalu bertemu kembali dengan Daisy, yang kemudian mereka saling jatuh cinta ketika "usia fisik" mereka hampir sama (usia 40-an) yang tetap berkesan meskipun mereka setelah itu berpisah.

Sangat menarik untuk mengetahui lebih jauh film ini sebelum nonton. Tapi setelah nonton gue merasakan sensasi aneh...ini film punya lubang non-sense yg kecil tapi ganggu, logika dan rasio gw menggeliat selama nonton. Okelah, film ini fiktif dan fantasi. Tapi kalo emang begitu, kenapa juga sang penulis cerita harus "merasionalkan" keadaan fisik Benjamin Button? Bukannya "usianya mundur" seperti dalam premisnya, tapi Benjamin Button di film ini malah "bayi kecil tapi tua, tumbuh semakin besar, kemudian semakin muda dan semakin kecil lagi". Kalo usianya mundur bukannya harusnya dia dari besar terus mengecil? Kenapa para penulis malah kurang "berfantasi" membuat Benjamin Button lahir besar lalu memuda baru mengecil (kalo di cerita aslinya emang begitu). Terus kenapa juga waktu Benjamin usia 70-an malah pikun, padahal badannya remaja...bukannya harusnya dia pikun waktu lahir? Sayangnya lagi, secara psikologis Benjamin Button seperti tidak berumur, sama aja. Ketika dia masih kecil bertampang tua, kelakuannya nggak beda dengan waktu dia berusia tua bertampang Brad Pitt muda nan rupawan (yang ML sama Cate Blanchett yg ceritanya berumur 60-an...silahkan bayangin)...Padahal mnurut gw akan lebih menarik kalau Benjamin berupa remaja tapi berlaku kayak kakek2...aargh, untuk sebuah kisah fantasi film ini masih kurang berani. Sedikit spoiler, Benjamin mati sebagai bayi normal....padahal waktu lahir juga bayi.... Goblok ah.

Nevertheless, eksekusi David Fincher terbilang indah. Gue bisa tuch nggak ngantuk selama 2jam40menit. Ceritanya mengalir seperti "Forrest Gump" (krn penulis naskahnya sama) sehingga tidak membosankan. Dua adegan paling memorable bagi gue adalah ketika Benjamin Button menceritakan kronologi kecelakaan yg menimpa Daisy di Paris, dan adegan terakhir ketika Benjamin mengingat kembali orang2 yang meninggalkan kesan mendalam sepanjang hidupnya. Para aktornya bermain sesuai porsi. Cate Blanchett masih konsisten, tapi yg paling berkesan buat gue adalah Tilda Swinton yg jadi cinta pertama Benjamin, cuman sebentar tapi screen presence nya kuat banget, mukanya itu loh. Si Brad Pitt malah biasa aja. Satu jam pertama, ketika Benjamin bertampang kakek2, kepalanya itu CGI yang dicapture dari muka Brad Pitt dengan tubuh yg dimainkan aktor lain.

Ngomong2 soal CGI, visual effect nya bisa dibilang canggih banget. Muka tua Benjamin hampir terlihat nyata (senyata Gollum di LOTR). Penghilangan kerutan di muka Brad Pitt dan Cate Blanchett juga sukses, selain special make-up nya yang cukup meyakinkan.

Overall, film ini dibuat dengan cukup bagus, tidak membosankan dan enak diikuti. Cuman karena satu hal goblok yang kecil tapi vital itu aja, gue nggak bisa bilang film ini bagus banget. Sayang. It's good, but kinda wrong...


my score: 7/10

2 komentar:

  1. mbayangin yg keluar dari vagina ibuny benjamin kakek2 dg ukuran kakek2, bukanny bayi berkerut2....^ ^

    BalasHapus
  2. klo aku jadi benjamin, ngak perlu aku ninngalin anak dan istri.

    BalasHapus