Selasa, 03 Februari 2009

Antara "Music Station" dan music shows di TV nasional

Berkat nganggur selama lebih dari 6 bulan sejak lulus kuliah, selain pada akhirnya gue bikin blog (^.^), gue jadi sering banget nonton TV, dari pagi (well, paling pagi jam 9 WIB sich) sampe tengah malem. Dan inilah salah satu akibat gue keseringan nonton TV: ibarat keseringan makan nasi goreng ampe bisa tau mana nasi goreng yang enak mana yang nggak, keseringan nonton TV membuat gue sedikit awas sama mana tayangan yang enak ditonton mana yang nggak.

Yang paling sering jadi perhatian gue adalah music show, acara pentas atau panggung musik yang dibuat dan ditayangkan oleh TV, terutama yang live. Mungkin contoh yang gampang adalah acara "Hits" di RCTI, "Music By Request" di SCTV atau acara ultah stasiun-stasiun TV. Bukan soal siapa yang tampil, tapi gue jadi perhatian sama yang namanya set panggung, lighting, kamera, dan editing.

Biang kerok dari kebiasaan baru gue ini adalah acara "Music Station" produksi TV AsahiJepang (gw nonton dulu lewat Animax. skarang, yah..donlot-donlot ajah). Gue menganggap acara siaran langsung mingguan ini the best music show i've ever seen on television: lighting, kamera, set yang diganti-ganti...bahkan ketika artis yang nyanyi itu "nggak banget" sekalipun, kemasannya di layar kaca selalu menarik. "American Idol" season manapun kayaknya masih kalah. Teknologi mungkin satu hal, tapi yang penting adalah para kru tahu caranya membuat tayangan yang enak dilihat di layar TV. Agak menarik kalau gue perhatiin, music show Amerika banyak pake pixel screen (yang ditiru oleh kebanyakan TV kita), sedangkan Jepang lebih main di lampu/lighting.

screencaps from TV Asahi's "Music Station"

 



 



Bagaimana dengan TV nasional kita? Kalau gue lihat, jujur, kita masih harus belajar. Gue selalu merasa ada sesuatu yang salah dari cara setiap penayangan pentas musik di TV, apalagi kalau acaranya adalah produksi stasiun TV (bukan dokumentasi konser). Selama ini kebanyakan music show, terutama yang live, ditayangkan nggak beda kayak liputan berita. Yang kameranya posisi statis tapi goyang-goyang lah, yang nyorot ke penonton kelamaan lah, yang lampunya nggak sesuai dengan mood musik lah....lots of stuff...nggak enak ditonton.

Bukannya sok tau, krn gue memang nggak ada latar belakang broadcast atau sejenisnya. Seperti ibarat nasi goreng tadi, gue cuman penonton, dan penonton berhak mendapat tayangan yang terbaik bukan? Berikut gue mendaftar stasiun TV nasional berdasarkan segi teknis terbaik atas penayangan
music show atau pentas musik, yang dilansir dari observasi 6 bulan lebih gue nongkrong di depan TV...kalau nggak sanggup pelatihan di Jepang, then they should learn from each other:

BEST STAGE SET DESIGN: Global TV. Nggak cuma bagus, tapi harus "terlihat bagus di layar kaca", sejauh ini Global TV juaranya, bisa diliat di MTV Ampuh Minggu dan acara ultah yang selalu spektakuler. Yang bikin gue hampir speechless adalah panggung malam pemilihan Abang None Jakarta 2008. That's art.


BEST LIGHTING: RCTI dan TVRI. RCTI lampunya bervariasi dan canggih. TVRI pake lighting bukan sekedar penerangan, tapi juga bagian dari set panggung yang terlihat nice di layar kaca. Seharusnya kedua syarat ini digabung. Tapi satu hal yang masih jadi kekurangan mereka: "gerakan" lighting belum kompak sama lagu-lagunya, seakan operatornya belum punya sense of music. Untuk soal lighting ini, malaikat juga tau "Music Station" masih juaranya.


BEST CAMERA-WORK/VIDEOGRAPHY: TVRI. Yup, you read that right. Ya, gw masih mau nonton TVRI walaupun jarang. Dan ya, music show di TVRI punya teknik kamera yang benar: stabil tapi senantiasa bergerak seiring musik yang mengalir. Set panggung dan lighting boleh sederhana dan ketinggalan dari TV-TV swasta, tapi bisa ditolong angle-angle yang terlihat nyaman dan bagus. Coba tonton acara macem "Orkestra", "Panggung Gaul" (
lame title huh), dan ..ehem.."Gebyar Keroncong". Isi acara mungkin nggak menarik, tapi menurut gue, camera-work TVRI dalam music show adalah yang terunggul di layar kaca kita.

BEST EDITING: TPI. Gue baru merhatiin di acara ultah TPI kmaren, mereka memakai editor yang suka musik. Editingnya klop sama musik2nya, editornya tau kapan harus pindah angle sesuai lagu (cukup simple sih: ganti angle tiap satu baris lirik, tapi ada juga editing cepat sesuai beat). Unsur ini cukup penting untuk membawa penonton ikut larut dalam lagu, tapi sepertinya editor di stasiun TV lain belum memperhatikan ini.


BEST SOUND: Trans TV. Indoor maupun outdoor, suara vokal dan musiknya seimbang...setidaknya di speaker TV gue ^_^




NB: Meskipun TV-TV di atas gw kasih predikat "Best", tapi tetep gw menyarankan para kru music show di stasiun-stasiun TV Nasional untuk nonton sebanyak mungkin "Music Station"..
Oh, jgn lupa selalu pake steadycam kalo mau nyorot dari atas panggung
(^o^)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar