Jumat, 29 Desember 2017

Year-End Note: My Top 10 Songs of 2017 (Japan)


Masuk tahun 2017 blantika J-Pop sudah semakin terbuka terhadap penerbitan digital, terbukti dari makin banyaknya artis yang available di aplikasi iTunes dan media-media streaming, bahkan bisa diakses oleh kita-kita yang di luar Jepang. Lumayan, penggunaan bajakan (harusnya) bisa berkurang, walaupun yah, mungkin belum sebanyak yang diinginkan dan jadinya ngulik ke luar garis legal lagi deh, heuheu *penggemar yang sulit terpuaskan*. 

Di sisi lain, hal itu juga bikin gw lebih mudah menemukan item J-Pop yang mungkin selama ini terlewatkan lantaran nggak masuk chart populer atau nggak jadi soundtrack anime atau dorama (sinetron) dan sejenisnya. So, yang laris tetaplah laris, yang agak obscure pun tetap punya kesempatan untuk didengar lebih luas. Itu juga akan tercermin dari senarai 10 lagu Jepang kesukaan gw tahun 2017 berikut ini, yang beberapa diisi oleh artis-artis yang gw nggak pernah dengar sebelumnya tapi jadi tahu gara-gara follow sebuah playlist di Spotify, hehe.





10. "奇蹟 (Kiseki)" – Uru

Salah satu lagu yang gw temukan di playlist Spotify, yang terdengar sangat familier buat gw karena musiknya kentara sekali diaransemen oleh the one and only fusion jazz genius Keiichi Tomita (kalau ingat "Will"-nya Mika Nakashima, "Everything"-nya Misia, "One"-nya AI, atau "Canvas"-nya Ken Hirai), dan itu saja kayaknya cukup untuk gw masukkan dalam deretan terfavorit =D. Lagu lembut dari si mbak bersuara lembut, meski lapisan-lapisan musiknya kompleks, tetap nyaman didengar.








9. "球状" –  印象派 ("Kyujo" – INSHOW-HA)

Duo wanita yang mengusung musik yang masuk kategori alternatif—dikontraskan dengan sugar-y style khas J-Pop, pembawaan lagu yang mellow seperti "Kyujo" ini pun tidak lantas mendayu-dayu. Oh iya ini juga nemunya di Spotify =D.








8. "ピースサイン" –   米津玄師 ("Peace Sign" – Kenshi Yonezu )
Penasaran sama performa lagu ini yang bertahan cukup lama di berbagai chart Jepang, akhirnya gw coba mendengarkan. Karakter vokalnya sih bukan tipe favorit gw, tetapi memang lagu ini catchy gila. Susunan nadanya agak klasik anime (dan memang ini lagu tema sebuah seri anime TV My Hero Academia) dikemas dalam gaya pop-rock yang enerjik dan kini.








7. "Family Song" –星野源 (Gen Hoshino)

Gen Hoshino kali ini makin meng-embrace gaya Motown 1960-an, kali ini dengan irama lebih santai, lebih groovy, dan lebih kerasa megahnya. And that crazy music video








6. "フラッグを立てろ (Flag wo tatero)"  – YUKI

Mantan vokalis Judy and Mary ini menelurkan single terbaru yang sangat pantas disambut hangat. Sebuah lagu ceria dengan dominasi bunyi melodik gitar yang bikin mood enak, sekalipun dinyanyikan oleh Yuki yang vokalnya masih aja kayak alien. 








5. "灯り" – ストレイテナー×秦 基博 ("Akari" – Straightener x Hata Motohiro)

Lagu ini ibarat irisan dari himpunan karakter musik Straightener yang alternative rock dengan Hata Motohiro yang pop-tapi-bisa-ngerock. Makanya, lagu ini jadi benar-benar mewakili kedua artis ini dengan sempurna. Cukup mellow, namun instrumen yang all-out, ketukan 3/4 dan vokal powerful bikin lagu ini bukannya menyeret-nyeret, malah bikin hangat dan bikin semangat.








4. "Forevermore" – 宇多田 ヒカル (Utada Hikaru)

Melanjutkan fase "lagunya udah nggak yang aneh-aneh lagi" dari karier Utada Hikaru, tahun ini doi meluncurkan single yang menggabungkan irama drum jazz dengan alunan melodi pop catchy dan sokongan string section dan organ yang kental. Well, masih agak aneh sih untuk ukuran "lagu pop", tentu saja dengan belokan-belokan kord minor yang kerap ditemukan di lagu Utada manapun. Namun, percampuran itu memunculkan rasa dan excitement, yang dapat diterima oleh telinga dengan mulus tanpa perlawanan.








3. "打上花火 (Uchiage hanabi)" – DAOKO x Kenshi Yonezu

Mungkin salah satu lagu yang hit di Jepang tahun ini, setidaknya dari kehadirannya di dunia maya. Love ballad persembahan dua penyanyi muda yang lagi naik daun ini memunculkan atmosfer manis lewat chorus-nya yang mudah sekali disenandungkan, sekaligus memancarkan energi lewat aransemen musiknya yang digerakkan oleh denting piano serta dipengaruhi unsur rock dan hiphop, membuatnya tetap terdengar light. Popularitasnya bisa jadi terdorong oleh statusnya sebagai lagu tema film animasi Fireworks yang juga cukup sukses di sana (sempet juga tayang di bioskop Indonesia), tapi tanpa itu pun lagu ini kayak udah diciptakan untuk gampang dapat tempat di playlist sehari-hari.








2. "記憶の破片 feat. 原田郁子 (clammbon) (Kioku no hahen featuring Ikuko Harada of clammbon)" – NONA REEVES

Lagi-lagi sebuah lagu yang nyelonong di pendengaran gw secara random di Spotify, dari artis yang gw nggak pernah dengar tapi ternyata udah eksis lebih dari satu dekade. NONA REEVES adalah band pop-rock dengan sentuhan funk, which is something I usually like. Kali ini sound tadi diimplementasikan ke lagu easy listening yang nggak terlalu mellow dan dibawakan dalam duet vokal yang ditata harmonis--sekalipun vokalnya masing-masing nggak bagus-bagus amat tapi harmony is always a good thing. Ada nuansa ballad 80-90-an yang menciptakan atmosfer sendu, namun permainan nadanya mampu memberi efek emosionil. Klasik tapi tak pernah kuno.











1. ノンフィクション – 平井堅 ("Nonfiction" – Ken Hirai)

Ken Hirai sebenarnya nggak pernah meninggalkan root-nya di urban-R&B pop, tetapi selalu menarik setiap kali dia mencoba warna musik baru....menarik karena kadang hasilnya bagus dan kadang nggak =P. Untungnya, percampuran terbaru Hirai di "Nonfiction" menurut gw sangat berhasil. Dengan lirik yang berderet cukup banyak, lagu ini disajikan dalam gaya folk rock--lengkap dengan  kehadiran harmonika =D, yang memberi kesan gritty, tetapi dengan range notasi yang lebar dan dinamis, dan sangat catchy, lagu ini tetap memunculkan gaya menyanyi soulful khas Hirai. Probably his best work in recent years.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar