Sabtu, 24 Juni 2017

[Movie] Wonder Woman (2017)

Agak kasihan sebenarnya melihat film Wonder Woman diberi begitu banyak beban politik. Ini pertama kalinya Wonder Woman, superhero utama dari DC Comics selain Superman dan Batman, punya film layar lebar sendiri setelah 75 tahun eksis. Digarap oleh Patty Jenkins (sutradara Monster-nya Charlize Theron, serial The Killing) di saat Hollywood konon masih nggak percaya ngasih modal ratusan juta dolar kepada sutradara wanita buat bikin film blockbuster. Ditambah lagi, film ini berada di tengah-tengah ujian kesabaran kritikus dan sebagian penonton pada film-film DC Extended Universe setelah Man of Steel, Batman v Superman, dan Suicide Squad dianggap bapuk—although I tend to disagree. Kabar baiknya, film Wonder Woman bisa tetap berdiri tegak dengan semua beban itu, karena hasilnya ternyata (untungnya) memuaskan.

Dirancang sebagai kisah asal muasal--jadi sebelum cerita Batman v Superman, ini film tentang awal perjalanan kepahlawanan seorang manusia sakti, dalam tuturan selurus mungkin. Seorang sosok idealis dari negeri dewata yang dihadapkan kenyataan dunia luar yang menguji prinsipnya, dan kebetulan sosok itu seorang wanita berbentuk Gal Gadot =). Kisah klasik dengan pendekatan yang klasik juga, antara dongeng, petualangan, laga, dan sentuhan sejarah fictionalized. Diperkuat dengan desain visual oke serta rancang konsep kesaktian Diana sang Wonder Woman yang seru abis—demen banget gw pas adegan ngebolakin mobil like "out of my way, bitch!" =D. Ada yang politis pun subtil saja, seperti pertanyaan-pertanyaan Diana tentang posisi wanita di peradaban "modern", dan bahwa di sini tidak ada penyorotan bagian tubuh perempuan bermotif seksual. Bisa banget sih diperingkas durasinya, tetapi film ini sudah berhasil mencapai tujuannya dalam menanamkan tentang siapa Wonder Woman itu, apa kekuatannnya, apa yang diperjuangkannya, bikin paham dan malah mungkin bikin sayang akan sosoknya.


Wonder Woman
(2017 - Warner Bros.)

Directed by Patty Jenkins
Screenplay by Allan Heinberg
Story by Zack Snyder, Allan Heinberg, Jason Fuchs
Produced by Charles Roven, Zack Snyder, Deborah Snyder, Richard Suckle
Cast: Gal Gadot, Chris Pine, Connie Nielsen, Robin Wright, Danny Huston, David Thewlis, Lucy Davis, Elena Anaya, Saïd Taghmaoui, Ewen Bremner, Eugene Brave Rock
My score: 7,5/10

Kamis, 15 Juni 2017

[Movie] Critical Eleven (2017)

Terlepas dari statusnya sebagai film yang diangkat dari novel yang katanya best-selling--again untuk blantika novel gw selalu pakai "katanya" karena gw emang nggak ngikutin, gw menemukan bahwa apa yang mau diceritakan di Critical Eleven termasuk menarik. Layaknya mengutip dari berbagai curhatan radio dan acara konsultasi rumah tangga, film ini ingin menggambarkan ungkapan bahwa tahun-tahun pertama pernikahan adalah masa-masa terberat yang menentukan lembaga ini akan lanjut atau tidak. Film ini cukup menunjukkan beberapa contoh detailnya, mengenai pengaruhnya di karier, relasi dengan keluarga besar, hingga suka-duka perihal keturunan. Ketika banyak film roman mengagungkan cinta sebagai faktor tunggal dan pernikahan sebagai tujuan akhir, film ini bisa mengarahkan ke pandangan yang sebenarnya sudah banyak yang tahu tapi terkesan ditutuptutupi oleh tim PR dan marketing jasa wedding: bahwa kehiudpan setelah pernikahan adalah sebuah perjuangan yang bisa jadi lebih berat daripada mendapatkan cinta itu sendiri.

Namun, Critical Eleven tidak jatuh jadi sebuah film depresif seperti Revolutionary Road, misalnya. Film ini masih dibawa cenderung lebih ringan, lebih ke arah roman dewasa nan mellow. Ini bisa jadi fortunate sekaligus unfortunate. Fortunate karena diperankan dengan apik oleh deretan pemain kelas wahid, yang tampak articulate dalam merepresentasikan cerita yang hendak diangkat sehingga begitu believable, visual film ini juga cerah, cantik, berisi, dan "mahal". Unfortunate-nya adalah mungkin isu utama yang diangkat terlalu berat untuk dikemas ringan. I mean, diawali dengan begitu manis, most of the rest ternyata begitu sendu, sehingga harus terus diingatkan bahwa film ini bukan soal so sweet-so sweet-an seperti yang mungkin tersugesti di posternya. Dan, seandainya diizinkan melepaskan faktor fan-service-ing penggemar novelnya, gw tampaknya akan lebih menikmati film ini bila dituturkan lebih ringkas, dan jumlah karakter lebih ramping, hehe. Tapi udah cukuplah untuk saat ini.


Critical Eleven
(2017 - Starvision/Legacy Pictures)

Directed by Monty Tiwa, Robert Ronny
Screenplay by Jenny Jusuf, Monty Tiwa, Robert Ronny, Ika Natassa
Based on the novel by Ika Natassa
Produced by Chand Parwez Servia, Robert Ronny
Cast: Adinia Wirasti, Reza Rahadian, Widyawati Sophiaan, Slamet Rahardjo Djarot, Revalina S. Temat, Astrid Tiar, Hannah Al Rashid, Hamish Daud, Refal Hady, Anggika Bolsterli, Aci Resti
My score: 7/10


Kamis, 08 Juni 2017

[Movie] Alien: Covenant (2017)

Walau gw bukan pengikut franchise Alien, gw termasuk dalam kelompok yang kepincut sama Prometheus (2012), film yang memang dikonsepkan sebagai prekuel seri Alien, tetapi memberi sentuhan berbeda dengan suntikan pertanyaan-pertanyaan filosofis yang menurut gw lumayan cocok diterapkan dalam sebuah kisah fiksi ilmiah. Menurut gw film itu sudah cukup oke berdiri sendiri, sehingga gw agak ragu apakah keberadaan Alien: Covenant sebagai sekuelnya sekaligus jembatan mendekati kisah di seri Alien, memang benar-benar perlu gw tonton. Well, ternyata setelah ditonton gw cukup terkesan karena ramuan antara horor, thriller, sci-fi, dan again sentuhan filosofisnya--walau kali ini nggak seberat Prometheus, menurut gw dituturkan dengan menarik.

Mungkin yang agak berbeda adalah unsur horor dan serangan alien-nya makin terasa menyeramkan, serta temanya makin jelas tentang "creation", tentang ciptaan yang mencipta, yang bertumpu pada karakter David (Michael Fassbender). Yah mungkin ada yang menganggap film tentang survival orang-orang yang terancam dimusnahkan nyawanya oleh sel-sel alien nggak perlulah dibikin mikir-mikir amat, tapi buat gw itulah yang membuat Prometheus dan Alien: Covenant lebih dari sekadar ngeri-ngerian--dan btw opa Ridley Scott masih belum kehilangan taji buat menata adegan yang bikin deg-degan, kerennn. Gw mungkin nggak setercengang seperti saat pertama nonton Prometheus, dan pula sayangnya Alien: Covenant nggak punya karakter-karakter baru yang interesting enough untuk bisa bikin peduli, selain daripada David dan kloningan versi lebih barunya, Walter yang sudah di-set-up sejak Prometheus, juga susunan karakternya yang pasang-berpasang tetapi melambangkan kesetaraan. Di luar itu, film ini adalah follow up yang cukup mampu melanjutkan ide-ide yang dilempar di Prometheus, dalam presentasi yang tetap menarik. Itu buat gw lho ya, nggak tahu deh kalau buat yang udah ngikutin seri Alien sejak awal...


Alien: Covenant
(2017 - 20th Century Fox)

Directed by Ridley Scott
Screenplay by John Logan, Dante Harper
Story by Jack Paglen, Michael Green
Produced by Michael Schaefer, Ridley Scott, Mark Huffam, David Giler, Walter Hill
Cast: Michael Fassbender, Katherine Waterston, Billy Crudup, Danny McBride, Demián Bichir, Carmen Ejogo, Jussie Smollett, Callie Hernandez, Amy Seimetz, Nathaniel Dean, Alexander England, Benjamin Rigby, Uli Latukefu, Tess Haubrich, James Franco, Guy Pearce
My score: 7,5/10