Senin, 04 Juli 2016

[Movie] Independence Day: Resurgence (2016)


Independence Day: Resurgence
(2016 - 20th Century Fox)

Directed by Roland Emmerich
Screenplay by Nicolas Wright, James A. Woods, Dean Devlin, Roland Emmerich, James Vanderbilt
Story by Dean Devlin, Roland Emmerich, Nicolas Wright, James A. Woods
Produced by Dean Devlin, Roland Emmerich, Harald Kloser
Cast: Liam Hemsworth, Jeff Goldblum, Jessie T. Usher, Bill Pullman, Maika Monroe, Charlotte Gainsbourg, Angelababy, Sela Ward, William Fichtner, Judd Hirsch, Brent Spiner, Travis Tope, Deobia Oparei, Nicolas Wright, Vivica A. Fox, Chin Han, Joey King, Garrett Wareing, Hays Wellford, McKenna Grace, Robert Neary


Why do we need this sequel again? Well, di tengah maraknya nostalgia karya-karya lawas, dan Independence Day (dengan nama alaynya, ID4) yang muncul di tahun 1996 jadi semacam pelopor film-film blockbuster Hollywood dengan tingkat penghancuran bumi dan bangunan skala heboh sehingga membelalak mata audiens pada masanya, keberadaan Independence Day: Resurgence sebenarnya nggak salah-salah amat. Mungkin orang-orang akan kangen dan menantikan. But that's a big emphasize on the word 'mungkin'. 'Kan kayaknya semua sudah cukup diceritakan dalam film pertamanya, alien dengan pesawat-pesawat raksasanya udah terpukul mundur dan dunia kembali tenang. Tapi ya sudahlah.

Jujur menurut gw konsep IDR ini sebenarnya boleh juga. 20 tahun sejak serangan alien, penduduk bumi meneliti para alien yang tertangkap dan bahkan mengadaptasi teknologi alien untuk berbagai kepentingan, sehingga tahun 2016 di cerita film ini punya lompatan sangat jauh dari hal kecanggihan sehari-hari. Pemerintah bumi pun memutuskan bersekutu membangun pertahanan dari potensi serangan luar angkasa yang lain, termasuk membuat markas di Bulan dan beberapa benda antariksa lainnya. Basically ceritanya para alien yang sempat menyerang bumi 20 tahun silam kembali lagi dengan pesawat literally seluas samudera dan menuntaskan misinya menyerap inti bumi. Tugas manusia adalah mencegahnya, dengan cara--masih mengikuti pola video game--hancurkan pemimpinnya maka yang lain akan mati dengan sendirinya /(-_-)\.

IDR ini menurut gw agak terjepit oleh timing. 20 tahun lalu bolehlah orang-orang terkagum sama sajian ID4 yang gegap gempita dan kita masih bisalah dibodoh-bodohin dengan logika filmnya *hehehe*. Tapi ini tahun 2016, ketika sudah ada Avatar, Transformers, reboot Star Trek, lanjutan Star Wars, Pacific Rim, Gravity, hingga Interstellar, IDR jadi kelihatan ketinggalan kelas karena penyampaian dan logikanya masih tetap kayak film pertamanya. Gw sebenarnya lelah pakai deskripsi ini tapi ya memang demikian: klise bangetlah film ini. 

Roland Emmerich udah sering memakai pola yang sama, peristiwa dahsyat mengancam bumi lalu beberapa orang dari sisi "elit" seperti pemerintah, militer, dan sains jadi sorotan utama ditambah beberapa "orang biasa". Ada cinta, persaingan, persahabatan, keluarga, humor, tapi ya kayak berulang aja gitu. Dari ID4 kemudian ke Godzilla, The Day After Tomorrow, 2012, sama aja kayak nggak ada perkembangan, ketika film-film lain dengan konsep serupa udah mulai berusaha lebih maju. Mungkin maunya jadi "ciri khas" tapi kalau perlakuan nggak digeber lebih kreatif, ya basilah. Ibaratnya IDR ndableg, dikira cara-cara yang sama masih akan membuat orang terkesima--duh capek deh masih banyak adegan "kepepet" macam pintu bentar lagi ditutup atau benda/orang kecil dikejar-kejar sesuatu yang besar, dikira cuma itu satu-satunya cara bikin tensi tegang. Jangan lupa juga sekalipun film ini sudah berusaha global dengan banyak keterlibatan China, film ini tetap Amerika-sentris dong. 

Kalaupun mau dibilang film ini ketolong sama visualnya, well, sayangnya semua film blockbuster Hollywood visualnya mirip-mirip dengan apa yang ditampilkan di sini, cuma beda di kerapihan dan pewarnaan aja. Memang gw akui ada beberapa visual yang dikonsepkan dengan oke, khususnya di gurun Area 51, dan Ratu Aliennya juga dianimasikan dengan graceful. Tapi, berhubung gw cukup sering nonton film Hollywood, ya jadi numb ajalah liat begituan, nggak wow lagi, salahkanlah film-film Marvel.

Tapi balik lagi, apa gunanya kalau gambar oke kalau ceritanya basi dan, yang paling parah, karakter-karakternya nggak ada yang bikin gw peduli. Mungkinkah ini dari segi akting--doooh itu yang pemain-pemain muda macam Liam Hemsworth, Maika Monroe, dan Jessie Usher udah kayak latihan percakapan bahasa ye bukannya akting, atau memang sejak dari penulisan, atau karena sutradara dan editing. Yang pasti gw cuma nyaman ngelihat aktris Prancis-Inggris Charlotte Gainsbourg sebagai Dr. Marceaux yang porsinya sedikit tapi tampak berkarakter dan sangat menikmati honor besarnya untuk gabung di film ini--atau mungkin karena dia bawa-bawa kamera mirrorless yang mirip dengan yang gw incar hehehe.

Dari sudut pandang gw sih IDR ini tidak se-'besar' yang dipikirkan oleh para pembuat filmnya, apalagi nggak ada sesuatu yang benar-benar inovatif dan stand-out yang ditawarkan di film ini. Sebagai sebuah tontonan sih masih cukup bisa ditonton, tapi ya nggak ada urgensi wajib tonton karena spektakel dahsyat seperti ID4 dulu. Atau, yah, mungkin sekuel ID4 memang seharusnya nggak ada aja.




My score: 6/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar