Jumat, 17 Juni 2016

[Movie] Dubsmash (2016)


Dubsmash
(2016 - MD Pictures)

Directed by Indrayanto Kurniawan
Written by Aviv Elham
Produced by Karan Mahtani
Cast: Jessica Mila, Teejay Marquez, Verrell Bramasta, Rina Hasyim, Dicky Wahyudi, Karina Suwandi, Amanda Rawles, Denira Wiraguna, Natasha Manapa, James Thomas, Kenny Austin


Everything, and everyone, is too old for this. Entah siapa yang punya ide untuk membuat film berdasarkan aplikasi lipsync/dubbing Dubsmash yang ketenarannya luar biasa singkat itu, dan berani menjadikanya sebuah judul, sementara ceritanya nggak memasukkan itu sebagai unsur penting. Gw pun melihat Dubsmash sebagai sebuah film yang dari awal sudah keliru langkah, dan merembet ke unsur-unsur lainnya ke belakang.

Film Dubsmash ini isinya lagi-lagi cerita cinta SMA, seorang cewek populer yang pacaran sama cowok populer tapi kemudian datang siswa baru yang menarik hati, lalu penonton diyakinkan bahwa si cowok yang lama itu sebenarnya brengsek sehingga perlu mengarahkan dukungan pada hubungan si cewek dengan si anak baru. Dan, kebetulan si anak baru adalah bintang Dubsmash terkenal dari Filipina yang konon ganteng banget. Lalu ditambah si cewek  masuk geng majalah dinding (!!) dan punya bapak suka mukulin ibunya. Film ini semestinya adalah kisah orisinal berlatar 2016 tapi ya begitulah jadinya.

Dari tampang para pemain yang terlalu tua untuk jadi SMA, kisah yang usang, karakterisasi dan pengadeganan standar, humor bikin males, sweetness yang ibarat pemanis buatan bikin eneg, hingga dimasukkannya tren teknologi yang hampir lenyap, ada begitu banyak yang wrong di film ini. Bisa jadi karena gwnya yang terlalu tua untuk menonton film ringan logika ini, tapi pemainnya aja tua-tua tanpa usaha untuk membuat mereka terlihat lebih muda, berarti yang salah bukan di gw dong? Nggak ngerti lagi deh gw.

Jika ada hal yang bikin film ini agak watchable adalah hasil post-production--terutama di coloring--yang mampu memoles teknis gambar film ini sehingga nggak bikin sakit mata. Dan, dari ceritanya sendiri gw kasih apresiasi pada bagian si cowok populer nantangin si anak baru main basket, which is ridiculous tapi memang masih masuk akal karena mungkin banyak yang nggak tahu, termasuk si cowok populer itu, bahwa bola basket adalah olahraga rakyat Filipina, kayak badmintonlah kalau 
di sini *tadinya sebut sepak bola tapi 'kan cabang itu prestasinya belum cihuy-cihuy amat ya* *eh*. 

Tapi dengan eksekusi yang lagi-lagi begitu doang, ya nggak ada kesan lain lagi. Pertanyaan itu pun muncul lagi di benak gw: buat apa ada film ini, ketika syarat minimal untuk menghibur saja film ini alpa. Paling banter gw bisa anggap film ini cuma untuk excercise buat siapa pun yang terlibat, buat yang pemain-pemain baru biar nambah CV, buat yang lama biar tetap eksis, termasuk muka-muka lawas seperti Karina Suwandi dan Dicky (tanpa konspirasi) Wahyudi. Gw sih nggak masalah dengan itu, tapi kalau hasil filmnya kurang asyik ya males juga lihatnya.




My score: 5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar