Sabtu, 26 Maret 2016

[Movie] Iseng (2016)


Iseng
(2016 - Absolute Pictures)

Directed by Adrian Tang
Screenplay by Husein M. Atmodjo, Selvinaeri Cahyani
Story by Rosman Mohamed
Produced by Rosman Mohamed
Cast: Donny Alamsyah, Donny Damara, Tio Pakusadewo, Yayan Ruhian, Viola Arsa, Melinda, Fandy Christian, Khiva Iskak, Zuli Silawanto, Dayu Wijanto, Frida Tumakaka, Kho Michael, Evelinn Kurniadi, Wulan Guritno, Fany Vanya, Manda Cello, Fauzi Baadilla, Siti Badriah, Cecep Arif Rahman


Beberapa hal yang harus diketahui dalam menyaksikan Iseng adalah, satu, ini film debutan baik bagi sutradara, produser, dan most of pemainnya. Dua, aktor-aktris terkenal yang muncul di sini semuanya dalam posisi supporting. Pernyataan terakhir jadi agak tricky karena film ini isinya beberapa kisah interwoven yang artinya porsi karakter "utama" pun nggak banyak karena harus berbagi dengan karakter di cerita lain, jadi yah silakan dibayangkan posisi "supporting" itu kayak apa. 

Katanya sih film ini berkonsep dari apa yang terjadi ketika iseng berujung tragedi, berdasarkan beberapa headline koran yang ditemukan oleh pembuat filmnya. Film ini menuturkan latar belakang tiga peristiwa kriminal dalam rentang waktu 24 jam. Ada seorang pria kaya hendak "membungkam" wanita simpenannya yang resek, ada seorang pelayan restoran lesbian yang mulai akrab dengan seorang karyawati centil, dan ada pula the classic arc of wanita dari kampung yang coba-coba terjun ke prostitusi di ibukota dibantu teman sekampungnya yang udah duluan. Mereka dan beberapa karakter lain yang mengitarinya pun tak akan menyangka bahwa hidup beberapa orang dari mereka akan berakhir malam itu.

Jadi basically, film ini drama--ada sentuhan humor tapi situasional, yang kemudian mengarah pada tragedi di akhir. Artinya, gw harus bertahan mengarungi drama-drama hingga sampai pada peristiwa-peristiwa yang dimaksud. Dan, itu yang hampir-hampir nggak bisa gw lakukan. Kenapa? Film ini menurut gue dipenuhi dengan dialog-dialog nggak penting dan dimainkan dengan cara yang, well, sinetronik, kalau nggak mau disebut annoying, oleh sebagian besar cast-nya yang masih baru-baru itu. Gw nggak mau elaborate lagi pendapat ini karena takutnya akan keluar unkind words. Tapi seriously, untuk sebuah drama kriminal multiplot multikarakter, nggak pernah sekalipun berhasil terasa gripping atau emosional, atau penting. Plus, yang bikin nggak tahan juga adalah film ini ditutup dengan rangkaian flashback (sekalian main credit) yang nggak tahu apa fungsinya. Bikin gw nggak ngerti, film ini cerita ini itu, tampilkan karakter ini itu, tapi so what?

Hal positif yang bisa gw ambil dari film ini adalah konsep dasarnya. You know, membuat pengandaian tentang bagaimana sebuah kasus kriminal bisa terjadi, dan ceritanya juga interwoven gimana gitu. Dan, jangan salah, ada upaya akting yang ternyata oke di sini, misalnya Kho Michael sebagai si freak Denis, dan melihat Yayan Ruhian akting tanpa berantem di sini juga cukup menarik. Tapi, sisanya sorry to say gw sulit untuk menikmatinya secara keseluruhan. Terlihat masih kagok dalam hal memperkenalkan karakter-karakter yang akhirnya memakan waktu, juga penyelesaiannya yang...err...nggak menyelesaikan apa-apa. Better luck next time.




My score: 6/10

1 komentar:

  1. Bang bisa minta link download filmnya gak? Atau minta filmnya dong lewat email

    BalasHapus