Rabu, 13 Januari 2016

[Movie] The Forest (2016)


The Forest
(2016 - Gramercy/Sony Pictures Releasing)

Directed by Jason Zada
Written by Nick Antosca, Sarah Cornwell, Ben Ketai
Produced by David Linde, David S. Goyer, Tory Metzger
Cast: Natalie Dormer, Taylor Kinney, Yukiyoshi Ozawa, Eoin Macken, Rina Takasaki


Walaupun film ini horor--genre yang sama sekali...emm...bukan prioritas gw, ada dua hal yang membuat gw cukup tertarik nonton The Forest ini. Pertama ada Natalie Dormer, salah satu dari penampil terfavorit gw di serial Game of Thrones yang begitu menawan dengan British accent dan bibir mencang-mencong-nya itu :-3. Kedua film ini setting-nya Jepang yang agak terhubung sama hobi gw selama ini. Maksudnya komik, musik, dan kebudayaan Jepang ya, bukan yang aneh-aneh -_-. Jadi gabungan keduanya mungkin akan jadi pelipur lara seandainya filmnya busuk.

Film ini membahas sebuah hutan yang jadi tempat terfavorit orang Jepang untuk bunuh diri, namanya Aokigahara--sesuatu yang gw sebelumnya nggak tahu karena gw kira orang sana lebih suka bunuh diri di rel kereta biar cepet sekalipun bikin macet, but anyway...Ceritanya ada mbak-mbak Amrik bernama Sara (Natalie Dormer) punya saudari kembar, Jess yang jadi guru di Jepang yang hilang di hutan itu saat lagi karya wisata sama murid-muridnya. Orang-orang sana nggak inisiatif mencari karena kepercayaan bahwa orang-orang yang hilang di sana memang sengaja nggak mau ditemukan. Tapi Sara nggak terima karena "koneksi" antarsaudara kembar menyatakan bahwa Jess masih hidup--mungkin terinspirasi dari anime Magic Girls, I don't know. Maka dia nekat masuk ke hutan itu mencari kembarannya, dibantu oleh seorang jurnalis Amrik juga (Taylor Kinney pacaranya Lady Gaga) dan seorang pemandu lokal (Yukiyoshi Ozawa, aktor Jepang kelahiran Amerika yang akhirnya unjuk kemampuan bahasa Inggris)

Mungkin perlu langsung gw ungkapkan bahwa sebagai horor, The Forest nggak sebegitu seramnya. Padahal adegan-adegannya udah kayak disengaja jadi horor, kayak kebiasaan si Sara jalan pelan-pelan di kegelapan *hahaha...heuh*, atau suasana sunyi remang-remang. Kalaupun ada jumpscare ala film horor Hollywood zaman sekarang, itu dikit banget. Kadang-kadang emang bikin kaget tapi sisanya nggak bikin bergidik atau apalah. Jadi itu.

Tapi di sisi lain, gw merasa bahwa premis dan cerita yang diangkat itu cukup menarik. Film ini bisa menjaga misterinya sehingga gw cukup terbawa juga untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada si kembaran dan sebagainya sampai di akhir. Film ini pun boleh juga caranya dalam membuat cerita ala-ala mitos lokal Jepang dengan penuturan ala Hollywood, bahwa ada demit yang pasif-agresif dengan membuat ilusi sehingga bikin orang yang masuk hutan itu mau tak mau lakukan aksi bunuh diri. Hal itu juga diterapkan ketika dalam satu titik gw diajak untuk "diperdaya" oleh si demit ini sehingga bingung kayak si tokoh utama.

Nah, sayangnya itu nggak cukup untuk membuat film ini jadi sajian yang at least menghibur. Ya itu tadi, atmosfer dan tata adegannya kurang seram untuk sebuah horor, plus adegan penutup yang maunya heboh tapi malah basi. Beberapa titik cerita juga agak bebolong dan nggak diselesaikan misterinya. Jadi ya ini seperti film dengan materi yang cukup oke tapi eksekusi dan kemasannya masih coba-coba aja. Untunglah kejepangan yang nggak terlalu ngaco dan Natalie Dormer (sayangnya tanpa British accent-nya) bisa jadi penyemangat gw untuk menyelesaikan film ini.





My score: 6/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar