Sabtu, 30 Januari 2016

[Movie] The Boy (2016)


The Boy
(2016 - STX Entertainment)

Directed by William Brent Bell
Written by Stacey Menear
Produced by Matt Berenson, Roy Lee, Gary Lucchesi, Tom Rosenberg, Jim Wedaa
Cast: Lauren Cohan, Rupert Evans, Jim Norton, Diana Hardcastle, Ben Robson


Again, gw berkesempatan nonton film yang bukan tipe kesukaan gw banget huhuhu =|. Langsung saja, tadinya gw udah berprasangka sampah sama film ini. Boneka bisa hidup apalah itu. Tapi, rupanya The Boy nggak jelek-jelek amat. Serius. Ketika film-film horor modern sekarang lebih mure dengan adegan-adegan kecentilan supaya bikin takut doang (atau lebih tepatnya kaget) tanpa esensi, film ini paling nggak mengurangi bagian kecentilannya.

Premisnya simpel saja, seorang wanita Amerika terima pekerjaan di sebuah rumah besar pedesaan Inggris untuk mengasuh seorang anak selama orang tuanya bepergian beberapa pekan, tapi si "anak" itu ternyata hanya boneka yang diperlakukan hidup sama orang tuanya. Tertawa dan menganggap kedua orang tua itu gila itu nggak relevan, karena toh dia digaji besar. Maka ya sudah, saat cuma tinggal ada dia dan boneka, bonekanya dia abaikan dan jadinya cuma jaga rumah doang. Well, that's a mistake.

Dalam bagian besarnya, The Boy tidak jatuh jadi film horor yang mengesalkan. Memang situasinya di-setting horor, ada cewek cakep tinggal sendirian di rumah besar yang jauh dari mana-mana. Tapi, at least nggak ada upaya berlebihan untuk membuatnya seram, rumahnya aja terlihat cukup normal kok, sehingga unsur horor itu terjadi lebih karena cerita dan perilaku tokohnya, which worked really well. Unsur horor sebenarnya juga lebih ke pikiran, apa sebenarnya yang terjadi sampai-sampai boneka itu diperlakukan sebegitunya, sehingga timbul antisipasi akan adanya misteri di balik itu semua, yang menurut gw diungkapkan dengan cukup mulus juga. Sebagai film horor, film ini berhasil bikin gw tense dan ngeri-ngeri gimana gitu di beberapa bagian.

Tapi yah bukan film yang masuk kategori sangat kece juga sih--karena kece hanya milik Lauren Cohan yang jauuuh lebih cakep dari dia di The Walking Dead. Gw merasa ceritanya seperti ada yang patah, kayak nggak ada awal dan akhir yang solid, karakter-karakternya juga sama, kayak nggak utuh gitu, sehingga setelah semuanya selesai, gw masih bertanya-tanya lagi tentang asal-muasal, motivasi nya, dan sebagainya. Dan, adegan mimpi-mimpi itu berasa cuma filler aja tanpa kontribusi berarti buat ceritanya. Iseng banget.

Nevertheless, The Boy buat gw lebih baik dari beberapa horor bule yang gw tonton belakangan ini. Ada seramnya (walau bukan seram banget) yang nggak cuma dalam adegan-adegan tertentu tapi di dalam ide ceritanya, jadi film ini lolos untuk jadi hiburan. Gambarnya juga bagus-bagus. Filmnya memang sangat sederhana tapi bagusnya dia nggak trying too hard to be the scariest movie ever, bolehlah.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar