Sabtu, 12 September 2015

[Movie] Battle of Surabaya (2015)


Battle of Surabaya
(2015 - MSV Pictures/AMIKOM Yogyakarta)

Directed by Aryanto Yuniawan
Screenplay by Aryanto Yuniawan
Story by Aryanto Yuniawan, M. Suyanto
Produced by Hery Soelistio, Adi Djayusman
Cast: Ian Saybani, Maudy Ayunda, Reza Rahadian, Hidetoshi Tanaka, Jason Williams


Gw pribadi sangat menyambut dengan tangan terbuka atas keberadaan Battle of Surabaya, sebagai film animasi (agak) tradisional--bukan CGI 3D--pertama Indonesia yang berhasil masuk bioskop. Walaupun sebenarnya format ini agak telat 10 tahun, tapi bahwa film ini akhirnya dibuat dengan promosi yang cukup niat (gw udah aware film ini dari setahunan yang lalu), dan materi promosinya cukup meyakinkan. Tentu, sebagaimana kecenderungan gw terhadap film-film Indonesia yang mencoba jadi "yang pertama", ekspektasi gw sama film ini nggak tinggi-tinggi amat. Tetapi, rupanya Battle of Surabaya bisa meleset dari ekspektasi gw, dalam artian baik maupun tidak.

Jujur, gw sangat impressed sama visual film ini. Lewat Battle of Surabaya, terbukti Indonesia bisa membuat film yang baik secara teknik. Baik dari meng-animate karakter-karakternya, tata artistik, warna, komposisi, hingga penggabungan dengan unsur digital images. Serius, bagus lho. Gayanya cenderung seperti anime Jepang, tetapi film ini kelihatan sekali mengerahkan semua teknik yang dipunya untuk memaksimalkan visual film ini dan hasilnya bener, definitely nggak bikin malu.

Nah, jujur, yang juga di luar ekspektasi gw juga adalah flow dari penuturan ceritanya yang lumayan kacau. Sekarang gw kurang bisa meng-summary film ini tentang apa. Oke ada seorang anak yang dijadikan kurir surat-surat rahasia militer Indonesia, tapi terus apa? Karakter-karakter di film ini kurang punya purpose yang dapat menggulirkan cerita. Apakah itu soal ada surat penting yang harus diantar tapi banyak halangannya (ada sih tapi porsinya dikit banget), atau pengungkapan organisasi rahasia bak ninja Kipas Hitam, ataupun keterlibatan karakternya dalam pertempuran Surabaya 1945 yang jadi judul film ini. Gw agak lost sama benang merah utama film ini, dan itu patut disayangkan.

Tapi mungkin yang patut diapresiasi adalah usaha film ini dalam menyampaikan konteks sejarahnya. Baik dalam reka ulang peristiwa sejarah dalam bentuk animasi (yang sangat-sangat detail dan menarik), maupun penggambaran betapa kacau dan membingungkannya siapa kawan siapa lawan selepas kemerdekaan. Sayang, penceritaan plot utamanya tidak semenarik bagian-bagian yang bisa dibilang hanya latar belakang itu, malah cenderung membingungkan dan nggak padu, seperti terlalu banyak yang ingin diceritakan tapi harus dipepes jadi film berdurasi satu setengah jam. 

Here's something funny, menurut gw Battle of Surabaya bagaikan sampel paling representatif dari seperti apa film Indonesia saat ini. Bahwa kita sudah sanggup secara teknis, bolehlah disejajarkan dengan negara lain berhubung teknologi semakin maju dan mudah diakses. Tapi, kita juga masih banyak PR dalam menyusun cerita. Untunglah, gw termasuk orang yang mudah terhibur dengan hanya melihat unsur teknis yang oke, seperti Battle of Surabaya ini. Biarpun penuturannya agak bikin keliyengan, gambar bagus dan beberapa bagian yang menghibur *termasuk bagian awkward-awkward-an ABG-nya =p* berhasil membuat gw tetap betah untuk mengikuti film ini hingga akhir. Yah, untuk "yang pertama", film ini nggak ancur banget, layak dijadikan threshold buat film-film sejenis selanjutnya. Maksudnya, kalau film-film animasi Indonesia sesudah ini kualitasnya di bawah film ini, ya bakal sulit untuk dimaafkan. 




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar