Minggu, 05 Juli 2015

[Movie] Terminator Genisys (2015)


Terminator Genisys
(2015 - Paramount)

Directed by Alan Taylor
Written by Laeta Kalogridis, Patrick Lussier
Based on the characters created by James Cameron, Gale Ann Hurd
Produced by David Ellison, Dana Goldberg
Cast: Arnold Schwarzenegger, Emilia Clarke, Jai Courtney, Jason Clarke, J.K. Simmons, Lee Byung-hun, Dayo Okeniyi, Matt Smith, Courtney B. Vance


Suatu hal yang sebenarnya memalukan: gw nggak pernah menyaksikan satu pun film Terminator secara utuh. Iya, tahu, film-filmnya wara-wiri bingits di TV, tapi somehow gw cuma tahu bits and pieces dari franchise ini, ingat beberapa adegan dan cuma ingat garis besarnya aja. Inilah yang mengkhawatirkan gw ketika menonton Terminator Genisys, takutnya gw nggak ngeh sama detail yang disampaikan film yang katanya sekuel tapi reboot tapi bukan ini *karepmu*. Well, untungnya gw nggak sendiri. Soalnya, yang bikin film juga kayaknya bingung filmnya mau dibikin kayak gimana.

Katanya sih filmnya mau memanfaatkan teori tentang perjalanan lintas waktu dengan membuat cerita baru di dimensi waktu alternatif, macam Star Trek versi 2009 gitu. Jadi kan seri Terminator sendiri premisnya perang antara mesin pintar bernama Skynet lawan umat manusia yang tersisa pimpinan John Connor. Lalu karena in theory mengubah masa lalu bisa menimbulkan efek ke masa depan, Skynet kirim mesin pembunuh (terminator) ke masa lalu untuk membatalkan kelahiran John, tapi John juga kirim orang namanya Kyle Reese untuk mencegah usaha Skynet itu. Kalo nggak salah di Terminator 2: Judgement Day juga premisnya sama, cuma John kirimnya robot (terminator yang diset jadi baik) instead of orang. Jadi seri ini adalah lomba kirim-mengirim orang/robot ke masa lalu untuk ubah masa depan.

Gw rasa cuma konsep lomba kirim-mengirim itu yang akhirnya ditangkep sama Genisys. Entah gimana caranya, dibuatlah film ini dengan jalan cerita dulu-duluan mencegah kelahiran John ataupun kemunculan Skynet. Film ini ngikutin perjalanan Kyle Reese (Jai Courtney) ke tahun 1984 untuk lindungi Sarah Connor (Emilia Clarke), ibuny John yang masih lajang, dari eksekusi sang terminator. Ternyata dia masuk dimensi waktu yang "salah", karena sebelumnya sudah ada terminator dikirim untuk bunuh Sarah kecil tahun 1970-an, tetapi terminator itu berhasil dibasmi si terminator T-800 yang udah diprogram jadi baik (Arnold Schwarzenegger) yang ternyata berasal dari dimensi waktu "asli" yang kemudian mempersiapkan Sarah untuk melindungi diri dari serangan terminator di masa depan dan sebagainya dan sebagainya.

Intinya Kyle nggak perlu lagi lindungi Sarah tapi ya mau gimana lagi udah telanjur ketemu dan tanpa Kyle nggak bakal ada John juga *ini "spoiler" dari film Terminator pertama*. Lalu Sarah dan si terminator yang dipanggil Pops itu siap-siap bikin misi mencegah kelahiran Skynet dengan lompat ke tahun 1997, which is tanggal kiamat nuklir yang dilakukan Skynet di dimensi waktu "asli", tapi karena satu dan lain hal yang tidak diketahui oleh siapa pun, mungkin karena yang bodoh gw atau justru yang bikin film yang begitu, kiamatnya pindah ke tahun 2017.

I mean, what the hell? Gw bener-bener butuh waktu untuk menalar tentang konsep time-travel dan dimensi waktu alternatif dan butterfly effect dan apalah, yang butuh waktunya ampe filmnya sendiri abis. Sepanjang film gw cuma berpikir ini maksudnya gimana sih? Udah mengubah masa lalu (yang Sarah masih kecil) tapi kok masih berpikir masa depan masih akan sesuai dengan dimensi waktu yang benar? Bener-bener gambling yang makan waktu. Dan bagaimana mereka bisa yakin waktu pindah ke masa depan bahwa itu di dimensi waktu yang "benar", jika sudah tahu bahwa diri mereka atau utusan Skynet bisa kapan aja dikirim ke waktu yang mana saja untuk mengubah masa lalu? Terus pemicu kiamatnya pindah 20 tahun itu apa? Dan yang menurut gw lazy writing adalah bagaimana si Kyle tiba-tiba bisa punya ingatan dari dimensi waktu yang dia tuju, hanya biar filmnya nggak terlalu sibuk mencari tahu ini itu, biar cepet. Oh yeah, don't get me started dengan kemunculan John Connor di tahun 2017 yang sama membingungkannya (atau sengaja dirahasiakan) dengan kemunculan Pops waktu Sarah masih kecil: kok bisa yakin dimensi waktunya itu versi yang itu?

Akhirnya, segala seru-seruan dan visual effects yang lumayan oke (lumayan, nggak spesial banget kalau untuk ukuran Hollywood) yang ditampilkan di layar jadi kurang kena maknanya karena perhatian gw udah "diacak-acak" sama cerita film ini yang nggak ngenakin logikanya. Hal yang tersisa yang bisa gw nikmati dari film ini adalah beberapa tata visualnya yang memang cool--khususnya adegan MRI dan semua yang melibatkan si hibrida-robot-manusia-yang-katanya-twist-tapi-udah-dibongkar-di-poster-dan-trailer, chase scene-nya yang boleh banget, perang-perangan di awal filmnya juga keren, plus beberapa humor dan homage ke film-film aslinya yang bolehlah. Tapi, ya gimana, ceritanya bikin mumet karena konsep dasar yang gegabah. 




My score 6,5/10

1 komentar:

  1. Mas Set Ganteng6 Juli 2015 02.52

    Tsk. Wartawan film heits masih juga belom nonton The Terminator sampe sekarang. Tsk. *manajer artis yang kecewa*

    BalasHapus