Minggu, 31 Agustus 2014

[Movie] Lucy (2014)


Lucy
(2014 - Universal/EuropaCorp.)

Written & Directed by Luc Besson
Produced by Virginie Silla
Cast: Scarlett Johansson, Morgan Freeman, Choi Min-sik, Amr Waked, Pilou Asbæk, Annaleigh Tipton



Lucy is superweird. Gw nggak tahu harus menanggapi film ini serius atau tidak. Tetapi, yang pasti, kalau menanggapinya dengan tidak serius, film ini sanggup memberi hiburan yang...emmm...lumayan bisa meninggalkan bekaslah, hahaha. Anyway, ini bukan proyek sembarangan. Ini bisa dibilang comeback-nya sineas Prancis yang paling menginternasional dan (mungkin) paling tajir, Luc Besson dalam menyutradarai film blockbuster internasional meriah sejak The Fifth Element di 1997--film action sci-fi yang gw familiar tapi nggak pernah nonton utuh di TV--dan The Messenger: The Story of Joan of Arc. Dua karya doi terakhir sebelum ini adalah Malavita dan The Lady yang skalanya tidaklah se-pop Lucy ini. Jadi, Lucy cukup exciting untuk dinantikan, apalagi dibintangi Scarlett Johansson yang ceritanya jadi semacam superhero. Semacam.

Lucy mungkin akan di luar perkiraan siapa pun yang menyaksikan film ini. Gw akan nge-skip bagian ide "manusia biasa hanya pake 10 persen kemampuan otak"--Deddy Corbuzier dulu pernah nyinggung ini--dan mbak Lucy ini ceritanya bisa pakai lebih. Sebab konsep ini scientifically keliru, setidaknya menurut 9gag. Ya terserah Anda sih mau percaya atau enggak. Bahkan Besson sendiri ngaku kalau ide itu memang nggak valid, tetapi berpotensi besar untuk dibuat film sci-fi. Namanya sci-fi kan science-nya bersifat fiksi *dijelasin*. Namun, klaimnya sih bahwa teori setiap sel saling terhubung lewat gelombang elektromagnetik lumayan bisa dibuktikan. 

Nah, si mbak Lucy ini ceritanya bisa mengendalikan dan memanipulasi itu, karena punya kemampuan otak di atas manusia biasa. Contoh paling asik adalah bahwa dia bisa kontrol rasa sakit, doi bisa perintahkan sel-selnya untuk nggak merasa sakit. Penonton yang ngeliat pun asik aja, mbak Lucy jadi bisa berbuat apa saja, cepat belajar, cepat berpikir, bisa diagnosa orang sekali sentuh, bisa manipulasi alat komunikasi, telekinesis, telepati, pokoknya terus meningkat sampai pada titik ia bisa mengatasi hal yang paling membatasi semua makhluk dan benda di bumi: ruang dan waktu. Ngeri ye.

But here's the thing, film ini juga seolah-olah ingin jadi "berisi" ketika ada adegan Morgan Freeman ngasih kuliah tentang "10 persen otak manusia" itu, plus bagaimana mbak Lucy mulai berpikir lebih "deep" tentang segala hal setiap kemampuan otaknya meningkat. Padahal plotnya sih sesimpel mencegah zat narkoba jenis baru dari Taiwan untuk beredar di Eropa, tetapi dengan semakin "tinggi"-nya level mbak Lucy, semakin anehlah film ini. Lama-lama mulai dibahas tentang hakikat hidup manusia sampai asal-usul kehidupan. I mean, wow, okay. Didn't really expect this. Semakin coba dipikirin, semakin aneh aja film ini, heuheuheu.

Untungnya, Besson adalah sineas yang tahu cara menghibur. Meskipun kontennya asli aneh banget, ia menyajikannya dengan cara yang lincah, ringkas, dan live up his reputation sebagai sutradara serba bisa. Editingnya asik, sekalipun diselip-selipin gambar flora dan fauna just to prove his points =D, pun tentu saja adegan-adegan aksinya tetap bisa memompa adrenalin: tembak-tembakanlah, perkelahianlah, kejar-kejaranlah, bahkan humor-humor kecilnya, yang dilengkapi dengan visual effects yang pas porsinya. It's still weird, tapi setidaknya punya pacing cepat yang nggak bikin ngantuk.

Entahlah, gabungan antara action dan so-called "pemikiran mendalam" dan konsep dasar yang nggak ilmiah bikin film ini jadi keren sekaligus laughable saking anehnya, apalagi bagian akhrinya yang mangkin, well, di luar nalar manusia =p. Konyol sebenarnya, cuma ya karena disajikannya cepat dan lincah, nggak sempet untuk menganggapnya konyol, bisanya ya ketawa aja. Bisa jadi itu trik yang disengaja supaya secara unconsciously jadi nilai hiburan juga. Terserahlah. Again, gw nggak tahu apakah Besson itu serius dengan setiap konten film ini atau semacam mengejek para pembuat film "nyeni", bahwa dirinya yang sangat pop bisa mengangkat tema serius jadi film yang ingar bingar berdurasi kurang dari 90 menit, dan LAKU di pasaran. Eat that, auteurs! =D




My score: 7/10

2 komentar:

  1. Film serius yang sekaligus bisa diketawain...demen nih gw hahaha

    BalasHapus
  2. Di bioskop cuma aku yang enggak ketawa (=____=). *i...ini film apa?!*

    BalasHapus