Jumat, 02 Mei 2014

[Movie] Crush (2014)


Crush
(2014 - Brainstorm Inc.)

Directed by Rizal Mantovani
Screenplay by Alim Sudio
Story by Teguh Sanjaya, Irving Artemas, Ocin Erdan
Produced by Irving Artemas
Cast: Cherrybelle (Angel, Kezia, Cherly, Felly, Steffy, Gigi, Ryn, Christy), Deva Mahenra, Yuanita Christiani, Indro Warkop, Yova Gracia, Teguh Sanjaya, Farhan, Sam Brodie, Anisa Rahma, Mikhaela Jade


Tentu saja, alasan dibuatnya film yang dibintangi oleh sekelompok artis idola tidak pernah lain dan tidak pernah bukan adalah 'jualan'. Mengharap bahwa film seperti itu dapat punya nilai lebih dari itu bagaikan mengharapkan Dude Herlino mau akting jadi orang jahat yang tak pernah tobat bahkan sampai ajal. Won't happen in this lifetime. Jadi, menonton film seperti Crush harus dipas-pasin sama tujuan utamanya: menjual Cherrybelle, kepada target pasarnya. Fans akan happy lihat idolanya nge-dance, nyanyi, akting-akting unyu, or just appear on screen. Itu sudah cukup. Jadi, se-silly apapun, se-cheesy apapun, seklise apapun film Crush, kita nggak bisa protes, toh itu dapat menghibur penggemarnya. Nggak ada tuntutan bagi non-penggemar ataupun yang di luar pangsa pasarnya untuk menyukainya. Suka ya syukur, kalo nggak ya bukan hal yang mengejutkan.

But, how cliche? Well, isinya tentang usaha sebuah girlband idola mempertahankan harga diri dan popularitasnya dengan menerima tantangan dari salah seorang terdekat dari salah satu dari delapan anggota yang ada yang sering menghina dina mereka, atau bisa dibilang hater lah. Yah kritik-adalah-cambuk-yang-memotivasi that sort of thing ditambah kata-kata bijak lainnya. Diakunya kisah ini cukup relate sama Cherrybelle di dunia nyata yang katanya sih banyak hater-nya--walaupun sebenarnya para hater itu lebih mempermasalahkan mereka (konon) "njiplak" girlband-girlband Korea, tapi ya terserah lah. How cheesy? Ada seorang cowok dan salah satu dari delapan cewek itu allegedly naksir dia. How silly? Desa Glenmore. Like, seriously.

Tetapi, jika itu bisa mencapai tujuan awal film ini dibuat, gw harus bilang apa? Untungnya, Rizal Mantovani setidaknya sudah mengusahakan beberapa tata adegan yang lumayan menghibur dan tata visual yang lumayan menyegarkan, khususnya yang berhubungan dengan dance. It's not great, tapi nggak malu-maluin lah. Pemanfaatan setting Australianya juga nggak eman-eman amat lah.

Crush adalah sebuah film yang bisa saja menghibur, atau menjadikan nggak-enak-lihatnya-saking-konyolnya sebagai salah satu bentuk menghibur, sekaligus juga lama-lama berasa lama karena masalahnya kayaknya banyak banget dan penyelesaiannya ketunda terus bahkan sampe gw sempet bertanya-tanya ini-film-kapan-abisnya, sekaligus juga film yang memperlakukan sebuah produk kelompok pujaan dengan tidak mengecewakan fans dan pangsa pasarnya. Gw sih sebagai bukan pangsa pasarnya (ini agak denial secara baru tahun lalu lagu "Diam-Diam Suka" masuk 10 lagu Indonesia favorit gw 2013, tapi gw bukan pemuja grup ini. Bukan! *menegaskan*) merasa filmnya ya udah gitu aja, lewat aja gitu.




My score: 5,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar