Selasa, 25 Maret 2014

[Movie] Dallas Buyers Club (2013)


Dallas Buyers Club
(2013 - Focus Features/Voltage Pictures)

Directed by Jean-Marc Vallée
Written by Craig Borten, Melisa Wallack
Produced by Robbie Brenner, Rachel Winter
Cast: Matthew McConaughey, Jennifer Garner, Jared Leto, Denis O'Hare, Steve Zahn, Michael O'Neill, Griffin Dunne


Face it, banyak dari kita nonton Dallas Buyers Club karena katanya performa Matthew McConaughey dan Jared Leto bagus di film ini, dua-duanya menang Oscar pula. Premise-wise? I guess only a few would care, atau itu brengseknya gw aja menyamakan orang-orang lain dengan pikiran gw. Anyway, Dallas Buyers Club adalah fiksionalisasi dari kisah hidup Ron Woodroof di tahun 1980-1990-an. Siapa doi? Woodroof dikenal sebagai salah satu pasien AIDS di Dallas, Texas yang membuat semacam "perlawanan" terhadap sistem pengobatan resmi di Amerika saat itu. As we might know, AIDS belum ada obatnya, tetapi sejak wabah ini merebak, sudah ada usaha untuk menangkalnya, setidaknya memperpanjang umur hidup penderita AIDS. Di eranya Woodroof, metode pengobatan resmi yang diterimanya bisa dibilang masih belum teruji secara sempurna, dan Woodroof malah merasa obat yang resmi itu membuat keadaannya memburuk. 

Woodroof lalu menemui seorang dokter ilegal di Meksiko, yang ternyata punya metode pengobatan yang, lebih ribet, tapi bekerja dengan baik di dirinya. Hanya saja, obat-obatan yang digunakan for some unknown reason (mungkin juga karena konspirasi *halah*) tidak lulus tes pengawas obat dan makanan di Amerika. "Obat alternatif" ini pun diboyong Woodroof ke kotanya, lalu menjualnya kepada sesama penderita. Karena obatnya ilegal, Woodroof tidak bisa jual secara open, jadi dibuatlah jalan memutar, yaitu ia akan menyediakan obatnya secara berkala sesuai kebutuhan asalkan "pasien"-nya jadi member yang bayar 400 dolar per bulan. "Praktik" ini ternyata diminati banyak orang, tetapi tentu saja tindakan Woodroof ini dibayang-bayangi oleh fakta bahwa yang dilakukannya itu melanggar hukum, ditentang oleh dokter-dokter, dan usianya hidupnya sendiri tidak akan terlalu lama.

Gw sendiri agak bingung merangkum Dallas Buyers Club itu film tentang apa. Paling bisa gw gambarkan film ini drama biografi, tetapi tidak semua yang terjadi di film ini adalah fakta sejarah. Konon tokoh Dr. Eve (Jennifer Garner) yang simpatik dan si bencong pemadat Rayon (Jared Leto) adalah tokoh fiktif khusus untuk film ini. Jadi? Well, tiga tokoh ini mewakili banyak hal seputar dunia kesehatan, khususnya AIDS. Woodroof adalah model pasien antipasrah yang terus mencari perawatan terbaik buat dirinya. Dr. Eve mewakili pihak yang tetap open-minded terhadap cara Woodroof walaupun tidak melepaskan hakikatnya sebagai seorang peneliti yang harus mempertanyakan segala hal. Sedangkan Rayon, menurut gw mewakili zaman. Dulu banyak orang mengira AIDS hanya diderita kaum homoseksual dan transeksual. Woodroof yang hidup dalam pergaulan machoisme mas-mas Texas pun langsung dihina teman-temannya dengan sebutan "darah homo". Woodroof tadinya sama dengan mas-mas itu, menjauhi orang-orang seperti Rayon. Tetapi, lama kelamaan dia melihat bahwa sahabat sejatinya, dalam keadaan seperti ini, ternyata ada di dalam diri Rayon, yang jadi mitranya dalam menjalankan Dallas Buyers Club.

Tapi, tetep gw belum berhasil menarik apa pernyataan dari keseluruhan film ini. Mungkin soal seseorang, mungkin soal dunia kesehatan, mungkin juga soal gambaran keadaan seputar HIV/AIDS dan kehidupan penderitanya pada era tertentu. Mungkin soal semuanya. Meski begitu, gw merasa penuturannya cukup enak diikuti, dengan dramatisasi yang tepat guna, that's quite enough. Dan, yes, akting McConaughey dan Leto memang ciamik, walaupun gw rasa McConaughey semacam terlatih dengan peran seperti ini, soalnya dia sering banget main tokoh dengan ciri seperti Woodroof (baca: orang Texas slengean). Bedanya mungkin yang dulu-dulu doi nggak sekurus di film ini. 



My score: 7,5/10

2 komentar:

  1. total banget ya acting McConaughey dan Leto di film ini! walaupun emang ternyata setelah baca kisah sebenarnya, ini versi dramatisir banget (yaiyalah namanya juga buat film)

    BalasHapus
  2. hehe, yang penting emosinya bisa tersampaikan, dramatisir dikit ndak masalah =)

    BalasHapus