Sabtu, 07 Desember 2013

[Movie] Snowpiercer (2013)


Snowpiercer
(2013 - CJ Entertainment)

Directed by Bong Joon-ho
Screenplay by Bong Joon-ho, Kelly Masterson
Screen story by Bong Joon-ho
Based on the graphic novel "Le Transperceneige" by Jacques Lob, Benjamin Legrand, Jean-Marc Rochette
Produced by Park Chan-wook, Lee Tae-hun, Steven Nam, Tae-sung Jeong
Cast: Chris Evans, Tilda Swinton, John Hurt, Jamie Bell, Song Kang-ho, Ko Asung, Octavia Spencer, Ed Harris, Ewen Bremner, Alison Pill, Luke Pasqualino


Korea Selatan ternyata sudah sampai pada tahap pede bahwa produk sinema mereka dapat bersaing dengan produk Hollywood. Tahun 2013 ini memang ada beberapa sineas Korea yang mulai menapaki Hollywood seperti Park Chan-wook di film Stoker, atau Kim Jae-woon di film The Last Stand. Tetapi, untuk sutradara The Host, Bong Joon-ho, tak perlu ke Hollywood untuk bikin film kualitas setara sana. Yang diperlukan adalah datang ke perusahaan film yang banyak duit, let's say CJ Entertainment, dan panggillah beberapa aktor Hollywood yang actually terkenal *lirik sinis PH Indonesia*, dan buatlah sebuah film fiksi ilmiah berskala internasional berdasarkan komik dari Prancis. Rumusan itu menghasilkan Snowpiercer, sebuah film Korea berbiaya termahal yang seakan "menyamar" jadi film Hollywood. Tapi untunglah ambisi go international itu dibuktikan dengan hasil yang memang sesuai janji. Nggaaak, gw nggak nyindir siapa-siapa koook *timpuk botol cola*.

Sebagaimana kisah post-apocalypse yang sering muncul di film-film belakangan ini, peradaban manusia seperti di-reset lagi, dan kembali brutal lagi *kayak sekarang enggak aja*. Sekelompok manusia terakhir di bumi yang memasuki zaman es di masa depan terpaksa bertahan hidup di dalam sebuah kereta api yang berjalan terus menerus-menerus tanpa henti keliling dunia, karena sebelumnya memang sudah dibangun jalur kereta api yang menyambung semua benua dan satu putarannya dapat dilalui dalam satu tahun. Nice. Problem is, keretanya itu milik swasta, namanya Wilford. Untuk bisa naik, ada biaya dan kelas-kelasnya, dan setiap kelas akan diperlakukan berbeda. Kalau bisa bayar, dapat gerbong oke banyak fasilitas mulai dari seaworld sampe tempat ajep-ajep. Kalau nggak bisa tetep bisa naik tapi ditaruh di gerbong buntut yang kumuh dan fasilitas nol, dan mereka dilarang keras pindah depan. Hak dan kewajiban mereka selama bertahun-tahun, berikut keturunan-keturunannya ditentukan oleh kelas mana yang mereka masuki pas awal berangkat.

17 tahun sejak departure, kehidupan di gerbong buntut makin sengsara dan tertindas sama orang-orangnya Wilford. Curtis (Chris Evans) pun mengumpulkan kawan-kawannya, Edgar (Jamie Bell), Tanya (Octavia Spencer), Andrew (Ewen Bremner), Grey (Luke Pasqualino), beserta seorang tua yang bijak, Gilliam (John Hurt) untuk memulai sebuah pemberontakan untuk menguasai mesin kereta, yang terletak di gerbong paling depan, demi mendapat keadilan dari Wilford. Untuk memulainya, mereka butuh seorang kuncen bernama Min-soo (Song Kang-ho), yang mau bergabung kalau dibayar dengan zat madat bernama Kronole. So, plot dasarnya sederhana saja, dari belakang menuju ke depan ketemu "raja"-nya, melewati gerbong demi gerbong yang penuh rintangan dan tantangan.

Snowpiercer ternyata menjadi sebuah tontonan yang cukup seru, dengan berbagai formula khas film-film "blockbuster" dan beberapa adegan-adegan yang, keliatan keren sih, tapi mungkin cukup mengundang pertanyaan. You know, kayak misalnya kalau si Grey emang paling jago berantem kenapa dia nggak langsung dipasang di lini depan dari awal, stuff like that. Tapi yaudahsih, 'kan biar seru. Kalau menyaksikannya juga dengan logika komik, segala keklisean yang terjadi jadi asik-asik aja, dan really, ini hampir nggak keliatan seperti film Korea, kecuali pada bagian violence-nya yang memang violent baik fisik maupun verbal, atau bagian ending-nya yang lumayan berat dan..emm..pokoknya nggak "Hollywood banget". Ini semua juga didukung oleh desain produksi yang keren-keren. Perbedaan suasana di setiap gerbong ditunjukkan dengan baik, pun kostum dan makeup-nya menambah suasana fantasinya, plus tentu saja efek visual yang oke.

Beruntung pula film ini dapat meng-casting aktor-aktor yang bermain oke juga. Highlight-nya tentu saja ada pada ibu Tilda Swinton yang dapat dengan lancar memerankan tokoh yang begitu komikal tetapi nggak over. Dan, aktris muda dari Korea, Ko Asung juga cukup sukses mencuri perhatian. It's pretty good, seru, enak dilihat, walau dengan sedikit ganjalan kecil di sana-sini. Yah, menurut gw set-up awalnya agak bodoh aja, "Bumi kena global warming, yuk kita dinginkan!" Apaan coba. Tapi ya sudahlah, setidaknya penceritaannya selepas itu cukup lancar dan mencekam. Atau, mungkin gw nggak bisa anggap film ini "keren banget" karena bikin gw makin nggak selera sama cincau?




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar