Minggu, 18 Desember 2011

[Movie] Drive (2011)


Drive
(2011 - FilmDistrict)

Directed by Nicolas Winding Refn
Screenplay by Hossein Amini
Based on the book by James Sallis
Produced by Marc Platt, Adam Siegel, Gigi Pritzker, Michel Litvak, John Palermo
Cast: Ryan Gosling, Carey Mulligan, Bryan Cranston, Albert Brooks, Oscar Isaac, Kaden Leos, Ron Perlman, Christina Hendricks


Ini underworld kota Los Angeles. Seorang pria berwujud Ryan Gosling bekerja sebagai supir stunt untuk adegan-adegan berbahaya di film-film, namun ia punya kerja freelance sampingan sebagai pengangkut perampok agar lolos dari polisi, and he's good at it. Suatu hari dia ketemu dengan tetangga apartemennya, seorang ibu muda bernama Irene (Carey Mulligan) yang punya anak bernama Benicio (Kaden Leos). Mereka saling tertarik, lagipula suami Irene sedang dipenjara, jadi yah hayuk aja menghabiskan waktu bersama. Hidup si tokohnya Gosling mulai tampak cerah, selain ketemu cemceman baru, bos di bengkelnya, Shannon (Bryan Cranston) mengajaknya untuk mulai ikut balapan dengan bantuan Bernie Rose (Albert Brooks) sebagai sponsornya. Sayang, harapan untuk hidup cerah mulai meredup setelahh suami Irene, Standard Gabriele (Oscar Isaac) bebas dan pulang ke rumah. Nggak ada masalah sih, cuman tak lama tokohnya Gosling menyaksikan Standard habis dipukuli anggota geng, yang mengancam akan "menyentuh" istri dan anaknya jika tidak mau mengerjakan sebuah perampokan. Mendengar hal itu, atas dasar kedekatannya dengan Irene dan Benicio, tokohnya Gosling ini menawarkan jasa nyupirin perampokannya Standard. What he don't know, perampokan itu bukanlah perampokan..err.. standar seperti yang dikira, malah belakangan mengincar nyawa, sekaligus membuka jati diri orang-orang yang ada di sekitarnya.

Mungkin salah gw menempatkan ekspektasi yang cukup tinggi untuk film Drive ini. Bukan soal gimana-gimana, tetapi sebagai film yang banyak yang bilang bagus, banyak dipuji kritikus, serta menang penghargaan sutradara terbaik di festival film internasional Cannes, gw membayangkan Drive ini punya sesuatuk yang berbeda, keindahan unik layaknya film-film "art", menyorot sisi lain dari sebuah premis yang biasanya hanya jadi bahan film aksi bising. Just to be clear, gw sama sekali tidak mengharapkan film ini akan jadi film aksi super kebut-kebutan ala Fast and Furious (ciee sok banget), tapi memang masih mengharapkan aksi-aksi dan penceritaan yang berbeda dari film komersial biasanya, different kind of excitement. Well yes, style film ini cukup berbeda dari film-film yang ada hubungannya dengan dengan otomotif, tetapi nggak sampe bikin gw merasa tergerak semangatnya, dan juga sayangnya tidak terlalu mengkamuflase segi ceritanya yang kok-gitu-aja-ya—gampang ketebak pasti ada mafia-mafiaan terlibat, dan rute konfliknya agak terlalu simpel.

Drive bukan film yang buruk, sama sekali tidak. Gw banyak menemukan adegan-adegan cool dengan tata gambar yang artistik dan realistik, sinematografinya banyak yang cantik (banyak, tapi tidak selalu). Adegan-adegan mengemudinya mantap, yang gory pun nggak tanggung-tanggung. Cara sutradara asal Denmark, Nicolas Winding Refn (aah, pantesan, sutradaranya Eropah =P) dalam menata dan memperlihatkan sekuen-sekuennya banyak yang menarik, semisal ketika Gosling baru keluar minimarket dan jalan ke mobil kayak nggak ada apa-apa, eh tau-tau nengok ke kiri dan jalan ke sana dan kita menemukan mobilnya Irene mogok. Atau adegan ketika Gosling menemukan Standard babak belur, awalnya pas mau parkir (dari dalam mobil) terlihat dua orang pergi dengan slow motion, eh gak lama tau-tau ada Standard bedarah-darah. Dan satu lagi adegan "kedip" di akhir *soknggakmauspoiler*. Dalam beberapa sisi sudah cukup mengukuhkan bahwa ini film yang bagus, yang tidak berusaha menjadi film action-blokbuster Hollywood (because it's not). 

Namun, meski sudah dengan setingan "awas ini film agak nyeni" pun gw tak kuasa merasa kurang sreg dan tidak puas dengan keseluruhan filmnya. Lajunya yang sudah lambat terasa lambaaat banget. Ada beberapa adegan slow motion yang oke, tetapi di luar itu pergerakan filmnya terasa nggak lebih cepat dari adegan slow motion-nya =P. Iya, tau supaya pendalaman karakternya lebih meresap (sebagaimana kita sering melihat wajah Gosling dari dekat saat nyetir supaya kontras dengan adegan akhirnya), tapi jalan kaki juga gak harus lama-lama banget 'kan (contoh orang-orang yang bakal gw salip kalo jalan di mall =_='). Gw pun merasa terganggu dengan cara film ini terlalu maksa membuat tokohnya Gosling nggak punya nama. Eits, bukan nggak punya nama tapi namanya nggak kesebut di layar bukan? Ya sih, tapi terlalu nggak make sense aja waktu Shannon cerita ke Irene gimana dia pertama ketemu si tokohnya Gosling dengan terlalu berusaha merujuk hanya dengan "him" dan "the kid", atau ketika si tokohnya Gosling ketemu dan berkenalan sama Bernie, kenalan nggak pake nama? Apa alasannya nggak nanya nama? Kalau nggak mau ada nama kenapa ada adegan perkenalan? Gayak banget loe.

Ceritanya agak klise, berlaju lambat, dan seakan tidak memperingatkan penontonnya bahwa separuh akhir film ini akan ada berbagai adegan kekerasan brutal berdarah-darah—yang harus diakui cukup ampuh membangkitkan mood, ada yang ditunjukkan frontal, ada yang tidak. Seru sih nggak segitunya, dibilang "artistik" juga buat gw rada nanggung, tetapi pendalaman emosi karakternya yang memang kayaknya dijadikan menu utama terbilang cukup berhasil lah. Gosling tampil lumayan, ia terlihat cool sebagai orang-berprofesi-supir-yang-dipaksa-nggak-bernama itu, terlepas dari tampangnya yang sayu-sayu "berkarakter" gimana gitu. Carey Mulligan yang berakting effortless membuktikan bahwa ia akan jadi aktris berkualitas, like the next Kate Winslet, tetap striking meski karakter Irene tidaklah menonjol. Penampilan mengejutkan datang dari Albert Brooks yang lebih dikenal sebagai aktor film-film komedi dan pengisi suara bapaknya Nemo di Finding Nemo, di sini malah jadi orang berwatak keras bahkan sadistik nggak ketulungan, very good indeed. Pokoknya dari segi akting tidak ada masalah. Sekali lagi Drive bukan film jelek, masalah bukan pada filmnya, masalah mungkin ada pada gw yang mengharapkan sesuatu yang lebih exciting, dan mungkin juga masalah sensor yang kasar sampe-sampe gw nggak mudeng blas adegan percakapan telepon di ruang rias stripper itu apa intinya. Tapi gw yakin bagi yang suka film ini bakalan suka banget, jangan heran suatu saat ada orang jalan pake jaket putih berbordir kalajengking kuning di punggung =P.



My score: 6,5/10

2 komentar:

  1. Saya gak cocok dengan film arthouse kayak gini. Entahlah... alur cerita terlalu lambat

    BalasHapus
  2. @Kencana; =)), saya sih sebenarnya secara umum nggak masalah sama alur lambat, gak semua yang lambat itu tidak menarik sama sekali, cuman yah mungkin sama yg satu ini kurang jodoh saja, kurang bikin gregetan gimana gitu deh.
    Thanks sudah mampir ya =)

    BalasHapus