Kamis, 26 Mei 2011

[Movie] Trust (2011)


Trust
(2011 – Millennium Films/Nu Image)

Directed by David Schwimmer
Written by Andy Bellin, Robert Festinger
Produced by David Schwimmer, Ed Cathel III, Dana Golomb, Robert Greenhut, Tom Hodges, Avi Lernee, Heidi Jo Markel
Cast: Clive Owen, Catherine Keener, Liana Liberato, Jason Clarke, Viola Davis, Noah Emmerich, Chris Henry Coffey, Zoe Levin, Spencer Curnutt


Cewek ababil 14 tahun nan sporty itu bernama Annie Cameron (Liana Liberato). Baru masuk SMA dan mulai mencari jati diri, Annie berkenalan dengan nama Charlie di sebuah situs sosial online "TeenChat" (kayaknya fiktif)—yang seharusnya dihuni oleh remaja2 seusia Annie, bahkan Annie merasa jatuh cinta pada Charlie yang baginya paling mengerti dirinya. Ketika akhirnya diajak bertemu, di luar dugaan Annie, sosok asli Charlie (Chris Henry Coffey) ternyata adalah oom2 usia 30-an. Namun Annie tetap nerusin "kencan" mereka hari itu...hingga berakhir dengan hubungan badan di sebuah motel. Brittany (Zoe Levin) yang merasakan hal yang tidak beres pada kopi darat Annie dengan seorang oom2 asing, melaporkan pada pihak sekolah, dan akhirnya kepolisian, bahkan FBI pun turun tangan: Annie diduga telah menjadi korban pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Poin film ini baru dimulai setelah kejadian tersebut. Apa reaksi orang tua Annie, William (Clive Owen) dan Lynn (Catherine Keener) mungkin sudah bisa dibayangkan. Ketika agen FBI, Tate (Jason Clarke) yang mengangani kasus ini mengatakan proses penyelidikan dan penangkapan si "Charlie" akan memakan waktu, makin gusarlah William dan Lynn. William menjadi kian emosional dan terobsesi untuk menangkap si penjahat kelamin yang menggerayangi putrinya, bahkan sampe ikut2an melacak lewat perkumpulan orang tua korban "sex predator" termasuk menyimpan transkrip obrolan daring Annie dan "Charlie". Namun rupanya, reaksi berbeda muncul dari Annie. Meski awalnya sedikit shock, lewat konselingnya dengan psikolog, Gail (Viola Davis), Annie merasa bingung dengan "kehebohan" orang2 sekitarnya akan hubungannya dengan Charlie. Ia merasa bahwa hubungannya dengan Charlie baik2 saja, ia masih percaya bahwa terlepas dari perbedaan usia, Charlie itu mencintai dirinya, dan hubungan intim yang dialaminya bukanlah bentuk pelecehan, karena Charlie adalah "orang yang dikenal", toh banyak anak2 seumuran dia yang udah eng-ing-eng juga (tapi sama anak2 seumuran juga sih *geleng2*) tapi gak sampe panggil2 polisi begini. Satu hal yang membuat dia kesal hanyalah mengapa Charlie nggak pernah menghubungi dia lagi pascakejadian tersebut *rolleyes*. Perbedaan persepsi inilah yang memicu seringnya clash antara Annie dan William, bahkan William dengan Lynn dalam menghadapi kejadian amit2 ini.

Trust overall adalah sebagaimana dugaan gw sebelum nonton, sebuah drama indie bertema kelam yang berskala kecil namun tetap menggugah. Siapa sangka kalo film ini digarap sama David Schwimmer, pemeran Ross di serial "Friends" =). Dengan inti cerita yang menarik, film ini berusaha menampilkan potret kehidupan keluarga Amerika yang ditempa kejadian memilukan dengan alami namun tetap emosional—gw suka dengan penokohan Annie yang anak remaja biasa, bukan terlalu precocious/mental ketuaan seperti di film Juno misalnya. Niat itu sebagian besar memang berhasil, terutama dari deretan aktornya. Clive Owen tampil baik, mesikipun mukanya datar dan sama seperti di semua filmnya, tapi di sini emosinya selalu dapet, awesome =D. Demikian juga Catherine Keener yang cukup meyakinkan sebagai sosok ibu meski porsinya di cerita tidaklah terlalu signifikan. Penampilan aktris remaja Liana Liberato perlu di-highlight karena setiap gerak-gerik dan emosinya tampak luwes dan believable sebagai Annie si remaja clueless. Adegan2 dirinya marah sama sang ayah senantiasa dimainkan dengan manteph dan menusuk. Selain pada pemain, gw pun respek pada perkembangan cerita filmnya yang tidak melulu fokus pada mencari si Charlie, melainkan kepada dampak yang dialami keluarga Cameron, terlebih lagi adalah hubungan ayah-anak William dan Annie yang selama ini memang terasa kaku, yang gw sinyalir menjadi pemicu tak langsung kecenderungan Annie lebih suka membuka diri kepada orang2 yang tak dikenalnya di dunia maya.

Bagi gw film ini mengalir dengan cukup baik dengan pace yang lumayan pas, tidak terlalu lama dan tidak terlalu buru-buru, sinematografinya juga sama sekali nggak jelek. Film ini memang tidak sepenuhnya depresif—walau memang itu kesan yang dominan, tetapi humor kecil2 juga diselipkan dan lumayan menghibur. Pun cara film ini menampilkan obrolan chatting di layar dalam bentuk tulisan sembari adegan berjalan terbilang efektif. Adegan2 yang cukup bikin napas panjang serasa-tak-percaya juga dieksekusi dengan cukup baik (misalnya ketika diperlihatkan foto korban2 pelecehan...beserta umurnya >.<). Ada sih sedikit ganjalan pada sebuah eksekusi adegan, yaitu pertemuan pertama dan satu2nya Annie dengan Charlie. Dalam film ini, gw sebagai penonton seakan udah bisa langsung nge-judge bahwa si Annie ini antara dihipnotis atau bodoh banget. Si Charlie kelihatan banget punya udang dibalik hakau, apa yang diucapkan dan cara Chris Henry Coffey mengucapkannya itu kurang maut ah. Ketika Annie kemudian bilang bahwa Charlie itu baik dan sebagainya, gw langsung bereaksi dalem hati "bego banget nih anak, udah ketahuan kalee", sehingga gw mau simpati juga agak susah, malah gw berpihak sama William yang mengucapkan hal2 serupa dengan pemikiran gw pada Annie dalam sebuah adegan. Namun tampaknya, dengan cara inilah Trust ingin menunjukkan betapa rentannya anak remaja untuk mudah percaya pada siapa saja yang dianggapnya mendukung dan memperhatikan dirinya sebagaimana adanya, apapun caranya. 

Sayang banget juga tokoh Lynn sebagai ibu Annie tidak digali lebih dalam, ia tampak sebagai ibu yang asik bagi anak2 tetapi seakan nggak punya andil lebih dalam mengatasi permasalah anaknya, dan kalaupun ada tidak terlalu nampak di film ini (ada indikasi kalau William lebih fokus pada penyebab, Lynn lebih peduli pada dampak yang dialami anaknya *sok tau*). Malah lebih banyak adegan kakaknya Annie, Peter (Spencer Curnutt), yang bagi gw malah nggak terlalu relevan. Akan tetapi sebagai tontonan utuh, Trust bukanlah karya yang harus dihindari. Meski bagi gw masih ada yang nggak sreg di beberapa bagian, tetapi Trust masih berhasil dalam menyampaikan kegelisahan orang tua dan anak atas musibah miris yang mereka alami dengan menyolek emosi dan tidak dibuat-buat.



My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar