Jumat, 02 Juli 2010

[Movie] The Other Boleyn Girl (2008)



The Other Boleyn Girl
(2008 - Focus Features/Columbia)


Directed by Justin Chadwick
Screenplay by Peter Morgan
Based on the novel by Philippa Gregory
Produced by Alison Owen
Cast: Natalie Portman, Scarlett Johansson, Eric Bana, Jim Sturgess, Kristin Scott Thomas, Mark Rylance, David Morissey



Tampaknya kehidupan Raja Henry VIII (atau nama lahirnya Henry Tudor) dari Inggris begitu menariknya sehingga sering diangkat ke berbagai media fiksi. Paling anyar adalah serial BBC/HBO berjudul The Tudors, dan pada tahun 2008 awal sempat muncul The Other Boleyn Girl, berdasarkan novel kontroversial (kata wikipedia) berjudul sama terbitan tahun 2001. Kisah ini berfokus pada 2 gadis keluarga Boleyn: Anne (Natalie Portman) yang kemudian akan menjadi permaisuri Raja Henry VIII (Eric Bana), dan "the other Boleyn girl" nya adalah Mary (Scarlett Johanssen) yang juga "digarap" sang raja, bahkan lebih dulu daripada Anne.


Abad ke-16, Raja Henry VIII adalah sosok yang membawa perubahan bagi kerajaan Inggris. Dia dengan berani memutus hubungan dengan Gereja Katolik di Vatikan dan membuat organisasi gereja sendiri, demi bisa bercerai dengan permaisuri Catherine dari Aragon (di film ini diperankan oleh Ana Torrent...beuh, pencetus bittorrent kah?) dan untuk menikah lagi dengan Anne Boleyn. Apa sebab? Diceritakan di film The Other Boleyn Girl ini, permaisuri Catherine gagal berkali-kali melahirkan anak laki-laki yang harusnya jadi penerus tahta kerajaan, hingga akhirnya dia benar2 nggak bisa mengandung sama sekali. Kesempatan ini nggak disia-siakan oleh salah satu penasihat raja, Duke of Norfolk (David Morissey) untuk dapat pengaruh besar dalam kerajaan. Ia mengutus keponakannya dari adik perempuannya (Kristin Scott Thomas), yang tak lain adalah Anne, untuk menjadi gundik raja dan sebisa mungkin melahirkan penerus tahta. Namun, apa mau dikata, raja lebih tertarik sama Mary yang lebih lembut dan polos, yang meski baru saja menikah tetep dikirim ke istana untuk dijadikan gundik.


Tak apa, tiada kakak, adik yang bahenol pun jadi, Mary pun melahirkan seorang putra, yang berarti selangkah menuju pengaruh keluarga Boleyn dan si Duke di kerajaan. Namun, Anne yang sempat menghilang "menuntut ilmu" kembali datang, dan sukses menarik perhatian raja, bahkan dengan lihai membuat raja tergila-gila. Lebih lagi, Anne menuntut raja untuk berpisah dari permaisuri Catherine dan menikahinya, agar ketika dia punya anak pun dianggap sah anak raja penerus tahta, padahal Mary sudah telanjur cinta sama raja...nah lho...*cakar kucing*. Cerita terus bergulir dengan beraneka macam intrik sampai Anne Boleyn dihukum penggal karena tuduhan perzinahan dan hubungan sedarah dengan saudaranya, George (Jim Sturgess)..maap spoiler, tapi ini sejarah *sok banget gaya gw*.


Begitu banyak intrik, begitu banyak drama, disampaikan secara ekspres, itulah The Other Boleyn Girl. Meski dengan kisah yang menarik, toh hal2 yang bejibun itu ditaruh sedemikian rupa sehingga muat di durasi 2 jam kurang dikit, dalam ritme yang melelahkan. Potensi film ini lumayan, namun eksekusi dari film debut dari sutradara yg tadinya banyak berkecimpung di film televisi ini jadinya terlalu standar dan agak menjengkelkan. Semacam visualisasi sejarah belaka (padahal gak akurat2 amat), adegan2 yang ada dibuat dengan tujuan "FYI" alias asal tahu saja, tanpa kedalaman emosi yang lebih. Isu tentang gadis2 Boleyn yang hanya jadi alat politik pamannya dengan mempermainkan tubuh dan "kesucian" mereka juga luput dari perhatian. Keindahan set pun kurang dipamerkan dengan seharusnya, telalu berskala kecil dan sempit. Namun yang lebih menjengkelkan adalah tata kameranya yang secara konsisten (!) sepanjang film selalu ada saja yang menghalangi antara kamera dan objek yang disorot. Maunya sih artistik, tapi kalo semua adegan kayak gitu ya males juga kale. Plus musiknya kerap salah tempat sehingga mendukung kejengkelan gw selama menyaksikan film ini.


Nama2 tenar di jajaran pemeran utamanya sayangnya tidak menolong.
Chemistry sepasang bintang rupawati Natalie Portman dan Scarlett Johansson sebenarnya cukup oke, tapi akting mereka kurang meyakinkan. Portman agak lebih bagus dari segi akting (emosinya cukup dapet) tapi aksen Inggrisnya terdengar palsu sekali. Sebaliknya, Johansson aksen Inggrisnya rada mendingan, tapi aktingnya datar saja. Eric Bana sebagai Raja Henry VIII terbilang lumayan tapi kayak kurang berkembang gara2 naskahnya kurang memberi ruang, sama seperti belasan peran pendukung lainnya yang seperti disia-siakan. Jika ada yang mengangkat harkat film ini adalah desain kostum yang "sinting" kerennya dari Sandy Powell, indah dipandang dengan detil2 yang luar biasa. Di luar itu, biasa saja, selain kurang nyambung sama judulnya, toh porsi Anne Boleyn ternyata lebih banyak daripada gadis Boleyn yg satunya lagi.



My score:
5/10


3 komentar:

  1. wahhh natalie portman memberikan akting terbaiknya..agak gregetan gue nonton kisahnya ini..apalagi ama perannya portman hhehee

    BalasHapus
  2. ane udah nonton sekilas aja di laptop temen
    natalie Portman ama Scarjo hot banget :)

    BalasHapus
  3. @delupher, hmm, mnurut saya sih Portman palin bagus di Closer, tapi yg di sini juga cukup bagus (dari pada di Star Wars? hehe), sayang dialek Britishnya kurang memuaskan.

    @Blog Gado Gado, lumayan menghibur mata ^_^
    thanks for visiting

    BalasHapus