Jumat, 02 Juli 2010

[Movie] Monster's Ball (2001)



Monster's Ball
(2001 - Lions Gate)


Directed by Marc Forster
Written by Milo Addica, Will Rokos
Produced by Lee Daniels
Cast: Billy Bob Thornton, Halle Berry, Heath Ledger, Sean "P. Diddy" Combs, Peter Boyle, Mos Def



Gw agak ragu untuk nge-
review film ini. Monster's Ball sebenarnya adalah film kecil yang terkenal hanya karena 2 hal: performa ciamik Halle Berry yang memenangkan piala Oscar (perempuan keturunan Afrika pertama yg menang di kategori Best Leading Actress), dan adegan seks Berry dan Billy Bob Thornton yang konon sangat panas. Sayangnya, gw nggak mendapatkan keduanya setelah nonton. Akting Halle Berry mnurut gw tidak sehebat itu. Adegan hotnya, malah nggak dapet sama sekali, gw nonton di DVD original buatan lokal, sensor euy (*boo* =.=;). Entah bila gw nonton secara utuh penilaian gw akan berbeda atau tidak, tetapi buat gw Monster's Ball (jangan pindahkan salah satu huruf "s"nya ke kata sebelahnya ya) adalah film yang...emm...berjudul aneh, lambat, dan mostly datar—oh , mungkin gara2 disensor *hehehe*, dengan beberapa letupan emosi yang gw gak yakin penempatannya tepat atau tidak.

Inti kisah Monster's Ball adalah Hank Grotowski (Billy Bob Thornton) dan Leticia Musgrove (Halle Berry), dua orang beda ras dengan latar belakang kehidupan keras di sebuah kota kecil wilayah selatan AS sekitar tahun 1990-an, yang saling menemukan kedamaian dan cinta satu sama lain. Hank adalah seorang penjaga di lembaga pemasyarakatan, dididik keras oleh sang ayah (Peter Boyle) yang rasis dan juga dulu seorang penjaga LP, serta punya anak berhati lembut (Heath Ledger), juga seorang penjaga LP (duh) yang kerap jadi sasaran emosinya. Leticia wanita berkulit hitam yang musti berjuang menghidupi putra tunggalnya yang obesitas di tengah utang dan pekerjaan berupah rendah, sementara sang suami, Lawrence (Sean "P.Diddy" Combs) dipenjara di LP untuk dihukum mati di kursi listrik. Mulai paham arahnya kemana? Eits tahan, pertemuan keduanya ternyata tidak semudah dan sedramatis roman2 picisan. Kematian Lawrence tidak serta-merta langsung menjodohkan Hank dan Leticia, mereka bahkan belum saling kenal, tapi itu hanya hulu dari dampak yang menjalar bagi mereka masing-masing (
clue: pokoknya keduanya mengalami "kehilangan yang menyedihkan" lah). Lewat rangkaian peristiwa setelah itu, kedua insan malang ini kemudian saling bertemu, saling memahami, dan pelan-pelan memperjuangkan hidup mereka yang baru, bersama-sama.

Intinya sih percintaan dua insan dewasa ditengah-tengah perbedaan dan situasi—sosial maupun hati, yang tengah getir. Tapi, percaya atau tidak, ini baru dimulai setelah sekitar setengah jam filmnya mulai. Lha, setengah jam awal ngapain aja? Taauk...lama banget lah pokoknya, seakan jalan di tempat dan sempet bikin gw bingung ini film maunya apa. Memang kisahnya bergulir cukup irit, perlahan dan sederhana, mungkin supaya lebih meresap kayak ngerendem bumbu ayam bakar, tapi tak jarang muncul godaan untuk bilang bosan (sekali lagi, mungkin karena disensor *penasaran*), untung setelah melewati bagian itu, cerita jadi agak lebih menarik. Biar demikian gw harus menghargai gaya film ini yang demikian, mungkin cocoknya memang begitu karena kisahnya sendiri agak sendu, miris dan depresif walau dihiasi
happy ending yang nggak pasaran. Respek tertinggi harus gw berikan pada jalan cerita yang cukup realistis, sinematografi yang cakep, serta musik latar nan modern yang pas.

Di luar itu, jujur gw nggak terlalu cocok dengan film ini secara keseluruhan. Mungkin karena gw emang kurang suka dengan film yang murung kayak begini (
but hey, I like Clint Eastwood's Gran Torino), tapi datar dan lambatnya alur masih mengganjal gw untuk menghargai Monster's Ball lebih, apalagi ada 2-3 adegan yg (maunya) emosional namun kurang kuat motivasinya. Akting para aktornya bagus sih, masih dalam batas tidak memalukan, tapi belum sampai simpatik. Gw gak merasa terbawa oleh performa Thornton apalagi Berry, rasanya kurang menyentuh—atau mungkin gw yang nggak punya hati, hehehe. Reaksi kimia mereka sih oke, kecanggungan dialog antara mereka juga lumayan mendukung keseluruhan cerita. Tapi yaah...mungkin masalah selera hingga gw berat rasanya untuk bilang film ini bagus...atau bisa jadi gara2 disensor *teteup*.



My score:
6/10


PS: di film dijelasin sih arti "Monster's Ball", tapi gw nggak paham relevansinya sama keseluruhan cerita..aneh...


2 komentar:

  1. hahahhaa kok sama ya, aku juga enggakbegitu dapet pesan yang pengen disampekan....tapi emang halle berry peformanya cukup meyakinkan..dan saya tidak sadar kalo ada ledger yang main disana...maklum baru tau sosoknya ledger di brokeback mountain

    BalasHapus
  2. @delupher Ledger emang blum nge-hits banget waktu itu. tapi aneh, dia tampil nggak sampe separuh film, tapi namanya di kredit sebelum Berry...*ups*

    BalasHapus