Minggu, 27 Desember 2009

Year End Note: My Top 10 Songs of 2009 (Indonesia)

Melanjutkan 10 lagu paling berkesan bagi gw tahun 2009. Tahun ini gw lebih banyak denger lagu Indonesia karena radio yg gw denger terbilang sering memasang lagu2 lokal. Banyak yg bagus ternyata, dan inilah 10 di antaranya yg gw suka disenarai dalam urutan abjad.


1. “Cinta Pertama dan Terakhir” – Sherina

Wow, lagu ini mantep dah, dari nada, lirik, aransemen, vokal, semua pas. Karya terbaik Sherina hingga saat ini,
enough said.

2. “Cintailah Aku Sepenuh Hati” – Ari Lasso

Ari Lasso gak pernah gagal menelurkan hit, tak terkecuali yg terbaru ini. Liriknya sih biasa, aransemennya juga “sepi” dan standar, tapi entah kenapa, ada sesuatu dari melodi lagu dan vokal pak Ari.
Charming.

3. “Dengarkan Curhatku” – Vierra

Bukan mau sok AbeGe, tapi mnurut gw Vierra adalah salah satu band lokal yg punya warna tersendiri terutama dalam aransemen yg tidak mirip dengan band2 baru lain yg ironisnya umur personelnya lebih tua dari 4 anak remaja berambut aneh ini. Lagu ini enak dan aransemennya mantep, terlepas dari vokal yg
annoying dan isu penjiplakan (gw pernah iseng denger lagu yg konon dijiplak lagu ini, mirip doang, malah bagusan Vierra ah).

4. “Karena Dia” – The Banery

Ini lagu yg gw suka banget karena
grow-in-me. Pertama denger sih biasa aja, another indie song with noised recording, tapi semakin sering diputer di radio, gw semakin ngeh bahwa lagu ini enak, bagus, beda dan menyenangkan. My favourite local hit of the year. “Diaaaa…ha..ha..”

5. “Kuat Kita Bersinar” – Superman Is Dead

Gw lebih memilih band berpenampilan sangar dan bermusik keras tapi membawa pesan perdamaian, persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan, ketimbang band berpenampilan manis dan bermusik sendu tapi bersyair pro-perselingkuhan (plus personelnya suka mukulin orang,
do you know who I’m taking about? =_=). Btw, ini lagu SID pertama dan mungkin satu2nya yg gw suka, dan lagu seperti inilah yg seharusnya banyak dibuat di negeri Nusantara.

6. “Online” – Saykoji
Selain
catchy, liriknya kok agak gw banget yah (bangun pagi buka Facebook, produktivitas kepepet etc etc, hihihi). Saykoji tau bener caranya supaya rap bisa nge-hit di ranah mainstream musik Indonesia, lirik yg membumi dan nge-tren (dan agak kocak) dengan hook yg emang nyantol, dan nggak pake bahasa Inggris kebanyakan. Sayang di lagu ini belum ada Twitter ^o^'

7. “Palsu” – Gruvi

Single pertama Gruvi (lupa judulnya) menurut gw terlalu simpel dan generik. Ini single ketiga, walaupun tetap terdengar simpel tapi setidaknya punya kemasan yg lebih “berisi”, nyaman, dan..err..
groovy (?).

8. “Ratu Lebah” – RAN

Sekali lagi RAN membuktikan bisa membuat
sound yg asik meskipun dengan lirik yg gombal segombal-gombalnya. Melodi enak, aransemen yg wuih, maknyuss. Pembedaan melodi di verse 1 dan 2 menunjukkan kreativitas yg diramu tepat, membuktikan bahwa mereka memang bukan band biasa.

9. “Single Happy” – Oppie

“Aku baik-baik saja, menikmati hidup yg aku punya”. Perdengarkanlah lagu ini setiap ada pernikahan sepupu atau pertemuan keluarga besar lainnya jika ada tante2 *
yes, mostly those noisy aunts* yg menanyakan “kapan nyusul?”. +_+ v

10. “When You Love Someone” – endahNrhesa

Wah, lagu ini udah bener banget deh. Mungkin terlalu mendayu-dayu, tapi itu dia, dengan lirik dalem dan karakter musik endahNrhesa yg akustik sederhana,
still the song just feels right.


Honorable Mention: Guilty Pleasure of The Year

“Ular Berbisa” - Hello

Iya, iya, okey, gw sadar kok. Nama bandnya sama sekali nggak kreatif, judul dan lirik lagu yg “wapaan siy?”, dan musik yg mirip “Makes Me Wonder”-nya Maroon5 (yg justru membuat mereka agak
stand-out dari band pop-rock-melayu standard yg bermunculan dimana-mana)…ya sudahlah, gw udah pasrah untuk mengakui dengan berat hati bahwa gw menikmati setiap kali lagu ini terdengar dimanapun itu. Aku sudah tergigit…



2 komentar:

  1. hahaha.. geli baca guilty pleasure-nya.. tapi emang sih jadi malah apal.

    aku tertipu, aku terjebak, aku terperangkap muslihatmuuu~.. XD

    BalasHapus
  2. @mauritia: nggak suka tapi apal, itulah makanya disebut guilty pleasure hehe

    BalasHapus