Minggu, 17 September 2017

My Top 20 Do As Infinity Songs So Far

Harusnya postingan ini dibuat paling enggak dua minggu lalu ya, pas banget ketika artisnya didatangkan untuk perform di Jakarta. Mohon permaklumannya ya, hehe. Yang pasti, diundangnya Do As Infinity untuk pertama kalinya manggung di Indonesia dengan jadi bintang tamu Nakama Festival 2017 di Ancol, 3 September lalu, sertamerta membangkitkan lagi desire gw *wink wink* untuk mendengarkan lagi lagu-lagu mereka. Apalagi penampilan mereka di sini waktu itu cuma satu jam jadi tentu banyak lagu favorit gw yang nggak sempat dinyanyikan. Setelah gw nonton gw malah jadi makin sering memutar lagu mereka. Maka, naturally gw tergerak untuk bikin postingan 20 lagu Do As Infinity terfavorit gw sepanjang masa.

Do As Infinity's live performance in Indonesia (finally) happened in 2017. We want more please... \(^o^)/

Sedikit latar belakang, Do As Infinity adalah artis/band Jepang yang bertanggungjawab atas kesukaan gw pada J-Pop. Zaman masih SMA, awal era 2000-an *go figure*, gw langsung tertarik ketika pertama kali dengar secuplik lagu "Fukai Mori" di akhir serial animasi Inu Yasha, karena selain melodinya catchy, ada vibe berbeda dari lagu anime/J-Pop yang sebelumnya gw tahu. Vokal Tomiko Van manis tapi "gagah", dan musiknya adalah pop-rock dengan sedikit sentuhan elektronik tetapi punya depth dan otentisitas. Dalam lain kesempatan gw mulai mengulik (via teman-teman seperminatan =)) dan menemukan bahwa lagu-lagu Do As Infinity yang lain juga sama bagusnya. And just like that, I became a fan.

Ada periode gw berusaha sebanyak mungkin mendapatkan CD album mereka, yang kebetulan pernah beberapa kali tersedia di toko kaset Duta Suara atau World of Music (WoM) di Jakarta, walau kebanyakan versi impor Taiwan sehingga lumayan musti nabung dulu tiap beli T-T. Fyi, CD/kaset versi lokal yang diedarkan oleh Indosemar Sakti seinget gw hanyalah album Need Your Love (2005) dan mungkin Do The A-side (2005). Namun, justru saat-saat mereka ingin di-push untuk lebih populer di Indonesia itulah, Do As Infinity memutuskan untuk bubar jalan. Sempat syok saiah. Tetapi mereka akhirnya reuni lagi di tahun 2008, minus sang pendiri sekaligus the genius behind their music, Dai Nagao--obviously inisial namanya dijadikan dasar nama Do As Infinity (DAI). Dan masih ada sampai sekarang, tuh sampai kemarin bisa manggung di Jakarta.



Jadi, setelah 28 single, 11 album orisinal, sekian album kompilasi dan live, dan sekalipun gw nggak se-klik itu pada rilisan-rilisan mereka pascareuni, rasanya itu lebih dari cukup amunisi untuk gw bisa menarik 20 lagu yang menurut gw paling yahud dari Do As Infinity. So here goes...