Minggu, 22 Maret 2009

My J-Pop vol. 34

I have a confession to make. Dalam rangka menuangkan kecintaan gue terhadap J-Pop, sejak SMA kelas 3 (5 and a half years ago) gue seneng ngumpulin lagu2 Jepang dan membakarnya dalam sekeping CD (terserah kalian mau anggap gue apa...T-T v). Lagu-lagunya tidak harus selalu baru, dan gue juga nggak ada pola waktu khusus antara membuat 1 volume ke volume lainnya, yang pasti lagu-lagunya bagus, atau setidaknya enak dan asik (versi gue, jelas), dan jumlahnya muat dalam CD 80 menit. Ini jadi hiburan utama gue kalo waktu lagi nyetir.

Sekarang tiba saatnya volume 34, sekitar 3 bulan setelah volume 33. Berikut senarai lagu2nya yang sekaligus gue rekomendasikan kepada teman2 semua. Mau download? Maap sejuta maap, ini bukan website "semacam itu". Jadi cari sendiri aja ya...

My J-Pop vol. 34


01. 秦基博 - 朝が来る前に Hata Motohiro - Asa ga Kuru Mae ni

02. Mr.Children - エソラ Esora

03. Utada - Come Back To Me

04. GReeeeN - 歩み Ayumi

05. いきものがかり - 心の花を咲かせよう Ikimonogakari - Kokoro no Hana wo Sakaseyou

06. ゴスペラーズ The Gospellers - 1,2,3 for 5

07. Spontania feat.伊藤由奈 - 今でもずっと Spontania feat. Yuna Ito - Ima de mo Zutto

08. pe'zmoku - ハルカゼ Harukaze

09. 風味堂 - 大切にするからね FUMIDO - Taisetsu ni Suru kara ne

10. KEN THE 390 - 届けたくて… feat.青山テルマ Todoketakute...feat. Thelma Aoyama

11. GReeeeN - 刹那 Setsuna

12. 高鈴 - 愛してる Calling (Kourin) - Aishiteru

13. monobright - アナタMAGIC Anata MAGIC

14. 辻詩音 - Sky chord ~大人になる君へ~ Tsuji Shion - Sky chord ~Otona ni Naru Kimi e~

15. flumpool - 星に願いを Hoshi ni Negai wo

16. アンジェラ・アキ Angela Aki - Black Glasses

17. FUNKY MONKEY BABYS - 桜 Sakura

Sabtu, 21 Maret 2009

JUST SOME THOUGHTS

Beberapa tanggapan gw tentang hal2 yg akhir2 muncul di media terutama televisi:

"Ponari si dukun cilik"
Ini anak autis kenapa ditanggepin serius banget sich...?

"Syekh Pudji menikah dengan gadis di bawah umur"
Pesugihan....

"Dewi Perssik"
Tolong beri jalan dong bagi orang-orang yang lebih layak terkenal karena punya "bakat dan prestasi yang sesungguhnya"...

"Saipul Jamil vs Kiki Fatmala"
Palsu banget loe berdua. Si bang Ipul lagi, dulu katanya mau balik sama Dewi Perssik asal penampilannya gak seronok lagi, sekarang malah main film esek-esek nggak jelas.

"Catherine Wilson vs Andi Soraya"
Gw yakin si Keket lagi mabok waktu bikin pernyataan "beda kelas" di depan wartawan. Then, why so serious?

"Iklan Partai Demokrat 'Partainya SBY'"
Penyakit kebanyakan parpol sekarang, jangka pendek banget. Kalo SBY udah nggak ada, brarti partainya kelar dong. This tagline is so wrong.

"Iklan partai 'merah' yg bilang waktu Presiden M harga BBM Rp 2000, presiden sekarang Rp 4500'"
Jadi ceritanya si M bisa mengembalikan harga BBM jadi Rp 2000 lagi gitu? Dengan harga minyak dunia sekarang udah lebih dari 2 bahkan 3 kali lipat harga waktu 'dulu'? Idiotic ad!

"Ketua MUI menganjurkan masyarakat tidak menonton 'Perempuan Berkalung Sorban', karena walaupun beliau sendiri belum menonton, empat rekannya sama sekali tidak merekomendasikan film ini"
Jadi melarang berdasarkan laporan empat orang. Okey, pertanyaannya: penduduk Indonesia ada berapa?

"Amien Rais sekitar awal Januari: Pemerintahan baru Obama tidak berbeda dengan sebelumnya (merujuk pada bungkamnya AS waktu ada krisis di Gaza)"
Pertama-tama, waktu itu Barack Obama belum dilantik jadi presiden, jadi 'pemerintahan Obama' jelas nggak bisa berbuat apa2, pemerintahannya aja belum ada. Kedua, ini berarti misalnya pak Amien ini jadi presiden, beliau akan lebih ngurus negara orang ketimbang meningkatkan kesejahteraan rakyat di negeri sendiri. And I thought he was intelligent...

"Menbudpar Jero Wacik: kualitas lab film di Indonesia tidak kalah daripada lab film luar negeri"

Kualitas tidak kalah? Kita nggak butuh yg 'tidak kalah', tapi yg 'sama' dengan luar negeri.
Jamin itu dulu, baru deh bikin peraturan aneh loe itu!

"Iklan Partai Gerindra: Rakyat kecil semakin menderita secara ekonomi"
Ironis, padahal seluruh biaya bikin iklan bagus2 dan biaya slot iklan di acara-acara TV dengan rating tertinggi se-Indonesia sebenarnya bisa digunakan untuk menolong 'rakyat kecil' bukan?

"Prabowo kampanye ke daerah dengan pesawat pribadi"
Ketua "ikatan petani Indonesia" dan "asosiasi pedagang pasar" bisa naik pesawat pribadi? Dan masih menyalahkan pemerintah krn petani dan pedagang kecil masih miskin? Punya cermin nggak, Pak? Ngaca gih!

"Agung Setiawan vs Marcela Zalianty dkk"
Ini siapaaa lagi tiba2 muncul? Artis bukan, pejabat bukan, pengusaha sukses bukan, orang bertalenta khusus dan berprestasi juga bukan...tapi kok pengacaranya banyak amat dan ganti2 terus....tersangka penipu sich iya....jangan2 pengacaranya yang banyak itu juga sedang kena tipu...


*mohon maaf kalo ada yg tersinggung...they're just spontaneous thoughts...

Minggu, 15 Maret 2009

[Album] Ikimonogakari - My song Your song


いきものがかり Ikimonogakari - My song Your song

(2008 - Epic Records Japan/Sony Music)

Tracklist:

1. プラネタリウム (Planetarium)

2. 気まぐれロマンティック (Kimagure Romantic)
3. ブルーバード (Blue Bird)
4. スパイス・マジック (Spice Magic)

5. かげぼうし (Kageboushi)

6. 帰りたくなったよ (Kaeritaku Natta yo)

7. message

8. Happy Smile Again

9. くちづけ (Kuchizuke)

10. 僕はここにいる (Boku wa Koko ni Iru)

11. プギウギ (Pugi Ugi)

12. 幻 (Maboroshi)

13. 心の花を咲かせよう (Kokoro no Hana wo Sakaseyou)

14. 帰りたくなったよ (Kaeritaku Natta yo) -acoustic version- [bonus track]


Meski nggak bisa dibilang band terfavorit gue, karya-karya Ikimonogakari selalu patut dinantikan. Dengan senjata berupa lagu-lagu pop catchy, bersemangat dan juga manis bernada indah serta aransemen yang tepat, hampir setiap rilisan Ikimonogakari selalu masuk playlist gue. Suara Kiyoe Yoshida sang vokalis yang terdengar "bisa nyanyi" boleh dibilang juga salah satu faktor kenapa gue suka Ikimonogakari. "My song Your song" adalah album ketiga trio ini, dirilis nggak sampe setahun sejak album kedua mereka "Life Album". Album ini juga sempat menduduki peringkat 1 di Oricon Weekly Album Ranking.

Album ini memuat lagu-lagu khas Ikimonogakari seperti gue cirikan di atas. Ballad maut diwakili "Planetarium", "Kaeritaku Natta yo", "Maboroshi", "Kokoro no Hana wo Sakaseyou"; tempo cepat diwakili "Kimagure Romantic", "Blue Bird" (OP Naruto Shippuuden), "message"; dan "Spice Magic", "Kageboushi" adalah lagu2 medium yang enak dinikmati. Seperti kedua album sebelumnnya, Ikimonogakari mempersembahkan versi akustik dari salah satu lagunya sebagai penutup album, dan kali ini giliran "Kaeritaku Natta yo", yang kekuatannya sepadan dengan versi aslinya

Menyertakan ciri khas membuat kesan album ini tidak memberikan sesuatu yang baru dan cenderung repetitif, tapi kesan itu seperti diantisipasi dengan lagu "Kuchizuke" yg bernuansa rock eropa bertempo 3/4 dan bernada minor, serta "Pugi Ugi" yang sedikit rock'n'roll, usaha yang cukup bagus karena keduanya cukup catchy.

Bisa dibilang album ini tidak menjatuhkan citra Ikimonogakari sebagai band yang sedang naik daun. Lagu-lagunya secara keseluruhan sangat enak didengar. Bagi gue yang udah denger (dan menyukai) dua album sebelumnya, "My song Your song" tidak lebih baik dari pendahulunya, tapi bukan berarti jelek. Gue nggak akan nolak mengkonsumsi lagu-lagu enak dari album ini dimanapun dan kapanpun. Ibaratnya "candy for the ears", it's not necesarrily good for you but it is fun and delicious.



my score 7/10


いきものがかり (2008)


previews, courtesy of YouTube

Kaeritaku Natta yo




Blue Bird




Planetarium



Kimagure Romantic
(my favourite video ^^)

Jumat, 06 Maret 2009

Mari berduka: film-film terbaru Hollywood mungkin tidak akan tayang serentak lagi ~edited~T-T

Hari ini (Jumat, 6 Maret), seharusnya film "Watchmen" karya sutradara Zack Snyder ("300") ditayangkan serentak di seluruh dunia, termasuk di Indonesia tercinta kita ini.

Tapi APA LACHUR...penantian sebagian penggemar film untuk menonton sebuah film adaptasi komik yg menjanjikan visual spektakuler harus mempending antusiasmenya......entah untuk beberapa lama.

Menurut postingan Facebook dari representasi Blitzmegaplex --yg entah kenapa senantiasa berbahasa Inggris, "Watchmen" adalah salah satu 'korban' dari perseteruan antara kebijakan baru pemerintah kita soal impor film dan keberatan Motion Pictures Association/MPA (wakil internasional dari eksportir film Amerika).
This is why I hate politics...

Setelah meng-Google, gw menemukan kebijakan yg dimaksud, yaitu
Peraturan Nomor PM.55/PW.204/MKP/2008 tentang Pemanfaatan Jasa Teknik Film Dalam Negeri dalam Kegiatan Pembuatan dan Penggandaan Film Nasional serta Penggandaan Film Impor, yg dikeluarkan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata. Maksud dari peraturan ini adalah kopi film bioskop yang akan ditayangkan di dalam negeri harus digandakan di dalam negeri, supaya "jasa teknik" yg ada di kita nggak nganggur, dan kalau sering dilakukan, maka perkembangan teknologi jasa teknik film kita diharapkan makin maju juga.

Ini artinya film2 luar pun harus demikian. Tepatnya mulai 1 Januari 2009, film asing nggak bisa diimpor borongan (misalnya 50 kopi per judul sekaligus), tapi hanya boleh kopi film masternya aja, dan penggandaannya dilakukan oleh kita sendiri untuk disebar ke bioskop2, yg memungkinkan penggandaannya bisa lebih banyak dan bisa sampe ke lebih banyak kota dalam waktu nggak lama.
Sounds like a good idea? Mungkin...seandainya MPA nggak protes.

MPA merasa keberatan dan katanya sich udah berusaha melobi agar Menbudpar mencabut peraturan tersebut (kata postingan Blitz lho ya). Jadi kesimpulan gue, MPA sepertinya masih menahan kopi film yg sedianya diedarkan di bioskop2 kita, krna nggak sudi penggandaan film mereka dilakukan di Indonesia. Entah karena masalah teknologi kita, atau karena mereka menganggap potensi pembajakan film mereka di Indonesia semakin besar* (krn penggandaan akan ada di luar pengawasan mereka).
Tapi mnurut gue sih mereka pengennya Indonesia tetep impor a.k.a. beli dan tergantung terus sama mereka, those capitalist p*gs!

*Kesimpulan terbaru gue: kalau si film sedianya tayang serentak di seluruh dunia, misalnya "Watchmen" harus tayang tgl 6 Maret, maka film tsb harus digandakan di Indonesia sebelum tanggal yang dimaksud, alias ketika satu pun bioskop di dunia belum menayangkannya. Mungkin ini yg ditakutkan MPA (bahwa penggandaan di Indonesia rawan bocor)...dasar pengecut!! Padahal kalo mereka pikir lagi ya, kalo mereka telat menayangkan di Indonesia, versi bajakannya malah justru akan makin mencuat. Kan sumber bajakan nggak harus dari Indonesia, dasar kapitalis dodol!!!!!

Pengen banget gue menunujuk siapa yg salah: Salahnya Menbudpar karena membuat peraturan yang terlalu dini, kurang disosialisasikan, atau kurang jago mem-persuade MPA itu. Pokoknya kebijakan ini mengakibatkan banyak film luar yg tertahan, sehingga para penonton yg berharap bisa nonton film Hollywood terbaru dengan cepat (sebagaimana beberapa tahun terakhir ini) harus gigit dua puluh jari....*sob*

Salahnya MPA juga, kenapa nggak memaklumi peraturan negara kita, duit dan gengsi aja yg dipikirin.

Tolong dong, pikirkan kami para penonton film!!!!!! SAKIIIT tauk digantung kayak gini. Janji tayang hari ini, tapi nyatanya malah belum tentu akan tayang. Janji janjiiii....tinggal janjiiii....


Alhasil, dari kedua kubu sampai saat ini belum ada penyelesaian, dan konsumen selalu dan SELALU jadi korban. Film2 besar yg mungkin rencananya tayang serentak di dunia dan Indonesia, mungkin termasuk Harry Potter, akan molor atau molor banget. Apa gunanya bioskop dimana-mana tapi filmnya basi2...bakal keduluan sama DVD bajakan (harus diingat bahwa penonton film di Indonesia tidak selurus orang2 Jepang, yg sepertinya menganggap pembajakan itu dosa yg lebih besar daripada bunuh diri). Tetep aja bajakan akan eksis dimana-mana. DIMANAKAH KEADILAN???!!!!


T_____T *let's grieve*


PS: Selain "Watchmen", "Dragonball: Evolution" dan "Duplicity" yang harusnya dirilis bulan ini, dipending juga...setan!!

Kamis, 05 Maret 2009

[Movie] Memories of Tomorrow (2006)


明日の記憶 (Ashita no Kioku)
Memories of Tomorrow 

(Toei - 2006)

Directed by: Yukihiko Tsutsumi

Screenplay by: Hakaru Sunamoto & Uiko Miura

Based on the novel by: Hiroshi Ogiwara

Produced by: Jun Sakagami, Tatsuo Kawamura

Cast: Ken Watanabe, Kanako Higuchi, Kenji Sakaguchi, Kazue Fukiishi, Asami Mizukawa, Teruyuki Kagawa


Masayuki Saeki baru akan menjelang umur 50 tahun, 3 hal penting terjadi padanya: menjadi project manager iklan untuk klien besar, akan menjadi kakek karena putri satu-satunya tengah hamil dan akan menikah (yup, you read that right, urutannya kayak gitu), dan ia mulai sering lupa. Yang terakhir ini yg jadi benang merah cerita karena ternyata Saeki menderita stadium awal dari penyakit Alzheimer. Film ini intinya mengenai Saeki dalam menghadapi penyakitnya, mulai dari sakit kepala, lupa letak barang, lupa hari, lupa tempat hingga nggak kenal lagi orang yg udah dikenal. Tak hanya Saeki, Emiko sang istri pun harus menghadapi dan mendampingi keadaan suaminya yang jelas akan semakin parah.

Kalau diliat idenya sangat menarik, tapi entah kenapa, gw merasa film baru "mulai" di menit ke 60 alias satu jam terakhir. Nuansa di paruh itu sangat tepat, hubungan suami istri Saeki digali lebih dalam, dramanya lumayan dapetlah. Bahkan ada satu adegan brilian, ketika Saeki dan Emiko beradu mulut dengan begitu emosional (tapi believable), hingga Saeki mukul kepala Emiko pake piring keramik ampe berdarah...tanpa diperlihatkan pukulannya,tapi di-cut ke akuarium, terus ke muka Emiko yg perlahan ada darah mengucur. Ini adalah satu2nya adegan yg outstanding sepanjang film. Seharusnya, keseluruhan film ini tetap berpegang pada nuansa drama menyentuh di satu jam terakhir itu. Loh, emangnya kenapa di paruh pertama? Begini masalahnya: sang sutradara kayak bingung gejala2 awal Saeki harus dibuat seperti apa. Hasilnya, mulai dari dramatisasi dialog berlebihan ala sinetron, efek2 visual nggak penting, sampe kelinglungan Saeki dibuat kayak thriller/horor. Seakan menonton dua film berbeda. Dan gw juga nggak yakin kalo film ini menggambarkan Alzheimer dengan tepat. Dan yang cukup fatal, endingnya pun nggak menjelaskan maksud film ini dibuat untuk apa. Nggak ada klimaksnya. Nggak ada yang bisa disimpulkan. Nggak jelas. Tiba2 abis aja, meskipun boleh gue akuin adegan terakhirnya cukup indah..tapi tetep aja itu nggak menjelaskan film ini secara utuh.

Akan tetapi, sejhaaathinya, ada dua penyelamat film ini, yaitu performa luar biasa dari Ken Watanabe dan Kanako Higuchi sebagai suami istri Saeki. Pak Watanabe bener2 menunjukkan kelasnya sebagai aktor tulen tanpa terlihat lebai atau palsu. Bu Higuchi sukses berat men-deliver tokoh Emiko yang tegar dan penuh kasih sayang tanpa terkesan --lagi-lagi-- lebai atau minta dikasihani. 5 jempol buat dua aktor veteran Jepang ini. Akting mereka benar2 bisa menutupi kelemahan film ini dari segi cerita.

Gue baru nge-Wiki, bahwa sang sutradara Yukihiko Tsusumi, yg juga sutradara trilogi "20th Century Boys", sebelumnya adalah sutradara serial dan film komedi-misteri-supernatural-konyol "Trick" (Yukie Nakama, Hiroshi Abe)--serialnya gue tonton, movienya gw cuman nonton yg "Trick 2". Film-film itu, sebenernya kelihatan bahwa bapak ini sering trying too hard, but not quite right, visual berlebihan yg kurang perlu, editing nggak tepat, dan cenderung buru-buru dalam bercerita. Entah itu memang gayanya dia, yg pasti dalam "Memories of Tomorrows" kebiasaan itu masih dibawa (bahkan sampe "20th Century Boys"). Tapi setidaknya pujian buat 2 aktor utamanya nggak mungkin ilang, krn bisa berakting hebat, meskipun justru filmnya sendiri kayaknya menderita "Alzheimer": lupa genre-nya sendiri.


my score: 6/10

Selasa, 03 Maret 2009

[Album] Mr.Children - SUPERMARKET FANTASY



Mr.Children - SUPERMARKET FANTASY (2008 - Toy's Factory/Avex )

Tracklist:
1.終末のコンフィデンスソング
Shumatsu no Confidence Song
2.HANABI

3.エソラ
Esora
4.声
Koe
5.少年
Shonen
6.旅立ちの唄
Tabidachi no Uta
7.口がすべって
Kuchi ga Subette
8.水上バス
Suijo Bus
9.東京
Tokyo
10.ロックンロール
Rock'n'roll
11.羊、吠える
Hitsuji, Hoeru
12.風と星とメビウスの輪
Kaze to Hoshi to Mebius no Wa
13.GIFT

14.花の匂い
Hana no Nioi

First of all, dulu gue merasa nggak jodoh sama Mr.Children. Dari sekian hit yg ditelurkan band pop/rock terbesar di Jepang, sebelum tahun 2008 gue cuman paling suka "Sign", "Mirai", sama "Shirushi". Tapi entah bagaimana, tahun 2008 adalah tahunnya gue "kawin" sama band mapan ini, dan album ini adalah mas kawinnya...~ lebai yak (^.^;)~

Mr.Children, 4-piece band yg masih utuh sejak terbentuk tahun 1989, setelah ngulik2 internet, punya tradisi selalu menciptakan hits yg laku keras dan album2 yg gak afdol kalo penjualannya gak di atas 1 juta keping. SUPERMARKET FANTASY masih melanjutkan tradisi itu, dan sangat beralasan. Album ini bukan sekedar bukti eksistensi, tapi memang punya kualitas yang mumpuni. Hampir nggak ada lagu yg masuk kategori tercela. Semuanya beraransemen lengkap, terkesan megah dan dewasa (selain gitar, bass dan drum, nggak ragu2 untuk pake gitar akustik, piano, keyboard dan string section), nuansanya cukup beragam (dari yg slow sampe yg rada disco), dan melodinya masih sangat ramah bagi telinga siapa saja, panteslah buat band sebesar ini, juga berkat produser/arranger/kolaborator-abadi mereka, Takeshi Kobayashi.

Semua lagu diciptakan oleh sang vokalis, Kazutoshi Sakurai. Dengan suara khas dan penghayatannya yg nggak gagal, lengkaplah sudah kenikmatan dan kenyamanan SUPERMARKET FANTASY. "HANABI" dan "GIFT" adalah dua lagu yg bikin gue kepincut sama mereka, catchy dan mantaplah pokonya. Lagu lainnya yg gue suka antara lain "Shumatsu no Confidence Song", "Esora" (which made a great music video), "Koe","Shonen", "Tabidachi no Uta", "Suijo Bus", "Hitsuji, Hoeru", "Kaze to Hoshi to Mebius no Wa", dan "Hana no Nioi"....hampir semuanya tuch ^o^

Mr.Children dan SUPERMARKET FANTASY-nya bisa jadi bukti kualitas dan komersialitas bisa berbanding lurus (1 juta keping dalam waktu 4 minggu pertama, gila kapan ya di Indonesia bisa kayak gitu..?). Mnurut gue album ini juga sangat baik direkomendasikan bagi yang mau kenal J-Pop yang.. yah..lumayan kelas beratlah. ^_^. Love this album. *thumbs up*


my score 8,5/10


Mr.Children (2008)

previews, courtesy of YouTube

Tabidachi no Uta~Live version


GIFT



HANABI



Hana no Nioi



Esora


[Movie] Fiksi. (2008)


Fiksi. 
(Cinesurya - 2008)

Directed by: Mouly SuryaScreenplay by: Joko Anwar
Story by: Mouly Surya

Produced by: Parama Wirasmo, Tia Hasibuan, Sapto Soetarjo

Cast: Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih, Inong, Rina Hasyim


Film ini menang piala Citra untuk film cerita terbaik (plus sutradara, naskah, dan musik) Festival Film Indonesia 2008 kmaren lho, tapi kayaknya jarang banget orang, termasuk gue, yang ngeh kalo film ini pernah "numpang lewat" di bioskop kita. Agak keterlaluan sich, meskipun ini karya perdana si sutradaranya, tapi mbok ya tim marketing/promosinya usaha dikit napah (untung aja menang 4 Citra, keangkat dikit deh), krn film ini ternyata terlalu bagus untuk ukuran "numpang lewat" doang.

Mungkin yang membuat tim marketing "Fiksi." jadi agak males mempromosikan film ini adalah temanya yang mungkin tidak terlalu populer di masyarakat kita. Genre-nya drama psikologis yang nggak ada ceria-cerianya atau romantis-romantisnya (hantu juga nggak ada), soal obsesi seorang cewek aneh terhadap seorang lelaki, sebuah film dimana perilaku karakternya kurang menyenangkan dan kurang terpuji, meski itulah yang membangun ceritanya.

Karakter utamanya adalah Alisha, anak tunggal seorang kaya raya, yang udah lulus sekolah desain padahal umurnya baru 20 tahun. Hidupnya mungkin impian semua orang: rumah besar dan indah, ada pelayan dan supir, banyak mainan, dsb. Tapi dari awal sudah ditunjukkan bahwa Alisha punya twisted personality. Tanpa ekspresi, tapi diam2 menyimpan amarah pada ayahnya dan trauma atas ibu yg bunuh diri beberapa senti dari mukanya waktu kecil. Di tengah hidup yang sedatar ekspresinya, Alisha terobsesi dengan Bari, tukang bersihin kolam renang temporer yg suka nyolong patung kelinci dari rumahnya. Dengan sedikit akal, Alisha berhasil mengejar Bari dan bahkan tinggal tepat di sebelah kamar Bari, di kompleks rumah susun yang penuh warna. Dari sini cerita dimulai, dimana Alisha memperkenalkan dirinya sebagai Mia. Dia juga jadi kenal dengan Bari yang seorang struggling writer, dan pasangan kumpul kebonya, Renta yang seorang mahasiswi psikologi. Tau bahwa ia nggak bisa mendapatkan Bari begitu saja, Alisha/Mia punya cara dalam menunjukkan cintanya: Membantu Bari menyelesaikan tulisannya.

Bari punya kebiasaan mengambil inspirasi dari penghuni rumah susun untuk dituangkan dalam ceritanya. Karena para penghuni hidup di dunia nyata, maka perjalanan mereka tidak akan berakhir, dan begitu pula cerita2 tulisan Bari yang nggak pernah ada yg kelar satupun. Masuklah Alisha/Mia, agar tulisan Bari ada endingnya, maka Alisha terlebih dahulu membuat "ending" orang2 yg jadi inspirasi Bari, in sort of sophisticated yet psycotic way. Alisha cukup puas dengan cara begini, dan makin lama makin agresif. Apakah Alisha akan mendapatkan Bari, atau dia harus terus-menerus membuktikan cintanya dengan cara demikian...?

Disamping tema yang beda dari yang sudah2, "Fiksi." punya plot yang terbilang rapih, rumit tapi tidak terlalu membingungkan, tau arahnya mau kemana sehingga tidak menampilkan adegan2 mubazir. Setiap kejadian dalam film ada maksud dan koherensinya. Secara teknis, meskipun terlihat sederhana (pake kamera digital HD), tapi sang sutradara, Mouly Surya tau betul apa yang mau ditampilkan di layar. Sinematografinya dan art directionnya nggak berlebihan tapi indah dan bermakna, pengambilannya tepat dan pada tempatnya tanpa harus terlihat norak (that goes to you, Mr. Nayato Fionuala -_-). She's quite a visionary. Pemainnya lumayan, Ladya mainnya pas, Donny cukup pas2an. Malah mnurut gue yg aktingnya bagus banget adalah penampilan singkat tanpa kata dari Jose Rizal Manua yg jadi salah satu penghuni rumah susun inspirasi cerita Bari dan di"akhiri" oleh Alisha.

Tapi biar cerita mengalir baik dan ketegangannya juga terbangun, sedikit kekurangannya adalah eksekusi bagian endingnya yang seakan tanpa klimaks. Datar--lagi-lagi--sedatar ekspresi Alisha. But overall, another Indonesia's better film.

Akhirnya Joko Anwar punya temen: filmmaker Indonesia generasi sekarang yang tau benar cara membuat film, plus punya gaya penceritaan dan visualisasi sendiri yang berbeda dari filmmaker lainnya. Melalui film feature debutnya ini, mbak Mouly Surya seakan mencoba memperkenalkan diri bahwa she's here to stay. We need more of these kind of people!!!


my score 8/10
(sudah termasuk nilai utk "niat baik" ^-^)