<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755</id><updated>2012-02-11T02:32:29.758+07:00</updated><category term='IMAX'/><category term='ken hirai'/><category term='grammy'/><category term='秦 基博'/><category term='south africa'/><category term='movies'/><category term='exile'/><category term='the back horn'/><category term='jiffest09'/><category term='IMBlog'/><category term='oscar'/><category term='music'/><category term='top 100 films'/><category term='asian kung-fu generation'/><category term='india'/><category term='ayaka'/><category term='quiz'/><category term='album'/><category term='mr.children'/><category term='UK'/><category term='hollywood'/><category term='movie'/><category term='superfly'/><category term='Australia'/><category term='favorite'/><category term='anniversary'/><category term='rapid film review'/><category term='polling'/><category term='thoughts'/><category term='japan'/><category term='my j-pop'/><category term='hata motohiro'/><category term='article'/><category term='kobukuro'/><category term='china'/><category term='indonesia'/><category term='US'/><category term='review'/><category term='Europe'/><category term='Mexico'/><category term='hongkong'/><category term='Alfonso Cuaron'/><title type='text'>ajirenji mindstream reviews</title><subtitle type='html'>notes from an audience</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>272</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4768054757318750435</id><published>2012-02-11T02:32:00.000+07:00</published><updated>2012-02-11T02:32:29.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Haywire (2012)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-e-mHmu9k2UU/TzT_F3kNEkI/AAAAAAAABBw/Rloz3ngxlbM/s1600/Haywire.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://4.bp.blogspot.com/-e-mHmu9k2UU/TzT_F3kNEkI/AAAAAAAABBw/Rloz3ngxlbM/s320/Haywire.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Haywire&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2012 - Relativity Media)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Steven Soderbergh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written by Lem Dobbs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Gregory Jacobs&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Gina Carano, Ewan McGregor, Channing Tatum, Michael Angarano, Michael Douglas, Antonio Banderas, Bill Paxton, Michael Fassbender, Mathieu Kassovitz, Anthony Brandon Wong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Steven Soderbergh akhir-akhir ini menarik perhatian gw. Beliau ini sutradara produktif yang agak unik karena berani membuat berbagai jenis film dengan gayanya sendiri. Dari yang normal-normal saja dan disokong studio besar seperti Erin Brockovich dan Ocean's Eleven,&amp;nbsp;hingga produksi independen seperti&amp;nbsp;drama berat Traffic dan Che, bahkan pernah mengajak bintang porno Sasha Grey untuk main di film The Girlfriend Experience...yang, &lt;i&gt;sorry guys&lt;/i&gt;, bukan film porno. Setelah terakhir mengingatkan orang banyak untuk rajin cuci tangan di &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-contagion-2011.html"&gt;Contagion&lt;/a&gt;, Soderbergh yang pernah memenangkan penghargaan sutradara terbaik di dua perhelatan paling bergengsi, festival film internasional Cannes dan Oscar ini kembali lagi ke jalur &lt;i&gt;indie&lt;/i&gt; dengan membuat film aksi silat pertamanya, Haywire. Mengajak bintang-bintang terkenal—yang sepertinya mudah sekali dilakukan Soderbergh, tokoh utama Haywire justru seorang mantan atlet Muay Thai dan &lt;i&gt;mixed-martial arts&lt;/i&gt; yang minim pengalaman akting.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Well you know story&lt;/i&gt;, lumayan tipikal. Soal seseorang agen/mata-mata/apapunitu yang dituduh melakukan kejahatan dan kemudian berusaha membalas dendam, membersihkan nama, sekaligus mengungkap pihak dibalik fitnah yang menimpanya. Jadi ada seorang perempuan tangguh bernama Mallory (Gina Carano), bekerja untuk sebuah agensi spionase swasta yang dikelola Kenneth (Ewan McGregor) yang sering dikontak pemerintah dalam melaksanakan misi hitam. Seusai sukses menyelamatkan seorang wartawan bernama Jiang (Anthony Brandon Wong) di Barcelona atas permintaan politisi Spanyol, Rodrigo (Antonio Banderas), Mallory mencium ada gelagat aneh berkaitan dengan misi terakhirnya itu ketika menjalani sebuah misi sederhana di Dublin, apalagi ia diserang oleh partner misinya sendiri, Paul (Michael Fassbender). Mallory tahu betul bahwa ada yang tidak beres, sehingga berusaha menghindari berbagai penangkapan, pulang ke Amerika, dan membongkar konspirasi dibalik usaha pelenyapan dirinya itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahan dulu, perlu diingatkan bahwa meskipun konsepnya adalah "film silat", Haywire tetap filmnya Soderbergh, yang suka membuat film yang konsepnya biasa jadi agak "menyimpang" dari kebiasaan, seperti membuat kasus nyata kejahatan korporat menjadi komedi satir di &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/04/movie-informant-2009.html"&gt;The Informant!&lt;/a&gt; dan film tentang perampokan menjadi bergaya dan berkarakter lewat Ocean's Eleven. Jika banyak yang berharap Haywire adalah film &lt;i&gt;nonstop action&lt;/i&gt; seperti trilogi Bourne atau &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/07/movie-salt-2010.html"&gt;Salt&lt;/a&gt;, &lt;i&gt;well sorry&lt;/i&gt;, Soderbergh dan penulis naskah Lem Dobbs kali ini lebih sering bermain-main dengan yang namanya kewaspadaan. Kita akan melihat bahwa penceritaan Haywire agak lamban, detil dan sunyi, namun gw sendiri cukup memaklumi kelambanan itu, tetap beralasan, &lt;i&gt;they're actually up to something&lt;/i&gt;, dan menimbulkan efek ketegangan, paling terasa ketika di kamar hotel Dublin. Toh kalo dipikir-pikir kesunyian justru deskripsi paling dekat dan tepat untuk bidang spionase. Kita bahkan menyaksikan adegan &lt;i&gt;ambush &lt;/i&gt;di bagian awal film dengan suara yang diredam (&lt;i&gt;quite stylish though&lt;/i&gt;). Namun, kejenuhan mungkin nggak bisa terhindar akibat cara seperti ini, gw juga merasakannya. Ada satu yang lucu, film yang plotnya agak &lt;i&gt;basic&lt;/i&gt; dan karakterisasi dangkal (sebagaimana kebanyakan film genre ini, hehe) ini seperti "memanjakan" penonton dengan memberikan penjelasan plot, yaitu dengan adanya tokoh Scott (Michael Angarano) yang dijadikan "pengganti" penonton untuk mendengar cerita Mallory, bahkan sampe disuruh ngapalin nama-nama tokoh yang disebut Mallory (=D), juga dalam cara pengungkapan konspirasi di akhir film yang caranya jelas dan sederhana sekali. Film ini sama sekali tidak bepura-pura jadi film pintar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi jangan salah, ketika sampai pada bagian laga, Haywire benar-benar menampilkannya dengan maksimal. Adegan-adegan kelahinya, busyet, kayak beneran sih. Keras, brutal, riil, nggak banyak gaya (kelihatan dari gestur tubuh saat menerima serangan yang bikin teriak "anjrit!"). Wow, meskipun gaya penceritaannya gak kayak film aksi-silat biasa, bagian aksinya justru sangat istimewa, orisinil, keren, ditampilkan dengan jelas, &lt;i&gt;real time&lt;/i&gt; tanpa &lt;i&gt;slow-motion&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;editing&lt;/i&gt; yang tidak berlebihan, menunjukkan "keindahan" sebuah pertarungan dengan baik. Kerja &lt;i&gt;stunt&lt;/i&gt; dan tata gambar yang sangat apik dan patut diapresiasi tinggi. Penantian akan kemunculan adegan-adegan aksi inilah yang membuat gw tetap bertahan di tengah lambannya laju plot yang ditampilkan. Menurut gw Soderbergh sudah memperlakukan genre &lt;i&gt;martial arts-action&lt;/i&gt; dengan baik di sini, meski agak tidak biasa tetapi Haywire punya cerita yang jelas dan adegan aksi yang "sadeis" nian, plus gambar-gambar yang artistik dan bintang-bintang kelas wahid.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permainan Gina Carano tidaklah mengecewakan, ia berhasil membawakan sosok tangguh dengan baik di tengah-tengah aktor kawakan, setidaknya kemampuannya terlihat selevel sama Channing Tatum (eh, gimana maksudnya? =P). Ketangguhannya juga menjadi daya tarik tersendiri dari film ini. Memang, untuk sebuah film aksi produksi Hollywood dengan taburan bintang dan sutradara ternama, serta seting elegan di Amerika dan Eropa, Haywire nampak kurang &lt;i&gt;exciting&lt;/i&gt;, terlihat terlalu "indie" dengan kesunyian, cakupan minimal dan kurangnya hingar bingar—dan kalo boleh gw menyalahkan, musiknya tuh standar banget deh. Akan tetapi Haywire bukanlah film buruk apalagi gagal, bukan pula perusak reputasi Soderbergh ataupun orang-orang yang terlibat di dalamnya. Film ini keren, nggak berat, cuman mungkin tidak terlalu memuaskan segitunya amat. Dan setidaknya seting pertarungan klimaksnya bukan di pabrik terbengkalai =P.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4768054757318750435?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4768054757318750435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-haywire-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4768054757318750435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4768054757318750435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-haywire-2012.html' title='[Movie] Haywire (2012)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-e-mHmu9k2UU/TzT_F3kNEkI/AAAAAAAABBw/Rloz3ngxlbM/s72-c/Haywire.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-798183055464164293</id><published>2012-02-11T00:34:00.000+07:00</published><updated>2012-02-11T00:34:26.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] One Day (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1UnJm9H5dq0/TzT7i3uZMnI/AAAAAAAABBY/to-e4IO8alY/s1600/OneDay.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://3.bp.blogspot.com/-1UnJm9H5dq0/TzT7i3uZMnI/AAAAAAAABBY/to-e4IO8alY/s320/OneDay.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;One Day&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Focus Features/Random House Films)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Lone Scherfig&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by David Nicholls&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Based on the novel by David Nicholls&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Nina Jacobson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Anne Hathaway, Jim Sturgess, Rafe Spall, Patricia Clarkson, Ken Stott, Romola Garai, Tom Mison&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat sebuah film romantika itu susah-susah gampang. Gampang, karena sedangkal apapun kisah kasih yang ditampilkan pasti ada saja dari kalangan penonton yang akan merasakan "ini film kok gw banget" terlepas dari benar-benar suka filmnya atau tidak, boro-boro soal kualitas sinematiknya. Susah, karena membuat kisah cinta yang benar-benar baru itu hampir tidak mungkin, toh romansa 'kan begitu-begitu doang, soal pertemuan dua orang atau lebih yang saling mencinta kemudian akhirnya antara jadian dan bahagia atau berpisah dalam patah hati dan tragedi, that's it, nggak ada alternatif lain. Yang dibutuhkan agar kisah cinta, yang diceritakan berulang-ulang dalam bentuk karya seni umat manusia sejak dahulu kala, menjadi tetap "baru" dan nggak basi adalah cara penyampaiannya. Buat gw konsep One Day ini menyegarkan, kisahnya sih soal lika-liku percintaan sepasang pria dan wanita, &lt;i&gt;nothing new&lt;/i&gt;, namun yang diceritakan pada audiens hanya satu hari di setiap tahun selama 20 tahun hubungan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu hari itu adalah 15 Juli. 15 Juli 1988 di Edinburgh, Emma (Anne Hathaway) dan Dexter (Jim Sturgess) baru saja pulang pagi sehabis pesta kelulusan mereka dari kuliah. Agak mabuk, Emma dan Dexter yang semasa kuliah nggak kenal-kenal amat ini berencana untuk melakukan hubungan eng-ing-eng, etapi nggak jadi, udah kesiangan kali, entahlah pokoknya mereka memutuskan jadi temen aja. 15 Juli tahun-tahun berikutnya kita melihat perkembangan kehidupan dua insan ini serta tentu saja hubungan keduanya. Mereka semakin akrab dan sangat sehati, &lt;i&gt;soulmate&lt;/i&gt; lah, tetapi mereka selalu menghindari, atau membuat rintangan sendiri, agar tidak menjadi pasangan kekasih.&amp;nbsp;Emma memulai kehidupan pascakuliah dari bawah namun pelan-pelan dapat mewujudkan impiannya menjadi penulis sastra. Dexter yang lebih &lt;i&gt;outgoing&lt;/i&gt; memulai karirnya di dunia &lt;i&gt;broadcasting &lt;/i&gt;dengan cemerlang, namun kemudian terjerumus dalam kehidupan tak sehat. Akan tetapi, Emma dan Dexter selalu saling memiliki dalam keadaan apapun itu, bahkan ketika mereka sudah punya pasangan masing-masing. Tapi sampe kapan mau begitu terus?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika dilihat dari segi cerita, ya kita bisa tebaklah formula dasar kisah romansa di sini: cewek-cowok itu nggak mungkin murni sahabatan (&lt;i&gt;although this is still arguable in real life&lt;/i&gt;, konon lho). Kenapa sih mereka nggak jadian aja dari kapan tau? Ribet dan bikin gregetan adalah yang bisa gw ekspresikan untuk jalan ceritanya, sama gregetannya mendengar Anne Hathaway yang harusnya jadi orang Inggris tapi logat British-nya cuman kadang-kadang (mempunyai nama sama dengan istri William Shakespeare rupanya nggak menjamin kemampuan berlogat Inggris *gaknyambungjugasih*). Tetapi biarkanlah begitu, mungkin ini semacam gambaran istilah "it's complicated", sama-sama cinta, tahu, dan mau, tapi "takut merusak persahabatan", terserahlah...atau mungkin itu efek yang diinginkan dari pembuat filmnya? Jangan-jangan pembuat filmnya ingin penonton mem-"bego-bego"-in Emma dan Dexter, sehingga efek pada peristiwa-peristiwa besar di beberapa tahun terakhir menjadi besar pula efeknya? Jika memang demikian, berarti One Day cukup berhasil, setidaknya menurut gw.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di luar itu, gw sebenarnya lebih tertarik pada struktur penceritaannya yang hanya menampilkan tanggal 15 Juli saja dari 1988 hingga 2011, yang katanya sih mengikuti struktur dalam novelnya. Struktur seperti ini yang membuat One Day berbeda dari roman kebanyakan. Penonton disuruh meraba gambaran keadaan Emma dan Dexter dalam satu hari setiap tahunnya, yang lumayan efektif. Yang lebih menarik adalah cara film ini tidak memaksakan setiap tanggal 15 Juli harus ada peristiwa besar nan dramatis. Ada kalanya seharian kita melihat Emma dan Dexter cukup intens dan lama, ada kalanya kita melihat mereka di tempat terpisah bahkan tak terhubung telepon, ada pula tahun yang dibuat sangat singkat atau seperti dilongkap, sebuah cara pengisahan yang unik. Setidaknya film ini terbebas dari kesan nggak natural atau dibikin-bikin, nggak kayak tiap episode serial "24" setelah musim pertama =P, dan sutradara Lone Scherfig membuatnya cukup enak diikuti.&amp;nbsp;"Cukup" karena gaya sutradara wanita yang angkat nama lewat An Education (2009) ini memang lembut, &lt;i&gt;subtle&lt;/i&gt;, dan tidak meledak-ledak, sehingga dalam sudut pandang lain pasti ada saja yang menganggap film ini menjemukan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu, menampilkan sekitar 20 babak dalam satu film berdurasi 100-an menit memunculkan&amp;nbsp;resiko yang tak terhindarkan, yaitu kurangnya greget emosi. Waktu yang berjalan cukup ringkas memang kurang bisa memfasilitasi kedalaman karakter Emma dan Dexter, hubungan mereka, perubahan yang mereka alami, apalagi tokoh-tokoh lainnya, seperti Ian (Rafe Spall) pacarnya Emma, orang tua Dexter (Patricia Clarkson dan Ken Stott) atau Sylvie (Romola Garai) istri MBA-nya Dexter. Gw nggak merasakan peliknya permasalahan Emma dan Ian waktu mereka putus, ataupun kesedihan Dexter setelah meninggalnya sang bunda karena kanker. Tapi selama gw bisa paham &lt;i&gt;the big picture&lt;/i&gt;, gw sih nggak masalah sama segi itu (gw blum baca novelnya loh, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt; gw emang gak baca novel apapun sih =P). Toh para aktornya bermain dengan cukup baik, ini tentu saja lagi-lagi jika mengabaikan logat Anne Hathaway =P.&amp;nbsp;One Day adalah film yang cukup &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;, pengisahannya menarik, gambarnya pun enak dilihat baik dari sinematografi maupun sisi artistik yang mungkin riweuh juga ya dalam menampilkan perubahan zaman dengan sebaik mungkin di setiap babaknya. &lt;i&gt;It's pretty good&lt;/i&gt; dan akan cukup mudah diingat karena beberapa hal tersebut, sayangnya bukan karena kadar ke-"menyentuh"-annya. Eh, tapi cara penutupannya cakep lho =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-798183055464164293?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/798183055464164293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-one-day-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/798183055464164293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/798183055464164293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-one-day-2011.html' title='[Movie] One Day (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1UnJm9H5dq0/TzT7i3uZMnI/AAAAAAAABBY/to-e4IO8alY/s72-c/OneDay.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2345674809947873586</id><published>2012-02-07T17:37:00.000+07:00</published><updated>2012-02-07T17:37:56.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Chronicle (2012)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--zpgrA-x6jE/TzD-T21Z9QI/AAAAAAAABBM/JOMXgUepvTc/s1600/chronicle1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://4.bp.blogspot.com/--zpgrA-x6jE/TzD-T21Z9QI/AAAAAAAABBM/JOMXgUepvTc/s320/chronicle1.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Chronicle&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2012 - 20th Century Fox)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Josh Trank&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Story by Josh Trank, Max Landis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Max Landis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Adam Schroeder, John Davis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Dane DeHaan, Alex Russell, Michael B. Jordan, Michael Kelly, Ashley Hinshaw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya gw memandang Chronicle sekadar sebagai film pengisi awal tahun yang "lucu juga". Film ini bisa dibilang tidak orisinil kalau dijabarkan satu-satu. Film tentang asal mula manusia-manusia biasa yang memperoleh kekuatan super adalah lumrah dalam kisah-kisah superhero komik, pun pernah diangkat serial Heroes. Gaya penceritaan dan gambar ala dokumenter atau istilahnya &lt;i&gt;mockumentary&lt;/i&gt;, khususnya yang seakan berupa &lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt; atau (pura-puranya) direkam amatir lewat kamera tangan oleh tokohnya langsung tanpa diedit, semakin kemari juga semakin sering dilakukan sejak kesuksesan horor The Blair Witch Project atau Paranormal Activity hingga sci fi Cloverfield. Soal remaja &lt;i&gt;zero to hero&lt;/i&gt; juga terlalu sering wara-wiri di film dan televisi produksi Amerika. Nah, Chronicle merangkum semua itu menjadi sebuah konsep "remaja-remaja biasa yang memperoleh kekuatan super dengan gaya &lt;i&gt;found-footage&lt;/i&gt;". &lt;i&gt;Now that's kinda new&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kamera kebanyakan "dipegang" oleh Andrew Detmer (Dane DeHaan, bukan Leonardo DiCaprio), seorang anak SMA &lt;i&gt;introvert&lt;/i&gt; yang ibunya sakit keras, ayahnya pensiunan ringan tangan tak beruang, dianya sendiri digencet juga di sekolah. Teman sekolah terdekatnya adalah Matt (Alex Russell), sepupunya sendiri yang penggemar filsafat, itu juga sebatas sering pergi-pulang sekolah bareng. Suatu malam di tengah-tengah pesta di lahan terbengkalai, Matt dan Steve (Michael B. Jordan, jangan ilangin B.-nya) si siswa populer memaksa Andrew dan kameranya merekam mereka masuk ke sebuah lubang misterius di tengah-tengah hutan, yang ternyata di dalamnya ada sebuah benda besar serupa kristal yang menyala-nyala. Sekian waktu kemudian Andrew, Matt dan Steve memulai dokumentasi apa yang terjadi pada mereka selepas kejadian itu: mereka bisa mengendalikan benda tanpa kontak fisik. Kemampuan misterius itu pun semakin berkembang, tadinya sih buat iseng-iseng aja ngerjain orang-orang (biasa lah anak muda), mulai dari nyusun Lego sampe mindahin posisi parkir sebuah mobil, tetapi kekuatan itu akhirnya bisa sampai pada level membuat diri mereka terbang bebas di angkasa. Namun semakin besar kemampuan mereka, apakah diimbangi dengan kesiapan diri atas konsekuensinya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Chronicle rupanya membuat hal-hal yang tidak orisinil yang gw singgung di awal tadi menjadi sebuah tontonan yang segar dan menghibur. Model penyampaian ala &lt;i&gt;found footage&lt;/i&gt;-nya tidaklah memusingkan, bahkan cukup cermat. Gambar-gambar tidak hanya diambil dari kamera milik Andrew, tetapi kamera lain yang disekitarnya pun "digunakan" agar memperjelas ceritanya, seperti CCTV, kamera &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, kamera mobil/helikopter polisi, ataupun &lt;i&gt;handycam&lt;/i&gt; milik orang lain. Malah asiknya, karena ceritanya Andrew bisa ngangkat/mindahin barang pake pikiran, kameranya juga sering dipakai lepas dari tangannya, sering melayang-layang berkeliling kesana kemari dengan mulus menjauhi Andrew dkk, &lt;i&gt;clever&lt;/i&gt; =D. Namun, mungkin yang paling membuat Chronicle &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; adalah caranya dalam membawakan kisah dengan ide "fantastis" tetap membumi dan sehari-hari saja, dengan situasi dan perilaku serta becandaan karakter-karakter yang dekat dengan kalangan anak-anak muda di dunia nyata. Tentu saja "kesan riil" menjadi kunci keberhasilan utama film dengan teknik semacam ini, dan Chronicle &lt;i&gt;no doubt&lt;/i&gt; memilikinya. Ini juga tak lepas dari permainan oke dari para aktornya yang umumnya tidak dikenal. Kenikmatan mengikuti cerita didukung lagi oleh sektor efek visual yang halus dan efektif nan mumpuni. Mungkin tidak mewah, namun tidak ada kesan pamer atau terlalu kliatan bohongnya, semuanya menyatu dengan solid dan &lt;i&gt;believable&lt;/i&gt;. Adegan klimaksnya yang heboh pun dieksekusi dengan baik dan mengagumkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Chronicle mungkin masih menyisakan banyak pertanyaan, pun ada beberapa bagian, entah dialog yang agak generik atau adegan yang masih kurang sreg di gw (adegan-adegan Andrew bertengkar ama bapaknya (Michael Kelly) agak maksa untuk dikesankan direkam di kamera secara alamiah), namun film ini keseluruhannya adalah tontonan yang asyik. Hal-hal klise tentang anak remaja, lengkap dengan tema kekerasan rumah tangga atau sekolah dan sedikit romansa, ditambah isu kemampuan tidak-biasa (dan pesan moralnya) menjadi tetap lezat disantap karena disajikan dalam gaya berbeda dan tidak kedodoran. Sederhana, tidak berlebihan, enak diikuti dan dilihat. Rasanya itu cukup untuk menjadikan Chronicle sebagai film yang sangat patut ditonton di awal tahun ini. Oh, betapa respek saya berlipat-lipat ketika tahu sutradara dan penulisnya menjadikan film ini debut film panjang layar lebar mereka, dan mereka berdua baru berusia seperempat abad saja! &lt;i&gt;Promising&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2345674809947873586?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2345674809947873586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-chronicle-2012.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2345674809947873586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2345674809947873586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-chronicle-2012.html' title='[Movie] Chronicle (2012)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--zpgrA-x6jE/TzD-T21Z9QI/AAAAAAAABBM/JOMXgUepvTc/s72-c/chronicle1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4650681945727149624</id><published>2012-02-03T15:26:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T15:26:17.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] The Muppets (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7F_l7Zcsxwg/Tyo7YZHVOwI/AAAAAAAABA0/9Tn6JXo-jOE/s1600/muppets.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://3.bp.blogspot.com/-7F_l7Zcsxwg/Tyo7YZHVOwI/AAAAAAAABA0/9Tn6JXo-jOE/s320/muppets.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;The Muppets&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Walt Disney)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by James Bobin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written by Jason Segel, Nicholas Stoller&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Based on the characters created by Jim Henson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Todd Lieberman, David Hoberman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Jason Segel, Amy Adams, Chris Cooper, Rashida Jones, Peter Linz, Steve Whitmire, Eric Jacobson, Dave Goelz, Bill Barretta, Jack Black&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal karakter-karakter boneka tangan asal Amerika, para pemerhati tayangan televisi seumuran gw mungkin lebih familiar dengan tayangan pendidikan Sesame Street ketimbang yang bermerek The Muppets. Setelah nyontek Wiki, terungkap bahwa karakter-karakter boneka &lt;i&gt;puppet&lt;/i&gt; (wayang?) dalam dua judul ini pada dasarnya diciptakan oleh orang yang sama, Jim Henson, yang menyebut semua boneka ini dengan sebutan "Muppet". Tetapi secara resmi &lt;i&gt;muppet&lt;/i&gt; di Sesame Street dan &lt;i&gt;muppet&lt;/i&gt; dalam The Muppets adalah dua merek yang berbeda, berbeda-beda pula karakternya. Jadi jika ada yang merasakan kemiripan, atau kebingungan (soalnya Kermit Katak yang adalah dedengkot The Muppets juga kerap tampil di Sesame Street), demikianlah penjelasannya. Konon geng The Muppets dulu punya serial &lt;i&gt;variety show&lt;/i&gt; keluarga di televisi Amerika sana berkonsep teater marionette yang berjudul "The Muppets Show" yang selalu mengundang bintang tamu selebritis terkenal. Selepas itu tokoh-tokoh The Muppets muncul dalam berbagai media termasuk beberapa film layar lebar yang umumnya semacam parodi dari kisah-kisah terkenal. Lebih dari satu dekade semenjak film layar lebar terakhir mereka, kini Kermit, Miss Piggy, Fozzie Bear, Gonzo, Rowlfe, Animal dkk yang gemar bernyanyi ini hadir kembali dengan kisah yang baru, bahkan terasa paralel dengan keberadaan The Muppets di dunia nyata, bahwa langka sekali orang-orang apalagi anak-anak milenium yang masih kenal sama mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walter (Peter Linz) yang seorang boneka &lt;i&gt;muppet&lt;/i&gt; dan saudaranya, Gary (Jason Segel) yang seorang orang (ya, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, begitulah ^_^;) dari kota kecil Smalltown tumbuh bersama menggemari acara The Muppets di televisi. Suatu ketika Gary hendak mengajak kekasihnya Mary (Amy Adams) dan Walter berlibur ke Los Angeles, tentu saja tempat pertama yang mereka ingin kunjungi adalah markas The Muppets. Namun rupanya, taman hiburan dan teater The Muppets sudah usang dan tak terurus. Tak lama, secara tak sengaja Walter mendengar rencana seorang pengusaha minyak kaya, Tex Richman (Chris Cooper) yang hendak menguasai lahan The Muppets dan menjadikannya tambang minyak. Walter yang jelas sangat khawatir berusaha mencari personil The Muppets, hingga akhirnya mereka berhasil bertemu dengan Kermit (Steve Whitmire), dan menjelaskan bahwa untuk mencegah Richman menghancurkan rumah The Muppets adalah mengumpulkan 10 juta dollar untuk membeli kembali lahan itu. Tak ada jalan lain selain mengumpulkan kembali semua anggota The Muppets yang sudah telanjur nyebar kemana-mana dengan kehidupan masing-masing, dan membangkitkan kembali The Muppets Show di televisi dalam rangka penggalangan dana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasanya memang benar bahwa saat ini, ketika sudah sangat banyak karakter-karakter rekaan dengan target penonton anak bermunculan, dan sebagian besar dalam bentuk animasi canggih, apalagi sudah ada banyak saluran televisi anak, The Muppets yang&amp;nbsp;"tradisional" namun&amp;nbsp;membutuhkan keterampilan istimewa ini seperti terkikis pamornya. Dengan cerdasnya penulis naskahnya (yang salah satunya adalah Jason Segel sendiri) menggunakan situasi nyata tersebut dalam cerita, yaitu The Muppets yang mencoba &lt;i&gt;comeback&lt;/i&gt;, ditambah bumbu humor &lt;i&gt;basic &lt;/i&gt;dan lagu-lagu yang segar, menjadikan The Muppets versi 2011 ini bukan sekadar film komedi anak biasa saja, namun juga berupa parodi untuk &lt;i&gt;make fun of&lt;/i&gt; keadaan mereka sendiri. Memang The Muppets masih menempatkan diri sebagai film kanak-kanak dengan nuansa gambar yang cerah dan menyenangkan, dialog-dialog dan cerita yang sangat sederhana, karakter-karakter &lt;i&gt;obvious&lt;/i&gt;, drama dan romansa menyentuh nan klise maupun penyamaian pesan-pesan moral, dan bagian itu semua dieksekusikan dengan sangat baik. Namun, film ini menambahkan poin-poin yang juga akan menghibur kaum dewasa, humor-humor polos khas film parodi yang masih disajikan segar. Entah itu soal pengungkapan &lt;i&gt;plot point&lt;/i&gt;, suara modem &lt;i&gt;dial-up&lt;/i&gt;, anak-anak sekolah di Smalltown yang sedih kalau libur dan senang kalau belajar (wow, anak-anak aneh), Kermit yang hanya punya koleksi nomer telepon selebritis 1980-an, menyingkat adegan-adegan pengumpulan geng The Muppets dengan montase biar filmnya nggak kepanjangan, acara paling terkenal di TV adalah bertema kekerasan, gimana nggak ngikik coba (&lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, gw sih setidaknya).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkatnya gw sangat puas terhibur dengan The Muppets ini, kekanak-kanakannya tidaklah membodohi atau menjengkelkan, pun humornya sangat aman dikonsumsi anak-anak, dan yang penting dirancang dan dieksekusi secara cerdas dan efektif. Kalaupun ada &lt;i&gt;plot hole&lt;/i&gt; (banyak ^_^;), yah namanya juga lucu-lucuan, kalo nonton film beginian mah jangan serius-serius lah. Meskipun gw bukan penonton yang benar-benar mengenal The Muppets, tetapi ikatan emosi dengan film ini tetap terasa, terutama lewat adegan-adegan musikal yang digarap sangat tepat, karakterisasi Walter yang &lt;i&gt;relatable&lt;/i&gt;, serta &lt;i&gt;chemistry&lt;/i&gt; Kermit dan Miss Piggy (Eric Jacobson) yang tidak akan ada tandingannya =P. Penampilan tokoh manusianya pun memberi warna tersendiri, mungkin yang paling oke adalah Amy Adams yang sama sekali nggak canggung berada di antara boneka-boneka ini. Oh ya, seperti tradisi film-film The Muppets, selain memakai aktor terkenal dalam mengisi tokoh-tokoh pendukung (Jason Segel, Amy Adams, Chris Cooper, Rashida Jones), film ini menampilkan sederet selebritis terkenal untuk peran kecil ataupun&amp;nbsp;&lt;i&gt;cameo&lt;/i&gt;, sebut saja Alan Arkin, Emily Blunt, Whoopi Goldberg, Selena Gomez, Neil Patrick Harris, Ken Jeong, Sarah Silverman, John Krasinski, Zach Galifianakis, hingga Dave Grohl (ya, yang dari Foo Fighters) yang menambah keramaian film ini.&amp;nbsp;Lagunya juga bagus-bagus.&amp;nbsp;Sudah lama gw nggak ketawa puas saat nonton sesuatu, The Muppets setidaknya sukes di bagian itu, selain membangkitkan nostalgia dan menunjukkan kembali betapa &lt;i&gt;lovable&lt;/i&gt;-nya tokoh-tokoh boneka yang hampir terlupakan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4650681945727149624?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4650681945727149624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-muppets-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4650681945727149624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4650681945727149624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/02/movie-muppets-2011.html' title='[Movie] The Muppets (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7F_l7Zcsxwg/Tyo7YZHVOwI/AAAAAAAABA0/9Tn6JXo-jOE/s72-c/muppets.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-7867855024636832357</id><published>2012-01-29T11:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-29T11:23:38.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Europe'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Midnight in Paris (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FtWa43V8Nog/TyOW_OQEbfI/AAAAAAAABAo/fppCtoP9nRE/s1600/midningtinparis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://3.bp.blogspot.com/-FtWa43V8Nog/TyOW_OQEbfI/AAAAAAAABAo/fppCtoP9nRE/s320/midningtinparis.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Midnight in Paris&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Sony Pictures Classics/Mediapro/Gravier Productions/Versátil Cinema)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written and Directed by Woody Allen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Letty Aronson, Stephen Tenenbaum, Jaume Roures&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Owen Wilson, Rachel McAdams, Marion Cotillard, Kathy Bates, Michael Sheen, Carla Bruni, Corey Stoll, Tom Hiddleston, Alison Pill, Adrien Brody, Kurt Fuller, Mimi Kennedy, Nina Arianda, Léa Seydoux&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Midnight in Paris menandai judul kedua garapan aktor/sutradara/penulis naskah veteran Hollywood, Woody Allen yang gw tonton setelah &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/06/movie-vicky-cristina-barcelona-2008.html"&gt;Vicky Cristina Barcelona&lt;/a&gt; (2008). Kesamaan unsur cerita orang Amerika yang "berkelana" ke sebuah kota Eropa (banyak sekali &lt;i&gt;shot&lt;/i&gt; pemandangan kota yang bikin sirik penontonnya yang jadi pingin ke sana) sedikit banyak membuat gw mau nggak mau membandingkan film ini dengan Barcelona. Benar saja, sebagian besar gw merasakan persamaan, entah itu dari &lt;i&gt;tone&lt;/i&gt; gambar, dialog mengalir yang santai tapi "cerewet", hingga esensi konflik seseorang yang selangkah lagi menuju kemapanan tetapi menemui keraguan pada perjalanannya di kota asing. Namun tentu saja keduanya adalah film yang berbeda. Midnight in Paris membawa karakternya pada pengalaman aneh bin ajaib dalam menemukan jawaban atas kebimbangannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gil Pender (Owen Wilson) seorang penulis naskah film-film Hollywood yang sedang berusaha menulis novel perdananya tengah berlibur di Paris bersama tunangannya Inez (Rachel McAdams) sekaligus menemani orang tua Inez (Kurt Fuller &amp;amp; Mimi Kennedy) yang sedang dalam &lt;i&gt;bussiness trip&lt;/i&gt;. Benih-benih kebimbangan muncul karena perbedaan keinginan Gil dan Inez: Gil mulai mempertimbangkan ide pindah dan menetap di Paris, yang baginya adalah kota penuh inspirasi, sedangkan Inez yang setelah menikah ingin hidup normal makmur sejahtera di Amerika sebagaimana ia sekarang menganggap ide Gil itu &lt;i&gt;non-sense&lt;/i&gt; dan tak serius. Lalu pada suatu ketika Gil nyasar sendirian tengah malam, ia tiba-tiba diajak naik sekelompok orang lokal berpakaian kuno ke mobil yang kuno juga, hingga dibawa ke semacam klub malam bernuansa kuno dimana ia bertemu dengan Zelda (Alison Pill) dan suaminya F. Scott Fitzgerald (Tom Hiddleston), yang kemudian mempertemukannya dengan Ernest Hemingway (Corey Stoll). Ya, legenda-legenda literatur Amerika yang (harusnya) hidup tahun 1920-an &lt;i&gt;in persons&lt;/i&gt;, dan kesemuanya adalah idola Gil. Malam-malam berikutnya Gil coba mengulangi pengalaman yang sama, dan tak hanya bertemu lagi dengan Hemingway, tetapi juga dengan kritikus seni legendaris Gertrude Stein (Kathy Bates), pelukis Pablo Picasso (Marcial Di Fonzo Bo), perupa surealis Spanyol Salvador Dalí (Adrien Brody) dan ikon-ikon seni lainnya dari era favorit Gil itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gil dan penonton tentu bertanya-tanya penjelasan tentang peristiwa ajaib ini. Apakah perputaran waktu? Ataukah dimensi mistis (pemikiran Indonesia sekali)? Entahlah, rasanya itu juga nggak sepenting bahwa pengalaman ini justru memotivasi dan membuka wawasan Gil dalam penulisan novelnya, apalagi &lt;i&gt;draft&lt;/i&gt; novelnya bisa dibaca oleh Gertrude Stein langsung. Mungkin rasanya seperti musisi-musisi masa kini yang tiba-tiba bisa bertemu dan demo musiknya diperdengarkan pada John Lennon. Tak hanya itu, dalam "alam lain" itu Gil bertemu dengan Adriana (Marion Cotillard, ini sih murni fiksi karakternya), seorang wanita cantik nan menawan (&lt;i&gt;of course&lt;/i&gt; lah, Marion Cotillard gituh) peminat &lt;i&gt;fashion&lt;/i&gt; yang, kalau meminjam istilah Gil, membawa sebutan "groupie" ke level berbeda, karena dia pernah menjadi kekasih gelap seniman-seniman ternama termasuk Picasso. Gil dan Adriana merasa saling cocok karena memiliki pemikiran agak sejalan, bahwa masa yang mereka sedang jalani sekarang tidaklah seindah "masa keemasan" yang lalu: Gil yang dari tahun 2000-an mengagumi Lost Generation di dekade 1920-an (semasa Perang Dunia I *nyontek Wiki*), Adriana yang (kira-kira) dari era 1920-an mengagumi era yang disebut Belle Époque di akhir abad ke-19 yang lebih glamor. Kecocokan itu pun berkembang jadi ketertarikan, apalagi itu sangat kontras dengan hubungan Gil dan Inez di "dunia nyata" yang lama-lama makin sering berselisih, diperparah oleh kemunculan Paul (Michael Sheen), teman Inez yang seorang intelektual angkuh namun selalu dipuja-puji Inez.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan rentetan dialog yang seakan tanpa henti, dan kemunculan tokoh-tokoh sejarah seni, mungkin dengan gampang film ini dicap sebagai film bersegmen terbatas. Bagaimana tidak, kelompok penonton yang tidak punya bekal sejarah seni dan kesusastraan yang cukup pasti akan heran apa keistimewaan dari berkumpulnya tokoh-tokoh masa lalu itu...contohnya gw, hehe. Sedangkan kelompok penonton lain yang lebih melek begituan, mungkin akan kegirangan melihat penggambaran tokoh-tokoh ini yang dimainkan dengan luar biasa oleh para aktor di dalamnya. Gw sendiri akhirnya mencari jalan lain dalam menikmati film ini, yaitu kisah romansa dan pencarian jati diri yang disajikan natural dan jenaka (mungkin) khas Woody Allen. Alihkanlah fokus pada Gil yang lumayan idealis dan apa adanya ini yang terjebak antara kisah cinta "dunia nyata" yang grafiknya menurun, dengan kisah cinta baru di "dunia nostalgia" yang absurd itu, dan bagaimana ia me-&lt;i&gt;manage &lt;/i&gt;keduanya. Lihat pula inti kegelisahan Gil dan Adriana yang merasa tidak puas dengan zaman mereka dan berharap bisa "escape" ke periode yang mereka anggap &lt;i&gt;the best period&lt;/i&gt;, yah layaknya para penghuni 9gag.com yang menganggap 1990-an itu periode lebih baik daripada zaman sekarang yang "banyak sampah" di TV, huehehe. &lt;i&gt;But like everyone should've known&lt;/i&gt;, kita nggak bisa terus-terusan terjebak di nostalgia masa lalu...tetapi bukan berarti kita pasrah saja pada masa kini dan masa depan. &lt;i&gt;Decide&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Midnight in Paris secara keseluruhan adalah tontonan yang terkemas ringan, menyenangkan, nggak berlama-lama, mengalir, sederhana (segi teknis atau &lt;i&gt;production value&lt;/i&gt;-nya tidak tampak mewah, toh kota Paris sudah mewah dengan sendirinya), serta dipenuhi oleh aktor-aktor yang berperan dengan kualitas mumpuni--ho-oh, termasuk Owen Wilson yang tanpa beban. Namun dibalik itu semua tersimpan sebuah pemikiran dan perenungan soal eksistensi yang agak berat juga, yang membuatnya nggak se-&lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; Vicky Cristina Barcelona yang lebih ringan dan lebih menitikberatkan pada &lt;i&gt;relationship&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Still&lt;/i&gt;, film ini sama sekali tidak jelek, idenya segar, berisi, dan ngalor-ngidul-nya nggak sembarangan (heh?). Mungkin gw masih perlu banyak baca lagi kali yah untuk bisa benar-benar &lt;i&gt;enjoy&lt;/i&gt; Midnight in Paris. Atau mungkin perlu langsung ke Paris =P.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-7867855024636832357?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/7867855024636832357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/movie-midnight-in-paris-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7867855024636832357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7867855024636832357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/movie-midnight-in-paris-2011.html' title='[Movie] Midnight in Paris (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FtWa43V8Nog/TyOW_OQEbfI/AAAAAAAABAo/fppCtoP9nRE/s72-c/midningtinparis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-1797458237112405839</id><published>2012-01-26T18:23:00.000+07:00</published><updated>2012-01-26T18:23:04.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anniversary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quiz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><title type='text'>AJIRENJI MINDSTREAM REVIEWS 3RD ANNIVERSARY + QUIZ</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-zEeLWo-OZaM/TyC6ir-Dq-I/AAAAAAAABAM/wVmhgI6RXzw/s1600/3rdanni.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-zEeLWo-OZaM/TyC6ir-Dq-I/AAAAAAAABAM/wVmhgI6RXzw/s1600/3rdanni.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;IT'S THE 3RD ANNIVERSARY! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sungguh senaaang rasanya ternyata blog Ajirenji Mindstream Reviews bisa bertahan hingga 3 tahun tepat pada hari ini. Meskipun nggak rajin-rajin amat, gw sebenarnya nggak nyangka bisa terus menghidupkan blog iseng ini sampai sekarang, belum bosen tuh =). Mungkin karena dilakukan dengan santai, sukarela dan senang hati tanpa paksaan dan tekanan kali ya jadi bisa bertahan *sok ngasih tips*. Sedikit mengingat setahun belakangan ini, selain tetap berusaha &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; ulasan film yang gw tonton dan album yang gw dengar, salah satu &lt;i&gt;highlight&lt;/i&gt; pada tahun ke-3 kemarin adalah postingan Top 100 Films of 2000's yang cukup menguras energi dan emosi *lapkeringetpakehandukGoodMorning*, pun di saat yang sama gw pertama kalinya "berinteraksi riil" dengan pembaca melalui kuis berhadiah yang &lt;i&gt;thank God yes&lt;/i&gt; berjalan dengan lancar tanpa kekurangan sesuatu apapun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw tentu saja masih (sangat) berharap blog Ajirenji ini akan terus aktif hingga tahun-tahun berikutnya. Blog ini adalah sarana berpendapat yang gw sayangi *peluk*, dan mudah-mudahan nggak akan gw telantarkan di kemudian hari. Amin. Gw sudah ada beberapa rencana postingan yang akan hadir di tahun keempat, semisal senarai lagu-lagu dekade 90-an favorit, dan...emm...errr...ya....lain-lain *sebetulnya belum nemu =P*. Ditunggu yah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BTW, gw bersyukur juga bahwa selama 3 tahun (hingga 26 Januari 2012 pukul 00:00) blog ini telah diakses 55.557 kali =). Whoa, buat gw itu angka yang besar apalagi ini cuman blog kecil tidak terlalu serius yang kadang kontennya nggak jelas =D. Yah apapun itu, melalui postingan ini gw juga ingin menghaturkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peminat dan pembaca blog ini, baik yang mampir dengan sengaja ataupun nyasar *hehehe*. Akses dan komentar kalian benar-benar jadi penyemangat gw dalam menulis dan memposting. &lt;i&gt;Ganbarimasu&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;QUIZ&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sebagai salah satu wujud terima kasih gw, dan juga masih dalam rangka penertiban koleksi DVD gw (sebenernya ini sih yang utama, hahaha *getok*), gw akan membagikan &lt;b&gt;3 DVD resmi dari koleksi gw&lt;/b&gt; bagi siapa saja yang mau. Lumayan 'kan? =) Baiklah, ketiga DVD resmi yang akan gw bagikan adalah &lt;b&gt;A Scanner Darkly, Be Kind Rewind &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;The Hangover&lt;/b&gt;, seperti terlihat di bawah ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HdD2V9_5f3E/TyDL2jOFz6I/AAAAAAAABAY/d37ESKwOBrM/s1600/DSC_0415.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-HdD2V9_5f3E/TyDL2jOFz6I/AAAAAAAABAY/d37ESKwOBrM/s320/DSC_0415.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;siapa mau?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw jamin ketiganya, meski sudah tidak perawan, masih dalam keadaan mulus tanpa kerusakan, karena baru pernah dipasang sekali saja. Bagaimana?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, gw akan bagikan ketiga DVD di atas kepada 3 orang berbeda. Jadi satu orang akan dapat satu DVD *dijelasin*. Cara mendapatkannya gampang aja:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. kirim e-mail ke &lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;reinoezra@gmail.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;, subjek "QUIZ AJIRENJI 3RD ANNIVERSARY"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. tuliskan nama, alamat jelas, dan judul DVD yang kalian inginkan dari 3 pilihan tadi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemenangnya akan ditentukan dengan cara undian untuk masing-masing hadiah. Jadi contohnya ada 100 orang (yakali) minta The Hangover, 100 nama akan gw kocok hingga keluar satu nama yang ditakdirkan untuk menerima DVD The Hangover secara cuma-cuma. &lt;i&gt;As simple as that&lt;/i&gt;. Jadi silahkan kirimkan bila berminat, saya tunggu sampai 8 Februari 2012, dan pemenang akan diumumkan tanggal 11 Februari 2012. Ingat, &lt;b&gt;satu orang satu aja&lt;/b&gt; ya mintanya, jangan maruk-maruk ah =).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah sedikit perayaan kecil 3 tahun blog Ajirenji bertengger di dunia maya. Besar harapan semoga keberadaan blog saya ini dapat bermanfaat atau setidaknya sekadar selingan tak membahayakan bagi Anda yang telah membaca maupun yang akan membaca =D.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Thank you, and good luck&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-1797458237112405839?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/1797458237112405839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/ajirenji-mindstream-reviews-3rd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1797458237112405839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1797458237112405839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/ajirenji-mindstream-reviews-3rd.html' title='AJIRENJI MINDSTREAM REVIEWS 3RD ANNIVERSARY + QUIZ'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-zEeLWo-OZaM/TyC6ir-Dq-I/AAAAAAAABAM/wVmhgI6RXzw/s72-c/3rdanni.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2281873738519569140</id><published>2012-01-25T12:45:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T12:45:23.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMBlog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>The 2nd IMBlog Choice Awards Nominees - Film Asing</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-vpokNpM0lQI/Tx-Jrs0eMFI/AAAAAAAAA_M/cboJKdsBRJc/s1600/imbanner250.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-vpokNpM0lQI/Tx-Jrs0eMFI/AAAAAAAAA_M/cboJKdsBRJc/s1600/imbanner250.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah lewat satu tahun, Indonesian Movie Bloggers Community (IMBlog Community) kembali hadir menggelar ajang apresiasi&amp;nbsp;daring untuk&amp;nbsp;dunia film, The 2nd &lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;IMBlog Choice Awards&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;. Boleh tepuk tangannya *prok678x* =). Yak dengan format yang kurang lebih sama&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;IMBlog Choice Awards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; tahun ini juga akan memilih siapa dan apa saja yang akan menerima predikat &lt;b&gt;JAWARA&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;TERSOHOR&lt;/b&gt; dalam dunia film sepanjang tahun 2011 kemarin. Sebagaimana sebelumnya, anggota IMBlog yang adalah para blogger pembahas film yang tersebar di penjuru Indonesia, ya termasuk saya sendiri =), akan menjadi "dewan juri" untuk menentukan predikat &lt;b&gt;JAWARA&lt;/b&gt;, sedangkan Anda para pembaca/khalayak dunia maya juga diundang yuk hayuk untuk memilih nomine yang paling disukai agar dapat predikat &lt;b&gt;TERSOHOR&lt;/b&gt; lewat &lt;i&gt;online poll&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(silahkan &lt;i&gt;scroll &lt;/i&gt;ke paling bawah untuk tautannya). Namun, sedikit perubahan untuk tahun ini adalah pemenang&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;IMBlog Choice Awards&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; untuk Film Asing akan diumumkan minggu ketiga bulan Februari 2012 dalam rangka meramaikan &lt;i&gt;awards season&lt;/i&gt; di negeri sana, sedangkan untuk Film Indonesia akan diumumkan bulan Maret 2012 dalam rangka menyambut Hari Film Nasional. Jadi, satu-satu aja ya, lumayan biar nggak numpuk =). Pantengin terus ya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk sekarang ini &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;&lt;b&gt;IMBlog Choice Awards&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; akan diberikan kepada Film Asing, &lt;i&gt;range &lt;/i&gt;filmnya adalah semua film asing yang telah beredar&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;u&gt;resmi&lt;/u&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;di Indonesia baik di layar bioskop komersial, festival, maupun VCD/DVD/Blu-Ray sepanjang tahun 2011. Setelah menghimpun suara dari 30-an anggota IMBlog Community, tersusunlah nominasi yang terdiri atas 16 kategori yang asik-asik deh. Silahkan disimak nominasi untuk Film Asing calon-calon &lt;b&gt;JAWARA&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;TERSOHOR&lt;/b&gt; berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FILM&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Black Swan&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* The King's Speech&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;* True Grit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SUTRADARA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Darren Aronofsky (Black Swan)&lt;br /&gt;* Joel &amp;amp; Ethan Coen (True Grit)&lt;br /&gt;* Tom Hooper (The King's Speech)&lt;br /&gt;* Terrence Malick (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* Nicholas Winding Refn (Drive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NASKAH ADAPTASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* 127 Hours&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* Rabbit Hole&lt;br /&gt;* Rise of the Planet of the Apes&lt;br /&gt;* True Grit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NASKAH ASLI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Another Year&lt;br /&gt;* Black Swan&lt;br /&gt;* Contagion&lt;br /&gt;* The King's Speech&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON UTAMA PRIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Colin Firth (The King's Speech)&lt;br /&gt;* Hunter McCracken (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* James Franco (127 Hours)&lt;br /&gt;* Javier Bardem (Biutiful)&lt;br /&gt;* Ryan Gosling (Drive)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON UTAMA WANITA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Emma Stone (Easy A)&lt;br /&gt;* Hailee Steinfeld (True Grit)&lt;br /&gt;* Lesley Manville (Another Year)&lt;br /&gt;* Natalie Portman (Black Swan)&lt;br /&gt;* Nicole Kidman (Rabbit Hole)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON PENDUKUNG PRIA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Albert Brooks (Drive)&lt;br /&gt;* Brad Pitt (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* Christian Bale (The Fighter)&lt;br /&gt;* Geoffrey Rush (The King's Speech)&lt;br /&gt;* Nick Nolte (Warrior)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON PENDUKUNG WANITA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Amy Adams (The Fighter)&lt;br /&gt;* Barbara Hershey (Black Swan)&lt;br /&gt;* Elle Fanning (Super 8)&lt;br /&gt;* Jessica Chastain (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* Melissa Leo (The Fighter)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PELAKON BARU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Dakota Gayo (Real Steel)&lt;br /&gt;* Hailee Steinfeld (True Grit)&lt;br /&gt;* Hunter McCracken (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* Jessica Chastain (The Tree of Life)&lt;br /&gt;* Liana Liberato (Trust)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;FILM ANIMASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Kung Fu Panda 2&lt;br /&gt;* Rango&lt;br /&gt;* Rio&lt;br /&gt;* The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn&lt;br /&gt;* Winnie The Pooh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;OPENING (Adegan Pembuka)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Another Year&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* Scream 4&lt;br /&gt;* Rango&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;ENDING (Adegan Akhir)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Black Swan&lt;br /&gt;* Contagion&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* Source Code&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SPECIAL EFFECT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2&lt;br /&gt;* Rise of the Planet of the Apes&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;* Transformers: Dark of the Moon&lt;br /&gt;* X-Men: First Class&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LAGU TEMA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* "If I Rise" (127 Hours)&lt;br /&gt;* "You Haven't Seen The Last of Me" (Burlesque)&lt;br /&gt;* "A Real Hero" (Drive)&lt;br /&gt;* "It Will Rain" (Twilight Saga: Breaking Dawn)&lt;br /&gt;* "So Long" (Winnie The Pooh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUSIK PENGIRING&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* Hanna&lt;br /&gt;* Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2&lt;br /&gt;* The King's Speech&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;POSTER&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;* Another Year&lt;br /&gt;* Black Swan&lt;br /&gt;* Drive&lt;br /&gt;* Super 8&lt;br /&gt;* The Tree of Life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan memilih favorit Anda dari nominasi di atas agar memperoleh predikat &lt;b&gt;TERSOHOR&lt;/b&gt; lewat &lt;i&gt;online poll&lt;/i&gt; di &lt;a href="https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?formkey=dF9IajFjMEQ2RVhUMi1xLS1uM0tRV0E6MQ"&gt;sini&lt;/a&gt;. Ditunggu partisipasinya =).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;follow&amp;nbsp;&lt;a href="https://twitter.com/#!/IMBlogCommunity"&gt;@IMBlogCommunity&lt;/a&gt; di Twitter untuk info-info terbaru DAN pengumuman pemenangnya =)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2281873738519569140?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2281873738519569140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/2nd-imblog-choice-awards-nominees-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2281873738519569140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2281873738519569140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/2nd-imblog-choice-awards-nominees-film.html' title='The 2nd IMBlog Choice Awards Nominees - Film Asing'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vpokNpM0lQI/Tx-Jrs0eMFI/AAAAAAAAA_M/cboJKdsBRJc/s72-c/imbanner250.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4684089763933732040</id><published>2012-01-24T23:45:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T23:45:37.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] The Iron Lady (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OGZryzYTfHc/TxoT228EDKI/AAAAAAAAA-s/aByxO5b0vFg/s1600/ironlady.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://1.bp.blogspot.com/-OGZryzYTfHc/TxoT228EDKI/AAAAAAAAA-s/aByxO5b0vFg/s320/ironlady.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;The Iron Lady&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - The Weinstein Company/20th Century Fox/Pathé/Film4/UK Film Council)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Phyllida Lloyd&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Abi Morgan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Damian Jones&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Meryl Streep, Jim Broadbent, Olivia Colman, Susan Brown, Anthony Head, Richard E. Grant, Alexandra Roach, Harry Lloyd, Iain Glen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sosok Margareth Thatcher adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah modern, ia adalah pemimpin pemerintahan pertama di benua Eropa yang berkelamin perempuan, bahkan menjabat dengan cukup lama selama 11 tahunan, dari 1979 hingga 1990 yang penuh dinamika. Film mengenai tokoh ini pun cepat atau lambat pasti akan dibuat. The Iron Lady adalah film bioskop pertama tentang Thatcher (sebelumnya ada beberapa miniseri dan FTV) yang jelas mendapat perhatian. Mendengar rencana produksi film yang didukung dana pemerintah UK (seperti halnya &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/02/movie-kings-speech-2010.html"&gt;The King’s Speech&lt;/a&gt;) ini agak &lt;i&gt;mixed feeling&lt;/i&gt; sebenarnya, tokoh berjulukan wanita besi ini tidak diperankan oleh aktris kebangsaan Inggris, melainkan Amerika. Tapi untungnya aktris Amerika itu tak lain tak bukan si ultra luar biasa, Meryl Streep. Tapi lagi, film ini disutradarai oleh Phyllida Lloyd yang “sukses” lewat &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/02/movie-mamma-mia-2008.html"&gt;Mamma Mia!&lt;/a&gt; (juga dibintangi Streep) yang menurut gw filmnya, emm, yah, begitu ajalah. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt; bagaimana hasilnya?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Iron Lady dalam kalimat singkat: Meryl Streep-nya keren banget, filmnya nggak keren banget. Gw mengerti maksud bahwa film ini berfokus pada Thatcher yang sudah pensiunan janda lansia demensia, &lt;i&gt;which is profoundly&lt;/i&gt; gw nggak ngerti menariknya dimana, tapi terserah sih. Riwayat kehidupannya, yang sebenarnya lebih gw nantikan, disampaikan mengikuti apa yang diingat oleh oma Thatcher di masa tuanya. Naskahnya bermaksud untuk fokus pada Thatcher yang punya penyesalan dan kegalauan antara masa tugasnya sebagai orang nomer 1 di pemerintahan Inggris Raya dengan kurangnya waktu yang ia habiskan dengan suaminya, Denis Thatcher (Jim Broadbent) semasa hidup dan kedua anak kembar cewek-cowoknya, Carol (Olivia Colman) dan Mark, saking galaunya sampe-sampe ia masih bisa “ngobrol” sama suaminya yang sudah meninggal. Namun yang terjadi, filmnya terlalu menitikberatkan pada fase Thatcher tua itu yang hanya beberapa hari rentang waktunya, dibandingkan dengan perjuangan dan kiprahnya di pemerintahan yang terkesan hanya selingan kilas balik saja seakan penonton dipaksa untuk sudah tau tentang Thatcher. Oke gw tau siapa Thatcher, tapi gw ‘kan nggak tau sistem dan proses pemilihan anggota parlemen dan kabinet di Inggris sana gimana. Yang ada hanya Thatcher udah lulus Oxford eh tiba-tiba udah calonin diri buat jadi anggota DPR aja, terus kalah. Lha prosesnya gimana, cara milihnya gimana? Katanya susah kalau wanita maju jadi anggota parlemen, susahnya gimana? Lagi-lagi, penonton “dipaksa” untuk sudah tau tentang segala proses itu. Plis deh. Untuk sebuah film sejarah dan biografi, film ini pelit pengetahuan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi mungkin itu hanya kekurangan kecil saja dari film ini. Kita masih bisa lihat &lt;i&gt;highlight &lt;/i&gt;sepak terjang Thatcher sepanjang karirnya, mulai dari debat di ruangan parlemen dengan suara &lt;i&gt;high pitch&lt;/i&gt; nan nyolot-nya itu, mencalonkan diri jadi ketua partai konservatif meskipun bilang “nggak bakal ada perempuan jadi perdana menteri Inggris selama saya masih hidup” *eaa*, pembentukan citra selama kampanye (soal rambut, baju, dan sikap tubuh), juru kampanyenya yang kena bom teror gerakan Irlandia merdeka IRA, berhasil jadi perdana menteri, membuat kebijakan kontroversial, pemboman hotel tempat dia dan suami menginap, perang dengan Argentina merebut Falklands Island, hingga sikap menolak untuk ikutan dalam mata uang tunggal Eropa. Semuanya ditampilkan cukup menarik meski kadang agak sureal (ada gambaran dalam pengambilan keputusan, Thatcher memutuskan sendiri, bukan kata orang yang ada di dekatnya), menggambarkan betapa kerasnya watak wanita ini, yang dapat membawa keuntungan sekaligus kerugian bagi sekitarnya. Namun sekali lagi, porsi fase-fase “masa lalu” Thatcher itu hanya sekedar syarat saja, sambil lalu. Kekurangan terbesar film ini adalah kegagalannya untuk jadi tidak membosankan. Film ini hanya 1 jam 45 menit tetapi berasa lammmaaaa banget akibat lajunya yang kayak nggak kemana-mana, terutama di setengah jam pertama. Masa-masa tua Thatcher yang sangat lebih banyak porsinya itu terlalu ditekankan tetapi tidak dibuat menarik dan nggak jelas arahnya. Sampe-sampe dalam hati gw sering berujar “Boleh beralih ke adegan &lt;i&gt;flashback&lt;/i&gt; lagi gak, please.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu-satunya kunci yang membuat gw betah menonton film ini sampai akhir adalah Meryl Streep yang, sebagaimana gw sebut tadi, ultra hebat aktingnya. Gesturnya, ekspresinya, cara bicaranya, sorot matanya, &lt;i&gt;she nailed every single scene&lt;/i&gt;. Film ini akan jadi males banget ditonton seandainya tidak ditolong oleh tante Meryl dan efek make-up-nya yang jawara banget. Jika ada yang bakal gw ingat terus dari film ini adalah performa tante Meryl, bukan penyampaian ceritanya yang menjemukan, bukan pula karakterisasi pendukung yang nggak berefek apa-apa itu. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, kita masih bisa mendengar &lt;i&gt;quotes&lt;/i&gt; inspiratif dari seorang Margaret Thatcher—terutama yang gw inget  bahwa katanya terlalu banyak orang ingin “menjadi” ketimbang “berbuat” sesuatu—tapi sekali lagi, film yang baik tidak cukup hanya dengan kutipan kata-kata yang baik. The Iron Lady pada akhirnya hanyalah sebuah film biasa saja yang harusnya merasa malu karena perfoma akting pemeran utamanya yang  3 kali lebih baik daripada segala hal lain dalam filmnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;6&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4684089763933732040?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4684089763933732040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/movie-iron-lady-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4684089763933732040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4684089763933732040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/movie-iron-lady-2011.html' title='[Movie] The Iron Lady (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-OGZryzYTfHc/TxoT228EDKI/AAAAAAAAA-s/aByxO5b0vFg/s72-c/ironlady.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-167738378380582492</id><published>2012-01-24T14:06:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T14:06:48.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>[Album] No Regret Life - Discovery</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jvBUMHBfWLY/Txz_VbAafmI/AAAAAAAAA-4/F0Evbf7g3sI/s1600/No+Regret+Life+-+Discovery.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-jvBUMHBfWLY/Txz_VbAafmI/AAAAAAAAA-4/F0Evbf7g3sI/s320/No+Regret+Life+-+Discovery.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;No Regret Life - Discovery&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - spiral-motion)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Tracklist:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;1. Heart is Beating 62&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;2. The Sun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;3. Wonderful World&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;4. Clocks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;5. ハローグッバイ (&lt;i&gt;Hello Goodbye&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;6. interlude&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;7. Tonight Is The Night&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;8. Suggestion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;9. スローモーション (&lt;i&gt;Slow Motion&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;10. 夢のあと (&lt;i&gt;Yume no Ato&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;11. Life is a Symphony&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;No Regret Life adalah salah satu contoh band yang berpotensi, musiknya cukup mudah dicerna dan berkarakter, tapi nggak laku. Gw curiga, antara merekanya yang nggak berkembang, atau karena di tengah-tengah industri musik Jepang yang memang selalu memunculkan sesuatu yang baru dan kinclong (baik bunyi maupun gaya tampilan) sebagai prasyarat agar bisa "ngangkat", No Regret Life ini mungkin dianggap terlalu sederhana. Tampilan mereka memang biasa dan "normal", musik-nya yang hampir &lt;i&gt;pure post-grunge rock&lt;/i&gt; pun bukanlah jenis musik terlaku di negeri sana. Gw dan mungkin segenap generasi "anime 2000-an" mengenal band 3 orang ini saat &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; mereka "Nakushita Kotoba" digunakan sebagai lagu penutup kesekian dari anime ternama Naruto, dan menurut gw adalah salah satu lagu terbaik yang pernah muncul di anime itu. Pada efeknya, meskipun sudah masuk major label asuhan Sony Music Jepang, bintang No Regret Life tidak sampai melesat, 3 album yang mereka rilis dari tahun 2006 hingga 2008 tidak sampai mengangkat nama mereka dengan penjualan yang sangat sangat&amp;nbsp;&lt;i&gt;modest&lt;/i&gt;. Pada akhirnya mereka melepas (atau dilepas?) oleh label besar, namun No Regret Life dengan "tanpa penyesalan" kembali ke jalur independen seperti awal karir &amp;nbsp;mereka, terus merilis karya di bawah label milik mereka sendiri,&amp;nbsp;spiral-motion. Discovery adalah &lt;i&gt;full length album&lt;/i&gt; pertama yang dirilis label mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw termasuk cukup mengikuti rilisan No Regret Life selama ini. Gw suka musiknya yang meskipun agak keras tetapi memperhatikan melodi, juga warna vokal khas Kazusou Oda yang serak-serak laki banget gitu deh. Tak sedikit single-single mereka memang gw sukai. &lt;i&gt;Interestingly enough&lt;/i&gt;, gw sebenarnya pernah mendengar ketiga album major label mereka, tetapi tidak sampai merenggut perhatian gw sebegitunya (gw jadi cukup ngerti lah kenapa nggak terlalu laku). Namun, berbeda dengan Discovery, bahkan ketika didengarkan pertama kali sambil lalu, gw langsung pingin memutar ulang. Terdiri dari 11 &lt;i&gt;track&lt;/i&gt;, 2 di antaranya berupa intro dan interlude intstrumental singkat (&lt;i&gt;track&lt;/i&gt; 1 dan 6), gw merasakan ada energi dan bobot berbeda dari album ini dibandingkan album-album No Regret Life sebelumnya, bahkan menurut gw jauh lebih matang.&amp;nbsp;Mungkin karena nggak ada lagi &lt;i&gt;pressure&lt;/i&gt; dari pihak label? Bisa jadi. Distorsi gitar dan gebukan drumnya terdengar lebih lugas dan nggak neko-neko. Vokal Oda pun terdengar lebih &lt;i&gt;sincere&lt;/i&gt; dan nggak maksa—gw nggak bilang teknik nyanyinya bagus ya, pokoknya sangat berkarakter dan enak. Rangkaian lagu dari awal hingga akhir sangat &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;, dinamis, menghentak, dan yang penting melodinya yang &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengaturan &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; album ini asyik sekali, bagaikan &lt;i&gt;setlist&lt;/i&gt; sebuah &lt;i&gt;live performance&lt;/i&gt;/konser. Diawali intro "Heart is Beating 62" yang kalem sebagai pemanasan, tensi mulai menanjak lewat "The Sun" yang menghentak enak, serta menarik ketika lirik bait pertamanya diawali dengan kata "hisashiburi" (lama tak jumpa), seakan menyapa pendengarnya yang telah menanti album mereka selama tiga tahunan ini. "Wonderful World" yang lebih kencang adalah rekam ulang dari salah satu mini-album awal mereka dahulu menjadi kelanjutan yang menyenangkan. Lagu "Clocks" dengan nuansa serupa (tapi &lt;i&gt;verse&lt;/i&gt;-nya lebih kalem) kemudian muncul sebagai &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; yang menonjol karena begitu &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; melodinya, dan otomatis jadi salah satu &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; terfavorit gw di album ini, khas No Regret Life dengan energi lebih dan terkesan&lt;i&gt; full&lt;/i&gt;. "Hello Goodbye" adalah penutup 'babak pertama' yang lebih medium iramanya, tetapi lebih emosional akibat distorsi gitar yang masih kencang. Setelah disela "interlude" yang agak &lt;i&gt;random jamming session&lt;/i&gt;, lagu "Tonight Is The Night", "Suggestion", dan "Slow Motion" kembali menggeber maksimal musik dan vokal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selepas 3 &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; kenceng itu, barulah keistimewaan kedua album ini muncul, yaitu &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; akustik "Yume no Ato". Bukan pertama kali No Regret Life menyematkan lagu akustik di album mereka, namun "Yume no Ato" bisa jadi lagu bukan rock mereka yang pertama, benar-benar kalem dan tenang, permainan biola dari musisi senior Neko Saito pun menambah warna melankolis lagu ini. Di lagu ini juga ketahuan bahwa vokal Oda terlalu terbiasa nyanyi kenceng sehingga agak kagok ketika&lt;i&gt; toned-down&lt;/i&gt; begini, tapi warna suaranya tetap terjaga oke. Akhirnya album ini ditutup dengan megah&lt;i&gt; lewat track rock ballad&lt;/i&gt; "Life is a Symphony", melodinya apik dan &lt;i&gt;range&lt;/i&gt; vokal Oda dipamerkan dengan keren di sini. Ini juga lagu yang mengkonfirmasi kesukaan gw akan album ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Discovery memang album yang ringkas, lagu-lagunya rata-rata singkat dan padat durasinya, namun rasanya pas sekali. Gw senang dengan No Regret Life yang tetap berkarya meski harus berjuang "sendirian", dan ternyata hasilnya lebih bagus daripada masa-masa &lt;i&gt;major-label&lt;/i&gt; mereka dahulu.&amp;nbsp;Sebuah usaha yang sama sekali tidak sia-sia.&amp;nbsp;Semangat dan energi baru mereka terpancar dengan baik lewat album ini. Terutama bagi yang pernah menyukai lagu-lagu band ini terdahulu, pasti akan dipuaskan lewat album ini. Sebuah album yang akhirnya menunjukkan bahwa No Regret Life adalah artis yang perlu mendapat perhatian lebih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;8&lt;/b&gt;/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-YDjr5oTF77c/Txz_XauLyTI/AAAAAAAAA_A/HoT_3nwML_A/s1600/noregretlife_photoimage.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-YDjr5oTF77c/Txz_XauLyTI/AAAAAAAAA_A/HoT_3nwML_A/s320/noregretlife_photoimage.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;No Regret Life&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Previews:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;The Sun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" allowtransparency="true" frameborder="0" height="115px" scrolling="no" src="http://mymedia.yam.com/ifr/3391015" width="445px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;Clocks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" allowtransparency="true" frameborder="0" height="115px" scrolling="no" src="http://mymedia.yam.com/ifr/3391028" width="445px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;Tonight Is The Night&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" allowtransparency="true" frameborder="0" height="115px" scrolling="no" src="http://mymedia.yam.com/ifr/3391022" width="445px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;Life is a Symphony&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" allowtransparency="true" frameborder="0" height="115px" scrolling="no" src="http://mymedia.yam.com/ifr/3391013" width="445px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-167738378380582492?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/167738378380582492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/album-no-regret-life-discovery.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/167738378380582492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/167738378380582492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/album-no-regret-life-discovery.html' title='[Album] No Regret Life - Discovery'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jvBUMHBfWLY/Txz_VbAafmI/AAAAAAAAA-4/F0Evbf7g3sI/s72-c/No+Regret+Life+-+Discovery.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-8719947001937861127</id><published>2012-01-09T20:06:00.002+07:00</published><updated>2012-01-09T21:06:07.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>My Top 20 ASIAN KUNG-FU GENERATION Songs So Far</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2011 kemarin diperingati sebagai 15 tahun sejak band kesayangan gw, ASIAN KUNG-FU GENERATION terbentuk (&lt;i&gt;that means&lt;/i&gt; 1996, kali aja ada yang males ngitung =P). Entah berhubungan atau enggak, AKG telah mengumumkan perilisan album "best-of" berjudul BEST HIT AKG pada akhir Januari 2012 ini (kayaknya nggak juga berhubungan sih ya =P), meskipun katanya juga sudah ada rencana rilis album baru pada pertengahan tahun ini. Gw belum dapet albumnya, ya karena belum dirilis, tetapi &lt;i&gt;tracklist&lt;/i&gt;nya sudah bisa dilihat di &lt;a href="http://www.sonymusic.co.jp/Music/Info/AKG/disco/index.html"&gt;situsnya&lt;/a&gt; jadi bisa dikira-kira isinya seperti apa. Nantikan&lt;i&gt; review&lt;/i&gt;nya di blog ini yah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KJ55saxugjI/Twrl-fA-28I/AAAAAAAAA88/k1YGHQCz6oA/s1600/photo3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-KJ55saxugjI/Twrl-fA-28I/AAAAAAAAA88/k1YGHQCz6oA/s1600/photo3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecintaan gw terhadap AKG tiadalah bersyarat, karya mereka yang paling bapuk pun akan gw nikmati juga pada akhirnya *romantis gak seh =)*, namun pasti ada karya-karya yang lebih gw favoritkan daripada yang lain. Nah, sebagai semacam pemanasan sebelum perilisan album BEST HIT AKG yang bakal memuat &lt;i&gt;single-single&lt;/i&gt; dan lagu-lagu yang dianggap nge-&lt;i&gt;hit&lt;/i&gt;, gw akan menggulirkan 20 lagu terbaik AKG versi gw sendiri. Tidak semua single AKG—yang notabene harusnya "menjual"—menjadi favorit gw, malah banyak juga &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; yang hanya nangkring di album nggak diapa-apain (jarang juga dimainkan di konsernya) yang, IMO, &lt;i&gt;better-than-they-realize&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i.listen.jp/img/news/20111101/35833_1.jpg"&gt;&lt;img border="0" height="229" src="http://4.bp.blogspot.com/-TLopmXwkk7c/Twrl458Ga3I/AAAAAAAAA80/BTcnTrV3mUI/s320/AKG.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terambil dari 16 &lt;i&gt;single&lt;/i&gt;, 6 album, 2 mini-album, 1 album kompilasi &lt;i&gt;b-track&lt;/i&gt; dan 5 album kompilasi&amp;nbsp; yang dikeluarkan oleh mereka dalam rentang dari tahun 2003 (major debut mereka) sampai 2011, gw akan mendaftar 20 lagu AKG terfavorit gw sejauh ini dalam urutan mundur, meskipun sebenarnya urutan teratas sudah bisa ditebak kalau merujuk pada postingan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/my-top-25-j-pop-songs-of-2000s-part.html"&gt;My Top 25 J-Pop Songs of the 2000's&lt;/a&gt;. Dan btw, gw tidak mempertimbangkan faktor lirik, karena sampe saat ini nggak ada satupun lagu AKG yang gw paham benar liriknya, hahaha. Oke, postingan ini mungkin agak berbau &lt;i&gt;fanboy&lt;/i&gt; dan "untuk kalangan sendiri", tapi percayalah, lagu mereka ini cenderung mudah diterima, terutama yang suka sama &lt;i&gt;genre&lt;/i&gt; &lt;i&gt;alternative rock&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;power pop &lt;/i&gt;sebagaimana &lt;i&gt;genre&lt;/i&gt; dasar AKG, yang kerap terdengar seperti perpaduan Weezer, Green Day dan Simple Plan. &lt;i&gt;So, are you ready&lt;/i&gt;? Mari...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;20. Korogaru Iwa, Kimi ni Asa ga Furu (転がる岩、君に朝が降る)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2008 - 11th single/World World World)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sweet and laid-back&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/RJBd7JKOd3w" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;19. Rising Sun (ライジングサン)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2010 - Magic Disk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Playful and experimental&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/8JQ8t72yskM" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;18. Mada Minu Ashita ni (未だ見ぬ明日に)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2008 - Mada Minu Ashita ni (mini-album))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Catchy and energetic&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/ZFKLMBh-FWk" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;17. After Dark (アフターダーク)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2007 - 10th single/World World World)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Singkat padat seru&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/bsangtUORTU" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;16. Kakuu Seibutsu no Blues (架空生物のブルース&lt;/b&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&amp;nbsp;(2010 - Magic Disk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalem dan cakep, perpaduan instrumen band dengan piano+&lt;i&gt;strings section&lt;/i&gt; yang manis.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/vBtg4GvtUp8" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;15. Blackout (ブラックアウト)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2005 - ASIAN KUNG-FU GENERATION presents NANO MUGEN COMPILATION/Fanclub )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Mesmerizing&lt;/i&gt;, AKG mulai agak bereksperimen musik mereka sejak lagu ini, mengganti &lt;i&gt;chord&lt;/i&gt; berdistorsi dengan dentingan melodi yang keren.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/JQGo_YXlfC8" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;14. Entrance (エントランス)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2003 - b-track of 1st single "Mirai no Kakera"/Feedback File)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana musik AKG pada awal-awal kemunculannya, lagu ini begitu &lt;i&gt;raw,&lt;/i&gt; baik &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt;nya, vokalnya, maupun energinya. Suka dengan perpindahan &lt;i&gt;pre-chorus&lt;/i&gt; ke&lt;i&gt; chorus&lt;/i&gt; yang kayak ada&lt;i&gt; pause&lt;/i&gt;-nya =).&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/XigkHzWsI6Y" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;13. Blue Train (ブルートレイン)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2005 - 7th single/Fanclub)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski terkesan pamer &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;, lagu ini menjadi salah satu lagu paling menyejukkan dari AKG.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/9qPjqNitTKI" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;12. Fujisawa Loser (藤沢ルーザー)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2008 - 12th single/Surf Bun'gaku Kamakura)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kala AKG mencoba kembali kepada &lt;i&gt;sound&lt;/i&gt;-nya yang terdahulu, hasilnya meskipun tidak gahar, namun memunculkan aura menyenangkan yang tidak pretensius. Lagu ini begitu &lt;i&gt;appealing&lt;/i&gt; dengan aransemen simpel dan melodi yang cerah dan menarik.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/kitWhwhNjX0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;11. Flashback (フラッシュバック)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2003 - Kimi Tsunagi Five M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nggak sampe 2 menit, terkesan hanya sekedar pembukaan untuk &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; "Mirai no Kakera" (baik di album maupun konser), namun lagu yang menggeber distorsi ini punya energi luar biasa yang membangkitkan semangat jingkrak-jingkrak kapanpun didengarkan.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/PCaICRn146Q" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;10. Rashinban (羅針盤)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2002/2003 - Houkai Amplifier (mini-album))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw mungkin memang lebih &lt;i&gt;prefer&lt;/i&gt; AKG yang dulu terdengar sangat bersemangat dan terkesan tanpa beban. Lagu singkat nan sederhana nan berenergi nan &lt;i&gt;catchy &lt;/i&gt;ini salah satu contohnya. Suka dengan vokal Masafumi Gotoh di sini.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/zrfd3JJmrhA" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;9. Understand (アンダースタンド)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2003 - Kimi Tsunagi Five M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu non-&lt;i&gt;single&lt;/i&gt; terfavorit yang sering sekali dimainkan dalam konser-konser mereka. Lagu yang asyik dengan sahut-sahutan yang terdengar spontan, baik melodi maupun aransemennya begitu mudah bersarang di ingatan. Mungkin juga faktor tamborin-nya kali ya.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/6KgqeFO2kuQ" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;8. Haruka Kanata (遥か彼方)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2002/2003 - Houkai Amplifier (mini-album))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi lagu yang paling dikenal dari AKG di Indonesia (terbukti waktu gw bikin &lt;i&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/05/poll-result-lagu-jepang-terpopuler-di.html"&gt;polling&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;, yang mengaku kenal lagu ini banyak juga), terutama bagi para tukang panteng anime Naruto. Lewat lagu ini juga gw mengenal band ini, terdengar &lt;i&gt;sincere&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;emo&lt;/i&gt;, tidak seperti band-band Jepang lain yang gw tahu yang kelewat usaha "terdengar dan terlihat keren"&lt;span style="text-align: justify;"&gt;—walau ternyata AKG nggak &lt;i&gt;emo-emo&lt;/i&gt; amat ^_^&lt;/span&gt;. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, selain juga lagu ini begitu &lt;i&gt;rockin'&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;, nggak salah kalo banyak yang suka&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/byPu1TERaBM" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;7. Sayonara Lost Generation (さよならロストジェネレイション)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2010 - Magic Disk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diawali dengan &lt;i&gt;verse&lt;/i&gt; yang santai, langsung dihantam dengan &lt;i&gt;chorus&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;anthemic&lt;/i&gt;. Lagu ini &lt;i&gt;overall&lt;/i&gt; terdengar santai karena hentakannya yang medium, tidak terlalu "ribut", serta vokal yang menjurus ke &lt;i&gt;sing-talk&lt;/i&gt;, namun lagu ini tetap menawarkan bobot serta permainan instrumen yang sangat oke. Jika ini termasuk eksperimen, maka ini adalah eksperimen AKG yang paling gw sukai, selain menjadi salah satu lagu terbaik mereka.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/MiEuNIh4ng0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;6. Loop &amp;amp; Loop (ループ&amp;amp;ループ)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2004 - 4th single/Sol-Fa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;AKG pada fase sangat ramah pasar. Lagu dengan melodi, irama, aransemen, serta intro yang sangat &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; dan mudah dikenali, serta mudah disukai banyak kalangan. Lagu ini juga setau gw satu-satunya karya AKG yang berhasil masuk radio-radio lokal Indonesia &lt;u&gt;di luar segmen&lt;/u&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;khusus Jepang-Jepangan&lt;i&gt;, and deserved to be.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/UGgS_BkWBDM" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;5. Sono Wake wo (その訳を)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2003 - b-track of 1st single "Mirai no Kakera"/Kimi Tsunagi Five M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebuah lagu bagus yang jarang diperhatikan,&lt;i&gt; but I love it so much&lt;/i&gt;. Lagu pop yang &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; setiap &lt;i&gt;part&lt;/i&gt;-nya sejak awal hingga akhir, asyik didengar, pun yang nyanyi terdengar asyik menyanyikannya. Sederhana, &amp;nbsp;menyenangkan, tidaklah garang, tetapi mampu memberikan energi yang berarti lewat hentakannya yang bikin tangan dan kepala bermain-main. Seandainya gw akhirnya bisa nonton konser AKG langsung, gw harap mereka juga akan memainkan lagu ini *Amin*.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/x9Ma45Naj5w" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;4. Enoshima Escar (江ノ島エスカー)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2008 - b-track of 11th single "Korogaru Iwa, Kimi ni Asa ga Furu"/Surf Bun'gaku Kamakura)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw bilang ini sebagai "puncak ke-&lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;-an AKG". Jika ada lagu AKG yang paling cepet diingat saking &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;-nya, inilah dia. Lagu yang singkat dan padat dengan struktur yang normal, melodinya sederhana namun asik, kocokan gitarnya asik, sahut-sahutan vokalnya asik, iramanya apalagi, tidak membosankan meski diulang-ulang. Enak banget dah.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/nmJx5-5jDZ4" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;3. Kimi to Iu Hana (君という花)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2003 - 2nd single/Kimi Tsunagi Five M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hit &lt;/i&gt;klasik dari AKG, lewat lagu ini AKG mulai angkat nama di blantika musik Jepang sana. Salah satu lagu AKG dengan durasi terpanjang, lagu ini mengeksebisi hal lain yang dimiliki oleh AKG, mereka tidak hanya demen main distorsi cepat, tetapi juga bisa meng-&lt;i&gt;emphasize&lt;/i&gt; pada melodi, di atas &lt;i&gt;beat disco&lt;/i&gt; dengan sama asyiknya. &lt;i&gt;Love every part of this song&lt;/i&gt;, yang paling menarik gw adalah melodi lagunya yang "nylendro Jepang" banget.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/1DDhOA-_XLk" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;2. Rewrite (リライト)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;(2004 - 5th single/Sol-Fa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi AKG meroket berkat &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; ini. Bukan cuma karena jadi lagu tema anime Full Metal Alchemist semata, tapi memang lagu ini istimewa. &lt;i&gt;A perfect example of a power pop song&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/lHZ17DOo3kw" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. Kimi no Machi Made (君の街まで)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000; font-size: large;"&gt;(2004 - 6th single/Sol-Fa)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Yes, this is it&lt;/i&gt;. Kalau tidak salah ingat, lagu ini adalah lagu AKG ketiga yang gw denger dan tonton klip videonya (di komputer temen), dan sejak lagu inilah gw memutuskan untuk suka AKG. Lagu ini memang jauh dari kesan &lt;i&gt;grand&lt;/i&gt; ataupun unik, strukturnya pun pop sekali, tapi bagaimanapun, lagu ini tetaplah yang terasyik dari yang lainnya. Lebih dari poin melodinya yang &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; serta aransemennya yang membungkusnya dengan dinamis dan padu, lagu ini buat gw adalah produk sempurna dari energi bermusik AKG yang tersampaikan dengan baik lewat sebuah lagu yang mudah dicerna dan &lt;i&gt;marketable&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;And yeah&lt;/i&gt;, gw masih menganggap ini &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/my-top-25-j-pop-songs-of-2000s-part.html"&gt;lagu Jepang paling oke di dekade 2000-an&lt;/a&gt; =)).&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/5CqDCnQxMpg" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Recap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;My Top 20 ASIAN KUNG-FU GENERATION Songs So Far:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;1. Kimi no Machi Made&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;2. Rewrite&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;3. Kimi to Iu Hana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;4. Enoshima Escar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;5. Sono Wake wo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;6. Loop&amp;amp;Loop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;7. Sayonara Lost Generation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;8. Haruka Kanata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;9. Understand&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;10. Rashinban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;11. Flashback&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;12. Fujisawa Loser&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;13. Blue Train&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;14. Entrance&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;15. Blackout&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;16. Kakuu Seibutsu no Blues&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;17. After Dark&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;18. Mada Minu Ashita ni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;19. Rising Sun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;20. Korogaru Iwa, Kimi ni Asa ga Furu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Ssst, 20 lagu ini ternyata muat dalam CD berdurasi 80 menit ;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-8719947001937861127?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/8719947001937861127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/my-top-20-asian-kung-fu-generation.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8719947001937861127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8719947001937861127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2012/01/my-top-20-asian-kung-fu-generation.html' title='My Top 20 ASIAN KUNG-FU GENERATION Songs So Far'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KJ55saxugjI/Twrl-fA-28I/AAAAAAAAA88/k1YGHQCz6oA/s72-c/photo3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-8785583204923629321</id><published>2011-12-31T20:23:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T20:23:17.273+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>Year-End Note: My Top 10 Films of 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya gw akan menutup tahun 2011 ini dengan mengelontorkan 10 film paling top versi gw sepanjang tahun ini. Seperti gw kemukakan pada senarai tahun-tahun lalu, syarat film yang bisa masuk top 10 tidak harus yang sekedar bagus atau keren, tetapi yang punya kesan, yang favorit, yang paling gw bisa ingat dari tahun ini. Gw juga mengubah prasyarat filmnya. Jika tahun lalu film-filmnya harus pernah diputar di layar bioskop Indonesia, namun akibat tahun ini banyak film impor yang sedianya diputar di bioskop tetapi ternyata nggak jadi dengan alasan entah apaan tauk, prasyarat pun dilonggarkan. Film-film yang masuk hitungan adalah yang udah gw tonton *yaiyalah* yang dirilis bioskop Indonesia sepanjang 2011, film-film asing yang rilis 2011 yang masuk Indonesia langsung dalam bentuk &lt;i&gt;home video&lt;/i&gt; (DVD, Blu-Ray, VCD *yaoloh masi jaman*), PLUS film-film asing 2010 yang harusnya diputar di bioskop kita 2011 tetapi batal dan akhirnya dirilis langsung ke &lt;i&gt;home video&lt;/i&gt; *eaa ribet*.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baiklah, tanpa berlebar-lebar lagi, mari simak 10 film paling top versi gw tahun 2011, diurutkan berdasarkan preferensi dan favoritisme pribadi, dalam hitungan mundur *banyakomong*:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;10. Hanna&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-z7DCWP9hCws/Ti0FIKCa4bI/AAAAAAAAAoo/tOhXgZ2FyOs/s1600/hanna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-z7DCWP9hCws/Ti0FIKCa4bI/AAAAAAAAAoo/tOhXgZ2FyOs/s200/hanna.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan premis seperti anime, Hanna hadir sebagai sebuah film aksi spionase yang berbeda dari film-film aksi biasa, ditata apik, artistik, &lt;i&gt;pace&lt;/i&gt; yang seru, keren, dan sangat-sangat &lt;i&gt;watchable&lt;/i&gt;. Agak terseok pada kurang padunya porsi aksi dan porsi drama, namun gw tetap mengagumi film ini secara keseluruhan. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, termasuk musik keren dari The Chemical Brothers serta akting para aktornya yang sama sekali tidak mengecewakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/movie-hanna-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;9. Source Code&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rPDLOv7_vfw/Tc4re653GkI/AAAAAAAAAg0/7zg7JzwKot4/s1600/source+code.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-rPDLOv7_vfw/Tc4re653GkI/AAAAAAAAAg0/7zg7JzwKot4/s200/source+code.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film terbaik yang dirilis di bioskop kita selama terjadi 6 bulan macetnya impor film dari studio-studio besar, namun juga cukup membuat Source Code menjadi salah satu film paling berkesan di tahun 2011. Menonton kedua kali memang tidak seseru nonton kali pertama, namun keterpukauan gw akan film fiksi ilmiah yang singkat-padat-jelas dan berperasaan ini masih membekas. Bagaimana misteri demi misteri digulirkan tanpa bisa benar-benar diduga, hingga bagian &lt;i&gt;ending &lt;/i&gt;yang cukup memancing diskusi. &lt;i&gt;Cool, and warm movie&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/05/movie-source-code-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;8. Rise of the Planet of the Apes&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-T00rytVUDNQ/TnQj2C1kGNI/AAAAAAAAAsw/avb2Wd25oeo/s1600/rise+of+the+planet+of+the+apes.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-T00rytVUDNQ/TnQj2C1kGNI/AAAAAAAAAsw/avb2Wd25oeo/s200/rise+of+the+planet+of+the+apes.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Awalnya memandang dengan sinis layaknya lirikan babi terhadp prekuel seri film legendaris Planet of the Apes ini, ternyata Rise of the Planet of the Apes (tuh 'kan judulnya juga kliatan banget cuman nebeng merek, nggak kreatip) muncul mencuat, tidak hanya mematahkan keraguan, namun juga menjadi salah satu film &lt;i&gt;mainstream&lt;/i&gt; terbaik tahun ini. Meskipun banyak yang silau sama visual efeknya, gw sendiri lebih terkesima akan gaya penceritaan yang longkap-longkap tapi efektif-efisien film ini. Nggak perlu basa-basi, nggak perlu drama nggak penting, tetapi nggak terlalu cepat juga, plot film ini dibangun dengan sangat solid menuju klimaks terkeren sepanjang tahun ini.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/movie-rise-of-planet-of-apes-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;7. True Grit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wj0NtBgVGnw/ThsAxagSTFI/AAAAAAAAAnA/lzsgfNF3bmU/s1600/truegrit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-wj0NtBgVGnw/ThsAxagSTFI/AAAAAAAAAnA/lzsgfNF3bmU/s200/truegrit.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film dari Coen bersaudara yang paling cocok sama gw, yang gw paling nyampe nalarnya, hehehe. True Grit, menampilkan kisah balas dendam berlatar belakang dunia koboi dengan meng-&lt;i&gt;emphasize&lt;/i&gt; pada karakter yang begitu kuat. Adu dialog 3 aktor utamanya, yang bermain sangat apik, begitu menarik dan menggelitik, plotnya agak lambat tetapi tidak bertele-tele (dan tidak "aneh" seperti film-film Coen bersaudara lainnya =P). Kenikmatan menonton pun "diperparah" oleh sajian gambar-gambar cantik lewat sinematografi, seting dan kostum yang bagus, serta musik indah yang mengalun.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/movie-true-grit-2010.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;6. Kung Fu Panda 2&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-O5TnQWkfrJU/TlfWZx3v4cI/AAAAAAAAApg/xFLiVFdWzIY/s1600/kungfupanda2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-O5TnQWkfrJU/TlfWZx3v4cI/AAAAAAAAApg/xFLiVFdWzIY/s200/kungfupanda2.jpg" width="127" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Senang sekali salah satu film animasi terbaik DreamWorks tidak dihancurkan oleh sekuelnya. Kung Fu Panda 2 masih sukses mengocok perut, masih cakep gambar dan animasinya, masih keren aksinya. Semua sensasi menyenangkan yang gw bisa dapat di film pertamanya masih bisa dimunculkan dalam kisahnya yang baru (tetap tipikal film-film silat Tiongkok), sekaligus lebih &lt;i&gt;deep&lt;/i&gt; ketika Po mencari jatidiri setelah akhirnya sadar dia nggak mirip bapaknya yang angsa *yaiyalah*.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/08/movie-kung-fu-panda-2-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;5. Sang Penari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-epXBSHROt0Q/TsPSO-k3q2I/AAAAAAAAA4Y/hA-zqsk5cuU/s1600/sang+penari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-epXBSHROt0Q/TsPSO-k3q2I/AAAAAAAAA4Y/hA-zqsk5cuU/s200/sang+penari.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun ini gw lebih banyak nonton film Indonesia daripada sebelumnya, dan gw rata-rata puas dengan 6 film yang gw tonton itu, namun Sang Penari adalah yang bisa dibilang paling memenuhi syarat sebagai yang paling bagus sekaligus berkesan. Film ini sangat apik dari &lt;i&gt;look&lt;/i&gt;-nya, mulai dari sinematografi, seting-kostum, hingga performa aktor yang di atas rata-rata. Selain itu, film ini berhasil dalam meramu cerita dan pembawaannya yang relatif mudah dipahami, meleburkan latar sosial, budaya, serta politik dengan kisah cinta tragis dua muda-mudi asal sebuah desa kawasan Banyumas, Jawa Tengah ini dengan cara yang mulus tanpa prasangka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-sang-penari-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;4. The Fighter&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8iS1tDdZeRM/TVYeLlWGiwI/AAAAAAAAAew/0N5lrEBYiMo/s1600/thefighter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-8iS1tDdZeRM/TVYeLlWGiwI/AAAAAAAAAew/0N5lrEBYiMo/s200/thefighter.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bukan sekadar film tinju, bukan sekadar kisah nyata, bukan sekadar kisah sukses seseorang, ini adalah film tentang keluarga. Yang gw lihat dari The Fighter adalah dinamika, suka duka, konflik dan drama sebuah keluarga yang agak kacau namun tetap kuat dalam ikatan kasih, meski caranya tidak mencerminkan itu.&amp;nbsp;Secara garis besar plotnya biasa saja, seorang petinju yang nggak jago-jago amat menuju kemenangan, namun perjalanan menuju ke sana ditata sedemikian emosional, mengharukan sekaligus lincah, lucu, seru dan menghibur, membuatnya film ini tetap istimewa. Aktornya keren-keren, dan rambut saudari-saudarinya Micky Ward pada hitsss banget =D.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/02/movie-fighter-2010.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;3. Black Swan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-JnsmmBAUr34/TfjPP40ap-I/AAAAAAAAAkQ/DFYMSruYZ6s/s1600/black++swan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-JnsmmBAUr34/TfjPP40ap-I/AAAAAAAAAkQ/DFYMSruYZ6s/s200/black++swan.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Black Swan menjawab pertanyaan gw apakah kisah tentang pelaku seni ala komik-komik Jepang bisa difilmkan, &lt;i&gt;yes it could&lt;/i&gt;. Perjalanan seorang balerina yang sangat terobsesi menjadi pemeran utama sendratari Swan Lake, begitu keras dan kelam hingga mempengaruhi kejiwaannya, semua digambarkan dengan sangat baik dan padu dalam film ini, tanpa ada kesan ganjil atau aneh (meskipun di atas kertas harusnya ganjil dan aneh). Kenyataan dan halusinasi diintegrasikan dengan luar biasa sekaligus sangat mencekam. Didukung sinematografi yang rapuh nan keren, akting luar biasa, serta penyutradaraan yang sangat &lt;i&gt;captivating&lt;/i&gt; seakan tidak rela memberi ruang bernapas, film ini patut diberi gelar istimewa.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/06/movie-black-swan-2010.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;2. The Tree of Life &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QrG-UILdpbM/Tv3j7YqAJII/AAAAAAAAA8s/uPXpoZ5ArsA/s1600/treeoflife.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-QrG-UILdpbM/Tv3j7YqAJII/AAAAAAAAA8s/uPXpoZ5ArsA/s200/treeoflife.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aduh sok nyeni banget sih gw =P. Oke, perlu gw klarifikasi. Gw sampai detik ini masih belum bisa benar-benar memutuskan apakah gw memfavoritkan atau tidak The Tree of Life ini, meskipun udah nonton 3 kali di bioskop (ciee pamer). Namun, film ini masih terus bersarang dalam ingatan gw. Gw nggak ridho menaruhnya di nomer 1, pun rasanya nggak pantas jika didepak dari senarai top 10 ini. Tidak menyenangkan, &lt;i&gt;but I definitely far from hating it&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;I had to put it somewhere&lt;/i&gt;. Film ini puitis, artistik, punya hati, cuantik, berisi perenungan yang begitu dalam, di saat yang sama tidak mudah dipahami benar, sebuah pengalaman sinema yang sungguh berbeda. Susah untuk dibilang bagus atau jelek. Hanya satu kata yang paling tepat menggambarkan The Tree of Life: &lt;u&gt;sesuatuk&lt;/u&gt;. &lt;i&gt;Thanks&lt;/i&gt;, Syahrini.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/08/movie-tree-of-life-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. Contagion&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UYWa6qfYCYw/Ts3Wgc42LsI/AAAAAAAAA5M/lf_-2xPtDOU/s1600/contagion.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-UYWa6qfYCYw/Ts3Wgc42LsI/AAAAAAAAA5M/lf_-2xPtDOU/s320/contagion.jpg" width="216" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Are you surprised? Me too&lt;/i&gt;. Bukan film hebat, jelas bukan "TERbaik", namun hatiku berkata bahwa Contagion lah film yang paling gw favoritkan tahun ini. Dari film-film yang gw tonton tahun ini, film ini yang paling memuaskan gw, paling gw bisa terima setiap sisinya, baik ide cerita, jalan cerita, karakter, gambar, gaya bercerita, akting, musik, sampe durasinya yang ringkas. Meski memuat berbagai istilah dan kinerja medis dan sains kesehatan tentang wabah maut dengan (konon) akurat, film ini berhasil membuat gw "bodoh" dan manut saja akan apa yang digulirkan, nggak perlu bingung, nggak timbul pertanyaan-pertanyaan sanggahan, bahkan relatif agak menambah pengetahuan. Menyentuh sisi sains, politik dan sosial, film ini tidak perlu berdramatisasi supaya terasa menggugah, semua tampak riil dan memang sangat mungkin terjadi (ini yang bikin serem), disajikan dalam laju yang lincah serta parade akting yang berbobot meski harus bagi-bagi porsi. Film yang nyaman ditonton sekaligus menimbulkan &lt;i&gt;awareness&lt;/i&gt;. Menimbang semuanya itu, saya putuskan Contagion adalah film no.1 gw untuk tahun ini. &lt;i&gt;A fine, solid filmmaking&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-contagion-2011.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rangkaian senarai akhir tahun gw. Semoga bermanfaat, dan selamat menyambut tahun baru. =))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Previously: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-albums-of-2011.html"&gt;My Top 10 Albums of 2011&lt;/a&gt;, My Top 10 Songs of 2011 (&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html"&gt;International&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html"&gt;Japan&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-8785583204923629321?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/8785583204923629321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-films-of-2011.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8785583204923629321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8785583204923629321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-films-of-2011.html' title='Year-End Note: My Top 10 Films of 2011'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-z7DCWP9hCws/Ti0FIKCa4bI/AAAAAAAAAoo/tOhXgZ2FyOs/s72-c/hanna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-258000857404170475</id><published>2011-12-30T15:13:00.001+07:00</published><updated>2011-12-31T20:27:37.321+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><title type='text'>Year-End Note: My Top 10 Albums of 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah lagu-lagu, sekarang saatnya mendaftar album-album yang gw sukai di tahun 2011. Jika lagu itu ibarat sebuah adegan, maka album adalah keseluruhan film. Maka penilaiannya bukan sekadar ada lagu apa, tetapi bagaimana ketika album itu di dengarkan dari &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; pertama sampai terakhir (syarat utama: nggak bosenin), jadi tidak tergantung pada satu dua lagu saja. Setiap tahun gw sebetulnya nggak terlalu banyak mendengarkan album-album, tahun ini pun hampir saja gw memutuskan cuman memuat top 7 album saja, namun akhirnya dapet juga 10 album yang gw dapat gw nikmati lebih dari 2-3 kali putaran, ada yang udah dari awal tahun, ada juga penambahan &lt;i&gt;last minute&lt;/i&gt; (yah bisa dibilang kejar &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;, tapi ya udahlah =P). Bisa dibilang juga kategori inilah yang memotivasi gw mengubah sistem senarai akhir tahun menjadi pemeringkatan top 10, karena kesan album-album di bawah ini tidaklah setara, yang paling atas adalah yang paling markotop. Namun tenang, yang penting 10 album ini tetaplah berkesan dengan caranya sendiri-sendiri&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;10. R – Ohashi Trio (大橋トリオ)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Eli09p0XKJc/Tvs4oulvVhI/AAAAAAAAA8Q/Rc_uTdnvYcs/s1600/%25E5%25A4%25A7%25E6%25A9%258B%25E3%2583%2588%25E3%2583%25AA%25E3%2582%25AA+-+R.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-Eli09p0XKJc/Tvs4oulvVhI/AAAAAAAAA8Q/Rc_uTdnvYcs/s320/%25E5%25A4%25A7%25E6%25A9%258B%25E3%2583%2588%25E3%2583%25AA%25E3%2582%25AA+-+R.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ohashi Trio merilis sepasang album bersamaan, L dan R, entah dengan tujuan apa. Setelah mendengar keduanya, gw lebih terkesan pada R yang punya sisi lebih sendu, meskipun L juga tidaklah tidak enak. Sesungguhnya, terbesit sedikit kejenuhan kala mendengarkan 10 &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; isi album si artis yang memainkan seluruh instrumen "trio"-nya seorang diri ini, banyak &lt;i&gt;interlude&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;outro&lt;/i&gt; yang rasanya terlalu panjang, dan vokal Ohashi juga agak bergumam kayak gayanya Indra Lesmana. Akan tetapi, pengemasan lagu-lagu yang enak dan manis nadanya dalam musik &lt;i&gt;folk-jazz&lt;/i&gt; dengan 90% instrumen non-listrik tetaplah unik dan berkesan, gw harus menaruhnya dalam senarai ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;9. Mind Travel – Superfly&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_fh7tQCOEaE/TjqwVDnbb_I/AAAAAAAAApE/FUERVgZiY3A/s1600/superfly-mindtravel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-_fh7tQCOEaE/TjqwVDnbb_I/AAAAAAAAApE/FUERVgZiY3A/s320/superfly-mindtravel.jpg" width="165" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempet bikin gw merengut di album keduanya, Superfly mempersembahkan album ketiga yang lebih memuaskan dan lebih &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;. Dengan sedikit meng-&lt;i&gt;tone-down&lt;/i&gt; distorsi dan gebukan bertensinya (masih ada sih), namun tanpa meninggalkan konsep &lt;i&gt;60s-70s-inspired&lt;/i&gt;, Mind Travel dihiasi variasi yang menyenangkan, mulai dari disko, &lt;i&gt;stadium rock&lt;/i&gt;, akustik, gospel hingga Motown. Dan vokal Shiho Ochi masih juara di sini, sanggup meng-&lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; semua gaya musik tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/08/album-superfly-mind-travel.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;8. Superstar (スーパースター) – back number&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-r6wwInuPF7E/Tvs4_98kyVI/AAAAAAAAA8Y/gM7uDvAzZcI/s1600/back+number+-+%25E3%2582%25B9%25E3%2583%25BC%25E3%2583%2591%25E3%2583%25BC%25E3%2582%25B9%25E3%2582%25BF%25E3%2583%25BC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-r6wwInuPF7E/Tvs4_98kyVI/AAAAAAAAA8Y/gM7uDvAzZcI/s320/back+number+-+%25E3%2582%25B9%25E3%2583%25BC%25E3%2583%2591%25E3%2583%25BC%25E3%2582%25B9%25E3%2582%25BF%25E3%2583%25BC.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw suka banget &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; "Hanataba" yang jadi &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html"&gt;lagu Jepang no.1 gw tahun ini&lt;/a&gt;, namun gw masih agak ragu pada back number setelah sedikit mendengar &lt;i&gt;single-single&lt;/i&gt; lainnya yang menurut gw biasa saja. Gw pun coba mendengarkan album (major) debut band ini. Benar saja, musik mereka masih terdengar pop-rock biasa saja, namun entah kenapa gw tidak bisa tidak menikmati album bertajuk Superstar ini dari awal hingga akhir. Mungkin pilihan variasi permainan instrumennya, &lt;i&gt;beat&lt;/i&gt;nya yang asik, mungkin juga vokalnya yang mulus, atau juga aransemen mereka yang nggak ribet tapi &lt;i&gt;catchy,&lt;/i&gt; gw belum tau pasti&lt;i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Ini album "pop-rock biasa" paling &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; yang pernah gw dengar beberapa waktu belakangan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;7. Discovery – No Regret Life&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dqjS4b9rpSk/Tvs5GNyxGQI/AAAAAAAAA8g/EOcW_uJVcTM/s1600/No+Regret+Life+-+Discovery.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-dqjS4b9rpSk/Tvs5GNyxGQI/AAAAAAAAA8g/EOcW_uJVcTM/s320/No+Regret+Life+-+Discovery.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini dia jawaban mengapa No Regret Life tidak kedengaran selama 3 tahun-an belakangan ini, rupanya kontrak mereka dengan major label (bawahan Sony Music Japan) telah disudahi dan tahun 2011 trio &lt;i&gt;post-grunge&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini kembali dengan label mandiri, saking nggak lakunya (kasihan ya). Mungkin terpengaruh dengan semangat baru, album Discovery ini terdengar berenergi dan menyematkan positivisme band yang sesungguhnya berpotensi ini, meskipun tampilan musiknya tidak jauh berbeda dari karya-karya mereka sebelum ini. Untungnya juga mereka tidak sembrono dalam menggeber semangat, mereka menampilkan variasi irama di tiap-tiap lagunya yang ber-&lt;i&gt;chorus &lt;/i&gt;maut sehingga terhindar dari kejenuhan kala mendengarkannya, kayak konser aja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;6. A Tribute to KLa Project – various artists&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EzuvFkD2FWE/TvAZK_x1SDI/AAAAAAAAA6o/2GLWP4J3QKM/s1600/cd-kla.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-EzuvFkD2FWE/TvAZK_x1SDI/AAAAAAAAA6o/2GLWP4J3QKM/s320/cd-kla.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw berani menyatakan dengan yakin bahwa seperti inilah sebuah album tribut seharusnya dibuat. Karya-karya besar nan apik dari KLa Project ditata ulang untuk dibawakan oleh artis-artis yang lebih muda dengan karakter masing-masing, yang akan (relatif) menyenangkan penggemar KLa dan terlebih lagi penggemar artis-artis yang membawakan lagu-lagunya di sini. Sebuah album kompilasi yang dikonsep dan dieksekusi dengan cerdas, dan yang penting: &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-tribute-to-kla-project.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;5. WHITE – Angela Aki&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qZSwJ-_C630/TqGoDp58fgI/AAAAAAAAAyI/h_fk9sZGOe0/s1600/cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-qZSwJ-_C630/TqGoDp58fgI/AAAAAAAAAyI/h_fk9sZGOe0/s320/cover.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu alasan gw suka Angela Aki adalah dia pasti punya gambaran jelas mau seperti apa karya yang dihasilkannya. WHITE sendiri memiliki konsep yang unik, 5 lagu baru dan 5 lagu &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; (baik lagu orang lain maupun lagunya sendiri yang direkam ulang, baik bahasa Jepang maupun Inggris. &lt;i&gt;Oh that &lt;/i&gt;enka&lt;i&gt; cover is superb&lt;/i&gt;), semua dalam karakter Angela yang kuat, untuk memenuhi tema "the new you" yang diusungnya. Meskipun tidak seimpresif karya-karya sebelumnya, WHITE tetaplah sebuah perpanjangan reputasi Angela yang tidak pernah menghasilkan karya jelek hingga album ke-5 nya ini. &lt;i&gt;Quality music&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/album-angela-aki-white.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;4. Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna – Kahitna &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XUcUAvMQAu4/TuXeZpAmNEI/AAAAAAAAA6E/300qI-84rIA/s1600/kahitnaceritacinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-XUcUAvMQAu4/TuXeZpAmNEI/AAAAAAAAA6E/300qI-84rIA/s320/kahitnaceritacinta.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Album &lt;i&gt;double disc&lt;/i&gt; berisi 28 lagu ini penting gw taruh di senarai ini sebagai tanda salut gw terhadap Kahitna, atas kemurahan hatinya dalam mempersembahkan&lt;i&gt; hit-hit &lt;/i&gt;mereka tanpa ditahan-tahan dalam sebuah album. Merekalah artis Indonesia yang &lt;i&gt;so far&lt;/i&gt; paling tidak pelit dalam hal membuat album kompilasi &lt;i&gt;hits&lt;/i&gt;. Tak hanya soal itu, album ini juga berhasil dalam fungsinya mengingatkan kembali &lt;i&gt;range&lt;/i&gt; musik Kahitna yang dinamis namun tetap manis didengar. Wajib punya? &lt;i&gt;Of course&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-kahitna-cerita-cinta-25-tahun.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;3. HOP3 – RAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-XrHjYgHmQ2w/TgBNRQie48I/AAAAAAAAAkg/FZWdBsdkjkQ/s1600/ran+hop3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-XrHjYgHmQ2w/TgBNRQie48I/AAAAAAAAAkg/FZWdBsdkjkQ/s320/ran+hop3.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan album ketiga ini, RAN telah membuktikan bahwa mereka adalah "hope" bagi generasi muda musik Indonesia. Kreativitas bermusik trio &lt;i&gt;pop-urban&lt;/i&gt; ini semakin terasah. Meskipun dalam album ini musik mereka lebih mengarah ke digital, namun, alih-alih tersesat, karakter RAN malah semakin jelas. Nada-nada lincah nan &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; dibungkus dengan aransemen yang asik nan &lt;i&gt;groovy&lt;/i&gt;, tema liriknya pun mengalami &lt;i&gt;progress&lt;/i&gt;, menjadikan album ini sangat kompak dan menyenangkan meskipun hanya terdiri dari 9 lagu di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/06/album-ran-hop3.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;2. Realtime Singer Songwriter – Yu Takahashi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;(リアルタイム・シンガーソングライター – 高橋 優)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ELAeylveYV0/TdaKTSQNVjI/AAAAAAAAAhA/0RmCImizYVA/s1600/realtimesingersongwriter.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-ELAeylveYV0/TdaKTSQNVjI/AAAAAAAAAhA/0RmCImizYVA/s320/realtimesingersongwriter.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkejut adalah artis yang tadinya gw agak remehkan ternyata malah jadi gw sukai banget. Yu Takahashi gw kira akan jadi penyanyi/pencipta-lagu bergitar beraliran &lt;i&gt;pop-folk-rock&lt;/i&gt;&amp;nbsp;"berkarakter" yang hanya punya 1-2 lagu enak abis itu selesai. Siapa nyana, album debutnya, Realtime Singer Songwriter (ini &lt;i&gt;catchphrase&lt;/i&gt; yang diciptakan oleh orang yang sama yang menciptakan slogan "No Music No Life" untuk toko kaset Tower Records) seakan menawan gw sejak didengar pertama kali, padahal denger pertama itu cuma sambil lalu pas gw mandi. Enak-enak BANGET lagu dalam album ini, dan begitu mudah dinikmati dengan variasi irama dan &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; lagu-lagunya yang disusun sedemikian rupa. Bahkan gaya nyanyi Takahashi yang asal-asalan (cenderung&lt;i&gt; annoying&lt;/i&gt;) tidak menghalangi gw menjadikan album ini salah satu yang paling sering gw puter tanpa bosan hingga sekarang. &lt;i&gt;Best debut album I've heard in recent years&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/05/album-yu-takahashi-realtime-singer.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. 21 – Adele&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1EYuyfQ7U5k/TgyT-TnYH7I/AAAAAAAAAlI/0TsEdWT3OkI/s1600/21Adele.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-1EYuyfQ7U5k/TgyT-TnYH7I/AAAAAAAAAlI/0TsEdWT3OkI/s200/21Adele.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari galau-galauan, terlepas dari ini konon album terlaris di dunia tahun ini, &lt;i&gt;yes&lt;/i&gt;, 21-nya Adele adalah album paling TERBAIK tahun 2011 ini. Sudah bosan nampaknya mengemukakan alasan kenapa album ini bisa disukai banyak orang, ya vokal Adele yang &lt;i&gt;exceptional&lt;/i&gt;, ya rangkaian liriknya yang menggedor-gedor emosi, ya musik pop/soul/R&amp;amp;B-nya yang sangat rapi. Buat gw, &lt;i&gt;simply&lt;/i&gt; karena tiap-tiap lagunya enak dan mudah dikenali, tanpa kecuali. Mau didengarkan berurutan ataupun &lt;i&gt;random&lt;/i&gt; tidak masalah, gw tidak sanggup melongkap satu &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; pun dari album ini, tanpa bosan. Jika ada oknum-oknum yang enggan meletakkan album ini sebagai favoritnya, berarti dia hanya menyangkal karena gengsi nggak mau ikut arus *nuduh*. Bukan soal liriknya semata, tetapi keseluruhan bunyi dari album ini.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Great job&lt;/i&gt;, mbak Adele.&lt;/div&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/album-adele-21.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-films-of-2011.html"&gt;My Top 10 Films of 2011&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Previously: My Top 10 Songs of 2011 (&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html"&gt;International&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html"&gt;Japan&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-258000857404170475?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/258000857404170475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-albums-of-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/258000857404170475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/258000857404170475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-albums-of-2011.html' title='Year-End Note: My Top 10 Albums of 2011'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Eli09p0XKJc/Tvs4oulvVhI/AAAAAAAAA8Q/Rc_uTdnvYcs/s72-c/%25E5%25A4%25A7%25E6%25A9%258B%25E3%2583%2588%25E3%2583%25AA%25E3%2582%25AA+-+R.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-6603455660636413026</id><published>2011-12-29T10:02:00.001+07:00</published><updated>2011-12-31T20:29:36.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><title type='text'>Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (Japan)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saatnya mengetahui top 10 lagu J-Pop paling berkesan buat gw sepanjang tahun 2011. Dan ya, seluruhnya sebenarnya sudah gw sebutkan dalam postingan kompilasi &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/my-j-pop-40.html"&gt;My J-Pop 40&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/my-j-pop-41.html"&gt;41&lt;/a&gt;, tapi di sana kan total ada 34 lagu dan nggak ada pemeringkatan, hehe, jadi saatnya kita lihat yang mana saja yang berhasil masuk 10 besar. Bisa dibilang gw puas dengan susunan top 10 gw tahun ini, walau mungkin masih ada benang merah (yang penting &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;), musik yang muncul ternyata cukup beragam, baik artis yang memang langganan kesukaan gw dari tahun ke tahun (Superfly memegang rekor sebagai satu-satunya artis yang masuk senarai gw ini setiap tahun sejak 2008) maupun artis pendatang baru. &lt;i&gt;Shall we&lt;/i&gt;?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;10. "Kidoairaku plus Ai" – Kaela Kimura ("喜怒哀楽 plus愛" – 木村カエラ) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengawali karir di dunia &lt;i&gt;entertain...ment&lt;/i&gt; sebagai seorang model, Kaela Kimura tidak tanggung-tanggung ketika masuk ke dunia nyanyi. Ketimbang muncul dengan lagu-lagu pop pasaran, ia lebih memilih musik yang agak &lt;i&gt;alternative-rock&lt;/i&gt; dan bertahan hingga sekarang. "Kidoairaku plus Ai" yang sedikit &lt;i&gt;raw garage-rock&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;whatever that means&lt;/i&gt; =P) kembali menunjukkan ciri khas musik Kaela yang selalu terdengar &lt;i&gt;fresh&lt;/i&gt;. Dengan nada-nada &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; yang dibungkus komposisi &lt;i&gt;band&lt;/i&gt; enerjik, lagu ini semakin lama semakin bersemayam di ingatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="165" quality="low" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/204081/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;9. "My Favorite Songs" – Kana Uemura (植村花菜)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu curhat pengalaman pribadi memang punya &lt;i&gt;appeal&lt;/i&gt; tersendiri, apalagi jika dirangkai dalam kata-kata dan melodi yang enak dinikmati. Setelah tahun lalu menelurkan &lt;i&gt;hit&lt;/i&gt; mengenang sang nenek dalam judul lagu paling absurd sedunia ("Toilet no Kamisama") dengan durasi yang sama absurdnya (10 menit =.="), Kana Uemura hadir kembali, curhat tentang motivasi dan perjalanannya menjadi seorang penyanyi—gara-gara Julie Andrews di The Sound of Music—dengan durasi yang lebih bersahabat dan komposisi pop akustik yang menyegarkan, plus vokal Kana yang terdengar &lt;i&gt;sincere&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Sweet song&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="165" quality="low" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/255102/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;8. "Secret Garden" – Superfly&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shiho Ochi lewat Superfly akhirnya berani menampilkan nuansa R&amp;amp;B/&lt;i&gt;funk&lt;/i&gt; ala Motown dalam karyanya. "Secret Garden" bisa jadi &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; terfavorit gw dalam album ketiganya, Mind Travel. Terdengar santai dan adem, aransemen komplet dengan nuansa &lt;i&gt;vintage-&lt;/i&gt;nya (petikan gitar dan saxophonenya =)) sukses menopang vokal Shiho yang di lagu ini tampil kuat lembut (bukan lemah lembut) nan empuk, dan masih bisa menjangkau semua nada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="143" src="http://www.youtube.com/embed/rkxc1MhzC9w?rel=0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;7. "Chu Chu" – moumoon &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagunya terlalu &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;, tetapi menjadi &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; karena jatuhnya tidak mengesalkan, terima kasih pada aransemen manis-&lt;i&gt;fun&lt;/i&gt;-enerjik yang &lt;i&gt;chord &lt;/i&gt;asik-asik, serta vokal Yuka yang memang kedengaran bisa nyanyi dan &lt;i&gt;English-pronounciation&lt;/i&gt; yang bagus. &lt;i&gt;Chu, chu, kiss me&lt;/i&gt;...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="165" quality="low" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/204329/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="200"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;6. "Monster feat. Hata Motohiro" – Ohashi Trio ("モンシター feat. 秦 基博" – 大橋トリオ)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari &lt;i&gt;interlude&lt;/i&gt; tengahnya yang kelamaan, &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; dari solois-multiinstrumentalis beraliran &lt;i&gt;folk-jazz,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Ohashi Trio ini gampang sekali menjaring perhatian gw. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, pertamanya sih karena ada Hata Motohiro-nya, tetapi lagu "Monster" ini ternyata menampilkan susunan nada yang sangat mantap, bungkusan aransemennya pun ditata dengan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; yang istimewa, &lt;i&gt;beat-&lt;/i&gt;nya itu lho kayak nanggung gimana gitu =), dan vokal Hata Motohiro pun sukses memberi &lt;i&gt;icing&lt;/i&gt; yang lezat pada lagu ini. Adiktif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="165" quality="low" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/312588/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;5. "Onna no ko wa dare de mo" – Tokyo Incidents/Tokyo Jihen ("女の子は誰でも" – 東京事変)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu ini terdengar "normal" bila mengetahui siapa itu Tokyo Incidents, namun dengan lagu dan komposisi yang tidak terlalu ganjil pun band ini tetap bertaji tajam. Semacam penghormatan terhadap musik jazz pada era film-film musikal klasik Hollywood, bunyi-bunyian kelas wahid Tokyo Incidents berubah "&lt;i&gt;go standard&lt;/i&gt;" dengan iringan &lt;i&gt;big band&lt;/i&gt; lengkap yang memberi warna klasik, megah, anggun nan menyenangkan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="143" src="http://www.youtube.com/embed/cjSEjKY2QNo" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;4. "Endless" – sakanaction ("エンドレス" – サカナクション)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw tau sakanaction sudah cukup lama (cieeh sok banget), tetapi tidak terlalu tertarik karena menurut gw musik mereka terlalu ganjil dan kurang &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;. Tahun 2011 akhirnya muncul juga karya band &lt;i&gt;techno-rock-alternative-new wave&lt;/i&gt; ini yang dapat diterima kuping gw, bahkan cukup untuk membuatnya masuk dalam senarai ini. Musik mereka masih terdengar ganjil—seakan ada 3 versi &lt;i&gt;mixing&lt;/i&gt; yang dirangkai dalam satu lagu secara berurut: &lt;i&gt;groove, house music&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;dance-techno&lt;/i&gt; sangar, tetapi semua itu &lt;i&gt;worked really well&lt;/i&gt; dalam lagu ini, layaknya sebuah petualangan audio singkat.&amp;nbsp;Melodinya sih simpel nan galau, tetapi komposisi yang mereka tampilkan di sini terdengar rapi, unik dan lebih mudah dinikmati.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/HZZk2Mq_yjA" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;3. "Te wo Tatake" ("手をたたけ") – NICO Touches the Walls&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Te wo tatake, te wo tatake&lt;/i&gt;. Lagu ini sangat sangat mudah untuk menjadi favorit gw. Pop-rock yang &lt;i&gt;fun, bright&lt;/i&gt;, berenergi positif, menghentak, bersemangat, &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;. Meskipun dengan strukur lagu pop standar, tambahan &lt;i&gt;strings&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;brass section&lt;/i&gt; membuat lagu ini terdengar tidak sekadar asik saja, tetapi juga kaya. Tarikan vokal Tatsuya Mitsumura yang &lt;i&gt;all out &lt;/i&gt;sangat pas dalam menyuarakan nada-nadanya yang bersemesta luas dan mudah diingat itu. Ayo tepuk tangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="165" quality="low" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/215401/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="200"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;2. "Fukuwarai" – Yu Takahashi ("福笑い" – 高橋 優)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yu Takahashi adalah &lt;i&gt;J-Pop's next best thing&lt;/i&gt; bagi gw. Ia punya karakter kuat dan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; (menyanyi dan menulis lagu &lt;i&gt;at least&lt;/i&gt;) yang mumpuni, karya-karyanya juga enak dinikmati. Lagu "Fukuwarai" adalah salah satu bukti yang menunjukkan kemampuannya itu. Sangat mudah diingat, mudah diikuti, nada-nadanya manis dan aransemennya pun cakep dan efektif. Belum lagi liriknya yang &lt;i&gt;straightforward&lt;/i&gt; dan inspiratif yang disampaikan sepenuh hati oleh vokal Takahashi yang lepas dan (sebenarnya sih) bagus (tapi suka dicempreng-cemprengin. &lt;i&gt;He doesn't know how good he is&lt;/i&gt;), pantes aja betah bermukim di &lt;i&gt;playlist&lt;/i&gt; gw sejak kemunculannya di awal tahun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="143" src="http://www.youtube.com/embed/7a657CRRZaE?rel=0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. "Hanataba" ("花束") – back number&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;My number 1 this year&lt;/i&gt; adalah sebuah balada cinta &lt;i&gt;medium-beat&lt;/i&gt; dari sebuah band &lt;i&gt;pop-rock&lt;/i&gt;&amp;nbsp;pendatang baru. Aransemennya sederhana, ringkas, strukturnya lagunya pun cukup berbeda walau tidak baru (verse1-verse2-prechorus-chorus-bridge-chorus-verse1), namun nada, vokal, dan bunyi instrumen di masing-masing bagian itu entah kenapa terasa intim, dinamis (walau masih mellow), dan keseluruhannya dirangkai dengan indah dan menggugah—pada &lt;i&gt;verse&lt;/i&gt; pertama cuma ada vokal, drum dan bass, keren banget inih. Lompatan nadanya enak, vokalnya &lt;i&gt;clear&lt;/i&gt;, liriknya pun sangat lugas tanpa terlalu berpuisi-puisi ria (cocok buat yang mau belajar terjemahan, haha) sehingga menambah kesan mendalam terhadap lagu pernyataan cinta ini. Strukturnya yang tidak repetitif mungkin membuat yang mendengarnya selalu ingin dengar lagi =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/uo18Is2_B5A" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-albums-of-2011.html"&gt;My Top 10 Albums of 2011&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Previously: My Top 10 Songs of 2011 (&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html"&gt;International&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-6603455660636413026?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/6603455660636413026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6603455660636413026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6603455660636413026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html' title='Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (Japan)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/rkxc1MhzC9w/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-8892079928011748692</id><published>2011-12-28T10:56:00.001+07:00</published><updated>2011-12-29T10:07:38.914+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><title type='text'>Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (Indonesia)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Year-End Note 2011 selanjutnya adalah lagu-lagu Indonesia. Tahun ini seperti beberapa tahun belakangan ada mungkin ratusan lagu-lagu Indonesia yang dirilis...dan sebagian besar gw nggak tau. &lt;i&gt;O well&lt;/i&gt;, berikut adalah 10 lagu di antara sedikit yang gw dengar yang paling menyantol rasa, dari yang artisnya entah siapa hingga yang sudah &lt;i&gt;go international&lt;/i&gt; *prett* sampe band lama format baru.&lt;i&gt; Check them out&lt;/i&gt;...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;10. "Lebih Indah" – Adera&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I have no idea who he is&lt;/i&gt;, tetapi lantunan lagu pop dengan aransemen rapih-lengkap dan vokal enak yang gw temukan di YouTube gara-gara banyak yang bilang suka sama lagu ini di Twitter ini memang salah satu lagu paling mudah dinikmati sepanjang tahun. Petikan gitarnya asik dan liriknya nggak malu-maluin. Siapapun itu Adera yang menyanyikannya, &lt;i&gt;good music will just shine&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/OqsM5kQYjTc" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;9. "Bebas"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;–&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Stereocase feat. Sara (Un Soirée)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau boleh jujur gw agak merasa terganggu sama vokalnya yang terlalu "bergaya" dan&lt;i&gt; treble&lt;/i&gt;. Tetapi, gw amat sangat tidak terganggu dengan komposisi lagu ini. Meleburkan pop enerjik dengan sedikit &lt;i&gt;funk &lt;/i&gt;dan lirik yang menambah semangat, "Bebas" yang asyik ini tampaknya tepat untuk membawa Stereocase lebih dikenal khalayak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/PtKuLt4wg9c" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;8. "Hujan Turun" – Sheila On 7&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bersyukurlah bahwa Sheila On 7, band yang sempat jadi idola hampir segenap insan manusia Nusantara pada awal 2000-an ini tetap berusaha berkarya meski formasi bandnya agak "porak-poranda". Gw mungkin agak "berhenti menggemari" mereka setelah album ke-4, namun lagu-lagu baru mereka saat ini sebenarnya tidaklah jelek sama sekali, walau mungkin belum bisa mengulangi masa kejayaan mereka dahulu. Lagu "Pasti Ku Bisa" sempat gw &lt;i&gt;tag&lt;/i&gt; untuk jadi salah satu lagu Indonesia favorit gw tahun ini, namun kemudian muncul "Hujan Turun" yang lebih santai, lebih sederhana dan lebih "berasa". Tjakep lagu ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/xWtkSz5HBVg" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;7. "Baby I’m Sorry" – Tauruz&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu dari duo akustik yang kredit nama-nama personilnya agak @L4y ini sekilas bernuansa John Mayer gimana gitu. Musiknya simpel, liriknya tidak terlalu istimewa, vokalnya cukup oke meski belum &lt;i&gt;distinctive&lt;/i&gt;, namun secara keseluruhan kemasannya terasa pas dan tanpa beban, mengalir sejuk dan lancar, lalu di akhir diberi sedikit &lt;i&gt;power &lt;/i&gt;sehingga lagu ini lolos dari kesan datar mejemukan. Lagu selingkuh tapi adem.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/I8rS6y9qVjY" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;6. "Lelaki Dungu" – Sandy Canester&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sandy Canester ini pernah ngeluarin album nggak sih? Gw punya pegangan beberapa karyanya yang cukup memotivasi gw membeli albumnya (tapi nggak pernah nemu), selain pada warna vokalnya yang khas. "Lelaki Dungu" selain berjudul &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;, lagunya pun demikian. Nada-nada minor dan lirik galau dikemas dengan cerah dan asik, struktur nada &lt;i&gt;verse&lt;/i&gt;-nya lebih di atas daripada &lt;i&gt;chorus&lt;/i&gt;-nya pun menambah keunikan lagu ini. Vokal Sandy yang sebenarnya &lt;i&gt;smooth &lt;/i&gt;pun rupanya tidak tenggelam sama irama &lt;i&gt;medium-beat&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/6keoF60jNjw" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;5. "Paralyzed"&amp;nbsp; –&amp;nbsp;&amp;nbsp;Agnes Monica &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun dengan jalan yang (sangat) tersendat, Agnes Monica akhirnya bisa menunjukkan bahwa ia mampu membuat karya yang setara kualitas internasional. Nuansa Pop R&amp;amp;B elektronika medhok dapat kita jumpai pada lagu ini, lengkap dengan melodi yang simpel (tidak ribet dan &lt;i&gt;over the top&lt;/i&gt; kayak "Godai Aku Lagi" misalnya =P) serta aransemen musik modern yang juga tidak ribet namun bermassa. Liriknya (khususnya yang berbahasa Indonesia) pun dirangkai dengan apik. &lt;i&gt;So, shut up, haters&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/s7ZXms8QohI" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;4. "Hanyalah Cinta" – Anggun&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang kita beranjak pada artis Indonesia yang &lt;i&gt;go-international&lt;/i&gt; betulan (&lt;i&gt;sorry, Nez fans, she's just not there yet&lt;/i&gt;), Anggun mengerti betul bahwa pasar paling setia untuknya adalah negeri asalnya, Indonesia. Lagu "Hanyalah Cinta" meski memang dibuat oleh tim penulis mancanegara, namun versi lirik berbahasa Indonesia ini lebih cocok dengan melodinya dibandingkan versi bahasa Inggrisnya. Sangat &lt;i&gt;catchy &lt;/i&gt;dan unik, diberi aksen mandolin yang mempermanis balada tentang cinta ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/h8q35D9zZp0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;3. "Do Re Mi" – Budi Doremi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika semua orang berusaha membuat lagu se-&lt;i&gt;mellow &lt;/i&gt;mungkin, Budi hadir dengan nuansa lebih ceria bahkan terkesan main-main. Lagu "Do Re Mi" ini begitu ganas meracuni kuping dengan nuansa dan pemilihan &lt;i&gt;chord&lt;/i&gt; yang mirip-mirip "I'm Yours"-nya Jason Mraz dan "The Lazy Song"-nya Bruno Mars (serta kemudian ditemukan di "Under The Misteltoe"-nya Justin Bieber,&lt;i&gt; nothing is original these days&lt;/i&gt;), ringan dan terkesan jenaka. &lt;i&gt;The lyrics somehow are a bit&lt;/i&gt; maksa &lt;i&gt;and doesn't make sense&lt;/i&gt;. Tetapi jika diperhatikan dengan baik, performa seorang Budi tidaklah main-main, warna suaranya keren dan tekniknya pun asik tanpa ada kesan sok dibagus-bagusin. Vokal Budi, &lt;i&gt;and I'm saying it with confidence&lt;/i&gt;, sukses memberi banyak nilai tambah untuk lagu ini, dari sekedar enak dan lucu menjadi sangat &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/IXxj1LplwEM" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;2. "Sepeda" – RAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Appeal&lt;/i&gt; RAN sebagai artis muda paling berbakat pada generasi saat ini masih terasa buat gw. Lagu "Sepeda" sedikit berbeda dari lagu-lagu mereka lainnya, terutama pada liriknya yang steril dari soal cinta. Keceriaan bersepeda pagi-pagi tercermin pada pembawaan yang&lt;i&gt; fun&lt;/i&gt; dan aransemen yang tetap &lt;i&gt;groovy&lt;/i&gt;, pemilihan &lt;i&gt;chord&lt;/i&gt;-nya asik, melodi yang dinyanyikan pun sangat &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Good song indeed&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/ZDxzefttdQ8" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. "Pujaan Hatiku" – Jikustik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Hands down, this is the most beautiful song of the year&lt;/i&gt;. Jikustik sempat goyah dengan hilangnya vokalis utama mereka, namun dengan menarik vokalis baru yang suaranya lebih keren, Jikustik berhasil mencuat kembali lewat lagu ini. Dengan &lt;i&gt;effortless&lt;/i&gt;-nya lagu ini merenggut perhatian, liriknya puitis sederhana, melodinya syahdu tanpa cengeng, komposisi musik akustikanya menyejukkan luar biasa, perpaduan vokalis baru (Brian) dengan si &lt;i&gt;bassist/ever-2nd-vocalist&lt;/i&gt; (Icha) membuatnya begitu menusuk. Sebuah lagu yang sangat Indonesia namun empunya keindahan langka. &lt;i&gt;Bravo&lt;/i&gt;, Jikustik!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/eYzL0zkecsw" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;Honorable Mention: Guilty Pleasure of the Year&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;"Hamil Duluan" - Tuty Wibowo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;O well&lt;/i&gt;, lagu dangdut Pantura ini memang asal-asalan dan lucu-lucuan saja. Namun siapa yang sanggup menahan goyangan ataupun tawa tiap kali mendengar lagu dengan pesan moral sangat baik ini. Gw heran banyak yang mengganggap lagu ini kampungan dan tidak mendidik. Hey, lagunya memang kampungan (&lt;i&gt;obviously&lt;/i&gt;), tetapi lagu ini JAUH LEBIH MENDIDIK daripada "Jadikan Aku yang Kedua"-nya Astrid atau "Kekasih Gelap"-nya Ungu yang diklaim lebih bermutu itu. Masih mending dikasih tau kalo pacaran sambil tidur berduaan dan gelap-gelapan bisa hamil duluan, dasar orang-orang picik nggak tau terima kasih!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/ndhbf-X7jO8" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_29.html"&gt;My Top 10 Songs of 2011 (Japan)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Previously: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html"&gt;My Top 10 Songs of 2011 (International)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-8892079928011748692?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/8892079928011748692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8892079928011748692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8892079928011748692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html' title='Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (Indonesia)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/OqsM5kQYjTc/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-1200229507339590779</id><published>2011-12-27T17:25:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T10:59:14.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><title type='text'>Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (International)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebentar lagi tahun baru, marilah kita mulai mendaftar apa-apa saja yang paling berkesan bagi gw sepanjang 2011, baik musik maupun film. Satu hal yang berbeda pada senarai ini, kalau tahun-tahun sebelumnya gw mengurutkan berdasarkan abjad tanpa peringkat, mulai tahun ini gw akan jadi jahat dan mengurutkan setiap kategori berdasarkan preferensi. Yup, jadi bakal ada yang nomer 10 si bontot dan nomer 1 si juara—&lt;i&gt;notice that it is now a&lt;/i&gt; “Top 10” &lt;i&gt;instead of&lt;/i&gt; “10 Top”? =). Walaupun masih dalam kriteria bersifat labil&amp;nbsp;dan dapat berubah-ubah seiring dengan waktu, biarlah kiranya pengurutan ini menjadi gambaran saja kira-kira mana yang paling gw suka sepanjang tahun 2011 ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan pertama gw akan memulai dengan lagu-lagu internasional minus Jepang. Sebetulnya referensi gw sangat terbatas pada kategori ini mengingat gw mulai jarang dengerin radio, namun sepuluh lagu keluaran 2011 berikut ini dengan mudah gw ingat, dan, hmmm, selera gw lagi-lagi pasaran sekali ya, hehe. &lt;i&gt;Anyway, here goes:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;10. "Last Friday Night (T.G.I.F.)" – Katy Perry&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw tuh bukan penggemar Katy Perry, sedikit sekali lagu-lagunya yang berkesan. Pengecualian datang dari lagu ini yang, walaupun liriknya masih usil, secara keseluruhan terdengar simpel tapi asik dan penuh, bagian &lt;i&gt;verse&lt;/i&gt;-nya yang sangat santai dieksekusi dengan baik oleh vokal Katy.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/KlyXNRrsk4A" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;9. "Honey Bee" – Blake Shelton&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu ini muncul begitu saja di radio &lt;i&gt;streaming&lt;/i&gt; yang gw dengarkan, eh langsung nemplok di ingatan gw saking &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;-nya. Dibawakan oleh penyanyi Country yang sedang tenar-tenarnya, Blake Shelton, lagu yang (masih) dangdut liriknya ini pasti bisa jadi favorit banyak orang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/d527GHDn5rQ" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;8. "The World As I See It" – Jason Mraz&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak sesantai lagu-lagu Jason Mraz sebelum ini, lagu ini masih menyimpan kekaleman dan ke-&lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt;-an yang mudah dinikmati. Struktur lagunya nggak terlalu standar, liriknya sederhana namun mengena (gombalnya), &lt;i&gt;simply a nice piece&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/OjP7VTHUais" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;7. "As Long As We Got Love" – Javier Colon feat. Natasha Bedingfield&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama mendengarnya di radio lagu ini sudah merebut perhatian gw karena komposisi dan lirik yang memang seperti dibuat untuk jadi enak, diperkuat lagi oleh vokal keren dari pemenang acara The Voice, Javier Colon bersama Natasha Bedingfield, &lt;i&gt;a firm love anthem&lt;/i&gt; dengan perpaduan vokal yang apik. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/rf8Szx0pwoo" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;6. "Stereo Hearts" – Gym Class Heroes feat. Adam Levine&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ah, you know lah why I include this song on my list, same reason as why you would put it on yours&lt;/i&gt; =).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/T3E9Wjbq44E" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;5. "Price Tag" – Jesse J feat. B.o.B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jessie J menunjukkan kepandaiannya dalam meramu nada yang mudah diingat dan mengisinya dengan lirik-lirik inspiratif dalam kemasan musik kekinian yang enak didengar. Lagu ini adalah “Black or White”-nya 2011 *eaaa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/qMxX-QOV9tI" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;4. "The Lazy Song" – Bruno Mars&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi lagu dari Bruno Mars, penyanyi solo pria paling “panas” di industri musik Amerika saat ini. Tahun lalu ada dua lagu yang melibatkan dirinya yang masuk 10 besar favorit gw, tahun ini pun lagu ini mampu meracuni gw, mulai dari lirik, melodi, hingga aransemennya yang komikal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/fLexgOxsZu0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;3. "Paradise" – Coldplay&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Never been a Coldplay fan&lt;/i&gt;, tetapi gw merasa &lt;i&gt;hits&lt;/i&gt; yang dikeluarkan oleh band ini selalu menarik. “Paradise” tampil dengan bunyi-bunyian yang kaya, ada unsur elektronika, &lt;i&gt;strings section&lt;/i&gt;, serta &lt;i&gt;mini-choral &lt;/i&gt;(opo meneh iki), menghiasi basis musik pop-rock mereka menjadi istimewa. &lt;i&gt;Beat-&lt;/i&gt;nya enak, tapi yang paling cakep adalah sinergi melodi dan &lt;i&gt;chord-chord &lt;/i&gt;yang dipilih. Keren. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/1G4isv_Fylg" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;2. "Don’t You Remember" – Adele&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sulit sekali memilih satu saja lagu Adele dari album 21 yang menjadi favorit. Sedikitnya ada 3 lagu favorit gw di album &lt;i&gt;best-selling&lt;/i&gt; itu, namun akhirnya gw putuskan untuk menaruh “Don’t You Remember” dalam Top 10 ini. Sejak detik awal bunyi petikan gitar, perlahan vokal dan segenap instrumen soul akustik itu bersuara, hingga penggalan lirik lirih di bagian akhir. Sebuah lagu emosional yang sempurna dan indah, diaransemen dengan baik serta menantang vokal Adele dengan sangat pantas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/kWakZcEGB38" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #b45f06; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;1. "Pumped Up Kicks" – Foster The People&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Vokal dengan efek digital yang bergumam, bunyi-bunyian elektronik yang dominan dan berulang, demikian juga &lt;i&gt;chorus&lt;/i&gt;nya yang sangat &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; dan (juga) berulang, lagu ini sangat berpotensi sebagai lagu paling ganggu tahun ini. &lt;i&gt;But it’s not&lt;/i&gt;. Inilah lagu yang paling menarik perhatian, atau lebih tepatnya “meracuni” gw semenjak gw pertama kali mendengarnya kala mereka menyanyikannya &lt;i&gt;live&lt;/i&gt; di acara Tonight Show with Jay Leno (di sini vokalnya nggak pake efek). Seusai mendengarkan lagu ini tidak pernah beranjak keluar dari kepala hingga saat ini, meski sudah didengar berulang-ulang baik di radio maupun ngulik-ngulik YouTube. Kok bisa ya?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/SDTZ7iX4vTQ" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;Honorable Mention: Guilty Pleasure of the Year&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;“Party Rock Anthem” – LMFAO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah ini baru lagu paling ganggu sepanjang tahun 2011. Menurut gw lagu ini &lt;i&gt;pointless&lt;/i&gt;, kosong, repetitif, &lt;i&gt;overrated&lt;/i&gt;, dan ganggu lah pokoknya. Meski begitu, toh setiap lagu ini berkumandang gw tetep angguk-angguk bahkan coba-coba menirukan gerakan kakinya. Syit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/pIOOwhmkoLo" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Next: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011_28.html"&gt;My Top 10 Songs of 2011 (Indonesia)&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-1200229507339590779?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/1200229507339590779/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1200229507339590779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1200229507339590779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/year-end-note-my-top-10-songs-of-2011.html' title='Year-End Note: My Top 10 Songs of 2011 (International)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/KlyXNRrsk4A/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-3760052074401715510</id><published>2011-12-26T19:31:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T19:31:07.723+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-X4tDZwdMMgE/TvVfzqdfrYI/AAAAAAAAA8E/khXAE7-BlO0/s1600/SherlockHolmes2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://2.bp.blogspot.com/-X4tDZwdMMgE/TvVfzqdfrYI/AAAAAAAAA8E/khXAE7-BlO0/s320/SherlockHolmes2.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Sherlock Holmes: A Game of Shadows&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Warner Bros.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Guy Ritchie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written by Michele Mulroney, Kieran Mulroney&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Based on the characters and short stories by Sir Arthur Conan Doyle&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Joel Silver, Lionel Wigram, Susan Downey, Dan Lin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Robert Downey Jr, Jude Law, Noomi Rapace, Jared Harris, Stephen Fry, Rachel McAdams, Kelly Rilley, Paul Anderson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sukses dengan versi agak nyeleneh dari &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/01/movie-sherlock-holmes-2009.html"&gt;Sherlock Holmes&lt;/a&gt; pada tahun 2009, bukanlah hal yang mengagetkan apabila Warner Bros. membuat sekuel dari film yang untung secara finansial dan filmnya sendiri lumayan menyenangkan itu. Diberi subjudul A Game of Shadows, Sherlock Holmes 2 ini masih memasang mitra "romantis", detektif swasta Sherlock Holmes dan Dr. Watson yang dimainkan aktor Robert Downey Jr. dan Jude Law, dan masih dibawah pengarahan sutradara Guy Ritchie beserta segenap kerabat kerjanya *berita TVRI kali kerabat kerja*.  Kisahnya sendiri seperti meneruskan apa yang di-&lt;i&gt;tease&lt;/i&gt; di bagian akhir film pertama, tepatnya tokoh Prof. Moriarty, yang dalam versi literaturnya adalah musuh Holmes yang paling berat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bom teror terjadi di wilayah Eropa yang ditakutkan menimbulkan perang antar bangsa, namun Holmes mencium adanya skema jahat dari satu oknum yang punya agenda tersendiri dibalik segala peristiwa ini. Ia menaruh kecurigaan paling kuat pada seorang cendekiawan ternama, Prof. Moriarty (Jared Harris), apalagi setelah mengikuti sepak terjang Irene Adler (Rachel McAdams), kekasih Holmes sekaligus orang suruhan dari Moriarty, yang ketangkap basah membawa surat dan paket bom untuk seorang ilmuwan. Dengan mengikuti pelbagai petunjuk, Holmes pun bertemu dengan seorang gadis gipsi, Sim (Noomi Rapace) yang dapat membawanya kepada informasi apa yang jadi rencana Moriarty. Di saat yang sama, Dr. Watson melaksanakan pernikahan dengan Mary (Kelly Reilly), namun tetap saja Watson tidak bisa melepaskan diri dari usaha pemecahan misteri bersama Holmes, apalagi nyawa diri dan istrinya turut terancam hanya karena dia temannya Holmes.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;So&lt;/i&gt; langsung saja, jika dibandingkan dengan film pertama, A Game of Shadows tidaklah memberikan peningkatan. Jika film pertama itu banyak berkelahinya, maka film kedua ini banyak adegan-adegan ekstrim, tembak-tembakan dan ledak-ledakan. Misterinya? &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, sama seperti film pertama, tidak terlalu dikedepankan—sebuah sisi yang mungkin akan mengecewakan fans tokoh Holmes. Jujur sebenarnya gw nggak terlalu ngerti betul detil-detil cerita dan intrik-intrik yang menghiasainya, kuramg paham apa yang dicari Holmes, gw mah iya-iya aja deh, pokoknya begitulah, abisnya disampaikan cepet banget seakan nggak penting. Bukan berarti jelek—dan ini anehnya, sama juga seperti film pertama, walaupun nggak ngeh-ngeh amat sama ceritanya, gaya enerjik Ritchie dan performa Downey dan Law yang tidak gagap dalam menampilkan kejenakaan memberikan hiburan tersendiri yang menyenangkan, gw tetap betah menatap layar dan mengikuti perjalanan kisahnya hingga akhir. Pada akhirnya film ini memang bertujuan sebagai hiburan, dan itu terbilang berhasil. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehadiran tokoh-tokoh baru yang dimainkan Noomi Rapace (dulu dikenal sebagai pemeran gadis &lt;i&gt;gothic &lt;/i&gt;Lisbeth Salander dalam film Swedia, The Girl with the Dragon Tattoo) beserta komedian Stephen Fry sebagai kakak Holmes, Mycroft yang bekerja untuk kementrian luar negeri (&lt;i&gt;or something like that&lt;/i&gt;) memberikan warna tersendiri, tokoh-tokohnya tidak menganggu dan penampilan mereka tidaklah mengecewakan. Jared Harris sebagai sang &lt;i&gt;villain&lt;/i&gt; Moriarty juga nggak jelek sih, cuman balik lagi ke permasalahan penekanan cerita, adu intelektual Holmes vs Moriarty sama sekali tidak terlihat sengit, membuat Moriarty tidak kelihatan terlalu berbahaya, satu titik yang sangat disayangkan sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi A Game of Shadows mungkin setara dengan pendahulunya meski dalam cerita yang berbeda. Film ini menghibur dengan kelincahannya, celetukan-celetukan serta perilaku Holmes yang cukup mengundang tawa, kekompakan Downey dan Law, tampilan visual&amp;nbsp;(&lt;i&gt;art direction&lt;/i&gt;, kostum, sinematografi)&amp;nbsp;agak &lt;i&gt;gritty&lt;/i&gt; monokromatis yang keren sangat, musik yang asik, dan beberapa adegan-adegan seru (adegan  di kereta api ke Brighton, pelarian di hutan Austria atau Jerman gitu). Kesan keseluruhan yang ditimbulkan pun (sayangnya) kurang lebih sama saja, kisah pemecahan misteri yang berpotensi seru yang kalah pamor sama unsur-unsur aksi menghibur. Namun nggak terlalu masalah, gw tetap terhibur kala menontonnya. Nggak rugi-rugi amat lah. Palingan tahun depan udah nggak inget lagi ceritanya gimana =P.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;6,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-3760052074401715510?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/3760052074401715510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-sherlock-holmes-game-of-shadows.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/3760052074401715510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/3760052074401715510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-sherlock-holmes-game-of-shadows.html' title='[Movie] Sherlock Holmes: A Game of Shadows (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-X4tDZwdMMgE/TvVfzqdfrYI/AAAAAAAAA8E/khXAE7-BlO0/s72-c/SherlockHolmes2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2835953565800357471</id><published>2011-12-26T00:17:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T00:17:26.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Garuda di Dadaku 2 (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-AkCY41WWPRo/TvVfvyFCQEI/AAAAAAAAA70/LeE-9qAXgGQ/s1600/GarudaDiDadaku2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://2.bp.blogspot.com/-AkCY41WWPRo/TvVfvyFCQEI/AAAAAAAAA70/LeE-9qAXgGQ/s320/GarudaDiDadaku2.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Garuda di Dadaku 2&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - SBO Films/Mizan Production)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Rudi Soedjarwo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written by Salman Aristo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Salman Aristo, Kemal Arsjad, Shanty Harmayn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Emir Mahira,&amp;nbsp;Aldo Tansani, Monica Sayangbati,&amp;nbsp;Maudy Koesnaedi,&amp;nbsp;Rio Dewanto,&amp;nbsp;Muhammad Ali, Ramzi, Rendy Khrisna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/10/movie-garuda-di-dadaku-2009.html"&gt;Garuda di Dadaku&lt;/a&gt; tahun 2009 adalah salah satu film Indonesia pasca-&lt;i&gt;revival&lt;/i&gt; tersukses, konon menghimpun lebih dari satu juta &lt;i&gt;admissions&lt;/i&gt; bioskop—nggak termasuk gw karena nontonnya baru di VCD sewaan =), dan kualitasnya pun tidaklah sama sekali buruk...&lt;i&gt;well,&lt;/i&gt; dengan beberapa kelemahan yang bisa dimaafkan lah. Dua tahun lebih kemudian tim yang lebih-kurang sama kembali menyapa penonton Indonesia dengan sekuelnya. Masih ditulis oleh Salman Aristo namun kini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo menggantikan Ifa Isfansyah (sibuk sama &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-sang-penari-2011.html"&gt;Sang Penari&lt;/a&gt; mungkian =)), Garuda di Dadaku 2 ini sepertinya muncul dalam momentum yang tepat, setelah perhelatan SEA Games tahun ini yang cabang olah raga sepakbola-nya menjadi perhatian besar. Meskipun tetap dengan kemasan yang &lt;i&gt;generally&lt;/i&gt; menghibur, Garuda di Dadaku 2 seperti mencoba memberi refleksi terhadap dunia sepakbola Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sukses Bayu (Emir Mahira) menjadi pemain tim nasional sepakbola usia 13 di film pertama bukanlah akhir yang tanpa perjuangan. Masih aktif sebagai pemain tim nasional sepakbola junior, bahkan sekarang jadi kapten tim U-15, Bayu mulai merasakan beban ketika sedikit sekali pertandingan yang bisa dimenangkan oleh timnya, pertandingan persahabatan sekalipun. Menjelang turnamen ASEAN, pengurus organisasi yang menaungi mereka memutuskan memanggil pelatih baru untuk tim U-15, seorang pria muda bernama pak Wisnu (Rio Dewanto). Dengan latihan yang lebih keras dari yang sebelum-sebelumnya, Bayu dan kawan-kawan harus kembali menyesuaikan diri demi mencapai kemenangan, termasuk hadirnya anggota tim baru, Yusuf (Muhammad Ali) yang belakangan jadi favorit masyarakat. Di saat yang bersamaan, Bayu juga harus berusaha menyeimbangkan kehidupan sekolahnya karena prestasinya di bawah rata-rata—dia banyak nggak masuk untuk latihan sepakbola—dan kali ini harus menyelesaikan tugas kelompok, trus ada perasaan ciee ciee sama murid pindahan bernama Anya (Monica Sayangbati) yang berwatak tegas. Kehadiran pacar baru sang ibu (Maudy Koesnaedi), oom Rudi (Rendy Khrisna) yang garing juga agak menyulut emosi Bayu yang agak-agak nggak terima, belum lagi persabahatannya dengan Heri (Aldo Tansani) kini penuh perselisihan, loe cuma nonton-gue yang di lapangan &lt;i&gt;thingy&lt;/i&gt;. Dengan segala hal yang ada di pikirannya, mampukah Bayu memimpin timnya untuk memenuhi harapan meraih prestasi tertinggi?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Garuda di Dadaku 2 ini berangkat cukup jauh dari film pertamanya. Memang akan lebih mendalam jika menyaksikan film pertamanya, ketika Bayu yang gemar sepakbola harus memperjuangkan impiannya menjadi anggota timnas meski harus dihalang-halangi sang Kakek yang anti-sepakbola&lt;span style="text-align: justify;"&gt;—kegelisahannya jadi lebih berasa&lt;/span&gt;, namun menonton langsung yang kedua ini juga nggak terlalu masalah sebetulnya. Tidak lagi dengan struktur standar &lt;i&gt;zero-to-hero&lt;/i&gt;, melainkan lebih pada perjuangan untuk mempertahankan apa yang sudah didapat. Kisahnya yang mencakup tokoh Bayu baik dalam kehidupan sepakbola maupun kehidupan pribadinya boleh dibilang pas dan seimbang. Sisi-sisi reflektif yang sebagaimana gw singgung tadi hadir dan disampaikan dengan lumayan mengena. Ada keterlibatan orang partai politik dalam organisasi olah raga, ada pembongkaran titik-titik lemah timnas sepakbola kita, penonton yang “lebih jago” daripada yang main (ehem, Heri), atau bagaimanapun berartinya sepakbola bagi yang menggilainya, selalu saja ada yang menganggap itu tidak istimewa (Anya) dibandingkan tugas sekolah dan layanan kesehatan misalnya *hehehe*. Bagian-bagian ini, serta kelabilan emosi Bayu yang natural baik di lapangan maupun di rumah menjadi perekat yang baik dan menggelitik bagi penonton. Selain fokus penceritaan yang berbeda, film ini juga sukses memperbaiki kelemahan film pertamanya dalam soal penampakan produk  sponsor yang sangat wajar =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Garuda di Dadaku 2 adalah film yang boleh dibilang &lt;i&gt;overall&lt;/i&gt; menghibur dan memuaskan, mungkin film Indonesia yang paling demikian sepanjang 2011. &lt;i&gt;Tone&lt;/i&gt;-nya lebih &lt;i&gt;gritty&lt;/i&gt; dan dramatis ala Rudi Soedjarwo gimana gitu, menunjukkan film ini lebih dewasa sebagaimana usia tokohnya, tetapi semangat untuk menjangkau penonton segala umur tetap dijaga, lihat saja adegan-adegan latihan anak-anak di bawah pelatih Wisnu yang sangat Kapten Tsubasa—minus penantian dua episode untuk lari ke gawang dan gol =_=”. Drama, humor, serta pertandingan-pertandingan sepakbolanya dipresentasikan dengan laju yang &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; dan tidak menjemukan. Meskipun fokus kisahnya terbagi-bagi, buat gw itu tidaklah mengganggu dan disampaikan dengan tidak berat di satu sisi saja. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh, oke, kalau boleh menyebut kelemahannya: 1. Lapangannya di situ-situ aja; 2. Tokoh Bang Dulloh (Ramzi) yang semakin tenggelam padahal dialah yang paling menonjol di film pertama; 3. &lt;i&gt;Talent&lt;/i&gt; tim-tim lawan yang tidak terlihat seperti anak-anak dari luar negeri, terutama yang Jepang =P; 4. Rio Dewanto buka baju tanpa alasan selain &lt;i&gt;fan-servicing&lt;/i&gt;; dan 5. Gambaran media massa yang terlalu maksa. Setahu gw se-seru-serunya pertandingan sepakbola internasional di Indonesia, media massa nggak akan pernah menggubris anak-anak umur belasan tahun alih-alih memperlakukannya bak Irfan Bachdim atau Diego Michiels, karena mereka akan lebih memilih liputan Liga Eropa yang—meski nggak ada hubungan langsung dengan bangsa Indonesia—lebih banyak peminat,&lt;i&gt; correct me if I’m wrong&lt;/i&gt;. Akting pemain-pemainnya nggak jelek dan bermain wajar (Emir bagus emosinya), cuman entah kenapa gw merasa sebagian aktor-aktor ini ngomongnya kok jadi kayak Dian Sastro di Ada Apa Dengan Cinta?-nya Rudi Soedjarwo ya? Gw sampe berharap ada yang bakal ngomong “Basik! Madingnya udah mau terbit!” =D. &lt;i&gt;O well, regardless&lt;/i&gt;, film ini tetaplah sebuah &lt;i&gt;follow up&lt;/i&gt; yang baik bagi film pertamanya yang sukses itu, &lt;i&gt;entertaining and heartwarming&lt;/i&gt;. Gw sih kayaknya lebih suka yang kedua ini =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2835953565800357471?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2835953565800357471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-garuda-di-dadaku-2-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2835953565800357471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2835953565800357471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-garuda-di-dadaku-2-2011.html' title='[Movie] Garuda di Dadaku 2 (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AkCY41WWPRo/TvVfvyFCQEI/AAAAAAAAA70/LeE-9qAXgGQ/s72-c/GarudaDiDadaku2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-391208743378259817</id><published>2011-12-25T15:49:00.001+07:00</published><updated>2011-12-25T15:56:51.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eJVu3tKb4Kw/TvVfyiRcNTI/AAAAAAAAA78/TgfIH_V6CKM/s1600/MIGhostProtocol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://1.bp.blogspot.com/-eJVu3tKb4Kw/TvVfyiRcNTI/AAAAAAAAA78/TgfIH_V6CKM/s320/MIGhostProtocol.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Mission: Impossible - Ghost Protocol&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Paramount)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Brad Bird&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Written by Josh Applebaum, André Nemec&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Based on the television series "Mission: Impossible" created by Bruce Geller&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Tom Cruise, J.J. Abrams, Bryan Burk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg, Paula Patton, Michael Nyqvist, Vladimir Mashkov, Josh Holloway, Léa Seydoux, Anil Kapoor, Tom Wilkinson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akibat kegagalan megamankan dokumen kode aktivasi senjata nuklir, IMF menugaskan agen Jane Carter (Paula Patton) dan Benji Dunn (Simon Pegg) membebaskan agen unggul Ethan Hunt (Tom Cruise) yang tengah dipenjara di Rusia. Hunt kemudian ditugaskan memimpin tim baru, ya dua orang itu, untuk mengambil kode aktivasi senjata nuklir (lho, eh , bukan deh, berhubungan tapi bukan dokumen yang sama, au’ah) yang tersimpan di arsip militer istana Kremlin di Moskow. Malang, misi gagal dengan munculnya seorang ilmuwan gila Swedia yang sempat bekerja untuk Uni Sovyet, Kurt Hendricks (Michael Nyqvist) yang berusaha mengendalikan senjata nuklir itu untuk...emm...semacam menghancurkan beberapa tempat di dunia agar terjadi perang dan menimbulkan proses evolusi—sayangnya dia tidak mengincar Jakarta =P. Ia sudah duluan mengambil incerannya Hunt dkk, bahkan menimbulkan ledakan dahsyat yang menghancurkan kawasan Kremlin. Karena tim Hunt ada di sana, IMF Amerika dituding sebagai pelakunya. Oleh pemerintah Amerika, IMF dibekukan, dan Hunt harus bertanggung jawab, namun menteri luar negeri (Tom Wilkinson) menugaskan Ghost Protocol kepada Hunt, menghentikan dan membuktikan keterlibatan Hendricks demi mengembalikan reputasi IMF, namun misi dijalankan tanpa &lt;i&gt;backing&lt;/i&gt;-an pemerintah sama sekali. Dengan misi ini, serta menyeret seorang analis yang rupanya jago di misi lapangan, William Brandt (Jeremy Renner), tim Hunt harus segera memulai misi barunya dari Moskow, Dubai hingga Mumbai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mission: Impossible” awalnya adalah serial televisi yang ditayangkan sekitar tahun 1960-an sampai 1970-an dengan bintang utamanya alm. Peter Graves sebagai Jim Phelps (meski beliau cuman sampe musim kesekian saja), pemimpin tim kelompok agen rahasia khusus di bawah organisasi pemerintah USA bernama IMF (Impossible Missions Force, organisasi bo’ong-bo’ongan tentu saja. Kalo loe bayanginnya IMF yang "itu", serius banget sih hidup loe =P), kemudian ada versi barunya akhir 1980-an sampe 1990-an yang kembali dibintangi Peter Graves dengan pemain-pemain lain yang lebih muda. Kedua versi ini sempat ditayangkan TVRI dan RCTI (yeah, stasiun ini dulu oke banget tayangannya, sebelum ganti kepemilikan) dan menjadi tontonan favorit keluarga. Jadi siapa saja yang hidup di era 1990-an—dan punya TV—pasti familiar dengan rekaman pesan yang meledug sendiri, topeng samaran sempurna, alat komunikasi portable beserta alat-alat canggih lainnya, sampe lagu tema dan &lt;i&gt;main title design&lt;/i&gt; dengan sumbu terbakarnya itu, yang menghiasi episode demi episode misi berbahaya yang dilakukan kelompok ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Versi layar lebar Mission: Impossible buat gw nggak ada yang dapat memberi &lt;i&gt;impact&lt;/i&gt; sebagaimana yang dilakukan serial televisinya. Apalagi fatalnya adalah versi layar lebarnya terkesan hanya ajang memfasilitasi (atau justru memanfaatkan) kebintangan seorang Tom Cruise semata. Semua harus berpusat pada doski, doski, dan doski. Film pertama muncul tahun 1996 disutradarai Brian de Palma dengan nuansa yang agak &lt;i&gt;dark&lt;/i&gt; dengan &lt;i&gt;twist-twist&lt;/i&gt; biar seakan mau pamer “ini film besar lho” yang malah jadi mengesalkan (tokoh Jim Phelps yang jadi kesayangan pemirsa malah “dibunuh” karakternya, sial). Film kedua di tahun 2000 pun kesannya hanya cari uang saja. Dengan nuansa yang lebih terang daripada film pertama, arahan John Woo ini punya plot basi dan aksi-aksi yang keren-sih-tapi-tidak-untuk-Mission:Impossible, &lt;i&gt;I mean&lt;/i&gt;, adu kung-fu di klimaks?&lt;i&gt; Seriously&lt;/i&gt;? Film ketiga tahun  2006 arahan J.J. Abrams terbilang paling menghibur dan paling seru, serta paling mirip dengan nuansa serial aslinya meski dengan aksi yang lebih menggelegar dan perpaduan seimbang &lt;i&gt;drama-action&lt;/i&gt; yang mirip serial “Alias” (ya iyalah, Abrams kan kreatornya), tapi masih kurang monumental.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;But of course&lt;/i&gt;&amp;nbsp;film keempatnya pasti dibuat, mengingat suksesnya &lt;i&gt;franchise&lt;/i&gt; ini. Diberi judul (nggak cuma angka) Ghost Protocol, film keempat Mission:Impossible ini disutradarai oleh Brad Bird yang dikenal lewat film-film The Iron Giant, The Incredibles dan Ratatouille. Kartun semuah? Yup, film ini adalah debut film &lt;i&gt;live action&lt;/i&gt;nya. Meski kini demikian, rupanya Mr. Bird terbilang sukses dalam mengarahkan manusia-manusia betulan dan adegan-adegan laganya yang *&lt;i&gt;surprisingly&lt;/i&gt;* tidak berat CGI, semua masih terlihat mekanikal dan cukup wajar. Jika ada sisa-sisa “animasi” adalah dari caranya dalam memperlihatkan adegan-adegan minim dialog dengan &lt;i&gt;timing &lt;/i&gt;yang pas dan mudah dipahami, terutama pada bagian awal (sebelum &lt;i&gt;main title sequence&lt;/i&gt;-nya). Dengan laju yang enak dan timbul kesan urgensinya, Ghost Protocol terbilang mudah dinikmati dan tidaklah membosankan meski dengan plot yang tidak terlalu sederhana. Oh ya, menurut gw juga Ghost Protocol adalah film M:I yang paling banyak ngebodornya, kuncen humornya memang Simon Pegg yang meneruskan perannya di M:I:III—skarang naik kelas jadi agen lapangan—namun banyak juga adegan-adegan yang nggak terlalu serius lainnya di luar dia, semisal Jeremy Renner atau Anil Kapoor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan beberapa nilai positif yang gw lihat di film ini, seperti kerjasama tim yang nggak cuma bergantung sama tokohnya Tom Cruise, adanya pihak kepolisian Rusia yang turut mengejar Hunt dkk (jadi &lt;i&gt;at least&lt;/i&gt; mereka nggak hidup di dunianya sendiri), alat-alat yang lebih &lt;i&gt;sophisticated&lt;/i&gt; (adegan ilusi digital di dalam Kremlin itu keren abis =)) meski banyak juga yang disfungsi =D, adegan aksi yang seru dan &lt;i&gt;acceptable&lt;/i&gt; (yah masih agak ngarang juga sih cuman nggak ajaib-ajaib amat seperti pertarungan &lt;i&gt;one on one &lt;/i&gt;sambil jungkir balik =P), performa aktor yang cukup—Renner keren, Cruise tetap berpose senantiasa tetapi nggak terlalu menganggu—serta gambar-gambar panorama kota Budapest, Moskow, dan Dubai yang memukau,  gw tetap belum merasa Ghost Protocol akan meninggalkan kesan yang mendalam, bahkan rasanya gw masih lebih suka M:I:III. Motivasi sang &lt;i&gt;villain&lt;/i&gt;, Hendricks agak GeJe alias gak jelas sebenarnya, dan betul-betul hanya digunakan supaya IMF ada musuhnya aja, pun fungsi dokumen nuklir yang satu dan alat-alat nuklir-nukliran lainnya disampaikan sambil lalu aja gitu. Juga gw kurang suka adegan ketika tim Hunt mempertanyakan siapa sebenarnya Brandt yang terlalu sinetron, dan juga penegasan “pesan moral” secara verbal di bagian akhir =/. Namun harus tetap diakui Ghost Protocol adalah film yang menghibur tanpa terlalu membodohi, &lt;i&gt;and that’s about all&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-391208743378259817?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/391208743378259817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-mission-impossible-ghost-protocol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/391208743378259817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/391208743378259817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-mission-impossible-ghost-protocol.html' title='[Movie] Mission: Impossible - Ghost Protocol (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eJVu3tKb4Kw/TvVfyiRcNTI/AAAAAAAAA78/TgfIH_V6CKM/s72-c/MIGhostProtocol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-1839698964076096369</id><published>2011-12-23T10:53:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T10:53:29.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my j-pop'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>My J-Pop 41</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FncfGUOdtKE/TvP5yDtse2I/AAAAAAAAA64/mKkaBglmNNc/s1600/my-j-pop-41-photo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="278" src="http://1.bp.blogspot.com/-FncfGUOdtKE/TvP5yDtse2I/AAAAAAAAA64/mKkaBglmNNc/s400/my-j-pop-41-photo.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hello&lt;/i&gt;, kembali lagi dalam postingan rekomendasi lagu-lagu Jepang gw, My J-Pop yang kini memasuki edisi ke-41. Lumayan cepat daripada jeda sebelumnya, bisa jadi &lt;strike&gt;dikarenakan&lt;/strike&gt; karena paruh akhir 2011 ini memang lebih banyak lagu J-Pop yang menurut gw cukup enak, namun pada akhirnya, sesuai dengan kuota CD kosong 80 menit, tetap yang bisa masuk hanya 17 &lt;i&gt;track&lt;/i&gt;, terima kasih kepada SUKIMA SWITCH dan IKIMONOGAKARI yang lagunya makin lamaaa dan makin lamaaaa aja durasinya...meskipun emang enak-enak sih =P. Kali ini memang lebih banyak artis-artis langganan yang lagu-lagunya sudah sering gw masukkan ke My J-Pop, artis-artis yang baru pertama kali masuk jajaran ini pun sebenarnya artis-artis lama yang gw baru suka lagunya yang sekarang ini, seperti LOVE PSYCHEDELICO (&lt;i&gt;one of the coolest names of a band ever&lt;/i&gt; =)), Kana Uemura dan sakanaction. Pada volume ini juga gw baru menemukan seorang artis &lt;i&gt;folk-jazz&lt;/i&gt; multiinstrumental, Ohashi Trio yang dua lagunya masing-masing berkolaborasi dengan Hata Motohiro dan BONNIE PINK yang gw rasa sangat oke dan penting sehingga perlu gw taruh dua-duanya di sini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silahkan ditengok &lt;i&gt;tracklist&lt;/i&gt;-nya di bawah ini, silahkan cari sendiri kalau mau lagunya (Google, &lt;i&gt;it works&lt;/i&gt;!), dan silahkan dicek &lt;i&gt;preview&lt;/i&gt; beberapa lagu yang &lt;i&gt;highly recommended &lt;/i&gt;di bagian paling bawah. &lt;i&gt;Happy listening&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;My J-Pop vol. 41&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;1. &lt;b&gt;大橋トリオ&lt;/b&gt; – 「モンシター feat. 秦 基博」&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Ohashi Trio – "Monster feat. Hata Motohiro"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;2. &lt;b&gt;NICO Touches the Walls&lt;/b&gt; – 「手をたたけ」&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Te wo tatake"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;3. &lt;b&gt;Do As Infinity&lt;/b&gt;  – 「誓い」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Chikai"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;4. &lt;b&gt;高橋 優&lt;/b&gt; – 「誰もいない台所」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Yu Takahashi – "Dare mo inai daidokoro"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;5. &lt;b&gt;木村カエラ&lt;/b&gt; – 「喜怒哀楽 plus愛」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Kaela Kimura – "Kidoairaku plus Ai"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;6. &lt;b&gt;スキマスイッチ&amp;nbsp;&lt;/b&gt;– 「晴れときどき曇」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Sukima Switch – "Hare tokidoki kumori"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;7. &lt;b&gt;Superfly&lt;/b&gt; – 「Secret Garden」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;8. &lt;b&gt;GReeeeN&lt;/b&gt; – 「恋文〜ラブレター〜」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Koibumi ~Love Letter~"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;9. &lt;b&gt;大橋トリオ&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Ohashi Trio&lt;/i&gt; – 「Be There feat. BONNIE PINK」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;10. &lt;b&gt;FUNKY MONKEY BABYS&lt;/b&gt; – 「LOVE SONG」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;11. &lt;b&gt;LOVE PSYCHEDELICO&lt;/b&gt; – 「It's You」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;12. &lt;b&gt;いきものがかり&lt;/b&gt; – 「歩いていこう」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Ikimonogakari – "Aruite ikou"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;13. &lt;b&gt;TEE&lt;/b&gt; – 「愛し続けるから」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;"Aishitsuzukeru kara"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;14. &lt;b&gt;東京事変&lt;/b&gt; – 「電気のない都市」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Tokyo Incidents/Tokyo Jihen – "Denki no nai toshi"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;15. &lt;b&gt;moumoon&lt;/b&gt; – 「Chu Chu」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;16. &lt;b&gt;植村花菜&lt;/b&gt; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Kana Uemura&lt;/i&gt; – 「My Favorite Songs」&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;17. &lt;b&gt;サカナクション&lt;/b&gt; – 「エンドレス」&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;sakanaction – "Endless"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Previews of the most recommended songs&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Ohashi Trio – "Monster feat. Hata Motohiro" (short version) &lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/VWgqjbCvMZI" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;NICO Touches the Walls – "Te wo tatake"&lt;/div&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="225" quality="high" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/215401/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="300"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Kaela Kimura - "Kidoairaku plus Ai"&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;&lt;embed &amp;nbsp;allowscriptaccess="sameDomain" align="middle" height="225" quality="high" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/204081/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="300"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Ohashi Trio – "Be There feat. BONNIE PINK" (short version)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/m4cPgmAtBww" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;moumoon – "Chu Chu"&lt;/div&gt;&lt;embed align="middle" allowscriptaccess="sameDomain" height="225" quality="high" src="http://www.yinyuetai.com/video/player/204329/v_0.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="300"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;sakanaction – "Endless"&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/HZZk2Mq_yjA" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-1839698964076096369?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/1839698964076096369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/my-j-pop-41.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1839698964076096369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1839698964076096369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/my-j-pop-41.html' title='My J-Pop 41'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FncfGUOdtKE/TvP5yDtse2I/AAAAAAAAA64/mKkaBglmNNc/s72-c/my-j-pop-41-photo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-7124242496082329640</id><published>2011-12-20T18:25:00.002+07:00</published><updated>2011-12-20T18:49:30.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>[Album] A Tribute to KLa Project</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EzuvFkD2FWE/TvAZK_x1SDI/AAAAAAAAA6o/2GLWP4J3QKM/s1600/cd-kla.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-EzuvFkD2FWE/TvAZK_x1SDI/AAAAAAAAA6o/2GLWP4J3QKM/s320/cd-kla.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Various Artists - A Tribute to KLa Project&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - KLa Corp.)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Tracklist:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;1. RAN - Tentang Kita&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;2. The Upstairs - Lantai Dansa&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;3. Ungu - Yogyakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;4. Vidi Aldiano - Semoga&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;5. Ahmad Dhani - Terpurukku Disini&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;6. Violet - Bahagia Tanpamu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;7. Pongki Barata - Meski T'lah Jauh &lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;8. Babas - Sudi Turun Ke Bumi&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;9. MALIQ &amp;amp; D'Essentials - Prasangka&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;10. Kerispatih - Menjemput Impian&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KLa Project itu salah satu band besar Indonesia. Kurang tau ya apakah salah satu paling laku atau bukan, yang pasti unit musik pop modern yang terdiri dari Katon Bagaskara (vokal), Lilo (gitar, vokal) dan Adi Adrian (piano, keyboard) ini—thus "KLa", dari inisial nama, kali aja ada yang nggak tau—punya pengaruh besar bagi industri musik Indonesia. Mereka mulai merilis karya dari akhir 1980-an dan sangat aktif menelurkan hits di sepanjang tahun 1990-an, masa-masa keemasan yang sayangnya belum bisa dibangkitkan kembali pada dekade selanjutnya, namun respek orang-orang terhadap mereka tidak pernah pudar. Lihat aja di toko-toko kaset, pasti masih ada setidaknya CD/kaset album Dekade 1988-1998 dan atau The Best of KLa milik KLa Project masih dijual di sana, bukti bahwa mereka masih punya nilai jual *analisasotoy*. Baik musik maupun lirik KLa terbilang &lt;i&gt;distinctive&lt;/i&gt; dari yang lainnya, lirik mereka sangat nyastra, dan musik mereka tidak karatan dimakan zaman. Kecuali masalah kualitas rekaman, coba deh, lagu-lagu KLa yang dirilis 10-15 tahun yang lalu, ketika didengarkan sekarang, nggak ada rasa "lagu lama"-nya, musik KLa selalu &lt;i&gt;current &lt;/i&gt;didengar kapanpun&lt;i&gt;,&lt;/i&gt; ini sebuah keistimewaan yang langka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini selain masih mengeluarkan album dan manggung-manggung, KLa Project sudah punya perusahaan rekaman sendiri. Album A Tribute to KLa Project adalah salah satu produknya. Lilo (tanpa Stitch) yang selama ini juga aktif sebagai produser sepertinya sadar betul akan kerinduan penikmat musik Indonesia pada karya-kaya KLa pada masa keemasannya, sehingga beliau menggagas sebuah album tribut dengan mengundang beberapa artis untuk membawakan lagi lagu-lagu KLa. &lt;i&gt;An artist-approved tribute album, aye&lt;/i&gt; =). Artis-artisnya pun bukan anak-anak kemarin sore kayak album-album tributnya Indonesian Idol, melainkan &lt;i&gt;mostly &lt;/i&gt;artis-artis yang sudah dan sedang dikenal yang, &lt;i&gt;and I find this brilliant&lt;/i&gt;, punya karakter dan pasar masing-masing. Lagu-lagu yang dipililih pun bukan sekedar yang terkenal saja, tetapi juga yang dianggap paling sesuai dengan artis-artis yang membawakannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itulah yang membuat gw salut sama A Tribute to KLa Project ini, tidak asal ambil momentum, melainkan dikonsep dan dieksekusi dengan baik dan benar. Menurut gw, lagu &lt;i&gt;cover version&lt;/i&gt; yang baik adalah yang ketika didengarkan seakan itu lagu milik artis yang menyanyikannya, tidak seperti lagunya orang, meskipun yang dengar sudah tau itu lagu orang lain. Dalam album tribut ini, sebagian sudah demikian. Lagu "Tentang Kita" dibawakan RAN dengan karakter RAN yang &lt;i&gt;pop groovy&lt;/i&gt;, "Terpurukku Disini" *tiba-tibagatelpengenperbaikigrammar* dibawakan Ahmad Dhani seperti karakter musiknya sekarang-sekarang ini yang dominan &lt;i&gt;digital&lt;/i&gt;, lagu fenomenal "Yogyakarta" dibawakan Ungu &lt;strike&gt;yang tidak berkarakter&lt;/strike&gt; dengan pop-rock-melankolis ala Ungu. Yang paling jempolan menurut gw adalah "Lantai Dansa" yang dibawakan The Upstairs yang &lt;i&gt;new wave &lt;/i&gt;(rock agak campur disko) berhias &lt;i&gt;synthesizer&lt;/i&gt;—bahkan dikasih lirik tambahan oleh sang vokalis Jimi Multazam—udah bukan kayak lagu KLa lagi, serta "Prasangka" yang dengan tepat setepat-tepatnya dibawakan MALIQ &amp;amp; D'Essentials yang bernuansa &lt;i&gt;acid jazz &lt;/i&gt;asyik sebagaimana band ini telah dikenal khalayak. Mungkin karena gw juga nggak familiar dengan kedua lagu ini *buehehehe* tetapi menurut gw pencapaian dua artis ini dalam memperlakukan lagu-lagu KLa menjadi milik sendiri namun tetap dengan hormat adalah yang paling terpuji dari sepuluh&lt;i&gt; track&lt;/i&gt; yang ada di album ini. Keren.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sisanya terbilang aman-aman saja. Vidi Aldiano "Semoga" dalam nuansa vokal pop murni, "Menjemput Impian" oleh Kerispatih dengan vokalis-baru-yang-terlalu-berusaha-pengen-suaranya-mirip-vokalis-lama dalam musik pop yang cukup riuh dan megah, "Meski T'lah Jauh" oleh Pongki Barata si mantan-vokalis-Jikustik-yang-dulu-suaranya-mirip-vokalis-KLa bareng sang isteri, Sophie Navita dalam pop &lt;i&gt;mellow&lt;/i&gt; standar saja, dan "Bahagia Tanpamu"—&lt;i&gt;perhaps my least favourite KLa song&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;both this and the original versions&lt;/i&gt;—oleh trio/girlband vokalis-violinis asuhan perusahaan rekaman milik KLa sendiri (ciee promo ni ye), Violet dalam nuansa pop dihiasi permainan biola sepanjang lagu, &lt;i&gt;track-track &lt;/i&gt;ini masih bisa dibilang okelah, &lt;i&gt;listenable&lt;/i&gt; walau masih terkesan "artis-artis yang menyanyikan lagu KLa Project", tidak lebih. Jika ada yang paling mengejutkan dari album ini, mungkin adalah &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; "Sudi Turun Ke Bumi" yang dinyanyikan oleh seseorang bernama Babas (entah siapa, nggak kenal). Tadinya sebuah lagu pop progresif yang sangat berkarakter, kali ini dibawa ke arah yang sama sekali berbeda: &lt;i&gt;modern rock&lt;/i&gt;! Di satu sisi bisa dibilang "kacau" dan "berkhianat" karena melodinya ada yang bergeser dan nuansanya pun jadi lebih &lt;i&gt;spooky&lt;/i&gt; (=P), namun di sisi lain lagu ini keren juga, &lt;i&gt;modern rock&lt;/i&gt;-nya nggak setengah-setengah dan tetap menjadikannya lagu yang sesuai dengan karakter penyanyinya. &lt;i&gt;I kinda like it, though&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara keseluruhan gw menikmati 10 lagu KLa Project yang dibawakan artis-artis "muda" ini (apa? Ahmad Dhani nggak muda? Parah loe, dia 'kan tetep lebih muda daripada mas-mas KLa =P). Meskipun tidak bisa dibilang suka semua &lt;i&gt;track&lt;/i&gt;nya, itu tertutupi oleh kekaguman atas cerdasnya cara Lilo sang produser album ini untuk menarik dua pasar: penggemar KLa dan penggemar artis-artis yang memberi tribut. Album ini jelas membawa kembali nostalgia lagu-lagu lawas KLa Project yang tidak akan terlalu diprotes para penggemarnya, di saat yang sama gw rasa setiap &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; bisa dipasarkan dan diterima oleh masih-masing segmen penikmat artis-artis yang membawakannya: penggemar RAN pasti akan menyukai "Tentang Kita", penggemar Ungu pasti akan memuja-muja "Yogyakarta", anak-anak "indie" pasti akan respek pada rendisi enerjik "Lantai Dansa" dari The Upstairs, anak-anak ABG pasti akan mudah tersentuh sama "Semoga"-nya Vidi Aldiano, simpatisan Republik Cinta pun rasanya akan bangga atas &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; "Terpurukku Disini" oleh Dhani. Strategi pemasaran lewat jaringan mini market Indomaret pun terbilang lebih masuk akal dan jujur (jaringan luas sampe ke kabupaten-kabupaten, dan belinya nggak maksa kaya paket KFC =p), bahkan diintegrasikan dengan proses kreatif. Coba lihat warna &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; yang senada dengan logo Indomaret =). &lt;i&gt;This might be how a tribute album should be made&lt;/i&gt;, tanpa tekanan dari label, tetap mempertimbangkan komersialitas serta memaksimalkannya sejak tahap kreasi, dan pastinya memberikan penghormatan yang pantas pada si empunya karya yang dibawakan. Gara-gara album ini akhirnya ada lagunya The Upstairs dan Ungu di &lt;i&gt;playlist&lt;/i&gt; gw...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7,5&lt;/b&gt;/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Previews from YouTube&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;A Tribute to KLa Project promo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe width="300" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/c5hqhC0Ei0s" frameborder="0" allowfullscreen&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #990000;"&gt;MALIQ &amp;amp; D'Essentials - Prasangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/YkTvmGRpBdo" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-7124242496082329640?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/7124242496082329640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-tribute-to-kla-project.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7124242496082329640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7124242496082329640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-tribute-to-kla-project.html' title='[Album] A Tribute to KLa Project'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-EzuvFkD2FWE/TvAZK_x1SDI/AAAAAAAAA6o/2GLWP4J3QKM/s72-c/cd-kla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-3642747321225376751</id><published>2011-12-18T00:15:00.000+07:00</published><updated>2011-12-18T00:15:17.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Drive (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TM1gRqoJVGU/Tutdub-olmI/AAAAAAAAA6c/4uUudoCHWJ8/s1600/drive.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://2.bp.blogspot.com/-TM1gRqoJVGU/Tutdub-olmI/AAAAAAAAA6c/4uUudoCHWJ8/s320/drive.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Drive&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - FilmDistrict)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Nicolas Winding Refn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Hossein Amini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Based on the book by James Sallis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Marc Platt, Adam Siegel, Gigi Pritzker, Michel Litvak, John Palermo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Ryan Gosling, Carey Mulligan, Bryan Cranston, Albert Brooks, Oscar Isaac, Kaden Leos, Ron Perlman, Christina Hendricks&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini &lt;i&gt;underworld&lt;/i&gt; kota Los Angeles. Seorang pria berwujud Ryan Gosling bekerja sebagai supir &lt;i&gt;stunt&lt;/i&gt; untuk adegan-adegan berbahaya di film-film, namun ia punya kerja&lt;i&gt; freelance&lt;/i&gt; sampingan sebagai pengangkut perampok agar lolos dari polisi, &lt;i&gt;and he's good at it&lt;/i&gt;. Suatu hari dia ketemu dengan tetangga apartemennya, seorang ibu muda bernama Irene (Carey Mulligan) yang punya anak bernama Benicio (Kaden Leos). Mereka saling tertarik, lagipula suami Irene sedang dipenjara, jadi yah hayuk aja menghabiskan waktu bersama. Hidup si tokohnya Gosling mulai tampak cerah, selain ketemu cemceman baru, bos di bengkelnya, Shannon (Bryan Cranston) mengajaknya untuk mulai ikut balapan dengan bantuan Bernie Rose (Albert Brooks) sebagai sponsornya. Sayang, harapan untuk hidup cerah mulai meredup setelahh suami Irene, Standard Gabriele (Oscar Isaac) bebas dan pulang ke rumah. Nggak ada masalah sih, cuman tak lama tokohnya Gosling menyaksikan Standard habis dipukuli anggota geng, yang mengancam akan "menyentuh" istri dan anaknya jika tidak mau mengerjakan sebuah perampokan. Mendengar hal itu, atas dasar kedekatannya dengan Irene dan Benicio, tokohnya Gosling ini menawarkan jasa nyupirin perampokannya Standard. &lt;i&gt;What he don't know&lt;/i&gt;, perampokan itu bukanlah perampokan..err.. standar seperti yang dikira, malah belakangan mengincar nyawa, sekaligus membuka jati diri orang-orang yang ada di sekitarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin salah gw menempatkan ekspektasi yang cukup tinggi untuk film Drive ini. Bukan soal gimana-gimana, tetapi sebagai film yang banyak yang bilang bagus, banyak dipuji kritikus, serta menang penghargaan sutradara terbaik di festival film internasional Cannes, gw membayangkan Drive ini punya sesuatuk yang berbeda,&amp;nbsp;keindahan unik layaknya film-film "art", menyorot sisi lain dari sebuah premis yang biasanya hanya jadi bahan film aksi bising. &lt;i&gt;Just to be clear&lt;/i&gt;, gw sama sekali tidak mengharapkan film ini akan jadi film aksi super kebut-kebutan ala Fast and Furious (ciee sok banget), tapi memang masih mengharapkan aksi-aksi dan penceritaan yang berbeda dari film komersial biasanya, &lt;i&gt;different kind of excitement&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Well yes,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;style&lt;/i&gt; film ini cukup berbeda dari film-film yang ada hubungannya dengan dengan otomotif, tetapi nggak sampe bikin gw merasa tergerak semangatnya, dan juga sayangnya tidak terlalu mengkamuflase segi ceritanya yang kok-gitu-aja-ya—gampang ketebak pasti ada mafia-mafiaan terlibat, dan rute konfliknya agak terlalu simpel.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Drive bukan film yang buruk, sama sekali tidak. Gw banyak menemukan adegan-adegan &lt;i&gt;cool &lt;/i&gt;dengan tata gambar yang artistik dan realistik, sinematografinya banyak yang cantik (banyak, tapi tidak selalu).&amp;nbsp;Adegan-adegan mengemudinya mantap, yang &lt;i&gt;gory&lt;/i&gt; pun nggak tanggung-tanggung.&amp;nbsp;Cara sutradara asal Denmark, Nicolas Winding Refn (aah, pantesan, sutradaranya Eropah =P) dalam menata dan memperlihatkan sekuen-sekuennya banyak yang menarik, semisal ketika Gosling baru keluar minimarket dan jalan ke mobil kayak nggak ada apa-apa, eh tau-tau nengok ke kiri dan jalan ke sana dan kita menemukan mobilnya Irene mogok. Atau adegan ketika Gosling menemukan Standard babak belur, awalnya pas mau parkir (dari dalam mobil) terlihat dua orang pergi dengan &lt;i&gt;slow motion&lt;/i&gt;, eh gak lama tau-tau ada Standard bedarah-darah. Dan satu lagi adegan "kedip" di akhir *soknggakmauspoiler*. Dalam beberapa sisi sudah cukup mengukuhkan bahwa ini film yang bagus, yang tidak berusaha menjadi film &lt;i&gt;action-blokbuster&lt;/i&gt; Hollywood (&lt;i&gt;because it's not&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, meski sudah dengan setingan "awas ini film agak nyeni" pun gw tak kuasa merasa kurang sreg dan tidak puas dengan keseluruhan filmnya. Lajunya yang sudah lambat terasa lambaaat banget. Ada beberapa adegan &lt;i&gt;slow motion&lt;/i&gt; yang oke, tetapi di luar itu pergerakan filmnya terasa nggak lebih cepat dari adegan &lt;i&gt;slow motion-&lt;/i&gt;nya =P. Iya, tau supaya pendalaman karakternya lebih meresap (sebagaimana kita sering melihat wajah Gosling dari dekat saat nyetir supaya kontras dengan adegan akhirnya), tapi jalan kaki juga gak harus lama-lama banget 'kan (contoh orang-orang yang bakal gw salip kalo jalan di mall =_='). Gw pun merasa terganggu dengan cara film ini terlalu maksa membuat tokohnya Gosling nggak punya nama. Eits, bukan nggak punya nama tapi namanya nggak kesebut di layar bukan? Ya sih, tapi terlalu nggak &lt;i&gt;make sense&lt;/i&gt; aja waktu Shannon cerita ke Irene gimana dia pertama ketemu si tokohnya Gosling dengan terlalu berusaha merujuk hanya dengan "him" dan "the kid", atau ketika si tokohnya Gosling ketemu dan berkenalan sama Bernie, kenalan nggak pake nama? Apa alasannya nggak nanya nama? Kalau nggak mau ada nama kenapa ada adegan perkenalan? Gayak banget loe.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ceritanya agak klise, berlaju lambat, dan seakan tidak memperingatkan penontonnya bahwa separuh akhir film ini akan ada berbagai adegan kekerasan brutal berdarah-darah&lt;span style="text-align: justify;"&gt;—yang harus diakui cukup ampuh membangkitkan &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;, ada yang ditunjukkan frontal, ada yang tidak. Seru sih nggak segitunya, dibilang "artistik" juga buat gw rada nanggung, tetapi pendalaman emosi karakternya yang memang kayaknya dijadikan menu utama terbilang cukup berhasil lah. Gosling tampil lumayan, ia terlihat &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt; sebagai orang-berprofesi-supir-yang-dipaksa-nggak-bernama itu, terlepas dari tampangnya yang sayu-sayu "berkarakter" gimana gitu. Carey Mulligan yang berakting &lt;i&gt;effortless&lt;/i&gt; membuktikan bahwa ia akan jadi aktris berkualitas, &lt;i&gt;like the next&lt;/i&gt; Kate Winslet, tetap &lt;i&gt;striking&lt;/i&gt; meski karakter Irene tidaklah menonjol. Penampilan mengejutkan datang dari Albert Brooks yang lebih dikenal sebagai aktor film-film komedi dan pengisi suara bapaknya Nemo di Finding Nemo, di sini malah jadi orang berwatak keras bahkan sadistik nggak ketulungan,&lt;i&gt; very good indeed&lt;/i&gt;. Pokoknya dari segi akting tidak ada masalah. Sekali lagi Drive bukan film jelek, masalah bukan pada filmnya, masalah mungkin ada pada gw yang mengharapkan sesuatu yang lebih&lt;i&gt; exciting&lt;/i&gt;, dan mungkin juga masalah sensor yang kasar sampe-sampe gw nggak mudeng blas adegan percakapan telepon di ruang rias &lt;i&gt;stripper&lt;/i&gt; itu apa intinya. Tapi gw yakin bagi yang suka film ini bakalan suka banget, jangan heran suatu saat ada orang jalan pake jaket putih berbordir kalajengking kuning di punggung =P.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;6,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-3642747321225376751?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/3642747321225376751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-drive-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/3642747321225376751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/3642747321225376751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/movie-drive-2011.html' title='[Movie] Drive (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TM1gRqoJVGU/Tutdub-olmI/AAAAAAAAA6c/4uUudoCHWJ8/s72-c/drive.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2676599238706736548</id><published>2011-12-13T18:41:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T18:41:20.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>[Album] Kahitna - Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-XUcUAvMQAu4/TuXeZpAmNEI/AAAAAAAAA6E/300qI-84rIA/s1600/kahitnaceritacinta.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://3.bp.blogspot.com/-XUcUAvMQAu4/TuXeZpAmNEI/AAAAAAAAA6E/300qI-84rIA/s320/kahitnaceritacinta.jpg" width="290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Kahitna - Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Musica Studios)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Tracklist:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;CD 01:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;1. Aku Punya Hati&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;2. Pastikan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;3. Untukku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;4. Tiamo&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;5. Cerita Cinta&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;6. Setahun Kemarin&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;7. Seandainya Aku Bisa Terbang&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;8. Aku, Dirimu, Dirinya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;9. Andai Dia Tahu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;10. Lajeungan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;11. Lebih Dari Sekedar Cantik&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;12. Dirantau&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;13. Merenda Kasih&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;14. Bintang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;CD 02:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;1. Suami Terbaik&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;2. Mengapa Terlambat&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;3. Tentang Diriku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;4. Cinta Sudah Lewat&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;5. Tak Mampu Mendua&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;6. Tak Sebebas Merpati&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;7. Permaisuriku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;8. Cantik&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;9. Engga Ngerti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;10. Sampai Nanti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;11. Cinta Sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;12. Menanti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;13. Takkan Terganti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;14. Soulmate&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, gini dong. Album kompilasi atau "the best of" atau "greatest hits" atau apalah seharusnya ya seperti ini. Kahitna adalah band besar, lagu-lagunya banyak dikenal dan disukai khalayak sejagad Nusantara. Tidaklah sepantasnya mereka merilis album kumpulan lagu-lagu terbaik dengan sifat pelit nan irit ala artis-artis Indonesia lainnya selama ini. Kalau punya banyak hits, kenapa tidak dikeluarkan semuanya? Dan itulah yang &lt;i&gt;exactly&lt;/i&gt; dilakukan oleh Kahitna lewat Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna. Rasanya hampir seluruh lagu terkenal Kahitna sepanjang karir rekaman mereka hadir di album ini, dirangkum dalam dua keping CD, disajikan dalam rekaman asli, tanpa rekam ulang, tanpa aransemen ulang atau semacamnya (benar, kita akan masih dengar suara mantan vokalis Ronni Waluya di lagu "Cerita Cinta").&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi ceritanya album ini merayakan 25 tahun Kahitna terbentuk *&lt;i&gt;wow, my age&lt;/i&gt;*, kayaknya sekaligus pelengkap konser mereka tahun ini yang bertema sama. Meski udah &lt;strike&gt;setua&lt;/strike&gt; selama itu, sebenarnya Kahitna baru mengeluarkan karya rekaman milik mereka pada tahun 1994 dalam bentuk album berjudul Cerita Cinta, yang memuat (tentu saja) "Cerita Cinta" yang heiittss banget itu. Meski sering bongkar pasang personel (bahkan sebelum punya album, Trie Utami sempet jadi vokalisnya lho), Kahitna tetap dikenal sebagai salah satu artis Indonesia yang selalu bisa menelurkan karya-karya yang &lt;i&gt;hit &lt;/i&gt;setiap mengeluarkan album. Mungkin orang akan menganggap itu biasa, karena Kahitna terkenal karena lagu-lagu romansa dan musik pop yang &lt;i&gt;easy listening&lt;/i&gt;, kalem dan syahdu (kalo bahasa sononya: &lt;i&gt;adult contemporary&lt;/i&gt;), dan lirik yang mudah sekali dicerna (untungnya nggak murahan), semua orang (Indonesia) suka yang seperti itu. Namun bertahan hingga dekade ke-3 tentu bukan perkara mudah. Gw yang hanya suka lagu-lagu Kahitna, nggak sampe nge-fans (belum pernah denger albumnya satupun), jadi sadar akan kelebihan band besutan Yovie Widianto ini hingga bisa bertahan begitu lama tanpa benar-benar &lt;i&gt;flop&lt;/i&gt;. Kahitna itu ternyata punya musik yang kaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jelas kita akan menemukan lagu-lagu sejuta umat dari Kahitna dalam album ini, mulai "Cerita Cinta" *&lt;i&gt;masterpiece indeed&lt;/i&gt;*, "Cantik", "Andai Dia Tahu", "Seandainya Aku Bisa Terbang", "Tak Sebebas Merpati", "Setahun Kemarin", hingga "Aku, Dirimu, Dirinya", &lt;i&gt;hit after hit&lt;/i&gt;. Namun setelah gw mendengarkan lebih saksama, Kahitna ini memang punya kecenderungan meramu musik yang berbeda-beda tiap lagunya. Bukan sekadar pop enak aja, tetapi ada jazz (yang sepertinya adalah basis musik sang pentolan Yovie Widianto), hingga etnik kontemporer. Dan gw baru sadar juga, lagu &lt;i&gt;breakthrough &lt;/i&gt;mereka "Cerita Cinta" mengandung 3 jenis musik itu. Jadi nggak cuma yang kalem-kalem piano aja ("Andai Dia Tahu", "Seandainya Aku Bisa Terbang", "Tak Sebebas Merpati", "Cinta Sudah Lewat", "Cinta Sendiri") atau balada galau ("Aku, Dirimu, Dirnya", "Engga Ngerti", "Tak Mampu Mendua"), tetapi ada yang jazz (lagu baru "Pastikan"), bernuansa kedaerahan ("Lajeungan", "Dirantau"), pop yang santai ("Cantik", "Sampai Nanti", "Setahun Kemarin", "Permaisuriku"), ada juga yang lebih &lt;i&gt;up-beat&lt;/i&gt; ("Lebih Dari Sekedar Cantik", "Mengapa Terlambat", "Tentang Diriku"), sampe ada yang pake bahasa Itali&amp;nbsp; segala ("Tiamo"), semua dimainkan sangat &lt;i&gt;effortless.&lt;/i&gt; Dengan aransemen yang rapi, lantunan melodi dan irama yang nggak basi, asyik dan enak didengar (banyaknya personel dan instrumen rupanya nggak sia-sia ^_^), album Cerita Cinta 25 Tahun ini dengan sukses menunjukkan dan mengingatkan kembali identitas Kahitna dengan sangat baik, bahwa mereka band pop yang punya bobot dan dinamika, yang jarang sekali ditemukan dalam artis lain .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari komposisi albumnya sendiri, sebagaimana gw singgung, sepertinya hampir semua &lt;i&gt;hits &lt;/i&gt;signifikan dari Kahitna dihadirkan di dalamnya. Maksud gw adalah lagu-lagu yang bahkan non-fans pun kenal. Pasti bagi fansnya ada aja yang kurang (mungkin salah satunya adalah &lt;i&gt;recent hit &lt;/i&gt;mereka "Mantan Terindah" yang absen di sini), tapi menurut gw album ini sudah cukup komplet, efektif dan representatif. Ada 28 &lt;i&gt;track &lt;/i&gt;yang terbagi dalam 2 keping CD, tak hanya terdiri dari lagu-lagu lama milik mereka sendiri, termasuk beberapa "self-cover" dari lagu-lagu karya Yovie Widianto yang tadinya dinyanyikan artis lain lalu dinyanyikan ulang oleh Kahitna dalam versi yang nggak kalah okenya ("Menanti", "Untukku", "Takkan Terganti", "Merenda Kasih"), juga ada 3 lagu baru ("Aku Punya Hati", "Pastikan", "Suami Terbaik"), yang semuanya &lt;i&gt;enjoyable &lt;/i&gt;menurut gw, kecuali "Permaisuriku" dan "Cinta Sendiri" yang emang dari dulu nggak suka sih =P. Urutannya agak acak kecuali lagu-lagu baru yang memang agak "disekat", namun gw cukup menikmati lagu demi lagu yang bergulir dari awal sampai akhir, pas-pas saja dan tidak membosankan, itu tadi yang membuat gw sadar bahwa Kahitna itu nggak cuma &lt;i&gt;slow ballad&lt;/i&gt; saja bisanya. Bolehlah mereka disebut band pop kalem, &lt;i&gt;but they very good at it&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa jadi Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna adalah album kumpulan &lt;i&gt;hits&lt;/i&gt; paling bagus yang pernah gw dengar dari artis Indonesia. Kahitna mungkin bukan band yang paling bagus di industri ini, namun harus diakui mereka sangat &lt;i&gt;appealing&lt;/i&gt;, meski dari segi olah vokal tidaklah istimewa (tapi berkarakter kok), dari segi fisik juga tidak menonjol (ih main fisik ih), Kahitna tetaplah band Indonesia yang sangat &lt;i&gt;recognizable&lt;/i&gt;, berkarakter&amp;nbsp; jelas terlebih dari musikalitas yang berwarna cakep dan lagu-lagu melodik yang sangat ramah telinga. Bagi yang masih ragu kenapa Kahitna bisa nga-&lt;i&gt;hit&lt;/i&gt;-na, album ini mungkin bisa jadi gambarannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;8&lt;/b&gt;/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/--CoBoXbhOEc/TuXebCeWi8I/AAAAAAAAA6M/xTnbJ-r6lfs/s1600/kahitna.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://4.bp.blogspot.com/--CoBoXbhOEc/TuXebCeWi8I/AAAAAAAAA6M/xTnbJ-r6lfs/s400/kahitna.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Kahitna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;[kiri ke kanan: D. Bambang Purwono (keyboard); Heidi Yunus (vokal);&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Carlo Saba (vokal); Budiana Nugraha (drum); Yovie Widianto (piano,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;keyboard); Dody Isnaini (bass); Harry Suhardiman (perkusi);&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Andrie Bayuajie (gitar); Mario Ginanjar (vokal)] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;NB: sengaja nambahin keterangan nama personel, soalnya dari dulu gw kalo inget Kahitna taunya cuman Yovie dan pada vokalis doangan =P.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Previews from YouTube&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Aku Punya Hati&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/Q2OzAbVIRPE" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Cerita Cinta&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/5BHfvmPHtuk" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Cantik&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/8OFD69-HHAE" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Andai Dia Tahu&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/k_gGYoHmEZg" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Aku Dirimu Dirinya&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/DhO_yMP-OFc" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Menanti&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/cjf6lXKhTeI" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #990000;"&gt;Soulmate&lt;/div&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/B6-7VSRghLQ" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2676599238706736548?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2676599238706736548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-kahitna-cerita-cinta-25-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2676599238706736548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2676599238706736548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-kahitna-cerita-cinta-25-tahun.html' title='[Album] Kahitna - Cerita Cinta 25 Tahun Kahitna'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XUcUAvMQAu4/TuXeZpAmNEI/AAAAAAAAA6E/300qI-84rIA/s72-c/kahitnaceritacinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-5317983833367781799</id><published>2011-12-12T17:03:00.003+07:00</published><updated>2011-12-13T10:21:04.931+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>Peraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2011</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Festival Film Indonesia kembali digelar dengan beberapa perubahan yang cukup menarik. Selepas rangkaian drama penyelenggaraan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/12/peraih-piala-citra-festival-film.html"&gt;FFI 2010&lt;/a&gt; lalu, barometer film Indonesia yang sejauh ini masih dianggap paling bergengsi ini (lagian pesaingnya siapa? Indonesian Movie Awards?&amp;nbsp; Mekanismenya ya mirip-mirip, dan gw bahkan nggak tahu siapa pihak/yayasan yang bikin itu), mencoba me-&lt;i&gt;refresh &lt;/i&gt;dengan beberapa perubahan prosedur di tahun 2011. Kali ini penghargaan untuk film televisi (FTV) yaitu Piala Vidia kembali digelar setelah absen sejak 2006, tapi perhatian gw akan terfokus pada penghargaan untuk film bioskop yaitu Citra. Sebenarnya prinsip penjuriannya sama, tetapi ada yang berubah pada bagian awalnya. Tidak ada penentuan sekian film saja yang boleh dinilai, melainkan ada 21 orang anggota komite nominasi (terdiri dari sub-komite penyutradaraan, akting, naskah, sinematografi dst.) yang harus menonton semua film yang terdaftar lalu menentukan 5 calon peraih Citra sesuai dengan bidang masing-masing, KECUALI film terbaik. Nah film-film yang mendapat nominasi itu (kali ini ada 16 film) akan dinilai oleh dewan juri baru beranggotakan 7 orang (termsuk 3 orang dari komite nominasi) yang menentukan pemenang tiap kategori, namun sebelum itu juga menentukan nominasi film terbaik (aneh ya, yaudahlah terserah). Dengan terlibatnya lebih banyak orang dalam penilaian, gw sih merasa mekanisme ini lebih baik dari yang dulu-dulu, sedikit lebih objektif lah. Memang tidak sempurna tetapi gw masih punya harapan baik untuk penyelenggaraan FFI di tahun-tahun ke depan. Mungkin mau bikin yayasan yang beranggotakan seluruh insan film profesional Indonesia kayak Academy di Ameriki sonoh?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.festivalfilmindonesia.org/"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/-rikaQRaGH3c/TuWrUPe5orI/AAAAAAAAA5w/xo8weQeR4us/s320/logo_fffi_vertikal_bw.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anugerah Piala Citra FFI 2011 diselenggarakan dan dibagikan pada Sabtu, 10 Desember 2011 lalu di Jakarta dan (dengan tidak kapok-kapoknya) disiarkan oleh RCTI. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, RCTI. Dimeriahkan oleh Ungu, Marsya Manopo, Petra Sihombing (of course), Igo Indonesian Idol (ya iyalah), Vicky Shu (what?), S9Boys (Gustii...) dan tentu saja Syahrini (!) dan jambul galian-gorong-gorong-jalan-jenderal-Sudirman-nya itu. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, acaranya &lt;i&gt;as inapropriate and irrelevant and rating-whore as always&lt;/i&gt;—untung udah nggak ada penonton alay-nya dan ST12 udah bubar =P. Gw heran kenapa mereka masih mau bikin di RCTI, ada kontrak apa? Dikasih bayar berapa? &lt;i&gt;Award shows are meant to be boring and should be aired on boring network&lt;/i&gt;. Nyanyi-nyanyi boleh tapi gak bikin acara utamanya jadi tersingkir dong. Masak kategori Film Pendek dan Dokumenter harus tersingkir &lt;i&gt;off-air&lt;/i&gt; demi nyanyi-nyanyi apaan tau. Plis, tahun depan tolong pertimbangkan disiarkan TVRI (yang sudah sangat &lt;i&gt;improved&lt;/i&gt; kualitas penyiarannya) atau Kompas TV deh. Atau udah nggak usah disiarin TV juga nggak papa deh, yang penting harus jalan terus dan prestisius sebagaimana diharapkan banyak pihak. Hadeeuh...*pasang bulu mata anti-rayap*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, secara hasil penilaian dan pemenang piala Citra-nya, FFI 2011 ini adalah salah satu yang paling nggenah, tetap &lt;i&gt;unpredictable&lt;/i&gt; namun setidaknya nggak gaib. Mungkin pada dasarnya memang kali ini ada lebih dari satu film peserta yang gw udah tonton (hehehe), 3 di antaranya ada di nominasi film terbaik (yeay),dan menurut gw masing-masing layak memperoleh penghargaan apapun itu, jadi yah senang-senang saja dengan hasilnya. Film &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-sang-penari-2011.html"&gt;Sang Penari&lt;/a&gt; menjadi primadona dengan raihan 4 Citra, namun sebenarnya kali ini penghargaan dibagi cukup merata. Perasaan ingin membagikan penghargaan kepada banyak pihak pun terindikasi oleh banyaknya penghargaan khusus, hehehe. Bagaimanapun, gw cukup puas dengan hasil Citra tahun ini (jagoan gw Sang Penari dan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/05/movie-mirror-never-lies-2011.html"&gt;The Mirror Never Lies&lt;/a&gt; ternyata tidak disepelekan, yeah). Berikut daftar pemenangnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img.antaranews.com/new/2011/12/ori/20111212FFI2011.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://2.bp.blogspot.com/-W_IrUIlbnVs/TuWrVnlOaPI/AAAAAAAAA54/ikVH4AItv98/s400/foto.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;Sang Penari menerima Piala Citra Film Terbaik FFI 2011&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;FILM TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANG PENARI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/04/movie-aka-tanda-tanya-2011.html"&gt;? (Tanda Tanya)&lt;/a&gt;; Masih Bukan Cinta Biasa; Tendangan Dari Langit; The Mirror Never Lies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUTRADARA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ifa Isfansyah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANG PENARI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Benni Setiawan (Masih Bukan Cinta Biasa); Hanung Bramantyo (? (Tanda Tanya)); Hanung Bramantyo (Tendangan Dari Langit); Kamila Andini (The Mirror Never Lies)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS SKENARIO TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Benni Setiawan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MASIH BUKAN CINTA BIASA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Dirmawan Hatta &amp;amp; Kamila Andini (The Mirror Never Lies); Salman Aristo (Jakarta Maghrib); Salman Aristo &amp;amp; Ifa Isfansyah &amp;amp; Shanty Harmayn (Sang Penari); Titien Wattimena (? (Tanda Tanya))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENULIS CERITA ASLI TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kamila Andini &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;THE MIRROR NEVER LIES&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Benni Setiawan (Masih Bukan Cinta Biasa); Hanung Bramantyo (? (Tanda Tanya)); Salman Aristo (Jakarta Maghrib); Sarjono Sutrisno &amp;amp; Muhammad Yusuf (Tebus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERAN UTAMA PRIA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Emir Mahira &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RUMAH TANPA JENDELA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Alex Komang (Surat Kecil Untuk Tuhan); Ferdy Taher (Masih Bukan Cinta Biasa); Oka Antara (Sang Penari); Tio Pakusadewo (Tebus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERAN UTAMA WANITA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prisia Nasution&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANG PENARI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Dinda Hauw (Surat Kecil Untuk Tuhan); Fanny Fabriana (True Love); Gita Novalista (The Mirror Never Lies); Salma Paramitha (Rindu Purnama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERAN PENDUKUNG PRIA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mathias Muchus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;PENGEJAR ANGIN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Agus Kuncoro (? (Tanda Tanya)); Agus Kuncoro (Tendangan Dari Langit); Hendro Djarot (Sang Penari); Landung Simatupang (Rindu Purnama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERAN PENDUKUNG WANITA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dewi Irawan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SANG PENARI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Atiqah Hasiholan (The Mirror Never Lies); Endhita (? (Tanda Tanya)); Poppy Sovia (&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/movie-catatan-harian-si-boy-2011.html"&gt;Catatan Harian Si Boy&lt;/a&gt;); Wulan Guritno (Masih Bukan Cinta Biasa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARAH SINEMATOGRAFI TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Yadi Sugandi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;? (TANDA TANYA)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;~Walaupun saat di pentas beliau kira menang untuk Sang Penari, heuheuheu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gakpapa, sama-sama keren kok, Pak. Anggep aja menang untuk dua-duanya. Bravo!~&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;nomine: Faozan Rizal (Pengejar Angin); Gunung Nusa Pelita (Masih Bukan Cinta Biasa); Ipung Rachmat Syaiful (The Mirror Never Lies); Yadi Sugandi (Sang Penari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARAH ARTISTIK TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fauzi &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TENDANGAN DARI LANGIT&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Ary Juwono (Catatan Harian Si Boy); Fauzi (? (Tanda Tanya)); Frans X.R. Paat (Batas); Eros Eflin (Sang Penari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYUNTING GAMBAR TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Aline Jusria &amp;amp; Dinda Amanda &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;CATATAN HARIAN SI BOY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Cesa David Luckmansyah (? (Tanda Tanya)); Cesa David Luckmansyah (Masih Bukan Cinta Biasa); Cesa David Luckmansyah (Sang Penari); Wawan I. Wibowo (Pengejar Angin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATA SUARA TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adiatyawan Susanto &amp;amp; M. Ichsan Rahmaditta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MASIH BUKAN CINTA BIASA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Adityawan Susanto &amp;amp; Trisno (Kentut); Khikmawan Santosa (Lima Elang); Satrio Budiono &amp;amp; Saft Daultsyah (? (Tanda Tanya)); Satrio Budiono &amp;amp; Sutrisno (Tendangan Dari Langit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATA MUSIK TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Thoersi Argeswara &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;THE MIRROR NEVER LIES&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Adam S. Permana (Rumah Tanpa Jendela); Aksan Sjuman &amp;amp; Titi Sjuman (Rindu Purnama); Thoersi Argeswara (Masih Bukan Cinta Biasa); Thoersi Argeswara (Surat Kecil Untuk Tuhan); &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILM PENDEK TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERMULA DARI A &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. W. Purba Negara &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;nomine: Payung Merah (Edward Gunawan &amp;amp; Andre Cung); Say Hello To Yellow (B. W. Purba Negara); The Black Journey (Astu Prasidya); Tanya Jawab (Jason Iskandar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FILM DOKUMENTER TERBAIK&lt;br /&gt;&lt;b&gt;DONOR ASI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ani Ema Susanti&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;nomine: Cerita Dari Tapal Batas (Wisnu Adi); Lampion-Lampion (Dwitra J. Ariana); Metamorfoblus (Dossy Omar); Penjara Dan Nirwana (Daniel Rudi Haryanto)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI FILM BIOSKOP FFI 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KAMILA ANDINI (The Mirror Never Lies)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sutradara Pendatang Baru Terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GITA NOVALISTA (The Mirror Never Lies)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pemain Berbakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI FILM PENDEK FFI 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BOWO LEKSONO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;atas inisiatif, dedikasi, dan konsistensinya dalam membangun, mengembangkan, dan memelihara aktivitas perfilman di Banyumas Raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;WRONG DAY&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sutradara: Yusuf Radjamuda, Produksi: Kafe Ujung)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;atas semangat dan usahanya dalam mengeksplorasi medium film pendek secara maksimal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BALLOONS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sutradara: Firman Widyasmara, Produksi: Lanting Workshop)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sebagai film anak yang inspiratif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KOTAK AMAL RAMADHAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Sutradara: Khusnul Khitam, Produksi: Lookout Pictures Indonesia)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sebagai karya pelajar dengan ide cerita yang berani dan otentik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN KHUSUS DEWAN JURI FILM DOKUMENTER FFI 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;METAMORFOBLUS&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Dossy Omar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai film yang dengan baik memotret budaya kontemporer anak muda Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHARGAAN PENGABDIAN SEUMUR HIDUP&lt;br /&gt;&lt;b&gt;J&lt;/b&gt;&lt;b&gt;.B. KRISTANTO&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;atas jasanya sebagai pengamat film yang dengan tekun dan teliti mendokumentasikan data-data film Indonesia sejak tahun 1926 hingga hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANUGERAH KHUSUS FFI 2011&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Semua orang yang terlibat dan berkontribusi dalam film KULDESAK (1998)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;yang telah memberikan inspirasi pada generasi mereka sendiri maupun generasi sesudahnya untuk tetap berkarya dan mencintai film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keterangan lengkap silahkan kunjungi situs resmi &lt;a href="http://www.festivalfilmindonesia.org/daftar-pemenang-piala-citra-ffi-2011/"&gt;Festival Film Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-5317983833367781799?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/5317983833367781799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/peraih-piala-citra-festival-film.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/5317983833367781799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/5317983833367781799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/peraih-piala-citra-festival-film.html' title='Peraih Piala Citra Festival Film Indonesia 2011'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-rikaQRaGH3c/TuWrUPe5orI/AAAAAAAAA5w/xo8weQeR4us/s72-c/logo_fffi_vertikal_bw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-5882427974490578555</id><published>2011-12-10T10:55:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T10:55:59.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='UK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><title type='text'>[Album] SuperHeavy - SuperHeavy</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DfxBGwnh24g/TuIjsaRZ4_I/AAAAAAAAA5Y/zIdXhS8OcxM/s1600/SuperHeavy_-_SuperHeavy_album_cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-DfxBGwnh24g/TuIjsaRZ4_I/AAAAAAAAA5Y/zIdXhS8OcxM/s320/SuperHeavy_-_SuperHeavy_album_cover.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;SuperHeavy - SuperHeavy&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - A&amp;amp;M Records/Universal Music Group)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Tracklist:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;1. SuperHeavy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;2. Unbelievable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;3. Miracle Worker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;4. Energy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;5. Satyameva Jayathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;6. One Day One Night&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;7. Never Gonna Change&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;8. Beautiful People&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;9. Rock Me Gently&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;10. I Can't Take It No More&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;11. I Don't Mind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;12. World Keeps Turning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SuperHeavy memang sebuah proyek, istilahnya "supergroup", yang terlihat menjanjikan mengingat reputasi masing-masing musisi (yang sangat, saja, dan cukup) terkenal, serta dari komposisi aliran musiknya yang berbeda satu musisi dengan yang lain. Mick Jagger yang notabene vokalis The Rolling Stones adalah salah satu ikon musik &lt;i&gt;rock&lt;/i&gt; dunia, Dave Stewart (ex-Eurythmics, kurang kenal juga sih gw =P) selama ini mengusung &lt;i&gt;pop-rock&lt;/i&gt; khas Inggris, Joss Stone merupakan penyanyi R&amp;amp;B-&lt;i&gt;soul&lt;/i&gt; muda yang cukup berkarakter, pemenang Oscar A.R. Rahman angkat nama akibat kepiawaiannya menata musik film-film Bollywood (plus Slumdog Millionaire), dan Damian Marley begitu kental unsur &lt;i&gt;reggae&lt;/i&gt;-nya melanjutkan warisan dari sang ayah, Bob Marley. Di atas kertas grup ini tentu menarik, perpaduan jenis musik berbeda itu bagaimana jadinya di tangan-tangan mereka ini. Alhasil, semua itu harus dibuktikan di album &lt;i&gt;self-titled&lt;/i&gt; ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dibuka dengan track “SuperHeavy” yang  cukup menghentak dan seakan jadi &lt;i&gt;theme song&lt;/i&gt; supergrup ini,  bisa dibilang gw menikmati paruh awal album ini hingga &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; ke-5: “Unbeliavable” yang sedikit lebih &lt;i&gt;up beat&lt;/i&gt; dan lumayan bikin jingkrak-jingkrak, disambung nuansa lebih santai menyegarkan di &lt;i&gt;track medium beat&lt;/i&gt; “Miracle Worker” yang didapuk jadi &lt;i&gt;single&lt;/i&gt; pertama SuperHeavy, “Energy” yang nge&lt;i&gt;rock&lt;/i&gt; dan err...berenergi ^_^, lalu “Satyameva Jayathe”—terambil dari semboyan nasional India “Truth Alone Triumphs”—yang gw pilih sebagai &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; paling keren dari album ini karena begitu &lt;i&gt;anthemic&lt;/i&gt; sekaligus asyik dengan unsur India modern kental. Masuk ke &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; “One Day One Night” dan “Never Gonna Change”, gw mulai merasakan pergeseran mood. Nggak jelek sih, cuman &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; bernuansa&lt;i&gt; rock'n'roll&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;rock ballad&lt;/i&gt; ini kurang begitu enak dinikmati karena...maap-maap nih...suara Mick Jagger tuh &lt;i&gt;annoying&lt;/i&gt; banget ye *dirajam batu sama fans the Stones*. Keadaan berbalik ketika “Beautiful People” yang didominasi vokal manis Joss Stone dan...err..Jagger lagi dalam nuansa santai kayak di pantai &lt;i&gt;with a few twists&lt;/i&gt;. “Rock Me Gently” menjadi satu lagi &lt;i&gt;highlight&lt;/i&gt; album ini, &lt;i&gt;ballad&lt;/i&gt; yang cukup&lt;i&gt; catchy&lt;/i&gt; sekaligus &lt;i&gt;groovy&lt;/i&gt; meski bermelodi minor. Superheavy nge-&lt;i&gt;rock’n’roll&lt;/i&gt; lagi di lagu buatan Jagger “I Can’t Take It No More” dengan lirik yang cukup menyentil (“all you scurvy politicians when you’re in opposition, you promise me this, you swear you’ll do that. you all sound like magicians” ^_^). Album ini ditutup oleh “I Don’t Mind” yang kembali berirama&lt;i&gt; reggae&lt;/i&gt; kalem, lalu SuperHeavy mencoba membuat tutupan megah dengan menebar energi positif lewat &lt;i&gt;ballad&lt;/i&gt; “World Keeps Turning”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekadar info komposisi bandnya: Jagger banyak mengisi vokal dan kadang-kadang gitar, Marley dan Stone di vokal, Rahman di vokal juga berbagai alat musik &lt;i&gt;programming&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;keyboard&lt;/i&gt;, sedangkan Stewart “hanya” terdengar sebagai pemetik gitar utama. Untuk instrumen lainnya dipegang sama musisi-musisi tamu seperti Ann Marie Calhoun (biola), Shiah Core (bass) dan Courtney Diedrick (drum) *nulis aja biar kesannya gw tau banyak musisi =P*.  Yang “dijanjikan” oleh SuperHeavy dalam albumnya ini cukup terpenuhi. Gw mendengar percampuran berbagai aliran musik, yang paling kentara adalah &lt;i&gt;pop-rock&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;reggae&lt;/i&gt;, lalu akan muncul sautan &lt;i&gt;soulful &lt;/i&gt;serta akesori bunyi-bunyian modern-eksotik khas India, dari yang kenceng sampe yang &lt;i&gt;slow ballad&lt;/i&gt;. Tidaklah benar-benar baru tetapi masih terdengar unik dan segar. Segi lirik terbilang oke karena sebagian besar berisi inspirasi dan motivasi baik individu maupun sosial, lagu-lagu yang tidak menciderakan, &lt;i&gt;nice&lt;/i&gt;. Masing-masing musisi yang tergabung tidak meninggalkan ciri mereka, namun tetap sanggup membuat karya campur sari yang cukup pas dan enak didengarkan khalayak. Gw membayangkan bahwa akan seru sekali bila menyaksikan formasi lengkap SuperHeavy dalam satu panggung  membawakan lagu-lagu yang ada di album ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, kalau mau jujur gw tidak sepenuhnya menikmati banget album SuperHeavy ini. Masih muncul kesan “nge-&lt;i&gt;jam&lt;/i&gt; ajah yuk rame-rame”, pokoknya ada musik, trus siapa kek isi vokal pake lirik dan saut-sautan biar rame (contoh “One Day One Night”, bahkan “SuperHeavy”), ada kesan lagu-lagunya tidak sesolid yang diharapkan, apalagi kalo lagi nyanyi berbarengan opa Jagger suka nggak pas *tetep*. Tidak mengecewakan sih, tetapi dibilang sangat menggembirakan yang nggak terlalu. &lt;i&gt;But at least&lt;/i&gt;, bisa dibilang album ini cukup enak didengarkan, nggak menjemukan dan nggak malu-maluin lah untuk sebuah album yang dibuat oleh artis-artis yang masing-masing udah mapan berkarya dan bersedia menekan ego demi karya bersama ini. Gw bahkan menemukan bahwa keterlibatan A.R. Rahman di sini sangat krusial karena berhasil menyulap lagu-lagu yang terkesan “nge-&lt;i&gt;jam&lt;/i&gt; ajah rame-rame” itu menjadi eklektik lewat bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh instrumennya. Jadi bisa dibilang nge-&lt;i&gt;jam&lt;/i&gt;-nya nggak gagal sama sekali. &lt;i&gt;Overall&lt;/i&gt;, sangat lumayan, &lt;i&gt;not great but good enough&lt;/i&gt;. Sebuah album yang cukup berhasil dalam merangkum berbagai aliran musik sekaligus. Belum sampe “super heavy”, tapi “quite heavy” saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5jSps96ojeo/TuIl_2YFSSI/AAAAAAAAA5k/Jlc8hFkCyu4/s1600/superheavy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="178" src="http://1.bp.blogspot.com/-5jSps96ojeo/TuIl_2YFSSI/AAAAAAAAA5k/Jlc8hFkCyu4/s320/superheavy.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;SuperHeavy&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;Previews from YouTube&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Miracle Worker&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/MTF7T1Nw5OU" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Satyameva Jayathe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/Brfd7FS4xK4" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Rock Me Gently&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="131" src="http://www.youtube.com/embed/whgkH1bcbDQ" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-5882427974490578555?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/5882427974490578555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-superheavy-superheavy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/5882427974490578555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/5882427974490578555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/12/album-superheavy-superheavy.html' title='[Album] SuperHeavy - SuperHeavy'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DfxBGwnh24g/TuIjsaRZ4_I/AAAAAAAAA5Y/zIdXhS8OcxM/s72-c/SuperHeavy_-_SuperHeavy_album_cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-6884456790034460540</id><published>2011-11-26T02:02:00.000+07:00</published><updated>2011-11-26T02:02:27.845+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Contagion (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UYWa6qfYCYw/Ts3Wgc42LsI/AAAAAAAAA5M/lf_-2xPtDOU/s1600/contagion.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://2.bp.blogspot.com/-UYWa6qfYCYw/Ts3Wgc42LsI/AAAAAAAAA5M/lf_-2xPtDOU/s320/contagion.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Contagion&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Warner Bros.)&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Steven Soderbergh&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Written by Scott Z. Burns&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Michael Shamberg, Stacey Sher, Gregory Jacobs&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Matt Damon, Laurence Fishburne, Jude Law, Kate Winslet, Marion Cotillard, Gwyneth Paltrow, Jennifer Ehle, Elliott Gould, John Hawkes, Sanaa Lathan, Bryan Cranston, Anna Jacoby-Heron, Chin Han&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entah siapa yang memulai membuat film dengan gaya penceritaan seperti ini, sebuah tema yang dijabarkan dari berbagai sisi lewat banyak karakter dengan kisahnya masing-masing dan terkadang saling bersinggungan di titik-titik tertentu. Traffic yang dirilis di tahun 2000 adalah salah satu film model demikian yang paling dikenal. Kesuksesan Traffic yang membahas tema narkoba di Amerika dan Meksiko ini rupanya memberi kesan tersendiri bagi penulis naskahnya Stephen Gaghan dan sutradaranya Steven Soderbergh (yang keduanya meraih Oscar lewat film tersebut), sehingga kemudian keduanya membuat karya lainnya yang berkonsep serupa: Gaghan membuat Syriana (2005) yang bertema industri minyak, dan Soderbergh tahun ini membuat Contagion, yang mengundang sedikitnya 8 aktor pemenang dan atau nomine Oscar, dan kali ini jangkauan(seting)nya global. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, film ini begitu menjanjikan, namun apakah Soderbergh sanggup mengulang kesuksesan Traffic 11 tahun silam? *halah serius amat yak*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tema utama Conatgion adalah "virus mematikan". Sekembalinya ke Minneapolis dari &lt;i&gt;business trip-&lt;/i&gt;nya di Hong Kong, kesehatan Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) menurun drastis hingga akhirnya meninggal dunia. Seremnya, kematian Emhoff bersamaan dengan meninggalnya seorang &lt;i&gt;salaryman&lt;/i&gt; dalam bus umum di Tokyo, seorang model Ukraina di hotelnya di London, dan seorang pelayan casino Macau yang tinggal Hong Kong, dengan gejala yang sama persis. Tanpa waktu lama, nggak sampe 3 hari bahkan, wabah misterius ini dengan cepat luar biasa menjalar ke berbagai belahan dunia dan menelan korban jiwa dalam jumlah mencengangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari titik ini kita dibawa untuk membahasnya dari berbagai sisi, dari titik nol (si pasien pertama) hingga yang mencakup masyarakat luas. Dari sisi para peneilti ada Dr. Ellis Cheever (Laurence Fishburne) yang mengepalai penelitian wabah/virus ini di lembaga Centre of Disease Control (CDC), menjadi konsultan bagi wakil pemerintahan (Bryan Cranston) yang mencurigai adanya aksi senjata biologis (GR amat sik), juga menugaskan Dr. Ally Hextall (Jennifer Ehle) untuk mengidentifikasi virus lalu mencari vaksinnya. Lalu ada Dr. Erin Mears (Kate Winslet) yang ditugaskan ke Minneapolis untuk meneliti cara penularan dan penyebaran virus ini serta memulai tindakan pencegahan dan penanggulangan orang-orang yang sudah tertular. Di belahan dunia lain, utusan WHO, Dr. Leonora Orantes (Marion Cotillard) datang ke Hong Kong untuk menyelidiki asal muasal virus itu, dimulai dari menyelidiki kegiatan yang dilakukan Beth Emhoff sewaktu di sana. Di San Francisco muncul pula seorang blogger vokal, Alan Krumweide (Jude Law) yang mencium adanya konspirasi di balik penanganan penyakit ini antara pemerintah, korporasi farmasi dan para penanam saham. Tak ketinggalan perjuangan Mitch Emhoff (Matt Damon), suami Beth yang untungnya dinyatakan kebal akan virus, namun kini bersama putri kandungnya Jory (Anna Jacoby-Heron) harus mengalami kebingungan dan kesulitan kala kepanikan sudah menulari semua orang melebihi virus itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banyak ya? Yah memang begitulah konsepnya, satu peristiwa yang mempengaruhi berbagai ruang dan karakter. Di sini tidak ada tokoh utama karena semua porsinya sama. Jika dilihat-lihat Contagion ini adalah &lt;i&gt;disaster movie&lt;/i&gt; skala besar tapi dengan penanganan yang sangat realistis dari sisi yang minimalis (orang per orang) tanpa drama-drama berlebihan, meskipun ini tetaplah fiksi. Film ini juga memberi gambaran yang (konon) cukup akurat mengenai cara kerja orang-orang berwenang dalam menangani wabah baru (seperti flu burung dan flu babi kemarin, atau anthrax dan sapi gila jaman dulu—yang membuat gw berpikir kalau dokter menemukan virus baru tuh kayak &lt;i&gt;filmmaker&lt;/i&gt; mau bikin film kolosal 3-dimensi, &lt;i&gt;passionate&lt;/i&gt; sekali ^_^) sekaligus  dampak sosial yang ditimbulkannya seperti tekanan media massa, kebingungan tenaga kesehatan, paranoia, kepanikan, &lt;i&gt;chaos&lt;/i&gt;, penjarahan, kriminalitas, hingga penyanderaan demi mendapatkan jatah vaksin. Memang banyak sekali istilah-istilah medis yang diujarkan di sini yang memberi kesan film ini hanya untuk “kalangan sendiri”, namun kalau mau bersabar, naskah film ini sebenarnya menggunakan trik serial “CSI”: setiap ada istilah ilmiah, pasti ada yang mengujarkan penjelasan gampangnya Contoh: Dr. Hextall menjelaskan kesulitan penelitian virus dengan “blablablablabla”, lalu ada pihak yang bertanya "jadi vaksinnya udah ada belum?", jawabannya "belum" &amp;lt;-- intinya kan itu =D. Menurut gw ini menarik, film ini berusaha realistis tetapi tidak sok pintar, sehingga kesan yang timbul adalah, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, informatif—kita diingatkan lagi pada pelajaran Biologi pada bab makhluk hidup bagian awal tentang apa itu virus dan cara kerjanya, juga soal &lt;i&gt;R-nought&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;formites&lt;/i&gt; #eaa. Namun di sisi lain film ini memberi ketegangan yang cukup untuk membuat orang-orang rada paranoid untuk megang-megang apapun itu, begitu cepatnya wabah ini menyebar ditunjukkan dengan baik dan efektif.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw selalu kagum dengan film yang sukses menampilkan kisah multiplot berkait dan karakter banyak menjadi sebuah tontonan solid, nggak kebayang repotnya menyusun konsep dan perencanaannya, dan Contagion ini tak terkecuali. Film ini termasuk nyaman ditonton, keterkaitan antar plot dan karakternya mudah dipahami, gw mudah ingat orang ini dan orang itu peran/fungsinya apa saja. Apalagi melihat keseriusan aspek &lt;i&gt;mise-en-scène&lt;/i&gt; yang luar biasa keren, mulai dari tata artistik, pemilihan lokasi, dan terutama sinematografinya (oleh Soderbergh sendiri dengan nama alias “Peter Andrews”) yang jernih, tajam dan efektif, banyak sudut-sudut fotografi yang akan sangat maknyus ditembakkan di layar raksasa IMAX (karena film ini juga dirilis di teater-teater IMAX...di sono tapi, bukan di sini *sigh*) . Yang gw suka lagi, film ini ringkas dan tidak bertele-tele, nggak sampe 2  jam lho filmnya, &lt;i&gt;editing&lt;/i&gt;nya lincah dan nggak berlama-lama, namun bisa jadi bumerang karena mungkin jadi terasa terlalu cepat bagi sebagian penonton. Menurut gw sih memang bagusnya gayanya gesit begini, untuk mengakali ritme film yang emang banyak ngomongnya. Kalo nggak mudeng ya nonton lagi =D.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun kemampuan khas Soderbergh yang harus diuji adalah bagaimana beliau mengoptimalkan para pemerannya yang banyak itu lewat porsi masing-masing yang terbatas. &lt;i&gt;Fortunately, he did it again&lt;/i&gt;. Para pemain bintang ini rata-rata berhasil memberikan performa signifikan. Mungkin yang paling lemah si Laurence Fishburne yang gak ada bedanya sama perannya di serial “CSI”. Namun, kalau melihat Jude Law yang tidak canggung jadi orang &lt;i&gt;nagging&lt;/i&gt; yang lama-lama nyebelin juga (mungkin hanya karakter Alan yang paling tidak datar di sepanjang film dengan gaya ngomong ngototnya), Marion Cotillard yang anggun dan tenang (agak males-malesan sih sebenarnya) namun &lt;i&gt;determined&lt;/i&gt; dalam tugasnya, Matt Damon yang gelisah tapi harus tegar di hadapan putrinya, Kate Winslet yang serius dan kaku dalam tugasnya sampai tidak memperhatikan diri sendiri, dan Jennifer Ehle yang begitu &lt;i&gt;excited&lt;/i&gt; dalam usaha menemukan vaksin namun tetap dalam bawaan santai dan &lt;i&gt;effortless&lt;/i&gt;, Contagion jelas bukannya menghalangi bakat-bakat yang ada didalamnya, juga nggak cuma mengedepankan performa aktor di atas plot dan ide yang ingin disampaikan. Di sini Soderbegh memberikan ruang yang cukup bagi para aktornya untuk unjuk gigi sesuai fungsi dalam cerita. Hampir semua tokoh di sini “nggak punya” latar belakang, jadi bobot penampilan mereka di layar sangat menentukan simpati penonton atau tidak, &lt;i&gt;but they did very well here &lt;/i&gt;(favorit gw adalah Ehle, Winslet dan Damon).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;So, yeah , I really enjoyed this film&lt;/i&gt;, bisa jadi calon film terfavorit gw tahun ini. Gw pikir juga ini film yang bagus, ditulis dengan baik dan dieksekusi dengan serius dan rapih. Nggak cuma demi hingar-bingar “film besar bertaburan bintang” semata, namun Contagion hadir sebagai film yang mengangkat tema serius yang cukup dekat dengan keseharian kita, karena memang pernah dan (bukannya tidak mungkin) akan terjadi *amit-amit, tok tok tok*. Film model ini nggak bisa dilihat hanya dari "apa intinya"&amp;nbsp;saja, justru yang memberi bobot (dan tak kalah menarik) adalah kisah tiap persona yang ada di dalamnya, karena seperti kehidupan, semua punya bagian masing-masing (ketimbang bikin satu karakter doang yang udahlah peneliti virus, ternyata istrinya kena wabah, eh dia sendiri yang cari vaksinnya di sela-sela kesulitan pasokan makanan, itu mah lebih gampang daripada bikin Indomie =P). Inti filmnya apa? Ya nggak ada intinya, karena bukan itu yang penting. Contagion gw bilang &lt;i&gt;almost as good as&lt;/i&gt; Traffic, tidak terlalu menggebrak, namun lebih ringkas—alias lebih singkat durasinya =)—dan lebih jernih tampak visualnya, ketegangan dan performa aktingnya pun memuaskan. Tapi itu gw, yang menganggap Traffic itu keren dan Syriana itu bagus meski banyak orang bilang mboseni. Yah selera orang beda-beda. Tapi setuju dong kalo adegan penutup Contagion ini mantep =). Pokoknya: cuci tangan dengan sabun, siapapun Anda *parno*.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;8&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-6884456790034460540?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/6884456790034460540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-contagion-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6884456790034460540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6884456790034460540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-contagion-2011.html' title='[Movie] Contagion (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-UYWa6qfYCYw/Ts3Wgc42LsI/AAAAAAAAA5M/lf_-2xPtDOU/s72-c/contagion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-8134445976545912166</id><published>2011-11-24T11:44:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T11:44:37.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] The Adventures of Tintin (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TEGhFYwUj8Y/TsjlY37b0lI/AAAAAAAAA5A/NgkAjFww1uY/s1600/tintin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://1.bp.blogspot.com/-TEGhFYwUj8Y/TsjlY37b0lI/AAAAAAAAA5A/NgkAjFww1uY/s320/tintin.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;The Adventures of Tintin&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;a.k.a The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Paramount)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Steven Spielberg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Steven Moffat, Edgar Wright, Joe Cornish&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Based on the comic series "The Adventures of Tintin" by Hergé&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Peter Jackson, Kathleen Kennedy, Steven Spielberg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Jamie Bell, Andy Serkis, Daniel Craig, Simon Pegg, Nick Frost, Toby Jones&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepopuleran wartawan super kepo asal Belgia, Tintin beserta anjing lucunya, Snowy memang mendunia, ya selain memang petualangannya sampai keliling dunia dan bulan =D. Di Indonesia sendiri sudah terbangun basis penggemar tersendiri sejak cukup lama—hingga baru-baru ini serial komiknya dicetak ulang. Gw sendiri lumayan suka petualangan tokoh yang dalam bahasa aslinya dilafalkan “tang tang” ini, tapi gw menyaksikannya lewat versi serial animasi TV-nya (produksi Kanada) yang gw koleksi VCD-nya, hehe. Tintin akhirnya diangkat ke layar lebar oleh dua nama besar Hollywood: Steven Spielberg (Jaws, E.T., Jurassic Park &lt;i&gt;among others&lt;/i&gt;) sebagai sutradara dan Peter Jackson (The Lord of the Rings, King Kong) sebagai produser dan kemungkinan sutradara sekuelnya, sebuah berita menjanjikan sekaligus mengkhawatirkan. Bagaimana jadinya jika Hollywood memfilmkan tokoh komik sekaligus ikon budaya kebanggaan Belgia ini? &lt;i&gt;The problem is solved&lt;/i&gt;, karena bentuknya tetap animasi, tepatnya animasi &lt;i&gt;motion-capture&lt;/i&gt; (berdasarkan gerak aktor, kayak The Polar Express, Beowulf, A Christmas Carol, dan Avatar) sehingga ia tetaplah “kartun” namun selangkah lebih hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari, wartawan pengungkap misteri tersohor, Tintin (Jamie Bell) membeli kapal model (miniatur lah) yang belakangan diketahui adalah model dari kapal laut legendaris Unicorn. Tak lama setelah dibawa pulang, &lt;i&gt;flat &lt;/i&gt;Tintin disusupi maling yang mencuri kapal modelnya itu. Kepenasaranan akan siapa yang mencuri kapal model yang dibeli di pasar kaget—pake nawar pula—dan  mengapa, kemudian membawa Tintin pada misteri tentang kapal Unicorn milik Sir Francis Haddock yang pada abad ke-18 tenggelam di lautan Karibia seusai berseteru dengan rombongan perompak Red Rackham. Belumlah misteri  makin terang, Tintin diculik oleh orang yang bernama Sakharine (Daniel Craig) hingga disekap di kapal Karaboudjan yang berlayar untuk mencari kapal model Unicorn yang lainnya. Dalam usaha meloloskan diri Tintin bertemu Kapten Haddock (Andy Serkis) yang tak lain adalah keturunan langsung Sir Francis Haddock. Bersama Kapten Haddock yang kapal berserta awaknya disabotase Sakharine itu, Tintin tertantang untuk melepaskan diri sekaligus menuntaskan misteri kapal model Unicorn yang ternyata ada tiga buah dan menyimpan petunjuk kepada harta karun Red Rackham yang hilang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The Adventures of Tintin yang diberi sub-judul The Secret of the Unicorn ini meleburkan kisah komik petualangan Tintin episode “The Secret of the Unicorn” dan lanjutannya, “Red Rackham’s Treasure”, plus  “The Crab with the Golden Claws” yang mempertemukan Tintin dengan Kapten Haddock pertama kali, kemudian dirangkai dalam nuansa petualangan yang bombastis. Tidak persis sama, namun masih banyak rujukan otentik dengan kisah aslinya, seperti Snowy yang menggemaskan dan (terlalu) pintar, atau kemunculan penyanyi soprano Bianca Castafiore yang bersuara “menggelegar-dalam-arti-kata-sebenarnya" itu, dan tak lupa ada duo polisi blo’on Thompson (Simon Pegg) dan Thomson (Nick Frost) yang selalu mengundang tawa. Nampaknya film ini tidak akan mengecewakan penggemar Tintin, karena Tintin dan kawan-kawan di sini tidak terlalu beda dengan yang mereka kenal, deskripsi tokoh-tokohnya sesuai dengan yang dibuat oleh sang pengarang Hergé, kecuali mungkin Kapten Haddock yang bagian maboknya agak terlalu diekspos kayak kehidupan rumah tangga Ustad Solmed.  Di sisi lain sepertinya film ini akan mudah dipahami oleh penonton baru, karena kisahnya bisa dibilang kisah baru berdasarkan poin-poin dari 3 episode komik Tintin yang gw sebut di awal paragraf. Guliran alur kisahnya yang harus mengungkapkan misteri sekaligus sebagai perkenalan kembali akan tokoh-tokoh dunia Tintin ini dibuat rapi, mulus, dan cukup jelas. Pokoknya secara cerita, film ini aman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah sekarang tinggal bagaimana presentasinya. Sejauh ini, The Adventures of Tintin adalah film animasi &lt;i&gt;motion capture&lt;/i&gt; yang paling enak dilihat yang pernah gw tonton—masih di bawah Avatar kalau semua orang mau mengakui bahwa Avatar itu film animasi, &lt;i&gt;which I think it is&lt;/i&gt;. Desain artistik 1930-1940-an serta warna-warna yang digunakan sangat menarik mata, pun komposisi gambar serta gerakan animasinya halus sekali. Rupa para karakternya pun dibuat semirip mungkin dengan desain asli mereka di versi komik/kartun (gaya rambut, pakaian, bentuk hidung), namun tetap berbentuk “manusia”, sebuah solusi yang menarik sehingga pasti tidak akan ada yang protes “kenapa si anu jadi kayak gitu bentuknya” sebagaimana kita bingung kenapa Son Goku-nya Dragon Ball bisa jadi bule Film animasi perdana yang dikepalai langsung oleh Steven Spielberg ini juga, menurut gw, adalah sebuah ajang pelampiasan bagi beliau terhadap teknik pengambilan gambar film-film fantasi yang akan sulit dilakukan bila digarap &lt;i&gt;live action&lt;/i&gt;. Permainan cahaya kontras ala film-film Spielberg terdahulu tetap ada (karena konsultan gambarnya Janusz Kaminski, sinematografer CS-annya Spielberg), namun yang paling kentara adalah pergerakan “kamera” yang seakan tanpa batas, bisa dimana dan kemana aja dengan lincahnya—terbukti pada adegan kejar-kejaran di Maroko dari puncak bukit sampe pinggir laut yang “satu-&lt;i&gt;take&lt;/i&gt;” =D, dan di berapa momen hal itu efektif menimbulkan &lt;i&gt;excitement&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalo tentang aktor-aktornya gw bingung menilainya karena yang ada di layar bukanlah “diri” mereka yang utuh, namun baik Jamie Bell maupun Andy Serkis memberi volume berarti bagi peran masing-masing dengan baik, selain kerja para animator terbilang berhasil membuat setiap tokoh CGI ini tampak hidup dan nggak mengerikan kayak patung kerasukan. Yang pasti, Spielberg (dan Peter  Jackson) telah menjalankan tugas dengan baik karena memperlakukan Tintin dengan terhormat lewat film ini. Kemenangan film ini terletak pada komitmennya untuk tidak mengkhianati sumber aslinya, baik dari tokoh, ambianse, sampai penyusunan misterinya dalam cerita baru yang cukup segar. Terlebih lagi dalam medium teranyar ini, melalui percampuran komedi, drama, misteri (bukan horor lho ya), laga, dan sedikit &lt;i&gt;suspense&lt;/i&gt;—masih dalam koridor &lt;i&gt;adventure&lt;/i&gt; tentunya—dalam ritme yang enak, film ini telah menyuntikkan kisahnya dengan keseruan menyenangkan yang heboh, keseruan ala Spielberg yang kadang-kadang terlalu kartun, tapi untungnya ini memang kartun!  Gw sih sebenarnya merasa filmnya agak kurang ringkas dan suka terlalu lama berkutat di satu poin, namun &lt;i&gt;overall&lt;/i&gt; The Adventures of Tintin bukanlah tontonan yang mengecewakan, justru seru rasanya dan bagus dilihat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-8134445976545912166?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/8134445976545912166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-adventures-of-tintin-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8134445976545912166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/8134445976545912166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-adventures-of-tintin-2011.html' title='[Movie] The Adventures of Tintin (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TEGhFYwUj8Y/TsjlY37b0lI/AAAAAAAAA5A/NgkAjFww1uY/s72-c/tintin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-1809791364738965426</id><published>2011-11-20T08:19:00.000+07:00</published><updated>2011-11-20T08:19:17.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Immortals (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YLYe-AnPKRw/TsRJqJfUioI/AAAAAAAAA4k/XjQPKaSvSig/s1600/immortals.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-YLYe-AnPKRw/TsRJqJfUioI/AAAAAAAAA4k/XjQPKaSvSig/s320/immortals.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Immortals&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Relativity Media)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Tarsem Singh Dhandwar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Written by Charles Parlapanides, Vlas Parlapanides&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Gianni Nunnari, Mark Canton, Ryan Kavanaugh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Henry Cavill,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Mickey Rourke,&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Stephen Dorff, Frieda Pinto, Luke Evans, Isabel Lucas, John Hurt, Kellan Lutz&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Okay, ini menarik. Begitu banyaaak orang di luar sana yang tampaknya tidak suka, benci dan menghina dina mariana film Immortals karya Tarsem Singh ini. &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, sepertinya saya akan sendiri saja kali ini. &lt;i&gt;YES, I DO LIKE THIS FILM&lt;/i&gt;. Gw malah menikmati film ini, dan lucunya bukan sebagai &lt;i&gt;guilty pleasure&lt;/i&gt;. Gw nggak menganggap film ini jelek. Ini cukup aneh, mengingat film ini menyadur salah satu mitos dari mitologi Yunani kuno. Gw mencak-mencak ketika Troy (2004)—tentang perang Sparta vs Troya—muncul sok mau jadi Gladiator dan mengubah fokus cerita tapi tetep nggak fokus.  Gw tidak terkesan dengan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/movie-clash-of-titans-2010.html"&gt;Clash of the Titans&lt;/a&gt; (2010)—tentang Perseus—yang tanpa greget berarti dan juga tidak terlalu bagus dilihat mata. Dari segi cerita, Immortals sama ngaconya dengan kedua film tadi, namun—anehnya—gw memakluminya. Kesambet apaan ya gw...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Immortals ini bercerita tentang Theseus (Henry Cavill) yang dipilih—&lt;i&gt;by fate, very mythological indeed&lt;/i&gt;—untuk menjadi pahlawan tanah Yunani untuk melawan raja jahat Hyperion (Mickey Rourke). Hyperion ingin menggugat—dengan alasan yang melankolis sekali—kaum  abadi gunung Olympus yang disembah sebagai dewa-dewi yang dikepalai Zeus (Luke Evans), dengan melepaskan kaum abadi lawannya dewa-dewi ini, yang disebut Titan, untuk menimbulkan perang khayangan, dengan harapan dewa-dewi akan hancur, &lt;i&gt;or something like that&lt;/i&gt; (nah logika begonya adalah,&lt;i&gt; immortals&lt;/i&gt; nggak bisa dilawan manusia yang &lt;i&gt;mortal&lt;/i&gt;, tapi kalo sesama &lt;i&gt;immortals&lt;/i&gt; bisa, &lt;i&gt;so there you go&lt;/i&gt;). Caranya, sesuai ramalan sang Oracle perawan (yang artinya akan ada satu poin dimana dia nggak perawan lagi) bernama Phaedra (Freida Pinto), Hyperion, sembari menyerang dan menguasai seluruh wilayah Yunani, harus mencari panah ajaib Epirus yang dapat membobol penjara para Titan di gunung Tartarus. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt;, singkat cerita Theseus beserta kawan-kawan yang ketemu di jalan harus mencegah Hyperion, sekaligus mencegah timbulnya kembali peperangan dewa-dewi vs para Titan, meskipun Theseus sendiri punya motivasi personal untuk menumpas sang raja preman ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam mitologi Yunani, Theseus adalah pahlawan keturunan raja sekaligus keturunan dewa laut Poseidon yang terkenal karena melawan mahkluk separo manusia separo kerbau, Minotaur, dan menjadi raja kota Athena—ini cari di Wiki, dulu padahal kuliah pernah ikut kelas mitologi Yunani tapi bagian ini udah nggak memperhatikan materi, biasalah kelas besar =P. Di Immortals, hanya bagian Minotaur&amp;nbsp;(&lt;i&gt;sort of&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;itu saja yang muncul. Sisanya, mulai dari penokohan Theseus sampe, &lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, segala-galanya adalah ngarang-ngarangnya si penulis naskah aja. Padahal dari nama kedua penulis itu jelas-jelas Yunani, kenapa mereka berani semena-mena merombak kisah turun-temurun kebudayaan mereka demi sebuah tontonan berjudul Immortals? Tahan. Menurut gw, mungkin mereka berprinsip pada apa itu makna mitologi sendiri, bahwa tidak ada versi benar atau salah, versi daerah sini bisa jadi berbeda dengan versi daerah sana, malah bisa jadi bertentangan. Mitologi bukanlah literatur dengan plot yang saklek (kecuali Troy mungkin), &lt;i&gt;continutity&lt;/i&gt;-nya pun jangan harap bisa dinalar. Jadi, daripada pusing, dan memang nggak ada yang melarang, mereka mengarang bebas cerita tentang Theseus yang anak haram vs Hyperion yang bukan Titan, serta berulangnya perang dewa-dewi vs para Titan. Tokoh-tokohnya pun agak &lt;i&gt;random&lt;/i&gt; dicomot nama-namanya dari mitologi lalu dibuat karakterisasi yang jauh berbeda. Bukannya menyadur, malah membuat kisah baru. Tetapi di luar “pelanggaran”-nya itu, kisahnya terbilang &lt;i&gt;fine-fine&lt;/i&gt; saja, sebab akibatnya masih okelah, malah masih memiliki spirit mitologi Yunani banget, yakni peristiwa besar sampe melibatkan dewa-dewi dilandasi motivasi yang personal dan intrik-intrik sinetronik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-U_pMewTry68/TshS5prvDDI/AAAAAAAAA40/oLs2YTKsEH0/s1600/immortals-still08.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="http://4.bp.blogspot.com/-U_pMewTry68/TshS5prvDDI/AAAAAAAAA40/oLs2YTKsEH0/s320/immortals-still08.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau naskahnya mengacak-acak mitologi sama seperti Troy dan Clash of The Titans tadi, lalu mengapa kok gw masih bisa aja menikmatinya? Nah di sinilah giliran kerja sutradaranya—yang dalam 3 filmnya variasi namanya ada 3: Tarsem Singh, Tarsem, dan sekarang Tarsem Singh Dhandwar, labil doi. Bisa jadi karena udah dari naskahnya ngarang, maka Tarsem pun merasa bebas untuk mencitrakan ulang mitologi Yunani itu menjadi sebuah fantasi antah-berantah menurut imajinasi(liar)nya sendiri.  Yunani itu kering dan gersang dan desanya ada di tebing-tebing, bukan di tanah hijau nan subur penuh pohon zaitun. Dewa-dewi punya banyak mode &lt;strike&gt;cosplay&lt;/strike&gt; pakaian, bukan hanya pake selembar kain tanpa daleman (atau baju besi berkilau). Ritual doa pun lebih mirip cara Hindu. Dan yang paling ngaco adalah, sang Oracle dan 3 pelindungnya adalah orang India, Afrika, Asia Timur, dan Kaukasia (Yunani itu Mediterania, mirip Italy atau Turki lah) berbicara dalam bahasa Yunani =D. Yang gw kagum, Tarsem tidak merasa canggung dengan kengacoannya, ia malah asik bermain-main lewat gambar sambil membawa ceritanya yang masih cukup jelas arahnya kemana. Untungnya, dia adalah Tarsem, seseorang yang telah membuat visual gokil di The Cell dan &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/10/movie-fall-2008.html"&gt;The Fall&lt;/a&gt;, keasikan dalam kengacoannya itu tetaplah artistik.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tarsem ini pasti punya bakat gambar dan komposisi yang cakep, pasti guru kesenian senang sama dia. Setiap &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt; diciptakannya dengan mengagumkan cantik dan ganjilnya sejak adegan pertama, &lt;i&gt;the trailer didn’t do it justice&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;and kind of misleading too&lt;/i&gt;). Tidak hanya bentuk (kostum, set) dan komposisi warna yang ciamik, tetapi bagaimana cara orang-orang dan benda-benda itu bergerak juga bikin mata tak berkedip, sebuah sinergi penyutradaraan, desain kostum, desain produksi, dan sinematografi yang luar biasa, dan percayalah keartistikan itu bukan terletak pada bagian efek CGI. Seakan-akan lebih dari separuh film ini adalah parade instalasi seni. Bahkan adegan Phaedra membilas wajahnya dari minyak hitam pun terlihat nyeni sekali. &lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, gw sangat terpuaskan pada gambar demi gambar film ini. Kostumnya gila desainnya, fantastik, dan kudu harus diapresiasi di ajang penghargaan (dan itu tadi, cara kostumnya digerakkan pun keren). Biar pun ceritanya hanya dalam batas “oke”, gambar-gambar mengagumkan ala Tarsem inilah yang membuat betah menatap layar, hingga akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang, kita sampai pada adegan klimaks yang paling diharapkan banyak orang: peperangan. Ini pun keren (dan cukup&lt;i&gt; gory&lt;/i&gt; juga), tapi biar demikian kekaguman gw masih tertuju pada komposisi dan rancangan gambarnya. &lt;i&gt;Awesome&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Immortals bukannya tanpa kelemahan. Di luar kepuasan, gw pun merasakan ganjalan pada &lt;i&gt;casting&lt;/i&gt;nya yang ngaconya agak kelewatan, seperti sosok Zeus yang kurang tua, Athena (Isabel Lucas) yang tatapannya terlalu kosong, pokoknya &lt;i&gt;casting&lt;/i&gt; dewa-dewinya tuh agak aneh deh. Pun konsep kenapa para kaum abadi ini bisa berdarah dan “mati” juga gak terlalu jelas, atau jangan-jangan sebenarnya nggak benar-benar mati, tuh Titan nya aja nggak abis-abis. &lt;i&gt;O well&lt;/i&gt;, terserah deh. Permainan aktornya sih lumayan saja. Mickey Rourke tetap gondrong dan berkharisma meski kali ini ketutupan kostum-kostum fantastisnya, sedang Henry Cavill sendiri bolehlah, cukup sebagai &lt;i&gt;step&lt;/i&gt; signifikan sebelum jadi Superman baru (mukanya mirip Christopher Reeve euy). Bagi yang mengharapkan keseruan &lt;i&gt;stylized&lt;/i&gt; atau lebih banyak pria bugar setengah telanjang seperti 300-nya Zack Snyder sebagaimana diiming-iming iklannya, silahkan bersiap kecewa dan caci maki film ini. Immortals tidak sama dengan film-film Hollywood kebanyakan, terutama dari gaya visual dan berceritanya (terutama lagi Immortals bukan buatan Zack Snyder, coba deh mulai belajar mengenali sutradara *mulaisokngatur*), konsepnya pun udah agak nyeleneh, sayangnya ini ditutup-tutupi oleh produser-produsernya sehingga terkesan menipu. Seperti The Fall, &lt;i&gt;it’s a fine exhibition of imagination, but with more blood and less heart&lt;/i&gt;. Immortals tidak seperti ekspektasi banyak orang sepertinya, tetapi justru melebihi ekspektasi gw setelah sempat ragu dengan &lt;i&gt;trailer&lt;/i&gt;nya yang sok 300 itu, justru filmnya Tarsem emang harus agak aneh begini. Benar, saya suka film ini. Sekian dan terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-1809791364738965426?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/1809791364738965426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-immortals-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1809791364738965426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1809791364738965426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-immortals-2011.html' title='[Movie] Immortals (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-YLYe-AnPKRw/TsRJqJfUioI/AAAAAAAAA4k/XjQPKaSvSig/s72-c/immortals.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4766692313561068056</id><published>2011-11-19T01:03:00.002+07:00</published><updated>2011-11-19T09:12:35.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Sang Penari (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-epXBSHROt0Q/TsPSO-k3q2I/AAAAAAAAA4Y/hA-zqsk5cuU/s1600/sang+penari.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="260" src="http://2.bp.blogspot.com/-epXBSHROt0Q/TsPSO-k3q2I/AAAAAAAAA4Y/hA-zqsk5cuU/s320/sang+penari.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Sang Penari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Salto Films/Indika Pictures/KompasGramedia Production/Les Petites Lumières)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Ifa Isfansyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Salman Aristo, Ifa Isfansyah, Shanty Harmayn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Based on the "Ronggeng Dukuh Paruk" trilogy novels by Ahmad Tohari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Shanty Harmayn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Nyoman Oka Antara, Prisia Nasution, Slamet Rahardjo, Dewi Irawan, Landung Simatupang, Hendro Djarot, Lukman Sardi, Teuku Rifnu, Tio Pakusadewo, Happy Salma, Zainal Abidin Domba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;I've mentioned once before&lt;/i&gt; bahwa walau gw tidak bisa mengelak status sebagai lulusan jurusan sastra, gw hanya tahu sedikit sekali soal karya sastra. Memalukan. Gw baru tahu penampakan novel berjudul "Ronggeng Dukuh Paruk" hanya beberapa tahun yang lalu karena seorang teman kampus sedang membacanya. Padahal terbitan pertama trilogi novel karya Ahmad Tohari ini sudah beredar pada paruh awal dekade1980-an ("Ronggeng Dukuh Paruk" (1982), "Lintang Kemukus di Dini Hari" (1984), dan "Jentera Bianglala" (1985)), bahkan kata seorang teman lagi novel ini pernah disinggung dalam soal-soal ujian mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP atau SMA. Hee, kemane aje guweh...&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, tahun ini karya sastra Indonesia yang (konon) terkemuka ini dibuat dalam bentuk film yang sangat menjanjikan kualitasnya jika dilihat dari &lt;i&gt;look&lt;/i&gt;-nya. Sebelum masuk ke &lt;i&gt;review&lt;/i&gt;, ada satu hal yang menarik mengenai film ini setelah gw mencari-cari info tentang novelnya, film yang dibubuhi judul Sang Penari (terjemahan dari "The Dancer", judul novel edisi bahasa Inggrisnya) ini memang mengambil plot dasar novelnya, termasuk latar dan tokoh-tokohnya, film ini jelas "berdasarkan" novel, tetapi entah kenapa para pembuat film &lt;i&gt;insist&lt;/i&gt; pake kata "terinspirasi". Takut kena sambit penggemar novelnya gara-gara banyak titik perbedaan? Nyantai aja lagi. Menurut loe trilogi Bourne antara novel sama film samanya dimana coba? ^_^; *perbandingan yang aneh*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi mari gw coba uraikan apa yang gw peroleh dari Sang Penari mengingat gw belum pernah baca novelnya. Gw harus memulainya dari apa itu "ronggeng Dukuh Paruk". Dukuh Paruk adalah sebuah desa miskin di kawasan Banyumas, Jawa Tengah dengan masyarakat yang biasa-biasa saja, berladang, bertani, kurang berpendidikan, terikat kepercayaan tradisional dan sebagainya. Satu hal yang dapat menyalakan geliat penduduk desa adalah kesenian tari ronggeng. Seorang penari ronggeng bukan hanya sekadar&lt;i&gt;&amp;nbsp;njoget&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;nembang&lt;/i&gt;, tetapi wanita itu harus memiliki tanda "terpilih" oleh (arwah) kakek moyang perinitis desa untuk kemudian menjadi ronggeng, simbol keramat milik desa yang dipercaya dapat membawa berkah dan kemakmuran bagi seluruh desa. Nah, berkah itu juga tidak hanya dipercikkan dalam bentuk &lt;i&gt;njoget&lt;/i&gt;, tetapi juga terbuka bagi pria-pria yang sanggup bayar mahal untuk mengalami transendensi ilahi...alias berhubungan kelamin dengan sang ronggeng. Dalam pandangan mereka, termasuk yang para wanita juga yang turut mendukung, laki-laki yang berhubungan intim dengan ronggeng adalah suatu kebangaan, ya karena itu tadi, ronggeng itu wanita terpilih, dan dipercaya bisa membawa berkah baik untuk masyarakat maupun untuk rumah tangga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1960-an, adalah Srintil (Prisia Nasution) dan Rasus (Nyoman Oka Antara) yang tumbuh di Dukuh Paruk, dan kedekatan mereka bertumbuh pula menjadi cinta masa muda-mudi. Masalahnya, Srintil merasa terpanggil menjadi ronggeng, apalagi setelah bertahun-tahun Dukuh Paruk tak punya ronggeng lagi karena yang terakhir (Happy Salma) beserta beberapa penduduk lain mati keracunan tempe bongkrek buatan orang tua Srintil—yang juga ikut meninggal, yah ini sekaligus demi memperbaiki nama keluarga. Rasus jelas tak rela kekasih hatinya jadi harfiah milik bersama. Namun keduanya memutuskan untuk menghormati tradisi desa mereka, yang tersisa hanya kepasrahan. Srintil—dengan susah payah—berhasil diakui menjadi ronggeng dan menjalani segala kewajibannya, Rasus pun mundur perlahaan ke luar desa hingga akhirnya direkrut dan dididik jadi tentara nasional.&lt;i&gt; Little they know&lt;/i&gt;, bukan hanya tradisi ronggeng yang akan semakin memisahkan cinta mereka.&amp;nbsp;Dukuh Paruk kemudian berhasil dimenangkan simpatinya oleh Bakar (Lukman Sardi) untuk mendukung partainya, ia pun menggunakan seni ronggeng (Srintil dkk) sebagai sarana menghimpun massa pendukung. Namun tak lama, selepas peristiwa Gerakan 30 September di ibukota, Dukuh Paruk disinyalir menjadi kampung PKI, dan Srintil beserta rombongan &lt;i&gt;tour band&lt;/i&gt; ronggengnya ditangkap karena diduga menjadi anggota tercatat organisasi bawahan PKI—padahal di Dukuh Paruk tidak ada yang bisa baca tulis. Ketika tentara dikerahkan untuk menumpas anggota ataupun terduga anggota PKI tanpa pengadilan, termasuk di Dukuh Paruk, Rasus bimbang terbelah antara tugas baktinya pada negara dengan keinginannya untuk mencari dan menyelamatkan Srintil yang diringkus dan ditahan entah dimana.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Penari adalah contoh film yang seharusnya banyak dibuat tapi gw tau nggak semua orang bisa menjadikannya berhasil secara keseluruhan. Hal yang kentara dari film ini adalah bobotnya yang tidak kosong, karena dari naskahnya mengharuskan adanya kerterkaitan latar budaya, sosial, tempat, politik, dan sejarah yang sangat erat dengan tokoh-tokohnya serta plot utamanya yang “cuman” kisah cinta ini. Kisah Srintil dan Rasus akan sulit dipindahkan ke dimensi lain, karena hanya di momen inilah kisah mereka benar-benar kena. Jadi, kebudayaan ronggeng ataupun latar sejarah nasional 1960-an bukan sekadar tempelan supaya menambah beban film biar kesannya “bermutu”, tetapi memang tanpa itu, ceritanya nggak jalan.&amp;nbsp;Mengingat tuntutan cerita yang harus mengaitkan beberapa aspek tadi, gw menemukan Sang Penari berhasil menyampaikannya dengan baik, cukup mulus, dan tanpa harus susah payah memberi penjelasan kepada penonton, padahal “PKI”-nya juga nggak ditunjukkan jelas kalau mereka itu PKI, komunis atau apapun itu. Gw cukup mengerti apa itu ronggeng, gw pun memahami efek dari peristiwa penumpasan komunis terhadap rakyat yang nggak tau apa-apa. &lt;i&gt;You see&lt;/i&gt;, makanya gw sangat tidak suka ketika politik mencemari dan nebeng budaya dan agama/kepercayaan untuk mempengaruhi masyarakat yang nggak tahu apa-apa demi meraih kekuasaan, jijik tauk *jadi serius gini*. Gw pun mengerti pergulatan emosi Srintil dan Rasus, dan akibatnya terhadap nasib mereka kemudian. &lt;i&gt;The film just work&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keberhasilan itu pun sangat didukung oleh keseriusan teknis dari sutradara Ifa Isfansyah dan kawan-kawannya. Dengan desain produksi yang tidak terkesan palsu, dan sinematografi yang terkesan mentah namun efektif dan cantik (Yadi Sugandi gitu loh), Sang Penari sangat bikin betah dilihat. Performa aktornya pun terbilang keren, no.1- nya Oka Antara yang keren sekali transformasinya dari pemuda desa polos dan &lt;i&gt;ngapak&lt;/i&gt; (“Siap, paK!” ^_^) menjadi seorang anggota tentara nasional. Udah bau Citra nih, Bli. Prisia Nasution pun mengejutkan gw yang hanya tau akting payahnya jadi presenter sementara di Termehek-Mehek (eh...itu akting ‘kan ya? =P), kini tampil meyakinkan sebagai wanita desa ayu yang menjadikan &lt;i&gt;njoget&lt;/i&gt; sebagai &lt;i&gt;passion&lt;/i&gt;nya, bukti bahwa dia aktris berbakat dan siap berdedikasi. Dan lebih keren lagi, adalah nama-nama aktor Nyoman, Nasution, Simatupang, Teuku dan lain sebagainya meyakinkan gw bahwa mereka orang Banyumas, sangat perlu diacungi jempol. Jagoan Anda semua. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sang Penari layak diangkat sebagai salah satu film terbaik Indonesia, baik tahun ini maupun tahun-tahun kemarin dan mendatang, dan itu karena keseriusan penggarapan dan keberhasilan penyampaian. Memang masih ada poin-poin yang tidak gw pahami betul dari segi ceritanya, namun sesungguhnya keseriusan pembuat film dan penyampaian yang nggak sok pretensius, dekat dengan penontonnya, sudah cukup memuaskan gw, bagus di cerita maupun di mata. Dan, maaf kalo diskriminatif, tapi bahasa Jawa &lt;i&gt;ngapak&lt;/i&gt; masih terdengar lucu dan menghibur di telinga saya *jahat*.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;8&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4766692313561068056?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4766692313561068056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-sang-penari-2011.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4766692313561068056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4766692313561068056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-sang-penari-2011.html' title='[Movie] Sang Penari (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-epXBSHROt0Q/TsPSO-k3q2I/AAAAAAAAA4Y/hA-zqsk5cuU/s72-c/sang+penari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-1670078104930622372</id><published>2011-11-14T22:58:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T22:58:25.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quiz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='top 100 films'/><title type='text'>QUIZ WINNERS: My Top 100 Films of the 2000's</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, setelah senarai &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/my-top-100-film-of-2000s-final-part-no.html"&gt;My Top 100 Films of the 2000's&lt;/a&gt; sudah diungkap semua, kini saatnya kita ungkap siapa saja 3 orang yang berhasil mendapatkan masing-masing 1 DVD resmi dari koleksi gw (ya, bekas, hehe) sebagai hadiah &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/quiz-my-top-100-films-of-2000s.html"&gt;quiz&lt;/a&gt; yang gw adakan sekitar 2 minggu lalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penegas, gw akan ulang lagi ya pertanyaannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;TEBAKLAH 3 JUDUL FILM POSISI TERATAS (1,2,3) DALAM SENARAI MY TOP 100 FILM OF THE 2000'S!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan, sesuai dengan postingan senarai bagian terakhir, jawaban yang tepat adalah:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. CHILDREN OF MEN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. MOULIN ROUGE!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #990000; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. THE DARK KNIGHT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*APPLAUSE*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;THE WINNERS &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana gw udah beritahukan, yang berhak mendapat hadiah adalah yang menjawab dengan tepat judul dan urutannya. Dari sekian ribu jawaban yang masuk *nghayal*, ternyata hanya&amp;nbsp; SATU orang yang dapat menjawabnya dengan tepat. Orang yang "&lt;i&gt;u know me so well&lt;/i&gt;" itu, sekaligus sebagai pemenang pertama adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #783f04;"&gt;HALOMOAN SIRAIT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di Semarang, Jawa Tengah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;*Big Applause*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian maka saudara Moan berhak mendapatkan DVD film nomer 1, Children of Men. Selamat yah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-aA-sTV7RJOQ/TsE2KCTlpNI/AAAAAAAAA34/xZkGSrvZP_4/s1600/DSC_0349+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-aA-sTV7RJOQ/TsE2KCTlpNI/AAAAAAAAA34/xZkGSrvZP_4/s320/DSC_0349+%25282%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Children of Men (Vision Interprima Pictures):&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;1 disc; region 3; single-sided dual layer; NTSC;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;anamorphic&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;widescreen;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;109 minutes;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;audio English and&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Thai (Dolby Digital 5.1);&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;subtitles English, Thai, Korean,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Indonesian,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Cantonese, Mandarin Traditional;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;bonus feature (the-making-of)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: medium; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian, karena masih ada 2 DVD lagi dan tidak ada lagi yang menjawab dengan tepat, maka sebagaimana janji, gw akan mempertimbangkan jawaban-jawaban yang 3 judulnya benar tetapi urutannya kurang tepat. Jawaban yang demikian ternyata ada 3. Karena hadiah tidak dapat ditambah (=P), gw terpaksa harus mengeliminasi satu orang. &lt;i&gt;So, to be a little bit fair,&lt;/i&gt; gw telah mengundi 3 nama ini secara acak, dan 2 nama yang terambil, &lt;i&gt;or should I say&lt;/i&gt; terlempar dari wadah kocokan, masing-masing mendapatkan DVD film nomer 2 dan nomer 3 berturut-turut. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan, pemenang kedua jatuh kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;AWYA WAHARIKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; di Denpasar, Bali&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Applause*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka saudara Awya akan memperoleh DVD film nomer 2, Moulin Rouge! Selamat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-57iKdZ8haNY/TsE2vut9GgI/AAAAAAAAA4A/GB9gdX_J1AU/s1600/DSC_0351+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-57iKdZ8haNY/TsE2vut9GgI/AAAAAAAAA4A/GB9gdX_J1AU/s320/DSC_0351+%25282%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Moulin Rouge! (Alliance Entertainment Singapore): &lt;br /&gt;1 disc; region 3;&amp;nbsp;single-sided dual layer; NTSC; &lt;br /&gt;anamorphic widescreen; 128 minutes; audio English &lt;br /&gt;(Dolby Digital 5.1, DTS 5.1); subtitles English, Cantonese, &lt;br /&gt;Mandarin, Korean, Thai; bonus features &lt;br /&gt;(audio commentary, behind the curtain)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan akhirnya, pemenang ketiga jatuh kepada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #783f04;"&gt;&lt;b&gt;FARIZ RAZI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; di Surabaya, Jawa Timur&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;*Applause* *histeris*&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk itu saudara Fariz akan menerima DVD film nomer 3, The Dark Knight.&lt;i&gt; Congrats&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-SO7zIbeXmwQ/TsE3hyBrJMI/AAAAAAAAA4I/QSADHS2BWwA/s1600/DSC_0352+%25282%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-SO7zIbeXmwQ/TsE3hyBrJMI/AAAAAAAAA4I/QSADHS2BWwA/s320/DSC_0352+%25282%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;The Dark Knight (Vision Interprima Pictures): &lt;br /&gt;2 discs; region 3; single-sided dual layer (disc 1), &lt;br /&gt;single layer (disc 2); NTSC; anamorphic widescreen; &lt;br /&gt;154 minutes;&amp;nbsp;audio English and Thai (Dolby Digital 5.1); &lt;br /&gt;subtitles English, Korean, Thai, Bahasa Indonesia, Cantonese, &lt;br /&gt;Chinese; bonus features (creation of a scene, IMAX sequences, &lt;br /&gt;Gotham Tonight news program, galleries)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk ketiga pemenang, hadiah akan dikirim melalui jasa kurir. Nanti akan saya beritahu detil apa dan kapannya melalui e-mail. Ditunggu saja ya. Setelah diterima, mohon kirim pesan ke gw ya biar gak was-was gwnya. Semoga berkenan dan bermanfaat serta dijaga baik-baik, siapa tau bisa jadi &lt;i&gt;valuable item&lt;/i&gt; apalagi &amp;nbsp;kalo saya sudah terkenal nanti *dream believe and make it happen* =D.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usai sudah &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-foreword.html"&gt;rangkaian postingan My Top 100 Films of the 2000's&lt;/a&gt; versi Ajirenji. Mohon maaf jika ada kekurangan dan kekecewaan. Namun moga-moga diberi umur panjang dan kesempatan untuk bikin quiz lagi. &lt;i&gt;This is so much fun&lt;/i&gt; =D.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selamat untuk para pemenang, &lt;i&gt;and see ya&lt;/i&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-1670078104930622372?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/1670078104930622372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/quiz-winners-my-top-100-films-of-2000s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1670078104930622372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/1670078104930622372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/quiz-winners-my-top-100-films-of-2000s.html' title='QUIZ WINNERS: My Top 100 Films of the 2000&apos;s'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-aA-sTV7RJOQ/TsE2KCTlpNI/AAAAAAAAA34/xZkGSrvZP_4/s72-c/DSC_0349+%25282%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4845201512005327881</id><published>2011-11-13T22:28:00.002+07:00</published><updated>2011-11-14T10:56:00.243+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='top 100 films'/><title type='text'>My Top 100 Film of the 2000's: Final Part (no. 10-1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sampailah kita pada bagian akhir dari serial postingan senarai My Top 100 Films of 2000-2009 ini, tepatnya posisi sepuluh besar. Kecenderungan kriteria top 10 ini adalah film-film yang menyeimbangkan kepuasan teknis, cerita, dan unsur hiburan, yang selalu memanggil-manggil untuk ditonton ulang dan kenikmatannya tidak cepat pudar, yang tidak akan terlupakan sampai akhir hayat *levay*. Seperti yang gw sampaikan pada &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-foreword.html"&gt;foreword&lt;/a&gt;, gw punya selera pasaran  sehingga kesepuluh film paling top versi gw ini pasti banyak yang tahu dan banyak pula yang suka, &lt;i&gt;so&lt;/i&gt; jangan harap yang aneh-aneh, hehe. Kurang &lt;i&gt;cutting edge&lt;/i&gt; deh. &lt;i&gt;But to hell with that&lt;/i&gt;, bagi yang sudah menanti-nanti film-film paling “whoa” di dekade 2000-an versi gw, atau bagi yang penasaran sama jawaban &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/quiz-my-top-100-films-of-2000s.html"&gt;quiz&lt;/a&gt; yang gw adakan kemarin, inilah saat penyingkapannya. Oh ya, gw menyematkan pula potongan adegan dari film-filmnya (nemu di YouTube), kali aja yang belum nonton pengen tau filmnya kira-kira kayak gimana. &amp;nbsp;AND. HERE. THEY. ARE.....&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-vqlZ4nIZRso/Tr_cbWmPaSI/AAAAAAAAA3c/-HU_rLhsSjE/s1600/10.3-iron.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-vqlZ4nIZRso/Tr_cbWmPaSI/AAAAAAAAA3c/-HU_rLhsSjE/s200/10.3-iron.jpg" width="142" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;10. Bin Jip (빈집) a.k.a. 3-Iron (2004)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Kim Ki-Duk/Jae Hee, Lee Seung-Yeon, Kwon Hyuk-ho&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3-Iron bisa jadi film dengan ide paling orisinil yang pernah gw tonton. Nemu dimana coba, seorang Kim Ki-Duk mengembangkan ide tentang orang yang kerjaannya nyusup ke rumah-rumah yang lagi ditinggal yang punya, nginep dan menggunakan makanan dan alat-alat lainnya berasa rumah sendiri, tapi membalas dengan membersihkan rumah, nyuci, sampe perbaiki barang-barang rusak? Dihiasi kisah cinta, Kim lebih iseng lagi membuat dua tokoh utamanya tidak (terlihat) berbicara sepanjang film. Namun orisinalitas dan keisengan itu berimbang juga dengan cerita dan penggarapan yang luar biasa. Meski terkesan agak “nyeni”, namun nyatanya justru ini adalah film yang ringan dan sangat menghibur dengan keabsurdannya. &lt;i&gt;Briliant&lt;/i&gt;!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;3-Iron clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/eo5pIr1cs_8" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4tcOpE8Fnms/Tr_cazH-yBI/AAAAAAAAA3U/cEkTR7iaXkM/s1600/09.kala.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-4tcOpE8Fnms/Tr_cazH-yBI/AAAAAAAAA3U/cEkTR7iaXkM/s200/09.kala.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;9. Kala a.k.a. Dead Time (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Joko Anwar/Fachri Albar, Ario Bayu, Shanty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop (JIFFest)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika ada film Indonesia yang gw tonton seumur hidup gw yang menimbulkan reaksi “wooow” seusai nonton, itu adalah Kala. Bahkan gw berani menyatakan bahwa film ini satu-satunya yang membuat gw bereaksi demikian. Karya kedua Joko Anwar ini mungkin tidak sempurna, namun semua itu tertutupi oleh penulisan dan penggarapan eksekusi yang hampir tidak bisa dipercaya ini karya orang Indonesia: sinematografi, tata artistik, kostum, dan segala-galanya. Meski secara visual bernuansa Eropa, namun dalam aspek lain dibuat sedemikian rupa sehingga mencakup segala sesuatu yang Indonesia sekali, mulai dari latar keadaan politik dan sosial, legenda khas, hingga mistika, menciptakan sebuah metafora yang cantik dan keren. &lt;i&gt;Set-up&lt;/i&gt; misterinya dibuat apik, menimbulkan rasa penasaran yang tidak menjengkelkan. Film lokal yang paling paling niat di segala bidang, kecuali di promosi komersialnya, hehe. Sebuah film yang patut dibanggakan baik oleh pembuat maupun penontonnya, &lt;i&gt;seriously&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kala trailer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/R-Qv12YCH_M" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HV3mQas91dQ/Tr_cZ7lJ5kI/AAAAAAAAA3Q/DnUEg1rbFMc/s1600/08.zodiac.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-HV3mQas91dQ/Tr_cZ7lJ5kI/AAAAAAAAA3Q/DnUEg1rbFMc/s200/08.zodiac.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;8. Zodiac (2007)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;David Fincher/Jake Gyllenhaal, Mark Ruffalo, Robert Downey Jr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film&amp;nbsp;&lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt;&amp;nbsp;misteri ini adalah salah satu film paling malang dekade lalu. Produksi besar, distribusi luas, kru dan &lt;i&gt;cast&lt;/i&gt; yang terkenal, diangkat dari misteri kasus kriminal terkenal (di Amerika), ikut kompetisi di festival Cannes, tapi kok yaa &lt;i&gt;box office&lt;/i&gt;nya melempem, &lt;i&gt;awards&lt;/i&gt; apapun itu hampir sama sekali tidak didapat. Padahal Zodiac adalah film yang luar biasa, buat gw setidaknya. Meski berupa dramatisasi, film ini dengan baik berusaha menyajikan sedekat mungkin dengan kasus pembunuh berantai narsis yang sempat menghebohkan Amerika Serikat akhir 1960-an yang hingga sekarang tidak pasti siapa identitas pelakunya. Kisahnya mengikuti proses fakta penyelidikan yang didapat dan dirangkai dengan sedikit drama antar karakter yang tidak berlebihan. &lt;i&gt;Step &lt;/i&gt;demi &lt;i&gt;step&lt;/i&gt; perkembangan kasusnya digulirkan dengan rapi, menegangkan sekaligus mengasyikkan. Garapannya jempolan dan aktingnya terpuji, begitu mencekam berkebalikan dengan &lt;i&gt;tone&lt;/i&gt; gambarnya yang cenderung hangat. Mencekamnya bukan sok dibikin mencekam, tetapi semua dibuat kayak “biasa” namun berefek luar biasa. Ini film yang sukses membuat gw ketakutan di adegan yang sama saat nonton ulang. &lt;i&gt;Great movie&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/01/movie-zodiac-2007.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Zodiac clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/TbI7_iOYJvg" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ovsvRfhXSRs/Tr_cZbnQ-YI/AAAAAAAAA3E/B2UZ4inejWo/s1600/07.divingbellandbutterfly.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ovsvRfhXSRs/Tr_cZbnQ-YI/AAAAAAAAA3E/B2UZ4inejWo/s200/07.divingbellandbutterfly.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;7. Le Scaphandre et le Papillon a.k.a. The Diving Bell and the Butterfly (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Julian Schnabel/Mathieu Amalric, Emmanuelle Seigner, Marie-Josée Croze&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini film produksi kerjasama Amerika Serikat (termasuk sutradaranya) dengan Prancis, berdasarkan otobiografi Jean-Dominique Bauby, editor majalah Elle Prancis yang mengalami “locked-in syndrome”—lumpuh di semua anggota tubuh kecuali otak, telinga dan mata. Alih-alih membuatnya sangat meng-Amerika, keputusan pembuat filmnya membuatnya dalam bahasa Prancis dengan aktor-aktor Prancis adalah tepat, membuat otentisitasnya terjaga dan lebih &lt;i&gt;believable&lt;/i&gt;. Namun keputusan yang jenius adalah bagaimana penulis dan sutradara memilih benar-benar menceritakan segala sesuatu dari sudut pandang Bauby yang lumpuh. The Diving Bell adalah film biografi yang keren, kekerenan yang dimulai dari keputusan-keputusan awal itu. Bagaimana penonton bisa bertahan terutama pada 15 menit awal ketika kita bahkan nggak tau tampangnya Bauby kayak apa, karena kita hanya melihat dari sebelah matanya Bauby, itu tentu tantangan sinematografi dan pengarahan yang tidak main-main. Dirangkai dengan gambar-gambar apik, selipan &lt;i&gt;footage-footage &lt;/i&gt;cantik, rangkaian kata yang menggelitik dan &lt;i&gt;witty&lt;/i&gt; (seusai karakter Bauby), serta karakterisasi yang terkesan natural apa adanya, film ini adalah bukti kisah nyata soal orang sakit bisa sukses tanpa jualan air mata. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/08/movie-diving-bell-and-butterfly-2007.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;The Diving and The Butterfly clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/N8pLXbdNgQo" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-mTf174EZX3s/Tr_cYRyb6jI/AAAAAAAAA3A/CAqgk-SG-SE/s1600/06.chicago.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-mTf174EZX3s/Tr_cYRyb6jI/AAAAAAAAA3A/CAqgk-SG-SE/s200/06.chicago.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;6. Chicago (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Rob Marshall/Renée Zellweger, Catherine Zeta-Jones, Richard Gere&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Versi film dari pertunjukan musikal Broadway terkenal ini bukanlah film semua orang, hal ini terlebih karena gayanya yang kayaknya sih&lt;i&gt; first of its kind&lt;/i&gt;, bahwa bagian drama dan musikal itu dua dunia berbeda yang berparalel, tidak semua paham, tidak semua suka. Apalagi film ini bukan film cerita yang ada lagu-lagunya, melainkan lagu-lagu yang direkat dengan cerita sehingga nyambung—kayaknya emang banyakan durasi nyanyi daripada dialog deh. Tapi bagi gw, Rob Marshall sukses besar dalam cara penerjemahan yang tidak menghilangkan kekuatan sumber aslinya namun tahu benar bahwa film adalah media yang berbeda dan butuh penanganan tersendiri. Bukannya mengadaptasi, ia malah mengawinkan dua media itu, inilah yang membuatnya istimewa. Chicago mengangkat sisi “lucu” masyarakat yang cenderung suka menonton penderitaan orang lain, yang dengan “penanganan yang tepat” bahkan dapat membuat seseorang lebih terkenal sebagai penjahat daripada sebagai artis misalnya. Keberhasilan film ini adalah mengimplementasikan ide dasar itu dalam presentasi dualisme visual yang efektif. &lt;i&gt;It’s all a show&lt;/i&gt;. Sebuah film musikal satir yang menyenangkan, dalam arti bikin nyengir karena kelucuan kisahnya, juga bikin kagum akan presentasi musikalnya yang bisa dibilang belum tertandingi oleh film-film musikal modern lain setelahnya. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/movie-chicago-2002.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Chicago clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/SBM82Ju2kJU" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-dzf-D33cLdM/Tr_cXF8-x1I/AAAAAAAAA2w/etwWmL9XJls/s1600/04.findingnemo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-dzf-D33cLdM/Tr_cXF8-x1I/AAAAAAAAA2w/etwWmL9XJls/s200/04.findingnemo.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;5. Finding Nemo (2003)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Andrew Stanton/Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Finding Nemo itu film yang hebat, film keluarga yang nyaris sempurna. Film ini adalah konfirmasi superioritas studio animasi Pixar bahwa mereka adalah yang terdepan dalam pembuatan film animasi komputer. Ini sebelum Pixar menampilkan subteks yang kelewat berat dalam film-film selanjutnya, film ini begitu menyenangkan sekaligus mengagumkan dan menghangatkan. Konsepnya sangat menarik, berdasarkan konflik ayah &lt;i&gt;overprotective&lt;/i&gt; dan anak yang agak nakal dalam bentuk ikan. Kisah petualangan yang lucu dan menyentuh dengan tokoh-tokoh yang khas dan kuat, menjadikan film ini begitu &lt;i&gt;lovable&lt;/i&gt;. Namun kehebatannya tidak sampai di situ, teknik animasinya yang sangat halus dan gambar-gambar indah cerah merekah menjadikan film ini unggul di berbagai sisi, termasuk juga ritme yang lincah dan tepat, serta pengisi suara yang ajaib (Ellen DeGeneres masih jadi &lt;i&gt;voice actor &lt;/i&gt;animasi Pixar terbaik bagi gw). Film ini begitu sedap dipandang dan mudah dicerna, namun tidak menjadikannya gampangan atau selewat saja. Gara-gara film ini semua ikan badut pasti kita panggil Nemo =D. &lt;i&gt;Might not be the best &lt;/i&gt;(&lt;i&gt;of the bests&lt;/i&gt;), tetapi masih yang paling berkesan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Finding Nemo clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/tESffhWs8l0" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uHmCX4JsEZc/Tr_cXhEQ_qI/AAAAAAAAA20/_fq0CoxHj2s/s1600/05.united93.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-uHmCX4JsEZc/Tr_cXhEQ_qI/AAAAAAAAA20/_fq0CoxHj2s/s200/05.united93.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;4. United 93 (2006)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Paul Greengrass/Khalid Abdalla, Christian Clemenson, Cheyenne Jackson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;This is modern filmmaking&lt;/i&gt;. Paul Greengrass tidak membuat melodrama kepahlawanan, ia bahkan seperti tidak membuat “film”, United 93 layaknya reka ulang yang begitu realistik sehingga&lt;i&gt; suspense&lt;/i&gt;-nya mau tak mau berasa banget. Menyorot hari naas 11 September 2001 seperti dokumenter, ketika empat pesawat berpenumpang dibajak untuk ditabrakkan pada bangunan-bangunan tertentu di Amerika Serikat (World Trade Centre, Pentagon, Capitol Building), film ini mencoba menelusuri kembali urutan kejadiannya berdasarkan bukti-bukti dan kesaksian-kesaksian—itulah mengapa nggak ada adegan pesawat yang nabrak&lt;i&gt; tower &lt;/i&gt;pertama WTC, karena media tidak sempat merekamnya—sampai akhirnya berfokus pada pesawat keempat, United Airlines 93 yang tidak nabrak apa-apa melainkan jatuh di sebuah tanah kosong, karena ternyata ada intervensi penumpang-penumpang di kokpit yang telah dikuasai si pembajak. Tidak ada bintang terkenal karena itu akan mengalihkan perhatian, pun tidak ada tokoh yang ditonjolkan karena film ini lebih pada soal peristiwa. Kekaguman gw pun berlanjut ketika mengetahui, selain yang di dalam pesawat itu dimainkan aktor, orang-orang yang terlibat dalam adegan-adegan ruang kontrol udara adalah memang orang-orang asli yang pekerjaannya demikian, bahkan terlibat langsung pada hari naas itu. Membuat para non-aktor ini tampak natural dan benar-benar membangun film ini&amp;nbsp;adalah sebuah kemampuan penyutradaraan yang luar biasa. Perhatikan pula bahwa film ini didedikasikan bukan buat “victims”, tapi “those who lost their lives”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;United 93 clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/1BReVO7rTN0" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-OqFigi6MJg8/Tr_cWX2wN7I/AAAAAAAAA2o/5MGI1CnG5Ac/s1600/03.thedarkknight.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-OqFigi6MJg8/Tr_cWX2wN7I/AAAAAAAAA2o/5MGI1CnG5Ac/s200/03.thedarkknight.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;3. The Dark Knight (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Christopher Nolan/Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekuel Batman Begins ini seinget gw adalah film pertama yang dengan niat dan sadar gw tonton dua kali di bioskop 2 hari berturut-turut. Batman Begins itu film yang bagus, ia membuat versi lain, yang lebih riil tentang superhero ternama, Batman dengan gaya yang asyik dan nggak terlalu nghayal, mendekatkan diri pada drama ditambah &lt;i&gt;action&lt;/i&gt;. Akan tetapi gw tidak menyangka bahwa Batman bisa sampai pada level The Dark Knight. Ini bukan film superhero komik, ini film&lt;i&gt; thriller&lt;/i&gt; kriminal yang&lt;i&gt; superbly made&lt;/i&gt;. Cuman pada penjahat ber-&lt;i&gt;make-up &lt;/i&gt;dan pahlawan berkostum lah yang membuatnya “tetap berpijak” pada &lt;i&gt;action fantasy&lt;/i&gt;. Entah karena IQ gw makin bodoh atau apa, gw merasa apa yang terjadi sepanjang film ini bukannya tidak mungkin terjadi. Dengan ramuan intrik berlapis yang cerdas, karakterisasi Joker sebagai penjahat dengan brilian—dia bukan sekadar ganggu, tapi memang mengancam seluruh aspek penduduk kota—diselipin juga pertanyaan-pertanyaan moral, seakan film ini terlalu &lt;i&gt;too much.&lt;/i&gt; Namun bila itu semua dikemas dalam ritme penceritaan dan akting yang keren, adegan-adegan laga yang super seru, serta kelengkapan teknis yang mantabh surantabh (sinematografi, editing, sound, musik),&lt;i&gt; I don’t mind at all&lt;/i&gt;. Film ini melibas semua keklisean Hollywood dan superheronya, standar baru dalam memperlakukan sebuah merek yang sudah telanjur terkenal. Bukan hanya soal penampilan hebat alm. Heath Ledger, &lt;i&gt;box office&lt;/i&gt; yang sukses besar, atau faktor-faktor terpisah lainnya, &lt;i&gt;but the whole movie is a single awesomness&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Period&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Honorable mention: Batman Begins (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;The Dark Knight clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/OqSazgzA1VQ" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-N5bbxkPrFaA/Tr_cVVzM-RI/AAAAAAAAA2g/3XMXUWuy3AQ/s1600/02.moulinrouge.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-N5bbxkPrFaA/Tr_cVVzM-RI/AAAAAAAAA2g/3XMXUWuy3AQ/s200/02.moulinrouge.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;2. Moulin Rouge! (2001)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Baz Luhrmann/Nicole Kidman, Ewan McGregor, Jim Broadbent&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Yes&lt;/i&gt;, ini dia biang kerok film musikal modern di Hollywood. Moulin Rouge! kalau dipikir-pikir ceritanya tuh biasa banget ya, nggak ada yang benar-benar baru. Pemuda polos yang mengejar cita-cita, jatuh cinta pada wanita anggun di “tempat yang salah”, dan cinta mereka terhalangi oleh status serta gangguan seorang tokoh antagonis yang, hmm, bersifat antagonis, &lt;i&gt;usual stuff&lt;/i&gt;. Namun yang mem-&lt;i&gt;boost-up&lt;/i&gt;-nya adalah kemasan yang &lt;i&gt;superenergetic&lt;/i&gt;, superkinclong, dan superasyik. Baz Luhrmann sepertinya memang agak sakit jiwa, membuat sebuah film yang di atas kertas mirip dengan formula film India menjadi sebuah tontonan magis, begitu mencolok mata (akibat sinematografi lincah, &lt;i&gt;art direction&lt;/i&gt; dan kostum yang gila, serta editing kilat), dengan lagu-lagu pop modern yang dikacau-balaukan dan dirangkai ulang menjadi nyawa filmnya. Merinding adalah reaksi yang muncul ketika pertama kali Christian masuk klub Moulin Rouge, hingga pada bagian klimaks di pertunjukan teater mereka. Jelas sebuah film yang tak akan terlupakan, entah atas keberadaannya semata, maupun karena efek yang ditimbulkannya. Konyol, lucu, menyentuh, mengharukan, cantik, asyik, keren, semua ada dalam film ini. Sebuah pertunjukan yang spektakuler, spektakuler.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Moulin Rouge! clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/LaT3uiNhj1g" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5WqsELm4_6U/Tr_cUhcIAkI/AAAAAAAAA2Y/0HLM7gJR8qE/s1600/01.childrenofmen.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-5WqsELm4_6U/Tr_cUhcIAkI/AAAAAAAAA2Y/0HLM7gJR8qE/s320/01.childrenofmen.jpg" width="205" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000; font-size: large;"&gt;1. Children of Men (2006)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Alfonso Cuarón/Clive Owen, Julianne Moore, Michael Caine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Percaya nggak kalau gw baru nonton&amp;nbsp;kali&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ke-3 baru sadar akan bagus-bangetnya film ini. 2 kali sebelumnya gw masih memproses sehingga merasa perlu nonton lagi dan lagi. Beberapa kali tontonan kemudian, yak, saya pastikan, Children of Men adalah film paling TERBAGUS BANGET sepanjang dekade 2000-2009, sejaligus ada di jajaran atas film favorit gw sepanjang masa. Tidak hanya soal banyaknya &lt;i&gt;long take&lt;/i&gt; (keren), tidak hanya soal gambaran dunia masa depan yang &lt;i&gt;scarily realistic&lt;/i&gt; (keren), tidak hanya soal metafora kebobrokan moral (keren), tidak hanya soal &lt;i&gt;tone&lt;/i&gt; warna gambar yang redup nan artistik (keren banget), kekaguman gw terhadap film ini mencakup semuanya, &lt;i&gt;I mean&lt;/i&gt; SEMUANYA. Hanya orang jenius yang bisa bikin film kayak begini. Menggambarkan sebuah dunia yang cukup kompleks dengan cara yang mudah dicerna tanpa mengganggu laju plotnya, lalu disandingkan dengan cerita &lt;i&gt;adventure&lt;/i&gt; yang cukup sederhana, kemudian diisi dengan intrik, konflik, dan pengembangan karakter yang dirangkai dan dieksekusi tanpa cela. Intens, realistik, &lt;i&gt;tangible, believable&lt;/i&gt;, sekaligus personal dan ada lucunya, naik turun ritmenya gokil. Cukup banyak lapisan yang bisa digali dan dibahas dari film ini, namun pembawaan film ini tidaklah sok berat, dan itu membuatnya tidak akan membosankan bila ditonton berapa kalipun. Toh penataan adegan demi adegannya terlalu luar biasa untuk dikagumi sekali saja. Menurut gw, film ini adalah satu-satunya dalam senarai ini yang semakin ditonton malah semakin bagus. &lt;i&gt;It’s that great&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/movie-children-of-men-2006.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Children of Men clip&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/VJivXSErhB8" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah telah terungkap 100 film keluaran tahun 2000-2009 paling top versi gw. Semoga bermanfaat bagi semua pembaca (halah). Kita bertemu pada senarai yang lainnya. Dan yang ikut quiz, tunggu pengumuman pemenangnya ya =).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;My Top 100 Films of the 2000's Recap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;1. Children of Men (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;2. Moulin Rouge! (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;3. The Dark Knight (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;----Honorable mention: Batman Begins (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;4. United 93 (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;5. Finding Nemo (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;6. Chicago (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;7. The Diving Bell and The Butterfly (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;8. Zodiac (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;9. Kala (Dead Time) (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;10. 3-Iron (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;11. Munich (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;12. The Pianist (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;13. WALL•E (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;14. Gosford Park (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;15. Y Tu Mamá También (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;16. The New World (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;17. The Bourne Ultimatum (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;18. Revolutionary Road (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;19. In The Mood For Love (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;20. Eternal Sunshine of The Spotless Mind (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;21. Closer (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;22. 21 Grams (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;23. Letters From Iwo Jima (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;24. Atonement (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;25. Star Trek (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;26. The Lord of the Rings: The Return of The King (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;----Honorable mentions: The Lord of the Rings: The Fellowship of the Ring (2001), The Lord of the Rings: The Two Towers (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;27. Collateral (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;28. Kung Fu Panda (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;29. Traffic (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;30. Inglourious Basterds (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;31. Lilo &amp;amp; Stitch (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;32. Crouching Tiger Hidden Dragon (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;33. The Incredibles (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;34. Spider-Man 2 (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;35. Erin Brockovich (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;36. Opera Jawa (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;37. The Passion of The Christ (2004) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;38. Persepolis (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;39. Lost In Translation (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;40. Hero (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;41. Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;42. Spirited Away (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;43. Big Fish (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;44. Slumdog Millionaire (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;45. ALWAYS: Sunset on Third Street (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;46. The Photograph (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;47. Minority Report (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;48. Fiksi. (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;49. Kill Bill vol. 1 (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;----Honorable mention: Kill Bill vol. 2 (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;50. City of God (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;51. Doubt (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;52. The Hurt Locker (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;53. Michael Clayton (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;54. Frost/Nixon (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;55. Ratatouille (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;56. Inside Man (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;57. The Aviator (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;58. Changeling (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;59. Babel (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;60. Crash (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;61. About A Boy (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;62. Master and Commander: The Far Side Of The World (2003)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;63. (500) Days of Summer (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;64. Brokeback Mountain (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;65. There Will Be Blood (2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;66. Pan’s Labyrinth (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;67. Avatar (2009) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;68. I, Robot (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;69. Gran Torino (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;70. The Imaginarium of Doctor Parnassus (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;71. Black Hawk Down (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;72. Watchmen (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;73. Shrek (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;74. A Beautiful Mind (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;75. Janji Joni (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;76. Sin City (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;77. Up In The Air (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;78. Catch Me If You Can (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;79. Memento (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;80. Signs (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;81. Fantastic Mr. Fox (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;82. Amélie (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;83. Ray (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;84. Departures (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;85. Laskar Pelangi (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;86. Casino Royale (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;87. Train Man (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;88. Lagaan: Once Upon a Time in India (2001)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;89. District 9 (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;90. Public Enemies (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;91. Invictus (2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;92. The Fall (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;93. Apocalypto (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;94. Syriana (2005)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;95. Finding Neverland (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;96. The Emperor's New Groove (2000)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;97. Shaun Of The Dead (2004)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;98. Berbagi Suami (2006)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;99. Sita Sings The Blues (2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"&gt;100. Equilibrium (2002)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-foreword.html"&gt;Foreword&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-1-no-100.html"&gt;Part 1: no. 100-76&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-2-no-75.html"&gt;Part 2: no. 75-51&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-3-no-50.html"&gt;Part 3: no. 50-26&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-4-no-25.html"&gt;Part 4: no. 25-11&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4845201512005327881?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4845201512005327881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/my-top-100-film-of-2000s-final-part-no.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4845201512005327881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4845201512005327881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/my-top-100-film-of-2000s-final-part-no.html' title='My Top 100 Film of the 2000&apos;s: Final Part (no. 10-1)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vqlZ4nIZRso/Tr_cbWmPaSI/AAAAAAAAA3c/-HU_rLhsSjE/s72-c/10.3-iron.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2271179769958864053</id><published>2011-11-07T22:54:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T21:02:47.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Thor (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-wLScHs_psWA/TrU9hNrfqdI/AAAAAAAAA2I/cobKvfK5Hc4/s1600/thor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-wLScHs_psWA/TrU9hNrfqdI/AAAAAAAAA2I/cobKvfK5Hc4/s320/thor.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Thor&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Paramount)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Kenneth Branagh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Story by J. Michael Straczynski, Mark Protosevich&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by Ashley Edward Miller, Zack Stenz, Don Payne&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Based on the comic book created by Stan Lee, Larry Lieber, Jack Kirby&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Kevin Feige&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Anthony Hopkins, Stellan Skarsgård, Kat Dennings, Clark Gregg, Idris Elba, Colm Feore, Ray Stevenson, Tadanobu Asano, Josh Dallas, Jaimie Alexander, Rene Russo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadinya tuh gw udah nggak tertarik sama Thor ini, toh dia ini bukan tokoh superhero yang populer-populer amat. Ketika harusnya film ini rilis pada saat aksi mogok atau dimogokkanya (tergantung perspektif) impor film Hollywood di Indonesia gw juga &lt;i&gt;fine-fine&lt;/i&gt; aja, nggak niat nonton juga sih. Namun ketika sudah rilis di DVD, gw agak gatel pengen beli, tapi ragu, gw bakal suka nggak ya, mana penyewaan VCD/DVD udah punah di sekitar tempat tinggal gw. Eh, taunya, entah dalam pertimbangan &lt;i&gt;marketing&lt;/i&gt;&amp;nbsp;macam apa, Thor akhirnya dirilis juga di bioksop (terbatas), lebih dari sebulan setelah DVD/Blu-Ray resminya beredar. &lt;i&gt;Weird huh&lt;/i&gt;? ^_^;.Ya untunglah gw, karena setidaknya gw bisa tes filmnya, suka ya syukur karena udah nonton, kalaupun gw nggak suka toh gw rugi dalam bentuk harga tiket bioskop, bukan 139rb rupiah dalam bentuk DVD. &lt;i&gt;But after watching it&lt;/i&gt;, sepertinya gw mulai mempertimbangkan untuk membelanjakan 139rb itu =).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Thor tampaknya bukan proyek yang main-main. Meskipun sekilas ide pembuatannya hanya semacam syarat untuk terwujudnya proyek kumpulan superhero Marvel tampil bareng dalam The Avengers (bersama Iron Man, Hulk, Captain America, Hawkeye) tahun depan, Thor sudah tampak agak berbobot dari komposisi produksinya. Film ini ditangani oleh Kenneth Branagh, yang mungkin dikenal khalayak luas sebagai pemeran Profesor Lockhart di &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/07/rapid-film-review-harry-potter-series.html"&gt;Harry Potter 2&lt;/a&gt;, namun sebenarnya aktor Inggris ini cukup dikenal juga sebagai seorang sutradara baik film maupun drama panggung terutama yang berkaitan dengan karya Shakespeare (Hamlet, Love's Labour's Lost, Much Ado About Nothing). &lt;i&gt;Either way&lt;/i&gt;, menyutradarai film superhero Hollywood bervisual efek ekstensif mungkin hal baru baginya, dan sebaliknya, film "Hollywood" dengan sentuhan seorang sutradara yang terbiasa mengarahkan drama mungkin akan membawa kesegaran tersendiri, rada &lt;i&gt;gambling&lt;/i&gt; juga nih orang-orang. Belum lagi deretan &lt;i&gt;cast&lt;/i&gt; yang kok-mau-maunya-ikutan seperti Natalie Portman,&amp;nbsp;Stellan Skarsgård, Rene Russo, Anthony Hopkins, Idris Elba hingga Tadanobu Asano, Thor diam-diam sangat menjanjikan sekaligus mengemban beban berat akibat ekspektasi mutunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film Thor ini diangkat dari serial komik keluaran Marvel terinspirasi dari mitologi Norse. Itu lho, wilayah Skandinavia dan sekitarnya. &lt;i&gt;That's right&lt;/i&gt;, sebelum permainan daring Ragnarok merajalela di kalangan remaja urban Indonesia di paruh awal dekade lalu, Stan Lee dkk udah duluan membuat versi superhero dari mitologi dewa-dewa bangsa Eropa Utara ini—tapi di versi ini mereka lebih ke "mahkluk sakti dari dunia lain" ketimbang dewa,&lt;i&gt; they are not immortal&lt;/i&gt;. Di negeri khayangan Asgard, adalah Thor (Chris Hemsworth) si putra mahkota yang sebentar lagi akan menerima tahta dari sang ayah, Odin (Anthony Hopkins). Sesaat sebelum sah, ruang penyimpanan pusaka mereka disusupi oleh kaum Jotun, buto es dari negeri kegelapan Jotunheim. Meski digagalkan, Thor yang tempramental gatal untuk "memberi peringatan" atas pelanggaran gencatan senjata Asgard-Jotunheim ini. Bersama sang adik, Loki (Tom Hiddleston) beserta sahabat ksatrianya, Sif (Jaimie Alexander), Volstagg (Ray Stevenson), Hogun (Tadanobu Asano) dan Frandal (Josh Dallas) mereka bertandang ke Jotunheim, tanpa sepengetahuan dan persetujuan Odin. Karena ketahuan, serta dianggap tak pantas menerima tahta raja, Odin pun mengusir Thor dari Asgard ke bumi, berikut pula palu pusaka Mjolnir yang hanya bisa diangkat oleh yang pantas. Thor yang jatuh di gurun dekat kota kecil di Amerika, ditemukan oleh para ilmuwan-entah-meneliti-apaan yang terdiri dari Jane Foster (Natalie Portman), Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgård), dan si bodor Darcy (Kat Dennings). Dalam tubuh yang fana, Thor berusaha untuk kembali ke negerinya meski harus berhadapan dengan ketidaktahuannya tentang kehidupan sebagai manusia biasa, yang membuatnya malah lebih mirip orang yang kabur dari RSJ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara nalar, gw sebenarnya nggak terlalu nangkep maksud dan tujuan dari kejadian-kejadian yang terjadi di layar, kurang ngeh sama apa inti ceritanya =D. Latar belakang dunia Thor dan Asgard memang cukup bisa dimengerti. Tapi kemana arahnya, siapa musuhnya (&lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, tau sih cuman musuhnya mau berbuat apa itu baru ketemu di tengah-tengah film), apa masalah yang harus diselesaikan, apa yang harusnya dinantikan oleh penonton, apa urgensi-nya, kurang dapet lah gw. Pokoknya ada Thor yang mau balik ke negeri asalnya sekaligus pembuktian dirinya pantas jadi raja, dan ada Loki (yang udah ketauan dari tampang dan warna &lt;i&gt;outfit&lt;/i&gt;nya adalah) si &lt;i&gt;villain&lt;/i&gt; yang entah maunya apa. Lalu apa sesungguhnya yang nanti mengubah Thor menjadi sadar dan berubah heroik *ehem agak spoiler* gak terlalu jelas juga buat gw.&amp;nbsp;&lt;i&gt;BUT&lt;/i&gt;, jika mengesampingkan kelemotan gw, Thor adalah sesungguhnya film yang &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt; dan cukup memuaskan. Jujur. Thor bukanlah film yang teledor dalam menyajikan hiburan yang tidak menciderakan. Eksekusinya sangat baik, mulai dari ritme cerita, sinematografi, desain artistik (Asgard-nya cakep), efek visual yang efektif, kostum, hingga porsi laganya jauh dari mengecewakan. Gw menemukan cukup banyak momen yang berkesan, baik bikin ketawa sama humornya yang cukup efektif, maupun dari aksinya yang terbilang keren, bahkan menurut gw lebih keren daripada sepasang film &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/05/movie-iron-man-2-2010.html"&gt;Iron Man&lt;/a&gt;. Rupanya nama-nama bereputasi baik tadi tidak salah pilih proyek, Thor sama sekali tidak memalukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, meskipun *&lt;i&gt;again&lt;/i&gt;* gw agak kurang paham pada apa konflik inti dari film ini, di sisi lainnya gw terbilang menikmati penyajian pengenalan para tokohnya yang lumayan banyak itu, dan rasanya itu terbantu oleh penampilan tiap aktornya. Chris Hemsworth yang belumlah tenar boleh dibilang berhasil dalam menjiwai Thor yang nggak sabaran dan songong, Natalie Portman pun tetap sanggup menjaga kehormatan namanya yang baru saja menang Oscar, tidak terlalu serius tetapi tidak main-main, demikian juga Anthony Hopkins yang selalu berwibawa. Kalo penampilan terkeren boleh gw nobatkan pada Idris Elba sebagai si penjaga gerbang yang &lt;i&gt;cool&lt;/i&gt; *mungkin karena&lt;i&gt; contact lense&lt;/i&gt; dan tambahan efek di suaranya, hehe*, dan&lt;i&gt; surprisingly&lt;/i&gt; Tom Hiddletson yang sama kurang terkenalnya dengan Hemsworth menampilkan performa yang mengesankan sebagai Loki si &lt;i&gt;second-in-line&lt;/i&gt; galau yang penuh tipu daya tapi anehnya nggak bikin kesal, &lt;i&gt;he's actually quite cool too&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan penataan yang baik dari berbagai sisi, "risiko" yang diambil oleh Marvel dalam pembuatan film ini terbayar secara &lt;i&gt;fair&lt;/i&gt;. Dengan intrik dan drama yang&lt;i&gt; fine&lt;/i&gt;, karakterisasi baik, romansanya lumayan, gambar yang &lt;i&gt;generally&lt;/i&gt; keren (bukan cuma soal visual efek ya), diimbangi dengan adegan aksi oke dan humor-humor yang tidak bodoh, &lt;i&gt;this film works well&lt;/i&gt;. Porsi kehadiran agen-agen SHIELD (Agen Coulson yang dimainkan Clark Gregg yang juga eksis di Iron Man)—rujukan ke The Avengers—mungkin agak sedikit ganggu ya, namun &lt;i&gt;overall&lt;/i&gt; Thor adalah salah satu film superhero Marvel yang paling menyenangkan dan memuaskan untuk ditonton. &lt;i&gt;Not super-special&lt;/i&gt;, tapi nggak rugilah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2271179769958864053?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2271179769958864053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-thor-2011.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2271179769958864053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2271179769958864053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-thor-2011.html' title='[Movie] Thor (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-wLScHs_psWA/TrU9hNrfqdI/AAAAAAAAA2I/cobKvfK5Hc4/s72-c/thor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-7666457760720734457</id><published>2011-11-01T22:47:00.000+07:00</published><updated>2011-11-01T22:47:24.098+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Real Steel (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-WTf2O_K1T2M/TrABgSho8xI/AAAAAAAAA18/-SXVs-yT9KQ/s1600/realsteel.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://4.bp.blogspot.com/-WTf2O_K1T2M/TrABgSho8xI/AAAAAAAAA18/-SXVs-yT9KQ/s320/realsteel.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Real Steel&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Touchstone/DreamWorks)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Directed by Shawn Levy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Story by Dan Gilroy, Jeremy Leven&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Screenplay by John Gatins&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Based in part upon the short story "Steel" by Richard Matheson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Don Murphy, Susan Montford, Robert Zemeckis, Shawn Levy&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Hugh Jackman, Dakota Goyo, Evangeline Lilly, Anthony Mackie, Kevin Durand, Hope Davis, Karl Yune, Olga Fonda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berseting kira-kira sepuluh tahun mendatang, masyarakat lebih tertarik menyaksikan pertandingan tinju yang dilakoni oleh robot ketimbang manusia betulan. Charlie Kenton (Hugh Jackman) adalah mantan petinju profesional yang kini juga berurusan dengan robot petarung bersama cem-cemannya, Bailey (Evangeline Lilly *blush*) yang adalah putri dari almarhum pelatihnya dulu. Hidup dari satu pasar malam ke yang lain di kawasan Texas, belum lagi hutang yang menumpuk, suatu hari Charlie dikejutkan oleh berita meninggalnya sang mantan kekasih yang telah memberinya anak 11 tahun bernama Max (Dakota Goyo). Charlie menyerahkan hak asuh pada tantenya Max, Debra dan suaminya yang tajir (dengan imbalan, di bawah tangan tentu saja ^_^;), namun selama musim panas si oom dan tante Debra liburan ke Eropa, Max dititipkan pada Charlie. Meski awalnya sering berselisih paham, Max kemudian terpikat pada dunia tinju robot yang digeluti Charlie, bahkan anak &lt;i&gt;otaku&lt;/i&gt; ini diajak Charlie dalam pertarungan &lt;i&gt;underground&lt;/i&gt; demi dapet duit buat bayar utang. Kegagalan pada pertarungan menggunakan robot yang dibeli dari hasil "menjual" Max ini membawa mereka ke tempat rongsokan untuk cari sukucadang, dan di sanalah Max menemukan sebuah robot utuh dan lusuh—dirancang sebagai robot latihan yang bisa meniru gerakan dan anti-peyot—namun masih berfungsi dengan baik. Dengan sedikit perbaikan di sana sini, bersama robot yang dinama Atom ini, dimulailah perjalanan Max dan Charlie dalam kancah pertarungan robot, mulai dari yang &lt;i&gt;underground&lt;/i&gt;, sampai pada tingkat liga nasional, bahkan hingga menantang petarung terkuat, Zeus, dan di saat yang sama lambat laun mempererat hubungan ayah-anak telat ketemu ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Real Steel (gw suka kepeleset nulisya &lt;i&gt;reel steal&lt;/i&gt; =P) adalah sebuah film yang, hmmm, umum sekali, baik dari segi cerita maupun penceritaan—misalnya sudah pasti Charlie dan Max bakal akur di akhirnya, masak enggak sih =P. Lumrah kalau mudah disukai, karena berkonsep &lt;i&gt;zero to hero&lt;/i&gt; beriringan dengan kisah ayah-anak. Sejak Rocky, Karate Kid, Bloodsport dan, err, "Glee", &lt;i&gt;everyone likes underdog stories, I guess&lt;/i&gt;. Walaupun jualannya adalah pertarungan antar robot di atas ring (yang sama artinya dengan pertunjukan CGI), menurut gw film ini sejak awal telah menetapkan jalur pendekatan yang baik, yaitu soal manusianya. Jadi ya, kita akan disuguhi pertarungan "brutal" dan seru antar robot sekaligus menyaksikan kecanggihan teknologi efek visual, namun kita juga dibuat untuk memahami dan peduli pada manusia-manusia dibaliknya, terkhusus pada tokoh protagonis kita. Untungnya para pemeran menjalankan tugasnya masing-masing dengan cukup baik. Hugh Jackman tidak memalukan, dan Dakota Goyo cukup berhasil dalam membawakan perannya yang anak kecil banget (liat waktu dia cerita ke Charlie setelah abis nonton pertandingan Zeus, hehe) tapi nggak kekanak-kanakan menyebalkan, terlihat normal-normal saja. Nah, ngomong-ngomong soal itu, salah satu yang membuat film ini layak disimak adalah pembawaannya yang normal, membumi, nggak terlalu mengawang-awang. Segala sesuatu yang kita lihat di layar terbilang sangat &lt;i&gt;plausible&lt;/i&gt; untuk ada di sekitar kita di masa datang, atau malah sudah ada (tampaknya handphone Nokia bakal dipake lagi, hihihi), cukup meyakinkan dan &lt;i&gt;believable&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, gw tidak melihat nilai lain lagi yang membuat Real Steel jadi favorit gw. Gw sih &lt;i&gt;overall&lt;/i&gt; cukup terhibur, gw suka dengan perkembangan hubungan Charlie dan Max, gw suka dengan visual efeknya yang cukup nyaman disaksikan, adegan tarungnya pun tidak berantakan. Namun di saat yang sama gw tidak merasa terlalu &lt;i&gt;excited&lt;/i&gt;, tidak juga merasa benar-benar tersentuh (baru paham dan peduli saja) dengan dramanya yang dihiasi dialog-dialog klise, serta konflik-konflik sampingan seperti dari tokohnya Kevin Durand yang agak buang-buang waktu—dimunculkan hanya supaya ada lagi tokoh antagonis menyebalkan ketika dirasa tokoh antagonis yang dingin dan keren seperti robot Zeus dan kroni-kroninya tidak cukup meramaikan filmnya. Plotnya sendiri dibangun dengan lambat di awalnya—ya bisa jadi dengan alasan memperdalam, terserah sih, malah Atom aja baru ditemukan setelah setengah jam film berjalan. Untuk film yang menjadikan robot Atom sebagai “jagoan”-nya, gw sih merasa itu agak kelamaan. Ini belum lagi menyinggung subteks kekerasan dan perjudian ya, hihihi *sokbermoral*, nggak lah, nyantai aja kale.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun lagi-lagi, bila sudi mengabaikan hal-hal itu, Real Steel tetaplah film yang tidak perlu dihindari. Banyak momen-momen yang dieksekusi dengan baik dan bikin senyum—misalnya adegan-adegan Atom dan Max yang joged bareng ^_^. Ia masih lebih baik daripada film-film futuristik lain yang keberatan di efek visual tapi masabodo sama cerita. Setidaknya, Real Steel justru menggunakan teknologi itu sebagai pendukung drama keluarga yang lebih dikedepankan.&amp;nbsp;&lt;i&gt;It is a nicely made film, a harmless entertainment&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;Itu dan melihat senyuman Evangeline Lilly? &lt;i&gt;This film is not bad at all&lt;/i&gt; =D.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;6,5&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-7666457760720734457?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/7666457760720734457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-real-steel-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7666457760720734457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/7666457760720734457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/movie-real-steel-2011.html' title='[Movie] Real Steel (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-WTf2O_K1T2M/TrABgSho8xI/AAAAAAAAA18/-SXVs-yT9KQ/s72-c/realsteel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-9176192970889909001</id><published>2011-10-30T21:54:00.001+07:00</published><updated>2011-11-14T23:02:29.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quiz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='top 100 films'/><title type='text'>QUIZ: My Top 100 Films of the 2000's</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw pernah mengiming-imingi bakal bikin kuis pada &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-foreword.html"&gt;Foreword&lt;/a&gt; senarai My Top 100 Films of the 2000's. &lt;i&gt;Well, it's time&lt;/i&gt;, berbahagialah kalian yang telah menantikannya *ih biasa aja kale, hehe*. Gw akan mengadakan kuis berhadiah buat semua pembaca dan penyimak Ajirenji Mindstream Reviews sebagai semacam wujud terima kasih atau &lt;i&gt;souvenir&lt;/i&gt; karena telah mampir di blog gw ini, sekaligus...emm...yah...seseruan aja. Mau?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau mau tahu, hadiahnya adalah DVD resmi...bekas gw =D. Jadi ceritanya gw dalam rangka menertibkan koleksi DVD, dan ada beberapa yang gw telanjur beli ternyata nggak terlalu suka, atau gw belakangan membeli format yang lebih &lt;i&gt;upgraded&lt;/i&gt; *ehem*. Sempat terpikir untuk menjualnya, tapi kemudian&amp;nbsp;terbesit mengapa nggak dijadiin hadiah kuis saja. Dan, &lt;i&gt;voila&lt;/i&gt;, inilah percobaan pertama gw, semoga sukses ya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oke, untuk kuis ini, gw akan membagi-bagikan 3 DVD resmi dari koleksi gw dengan cuma-cuma. Biarpun sudah tidak lagi perawan, tapi gw jamin masih mantep puterannya....maksudnyaaaa, kondisinya masih bagus kok, kualitas isinya masih utuh, tidak macet-macet, ada lecet ya dikit-dikit nggak signifikan juga. Dan lagi, biarpun bekas, ketiga DVD ini memiliki nilai khusus buat gw, karena yang akan gw bagikan adalah&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;DVD&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;FILM 3 TERATAS DALAM SENARAI MY TOP 100 MOVIES OF THE 2000's&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Woi, film apaan? Daftarnya juga belum kelar 'kan?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naaaah, itu dia. Jika Anda mau mendapatkan salah satu dari 3 DVD tersebut, tinggal jawab pertanyaan berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;TEBAKLAH&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;3&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;JUDUL FILM POSISI TERATAS (1, 2, 3) DALAM SENARAI MY TOP 100 MOVIES OF THE 2000's.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;^__^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Enak aja gw ya, hehehe. Tenang, gw akan memberikan &lt;i&gt;hint&lt;/i&gt;:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;1. Di bagian kanan bawah blog ini ada slide poster-poster film favorit gw. Lihatlah dan saringlah dengan mengambil judul-judul yang dirilis pada tahun 2000-2009, lalu eliminasi pula yang sudah disebutkan di daftar pada posisi nomer 11-100.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2. Ketiganya film berbahasa (mostly) Inggris&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;3. Salah satunya film musikal.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nggak susah kok, tapi memang butuh perhatian sedikit lebih *hausperhatian*.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw akan mengambil 3 pemenang yang dengan benar menjawab judul-judulnya beserta urutannya. Kalau &amp;nbsp;nggak sampe 3, gw akan mengambil yang judul-judulnya benar walau urutannya kurang tepat. Masih nggak ada juga, yah cari yang mendekati deh, misalnya judulnya salah cuma catu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana? Jika berminat, silahkan sampaikan jawaban disertai dengan nama jelas (bukan nama 4Lh@ee) dan alamat jelas agar nanti hadiahnya bisa sampe via layanan pos/kurir, kirimkan ke e-mail gw:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #274e13; font-size: large; font-weight: bold;"&gt;reinoezra@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu orang satu e-mail aja ya. Nggak perlu pake foto karena saya bukan orang yang diskriminatif *apaseh*.&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&amp;nbsp;(Namun mohon maaf karena untuk kali ini kuis terbuka hanya untuk orang-orang yang tinggal di teritori NKRI saja. Maaf ya m(_"_)m).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kuis ini akan &lt;b&gt;berakhir pada 12 November 2011 pukul 24:00&lt;/b&gt; waktu Indonesia bagian barat (GMT +07:00 *yaelah*), karena jawabannya akan dibeberkan dalam senarai My Top 100 Films bagian terakhir/Top 10 yang rencananya akan diterbitkan 13 November 2011. Pemenang akan diumumkan setelah itu (waktu TBA, hehe).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw tunggu partisipasi kalian ya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Good luck&lt;/i&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk referensi: My Top 100 Films of the 2000's&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-1-no-100.html"&gt;Part 1&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-2-no-75.html"&gt;Part 2&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-3-no-50.html"&gt;Part 3&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-4-no-25.html"&gt;Part 4&lt;/a&gt;&amp;nbsp;,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quiz telah selesai, silahkan klik tautan di bawah ini untuk mengetahui pemenangnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/quiz-winners-my-top-100-films-of-2000s.html"&gt;WINNERS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-9176192970889909001?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/9176192970889909001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/quiz-my-top-100-films-of-2000s.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/9176192970889909001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/9176192970889909001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/quiz-my-top-100-films-of-2000s.html' title='QUIZ: My Top 100 Films of the 2000&apos;s'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-2389253055623226128</id><published>2011-10-30T00:27:00.001+07:00</published><updated>2011-11-13T22:32:26.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='top 100 films'/><title type='text'>My Top 100 Films of the 2000's: Part 4 (no. 25-11)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita hampir tiba di penghujung senarai 100 film keluaran 2000-2009 paling top versi gw. Pada bagian keempat ini sudah masuk kuartil terakhir, namun kali ini gw akan membatasi sampai nomer 11 saja, top 10-nya disimpan dulu, biar dramatis gimana gitu *ehehehe*. Oke, semakin ke atas urutannya, film-film yang akan gw sebut semakin punya "nilai" di hati dan ingatan gw. Sebagai pribadi yang subjektif, gw memang condong mengaburkan perbedaan antara film yang menyenangkan dengan film yang berkualitas—lagian gw tau apa soal kualitas—namun yang pasti 25 film teratas ini adalah film-film yang senantiasa membuat gw bersemangat atau &lt;i&gt;at least&lt;/i&gt; nggak nolak untuk menontonnya lagi, serta selalu &lt;i&gt;enjoy&lt;/i&gt; setiap kali menontonnya, walau sesedih dan sedepresif apapun temanya. &lt;i&gt;So yea&lt;/i&gt;, bisa jadi karena filmnya memang "bagus secara kualitas", atau sekadar sangat menyenangkan gw, atau dua-duanya, yang pasti gw akan langsung bilang "yes I like that film" tanpa pikir panjang. Dan berikut adalah 25 minus 10 film dari dekade 2000-an yang paling membuat gw merasa demikian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lLQn84BfyUw/Tqwkiba6QlI/AAAAAAAAA1w/uzf0MAL9mVU/s1600/25.startrek.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-lLQn84BfyUw/Tqwkiba6QlI/AAAAAAAAA1w/uzf0MAL9mVU/s200/25.startrek.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;25. Star Trek (2009)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;J.J. Abrams/Chris Pine, Zachary Quinto, Eric Bana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Star Trek versi baru ini bukanlah film &lt;i&gt;sci-fi fantasy&lt;/i&gt; terbaik yang pernah ada, &lt;i&gt;not even close&lt;/i&gt;. Jika senarai ini berdasarkan mutu sinematik saja, film ini mungkin akan gw taruh di luar 50 besar. &lt;i&gt;Screw that, I looove this film&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Reboot &lt;/i&gt;sekaligus sekuel ini adalah drama ekpedisi luar angkasa yang &lt;i&gt;fun &lt;/i&gt;dan berwarna, baik dari visual maupun karakter-karakternya. Dengan plot yang ditata sedemikian rupa, film yang naskahnya (lucunya) ditulis oleh orang-orang yang juga terlibat dalam &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/07/movie-transformers-revenge-of-fallen.html"&gt;Transformers 2&lt;/a&gt; ini dapat memfasilitasi perkenalan tokoh-tokoh awak pesawat Enterprise ini dengan sangat efektif, sekaligus memberikan keseruan yang menyenangkan dan &amp;nbsp;membodohi-bodohi amat. Ya, buat gw dalam film ini para tokohnyalah, terutama Kirk dan Spock yang jadi daya tarik utama—dan dieksekusi sangat berhasil, namun bagian action-nya pun masih sangat renyah untuk dinikmati. Ini bukti bahwa J.J. Abrams sukses menyuntikkan energi baru dalam seri legendaris ini sehingga mudah disukai, tidak merusak "tatanan" yang telah ada namun juga bisa merangkul penonton awam dengan ramah. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/06/movie-star-trek-2009.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xIcXM0zrxP4/Tqwj4Uu2_9I/AAAAAAAAA0Y/SSsdCnaMqSs/s1600/14.atonement.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-xIcXM0zrxP4/Tqwj4Uu2_9I/AAAAAAAAA0Y/SSsdCnaMqSs/s200/14.atonement.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;24. Atonement (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Joe Wright/ James McAvoy, Keira Knightley, Saoirse Ronan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD (pinjaman teman)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari&lt;i&gt; look&lt;/i&gt;nya saja film ini memang sangat mengundang, sinematografi artistik dan berwarna menjadi keindahan yang paling mudah diingat dari film ini (terutama pada babak pertama). Namun tak hanya itu, film ini adalah sebuah drama tragedi cinta yang diceritakan dengan keren dari berbagai sisi. Kemasan dinamis dari naskah, penuturan, sinematografi (keren banget), &lt;i&gt;art direction&lt;/i&gt;, editing, musik dan aktingnya seakan menyamarkan kecemasan dan kegetiran para karakter di dalamnya, walaupun tetep terasa emosional tanpa harus cegeng atau lebih-dari-puncak (&lt;i&gt;over-the-top&lt;/i&gt; maksudnya =P). Dan meskipun bernuansa zaman dahulu, Joe Wright menyajikan film ini dalam ritme yang lincah, tidak berlama-lama berkutat pada hal yang itu-itu saja atau sekadar pamer superioritas teknik membuat film. Gaya tersebut membuat Atonement menjadi film drama yang agak berbeda, alih-alih menye-menye atau sok berkelas, film jadi ini tetap artistik, modern dan &lt;i&gt;cool &lt;/i&gt;abis. Terdiri atas 4 babak yang disekat dengan asik, film ini ditata dengan anggun, artistik dan efektif pada tiap adegan, entah itu yang nyata, kenangan, maupun yang mengandung halusinasi. &lt;i&gt;Not just your usual period drama&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/09/movie-atonement-2007.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-N8kvbnyBF3w/Tqwkg9fExHI/AAAAAAAAA1o/JcMV6tMYt1I/s1600/24.letters.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-N8kvbnyBF3w/Tqwkg9fExHI/AAAAAAAAA1o/JcMV6tMYt1I/s200/24.letters.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;23. Letters from Iwo Jima (2006)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Clint Eastwood/Ken Watanabe, Kazunari Ninomiya, Ryo Kase&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film ini dibuat sebagai pelengkap kisah pertempuran pulau Iwo Jima pada perang pasifik 1940-an dari sisi Jepang, setelah sisi Amerikanya, Flag of Our Fathers, dirilis beberapa bulan sebelumnya. Meski statusnya demikian, Letters from Iwo Jima bukanlah film sembarang saja. Dengan mengangkat kisah seorang Jenderal yang agak berbeda gaya kepemimpinannya dengan tentara Jepang kebanyakan, dan seorang prajurit yang ogah-ogahan dalam berperang, film ini mengalirkan sisi kemanusiaan yang sangat menggugah. Bahkan, Mbah Eastwood dengan sangat tepat (atau setidaknya gw setuju) dalam menangkap dan mengungkapkan esensi watak bangsa Jepang yang antara mengagumkan dan menyedihkan sekali: apa yang mereka lakukan dan katakan tidaklah selalu yang benar-benar mereka inginkan dan rasakan. Takut, enggan, berontak, dan kerinduan untuk pulang kembali kepada keluarga bukannya jarang terbesit dalam benak mereka yang sedang berperang—yang kebanyakan rakyat biasa yang dicatut jadi tentara, tetapi itu harus bertabrakan dengan nilai-nilai yang telanjur tertanam begitu dalam, bahwa mereka seharusnya bangga kalau mati sebagai bentuk bakti negara (bagaimanapun caranya, bahkan tanpa alasan jelas sekalipun) dan seharusnya malu kalau masih hidup dalam kekalahan. &lt;i&gt;They do things they think that they have to do even if it against their own will&lt;/i&gt;, bahkan tanpa disuruh sekalipun. Sebuah sisi humanis yang dikorek dengan luar biasa, melawan stereotipe berbau propaganda sepihak yang dikemas dalam kisah yang menyentuh dan eksekusi yang sangat rapi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-6AdosiXPzL4/TqwkfmGaxsI/AAAAAAAAA1g/B_fhlA2dW_Y/s1600/23.21grams.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-6AdosiXPzL4/TqwkfmGaxsI/AAAAAAAAA1g/B_fhlA2dW_Y/s200/23.21grams.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;22. 21 Grams (2003)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Alejandro González Iñárritu/Sean Penn, Naomi Watts, Benicio del Toro&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tragedi dapat menghancurkan manusia. Mungkin itulah yang coba digambarkan dalam 21 Grams ini. Sebuah kejadian naas yang menghubungkan 3 manusia, dan kehidupan ketiganya semakin merosot karenanya. Kalau dipikir-pikir film ini melodramatis dan depresif sekali, namun kreativitas pembuat filmnya sukses membuatnya menjadi tontonan berkesan dan keren. Mulai dari bentuk kehancuran masing-masing karakter yang diracik sedemikian rupa lengkap dengan emosi yang nyata, hingga dari penuturannya yang acak kayak VCD rusak yang diputar di &lt;i&gt;player&lt;/i&gt; yang kepanasan (gambarnya lompat-lompat bolak balik)—bisa jadi ini cara agar filmnya nggak berjalan standar, biar penonton terus “bangun” karena harus memacu otak dalam menyusun kesinambungan adegan yang ditampilkan tak berurut, &lt;i&gt;but what do I know&lt;/i&gt;. Sebuah film yang memunculkan sisi gelap manusia akibat tertuduh oleh kedukaan dan rasa bersalah dari diri sendiri, namun juga memunculkan secercah harapan, hidup manusia terlalu singkat untuk diisi dengan penghancuran diri *serius amad*.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-uT_sCkErtvc/TqwkeIwUdPI/AAAAAAAAA1Y/UWfNf7OS8kE/s1600/22.closer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-uT_sCkErtvc/TqwkeIwUdPI/AAAAAAAAA1Y/UWfNf7OS8kE/s200/22.closer.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;21. Closer (2004)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Mike Nichols/Julia Roberts, Jude Law, Natalie Portman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop (Bangkok)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Closer adalah opera sabun mini yang dihiasi dialog-dialog “cakep” serta akting kelas kakap yang tepat sasaran. Apa sih inti film ini? Entahlah. Yang jelas proses saling mengikat dan saling menikam perasaan antar 4 orang tokoh utama ini dibuat anggun dan sangat memikat untuk ditonton. Tidak ada protagonis-antagonis, semua sama-sama baik, dan sama-sama brengsek. Kekuatan verbal benar-benar dimaksimalkan, tak perlu adegan-adegan penjelas, hanya butuh diselipkan dalam dialog baik dari penanda waktu sampai petunjuk akan apa yang telah mereka lakukan di dalam jarak waktu antar adegan itu—gw menghitung bahwa film ini hanya terdiri dari belasan adegan saja yang agak lompat jauh waktunya, namun gw dibuat sanggup untuk paham segala situasi yang ada dalam filmnya. Film ini cakep meskipun secara penggarapan terlihat sederhana, cakep udah dari sononya, yaitu dari segi rancangan kata lewat naskah yang diadaptasi dari drama panggung ini. Melodrama bermulut kotor yang mampu mencengkeram emosi meski hanya dari obrolan-obrolan beberapa orang. &lt;i&gt;Can’t take my mind off it&lt;/i&gt; =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-wIAgYQh5WOY/TqwkcdM9DuI/AAAAAAAAA1Q/TiBiyT-Ec60/s1600/21.eternalsunshine.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-wIAgYQh5WOY/TqwkcdM9DuI/AAAAAAAAA1Q/TiBiyT-Ec60/s200/21.eternalsunshine.jpg" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;20. Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Michel Gondry/Jim Carrey, Kate Winslet, Tom Wilkinson&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada sebuah ide yang gw temukan sangat menarik dari film ini, melebihi menariknya konsep dasar ceritanya yang menggabungkan romansa dan fiksi-ilmiah, melebihi jeniusnya naskah karya Charlie Kaufman yang dirancang dengan menakjubkan, melebihi ajaibnya penggarapan visual yang ditata Michel Gondry yang mengasyikkan, melebihi pula kekuatan akting, terutama Kate Winslet dan Jim Carrey yang sangat meyakinkan. Bahwa kita mungkin bisa memanipulasi pikiran kita, namun—mau bagaimanapun—tidak demikian dengan hati. Eternal Sunshine of the Spotless Mind adalah film luar biasa, yang tidak membuat keganjilan bercerita menjadi tembok pemisah antara film dengan penontonnya, malahan merasuk begitu dalam.&lt;i&gt; Brilliance with a heart, enough said.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-0oWwTzIKmMk/Tqwka7_HD8I/AAAAAAAAA1I/14Ac4tYOc8k/s1600/20.inthemoodforlove.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-0oWwTzIKmMk/Tqwka7_HD8I/AAAAAAAAA1I/14Ac4tYOc8k/s200/20.inthemoodforlove.jpg" width="146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;19.&amp;nbsp;Fa Yeung Nin Wa&amp;nbsp;(花樣年華) a.k.a. In the Mood for Love (2000)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Wong Kar Wai/Tony Leung, Maggie Cheung, Rebecca Pan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: unduhan bajakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilihat sekilas, film berseting Hong Kong 1960-an ini kayak centil banget dalam menampilkan teknik dan &lt;i&gt;style&lt;/i&gt;, entah dari sinematografinya (yang harus diakui sangat bagus), editing, tata artistik dan kostum, maupun dari ritmenya yang naik turun, kadang cepet banget, kadang malah ada &lt;i&gt;slow motion&lt;/i&gt;. Sok cihuy banget deh. Namun, In the Mood for Love adalah salah satu contoh ketika sebuah penceritaan yang tidak utuh, bila ditangani dengan tepat, akan menimbulkan pesona kecantikan yang merekah. Tidak ada penjelasan komplet, banyak adegan yang seperti terlongkap dan dipotong seenak jidat sutradaranya, namun penonton tahu jelas apa yang terjadi antara tokoh perempuan istri orang dan lelaki suami orang yang nyewa kamar di rumah yang bersebelahan itu, dan tahu juga perasaan mereka masing-masing. Juara kelasnya adalah akting &lt;i&gt;effortless&lt;/i&gt; dari Maggie Cheung dan Tony Leung, hanya dari tatapan dan gestur mereka, kita tahu, tanpa perlu dikasih tahu. &lt;i&gt;The film teases us so often&lt;/i&gt;. Namun justru itulah yang membuat film ini unik dan manis.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-GtDtaazg1Sk/TqwkZYsQCrI/AAAAAAAAA1A/Ved_yYZos0Y/s1600/19.revolutionaryroad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-GtDtaazg1Sk/TqwkZYsQCrI/AAAAAAAAA1A/Ved_yYZos0Y/s200/19.revolutionaryroad.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b style="color: #b45f06;"&gt;18. Revolutionary Road (2008)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Sam Mendes/Leonardo DiCaprio, Kate Winslet, Michael Shannon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menonton Revolutionary Road itu layaknya ditampar, ditoyor, ditusuk lalu diuwel-uwel. Betapa gw yang seorang pekerja galau paham betul apa yang dirasakan tokoh suami istri Wheeler di sini yang capek main rumah-rumahan, atau yang lebih dikenal bagi sebagian besar orang dengan istilah “hidup mapan”. &lt;i&gt;Sure&lt;/i&gt;, pasti banyak yang akan menuduh bahwa mereka adalah tipe yang tidak bersyukur akan apa yang ada. Wong udah hidup enak kok masih nggak seneng. Terserah sih, "enak" 'kan kata orang, tetapi hati nggak bisa dibohongi. Mencoba menikmati apa yang ada, dari pindah rumah sampai punya 2 anak dalam rangka memenuhi ilusi keluarga kecil sejahtera nyatanya tidak berefek pada ketenteraman sejati dalam diri mereka. Absennya ketenteraman inilah yang memicu berbagai konflik yang malah membuat kehidupan mereka semakin runyam dan tertekan, ditambah lagi tiadanya kesepahaman. Apalah artinya mendapatkan uang banyak dan posisi tinggi kalau kalau hal yang paling krusial tidak dimiliki: kebahagiaan. Ini film berseting Amerika 1950-an, namun permasalahan yang ditampilkan sungguh&lt;i&gt; timeless&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;They wanted more than just to survive, they wanted to live. Aren’t we all&lt;/i&gt;? Kepiawaian naskah dan penyutradaraannya dengan sukses mengentalkan ide itu dalam bentuk sajian sinema yang cantik sekaligus bikin gelisah, ditambah lagi performa Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio yang menggetarkan, pantaslah film ini masuk dalam jajaran drama terbaik dekade lalu, termasuk juga salah satu film paling mengena buat gw secara pribadi. Siaul. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/09/movie-revolutionary-road-2008.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-eyfDX2C4RAs/Tqwj9Yo-TQI/AAAAAAAAA04/V8sTwkZvzdE/s1600/18.thebourneultimatum.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-eyfDX2C4RAs/Tqwj9Yo-TQI/AAAAAAAAA04/V8sTwkZvzdE/s200/18.thebourneultimatum.jpg" width="132" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;17. The Bourne Ultimatum (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Paul Greengrass/Matt Damon, Joan Allen, David Strathairn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw nggak nyangka bahwa film ini bakal menjadi episode petualangan si agen lupa ingatan, Jason Bourne yang paling &lt;i&gt;awesome&lt;/i&gt;. Waw. Ketika nonton The Bourne Identity (2002) di VCD sewaan dulu, gw nggak membayangkan sekuelnya akan sampai pada level The Bourne Ultimatum ini. Sangat sangat intens dan tegang memacu adrenalin dari awal hingga akhirnya dalam ritme yang sangat luar biasa &lt;i&gt;exciting&lt;/i&gt;. Film ini menaikkan bobot tema kejar-kejaran yang selama ini menjadi konsep dasarnya, dengan cara melontarkan aksi-aksi maksimal dan tetap terasa realistis. Dan sebagai nilai plus, intrik internal dari pihak-pihak yang memburu Bourne (C.I.A.) pun ditata sama ciamiknya dengan pelarian Bourne untuk memnyingkap jati diri yang sebenarnya di lapangan. Memang film ini masih terkait dengan seri sebelumnya, terutama The Bourne Supremacy (2004), sehingga ada beberapa bagian yang hanya bisa dilengkapi jika menonton 2 film terdahulu tersebut. Meski demikian, Ultimatum secara mandiri akan selalu menjadi seri yang paling diingat, sebagai film dengan bobot aksi dan plot yang mumpuni dan keren melebihi film-film serupa. &lt;i&gt;It's the new standard. &lt;/i&gt;Saking terpukaunya bahkan gw nggak sempat untuk mendebat implausibilitasnya ataupun mengeluh pada&lt;i&gt;&amp;nbsp;the infamous&lt;/i&gt;&amp;nbsp;kocokan kameranya =).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Sn5KxbqUxKk/Tqwj8alfl2I/AAAAAAAAA0w/xLH1FuLxe8s/s1600/17.thenewworld.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-Sn5KxbqUxKk/Tqwj8alfl2I/AAAAAAAAA0w/xLH1FuLxe8s/s200/17.thenewworld.jpg" width="139" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;16. The New World (2005)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Terrence Malick/Colin Farrell, Q’orianka Kilcher, Christian Bale&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: unduhan bajakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;One of the most beautiful films I’ve ever seen&lt;/i&gt;. Bukan hanya gambar-gambarnya yang subhanallah cantiknya menggambarkan “dunia baru” yang indah nan permai dan belum tunduk pada kuasa manusia atas nama peradaban, namun juga caranya bercerita. Dituturkan bagai air mengalir, memangkas proses peristiwa yang berkesinambungan dengan hanya menyisakan potongan-potongan gambar layaknya&lt;i&gt; slideshow&lt;/i&gt; memori, dialog hanyalah aksesori, selebihnya ekspresi tubuh yang banyak berbicara. Begitu membuai dan seakan pelan-pelan mempenetrasi otak hingga gw nggak bisa gitu aja melupakan pernah nonton film ini. Sebagai penonton yang nggak terlalu familiar sama gayanya Terrence Malick, menyaksikan The New World adalah pengalaman yang sangat menarik dan membekas buat gw. Caranya menceritakan ulang kisah Pocahontas begitu berbeda dari film-film drama sejarah yang selama ini gw tonton. Cakepnya lagi, film ini tidak hanya berhenti pada riwayat Pocahontas saja, tetapi juga melukiskan sebuah pemikiran bahwa, melalui pertemuan dan persinggungan dua kelompok manusia dengan kebudayaan masing-masing, sesungguhnya “dunia baru” itu tergantung dari sudut pandang, dan sudut pandang manapun akan melihat “dunia baru” itu mengagumkan, &lt;i&gt;just like the film itself&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/movie-new-world-2005.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: -webkit-auto;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LmZJjVd2EBI/Tqwj7DCXtKI/AAAAAAAAA0o/DZsyvuV5jpY/s1600/16.ytumamatambien.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-LmZJjVd2EBI/Tqwj7DCXtKI/AAAAAAAAA0o/DZsyvuV5jpY/s200/16.ytumamatambien.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;15. Y Tu Mamá También (2001)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Alfonso Cuarón/Gael García Bernal, Diego Luna, Maribel Verdú&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD screening (Bentara Budaya Jakarta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Y Tu Mamá También merupakan film komedi&lt;i&gt; road trip&lt;/i&gt; asal Meksiko berbumbu erotisme, dan tak jarang bagian erotismenya itu yang paling diingat. Maksud gw, menampilkan adegan-adegan persenggamaan&lt;i&gt; real time&lt;/i&gt;&amp;nbsp;tanpa&amp;nbsp;&lt;i&gt;cut &lt;/i&gt;dan aktor-aktornya jelas terlihat sama-sama telanjang, gimana nggak bikin nyebut coba =D. Akan tetapi dibalik kesemibokepannya, film ini begitu cemerlang dalam bercerita dengan nuansa realistis yang kental petualangan sepasang sahabat remaja tengil bersama seorang wanita&lt;i&gt; mature&lt;/i&gt; yang habis ditimpa hal-hal yang bikin frustrasi. Yang dua cowok bermotivasi kepenasaranan, yang satu wanita bermotivasi pelampiasan. Diisi dengan dialog dan narasi yang sangat kaya dan &lt;i&gt;well-structured&lt;/i&gt;, aktor-aktor yang berperforma total (&lt;i&gt;somewhat figuratively&lt;/i&gt;), dibalut lagi oleh eksekusi menakjubkan dari Alfonso Cuarón yang sering menampilkan &lt;i&gt;long take &lt;/i&gt;dengan brilian bikin gregetan, film ini keluar sebagai tontonan yang unggul di semua aspeknya. Menghibur dengan caranya sendiri, serta&amp;nbsp;penggarapannya yang artistik dengan caranya sendiri pula. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/11/movie-y-tu-mama-tambien-2001.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-b8BR1st1OIo/Tqwj3AF7B9I/AAAAAAAAA0Q/XPdL7ju0HCI/s1600/13.gosfordpark.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-b8BR1st1OIo/Tqwj3AF7B9I/AAAAAAAAA0Q/XPdL7ju0HCI/s200/13.gosfordpark.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;14. Gosford Park (2001)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Robert Altman/Maggie Smith, Kelly Macdonald, Hellen Mirren&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gosford Park otomatis sering gw tonton ulang, bukan saja karena gw ingin, tetapi film ini memang &lt;i&gt;harus&lt;/i&gt; ditonton berulang kali. Entah ada berapa puluh karakter yang ambil bagian dan tampil  (bukan cuman numpang lewat) dalam kisah sebuah rangkaian acara akhir pekan sebuah puri di Inggris 1930-an ini. Para majikan—rata-rata kalangan bangsawan—dengan segala keangkuhannya, para pelayan dengan segala dedikasinya, terhubung secara kompleks dalam intrik-intrik dan berbagai kepentingan, setiap karakter pasti ada ceritanya masing-masing. Poin brilian di sini adalah Robert Altman dengan “kurang ajar” melebur semuanya ini sekaligus dengan porsi yang seimbang, semua pasti kebagian. Menonton satu kali saja kayaknya nggak cukup untuk memahami kenapa si anu begini atau si itu begitu dan seterusnya, tapi bukannya karena tidak ditunjukkan, justru sudah ada di sana, hanya saja mungkin ada yang kayak gw *nyari temen* yang akan kagok kalo dijejelin kisah jamak berkait tanpa pemisah yang jelas seperti ini. &lt;i&gt;But worry not&lt;/i&gt;, menonton ulang amatlah membantu, buktinya gw semakin kagum akan kepiawaian naskah, pengarahan, hingga &lt;i&gt;ensemble&lt;/i&gt; aktingnya setiap kali menontonnya, dan semakin “ooh...gitu toh” pada bagian-bagian yang sebelumnya gw ketinggalan. Dan untungnya lagi, film ini dibawakan santai dan cukup jenaka juga, selalu &lt;i&gt;enjoyable&lt;/i&gt;. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/09/movie-gosford-park-2001.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JcPWYEafya4/Tqwj5vY6moI/AAAAAAAAA0g/OBYHJR88tbU/s1600/15.wall-e.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-JcPWYEafya4/Tqwj5vY6moI/AAAAAAAAA0g/OBYHJR88tbU/s200/15.wall-e.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;13. WALL•E (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Andrew Stanton/Ben Burtt, Elissa Knight, Jeff Garlin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja gw harus memasukkannya dalam daftar ini. &lt;i&gt;This is an amazing film&lt;/i&gt;. WALL•E sejauh ini  bisa jadi salah satu puncak prestasi studio animasi Pixar. Konsep, gambar dan animasinya sangat kompleks dan detil namun bisa mudah dipahami tanpa perlu penjelasan bertele-tele. Bahkan, kisah utamanya tidak perlu dialog aktif, tak lain tak bukan adalah&lt;i&gt; love story&lt;/i&gt; dua robot WALL•E dan EVE yang sangat kocak, manis dan &lt;i&gt;unbelievably &lt;/i&gt;romantic. Kita baru dihadapkan pada dialog aktif ketika bertemu manusia, &lt;i&gt;which is&lt;/i&gt; 40-an menit setelah film mulai. Gimana nggak sinting, gw masih &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt; pada hampir separuh awal yang hanya mengandalkan gerak-gerak tokoh robot dan beberapa patah kata, dan tidak mengendur pada paruh kedua yang diisi dengan keseruan-keseruan yang asyik di dalam pesawat luar angkasa. Memang sih film ini agak terlalu dewasa dan berat pada bagian latar belakangnya yang menggugat konsumerisme modern dan perlakuan manusia terhadap bumi (ya ampyun serius amat sih ya =P), namun bukan berarti film ini tidak menghibur,  justru film ini dikemas dengan sangat menghibur, ritme pas, karakterisasi handal, dan menyentuh hati. Suka banget adegan “ciuman”nya =D.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-4vpB89U3w14/Tqwj1cwAvlI/AAAAAAAAA0I/XQ39iGW04Sg/s1600/12.thepianist.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-4vpB89U3w14/Tqwj1cwAvlI/AAAAAAAAA0I/XQ39iGW04Sg/s1600/12.thepianist.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;12. The Pianist (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Roman Polanski/Adrien Brody, Thomas Kretschman, Emilia Fox&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Segala definisi "film bagus" secara umum ada di film ini. Bermodalkan jalan cerita yang kuat dan menyentuh, pengarahan yang rada &lt;i&gt;old fashioned&lt;/i&gt; bercitarasa tinggi, dan akting yang luar biasa, layaklah The Pianist didapuk sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat pada dekade 2000-an lalu (indikasinya, jarang-jarang sebuah film dapet penghargaan penting di dua perhelatan film terbesar, festival Cannes dan Oscar, ya toh?), dan gw pun sepakat. Biografi pianis Yahudi-Polandia, Władysław Szpilman yang lolos dari ancaman kamp konsentrasi Nazi dan selamat dari perang dunia II meski berada di tengah-tengah medan perang ini dibangun dengan struktur yang mungkin tidak terdengar istimewa. Dituturkan dengan lurus mengikuti perjalanan keluarga Szpilman dari awal negerinya diserang pihak Jerman, di"ungsi"kan ke lokalisasi tertutup, kehidupan tak pasti selama di dalam sana, hingga akhirnya&amp;nbsp;sang pianis ini berhasil&amp;nbsp;kabur, kemudian bersembunyi sendiri di ruang tertutup dalam waktu saaangat lama berkat pertolongan sahabat-sahabatnya yang justru non-Yahudi. Namun setiap pengalaman dan peristiwa yang ditampilkan sungguhlah menggugah, dirangkai satu persatu dengan cukup detil dan lugas juga sopan. Tidak ada satu pun adegan yang tidak &lt;i&gt;powerful &lt;/i&gt;di sini, dirancang dengan sangat baik dan artistik, semakin bergulir semakin memberikan &lt;i&gt;depth &lt;/i&gt;yang berarti. &lt;i&gt;A fine filmmaking&lt;/i&gt;. Kisah survival yang kadang bikin miris dan turut menimbulkan rasa frustrasi, sekaligus kagum akan ketabahan dan keteguhan (serta keberuntungan) seseorang yang bisa bertahan berkat satu-satunya harta yang tersisa padanya: talenta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IwXzgBqDKEQ/Tqwj0OUoNBI/AAAAAAAAA0A/HDPvSkDKdV0/s1600/11.munich.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-IwXzgBqDKEQ/Tqwj0OUoNBI/AAAAAAAAA0A/HDPvSkDKdV0/s200/11.munich.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;11. Munich (2005)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Steven Spielberg/Eric Bana, Geoffrey Rush, Daniel Craig&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film ini panjang namun memaku perhatian gw hingga usai, seakan mementalkan keraguan yang sempat terbesit—di pikiran gw setidaknya—akibat proses produksinya yang kilat (untuk ukuran film berseting 1970-an dan syuting di rupa-rupa negara lho ya). Keren, banget. Temanya cukup kontroversial, tentang agen-agen Mossad yang direkut untuk operasi hitam menghabisi para dalang penyanderaan dan pembantaian kontingen atlet Israel di Olimpiade Munich 1972. Ditata dengan &lt;i&gt;superb&lt;/i&gt; dari berbagai sisi: naskah, tata artistik, sinematografi, editing, pengarahan adegan (banyak &lt;i&gt;long take&lt;/i&gt; keren) dan lainnya, film ini sekali lagi membuktikan kualitas seorang Steven Spielberg, tak hanya mampu membuat film-film "menyenangkan", ia juga lebih dari sanggup bikin film "berisi" yang kualitasnya bertanggungjawab, bahkan dalam tekanan &lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt; mepet sekalipun. Merajutkan drama manusia, drama politik, &lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt; dan aksi spionase ala Mission: Impossible (tentu saja minus kecanggihan-kecanggihan nghayal, mengingat film ini (mungkin) berdasarkan kisah nyata), Munich adalah film yang terus memunculkan ketegangan mumpuni, sekaligus memunculkan pemikiran-pemikiran yang akan sulit dijawab oleh siapa saja yang masih terjebak pada keberpihakan, termasuk pihak dimana Avner dan kawan-kawan bernaung:  aksi terorisme dan kontra-terorisme kok secara teknis sama saja ya? Kapan selesainya kalo gitu caranya? Salah satu karya &lt;i&gt;highlight&lt;/i&gt; seorang Spielberg, IMO. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/06/rapid-film-review-schindler.html"&gt;Rapid review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;get ready for the top 10&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;bersambung ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-foreword.html"&gt;Foreword&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-1-no-100.html"&gt;Part 1: no. 100-76&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/09/my-top-100-films-of-2000s-part-2-no-75.html"&gt;Part 2: no. 75-51&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-3-no-50.html"&gt;Part 3: no. 50-26&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/11/my-top-100-film-of-2000s-final-part-no.html"&gt;Part 5: no. 10-1&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-2389253055623226128?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/2389253055623226128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-4-no-25.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2389253055623226128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/2389253055623226128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/my-top-100-films-of-2000s-part-4-no-25.html' title='My Top 100 Films of the 2000&apos;s: Part 4 (no. 25-11)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lLQn84BfyUw/Tqwkiba6QlI/AAAAAAAAA1w/uzf0MAL9mVU/s72-c/25.startrek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-6283800669725082809</id><published>2011-10-22T22:33:00.001+07:00</published><updated>2011-10-22T22:38:07.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hollywood'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='US'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><title type='text'>[Movie] Super 8 (2011)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-t-X0hg26-9w/TqIq09dhOyI/AAAAAAAAAyg/l14ti4NXUfk/s1600/super8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="http://1.bp.blogspot.com/-t-X0hg26-9w/TqIq09dhOyI/AAAAAAAAAyg/l14ti4NXUfk/s320/super8.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Super 8&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Paramount)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Written and Directed by J.J. Abrams&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Produced by Steven Spielberg, J.J. Abrams, Bryan Burk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Cast: Joel Courtney, Elle Fanning, Kyle Chandler, Ron Eldard, Noah Emmerich, Riley Griffiths, Ryan Lee&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan riwayat yang impresif seperti serial "Alias" dan salah satu serial televisi terbaik yang pernah gw tahu, "Lost", memproduksi Cloverfield, dan juga menyutradarai Mission: Impossible III yang sangat lumayan dan &lt;i&gt;reboot&lt;/i&gt; &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/06/movie-star-trek-2009.html"&gt;Star Trek&lt;/a&gt; yang keren, maka nggak salah dong kalau gw memiliki prasangka baik untuk karya terbaru dari J.J. Abrams, Super 8 ini. Abrams kini harus unjuk gigi dalam karya orisinil, bukan merek waralaba seperti dua filmnya terdahulu...&lt;i&gt;well&lt;/i&gt;, sebagai gantinya ada nama Steven Spielberg, hehe. Denger-denger, &lt;i&gt;listen-listen&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;krungu-krungu&lt;/i&gt; Super 8 ini semacam tribut atas film-film fiksi ilmiah klasik Spielberg seperti E.T.-The Extra Terrestrial dan Close Encounters of the Third Kind pada era 1970-1980-an, jadi penonton akan menemukan beberapa kesamaan dalam ketiga film ini, hanya saja Super 8 punya kemasan lebih kontemporer dan tentu saja visual efek lebih maju. Dan, ya, ini film alien ^_^.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Liburan musim panas 1979 di sebuah kota kecil bernama Lillian, Joe (Joel Courtney) dan 3 temannya ikut terlibat dalam proyek film sahabatnya, Charles (Riley Griffiths) untuk ikut festival film amatiran (pake kamera film Super 8, dulu kan blum ada camcorder). Pada suatu malam anak-anak SMP ini mengajak Alice (Elle Fanning), cewek yang ditaksir Joe di sekolah untuk ikut main film zombi-zombian itu dan turut syuting di sebuah stasiun kereta api. Sengaja merekam gambar saat sebuah kereta lewat (demi "production value", hehehe *ketawa aja gw, padahal nggak ngerti juga*), terjadi sebuah kecelakaan hebat yang melululantakan seluruh gerbong kereta api serta stasiun itu dengan hebohnya. Kecelakaan yang aneh, dan lebih aneh lagi karena kemudian datang pasukan angkatan udara AS untuk "mengamankan" situs itu. Keenam anak ini selamat, tetapi tak lama kemudian timbul kejadian-kejadian aneh di kota mereka, mulai mesin mobil dan microwave hilang, anjing-anjing kabur, orang-orang hilang, hingga listrik yang mati-hidup nggak jelas (wah kalau di sini sih sering ya, udah 2011 padahal =P). Ada apa sebenarnya di kereta api itu? &lt;i&gt;Gee, I wonder &lt;/i&gt;=D...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan garis besar plot yang mudah ditemukan dalam film-film bertema serupa (ya contohnya E.T. dan Close Encounters tadi), Super 8 sebenarnya hampir &lt;i&gt;just another Hollywood flick&lt;/i&gt;. Namun ketika saat-saat ini istilah "Hollywood flick" itu sering diterjemahkan sebagai sajian dangkal gede di efek CGI doangan, Super 8 adalah tipe Hollywood yang konotasinya lebih kolot: menghibur tanpa menciderakan, dengan kata lain film ini seru, visual fantastis, dan yang penting memiliki cerita yang baik pula. Meski bertema alien, film ini dengan bijaksana menampilkan porsi besar pada drama (remaja) yang enak dan nyaman untuk diikuti, kepenasaranan akan adanya makhluk misterius berkeliaran di kota sama &lt;i&gt;exciting&lt;/i&gt;nya dengan penantian kita pada bagaimana perkembangan bocah-bocah ini, misalnya benih-benih cinta monyet Joe dan Alice. Inilah salah satu nilai kesuksesan film ini menjadi tontonan yang menghibur, yaitu bagaimana penonton bisa bersimpati pada tokoh-tokohnya, dan peduli dengan apa yang terjadi pada mereka. Tutur kata, tingkah polah serta interaksi para remaja tanggung yang jadi pemeran utama kisah ini ditata dengan sangat baik dan alami ditaburi kelucuan bersahaja di sana-sini. Pada bagian-bagian awal ketika mereka membuat film zombi-zombian itu sangat menarik dan menghibur (nanti di kredit penutup kita bisa lihat hasil akhir film mereka, lucu =)). Memasuki kisah utama, porsi anak-anak ini tetap yang utama dan malah semakin kuat. Bisa-bisanya mereka terus syuting saat bumi lagi gonjang ganjing gitu, menambah &lt;i&gt;production value&lt;/i&gt; katanya, hehehe. Walaupun kemudian ada keklisean sedikit (&lt;i&gt;saving the girl from the enemy's lair, and so on, and so on&lt;/i&gt;) tetapi setidaknya diceritakan dengan tetap berenergi dan &lt;i&gt;exciting&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;again that’s because they made us care&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tadi gw singgung film ini seperti "penghormatan" terhadap Steven Spielberg, antara sengaja atau tidak jadinya &amp;nbsp;sepanjang nonton ini gw menemukan beberapa aspek yang mirip-mirip dengan film-film Spielberg terdahulu. Mulai dari sepeda (inget E.T.), anak-anak dalam keadaan bahaya (inget Jurassic Park), tokoh ayah yang keluarganya nggak stabil atau nggak utuh (semua film Spielberg), bahkan bagian "memahami" alien dan adegan penutupnya pun sangat mirip sama yang bisa ditemukan di Close Encounters. Kalau dibilang gini jadinya kesannya Super 8 akan jadi kucing-salin (&lt;i&gt;copycat&lt;/i&gt; maksudnya =P) belaka, tapi menurut gw bagaimanapun presentasi Super 8 ini tetaplah menyegarkan, tidak asal niru saja. Toh kayaknya memang disengaja, dan oom Spielberg juga sepertinya merestui *yaeyalah, wong dia produsernya* *atau jangan-jangan jadi mirip gara-gara dia =P*, malahan kemiripan-kemiripan itu menimbulkan kesenangan tersendiri apalagi bagi penonton pemerhati (belum tahap nge-&lt;i&gt;fans&lt;/i&gt;) Spielberg, semisal gw ini. &lt;i&gt;It was quite nice, actually&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, selain cerita yang ditata oke, J.J. Abrams mengemas film ini dengan visual yang jernih dan pas, serta, iya betul, masih dengan kesukaannya menampilkan &lt;i&gt;flare&lt;/i&gt;—efek yg timbul akibat cahaya-cahaya yang ditembak langsung ke lensa kamera—dengan sengaja, tetapi ya udah lah kalo doi sukanya kayak begitu, menurut gw itu cukup menyenangkan kok, kesannya mengkilap gimana gitu. Visual efeknya pun halus dan tidak mengecewakan, mulai dari adegan kecelakaan kereta yang bombastis hingga animasi makhluk asing yang efektif—walaupun awalnya gw mengira dia mirip yang di Cloverfield (gw selalu curigaan gitu, dulu gw juga kira hewan di planet salju di Star Trek kayak yangg di Cloverfield =P). Tata adegannya tidak sembrono, mulai dari drama, komedi, &lt;i&gt;suspense,&lt;/i&gt; hingga aksinya diramu dengan mantap. Adegan paling awalnya keren banget, dan terlihat sekali asiknya mas (bukan haji) J.J. ini dalam mengarahkan filmnya, karena pemeran-pemeran mudanya (yang sebagian besar belum terkenal) tampil dengan sangat nyaman dan menghayati, mengimbangi para pemeran dewasanya. Nah, untuk soal pemeran, perhatian pasti tertuju pada Elle Fanning (yaoloh cepet banget gedenya ya nih anak) yang tampil sangat keren, termasuk saat adegan-adegan syuting—&lt;i&gt;good thing &lt;/i&gt;dia nggak se-&lt;i&gt;overacting&lt;/i&gt; kakaknya, Dakota =_=. Meski demikian, Joel Courtney yang jadi pemeran paling utama juga berhasil memberi bobot berarti pada perannya, demikian juga Riley Griffiths si pembuat film cilik yang mungkin semacam representasi masa kecil oom Spielberg dan mas J.J.—&lt;i&gt;who knows&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Super 8 mungkin bukan film hebat—terutama mungkin bagian klimaksnya agak kegampangan ya, tetapi tetaplah mengesankan buat gw karena caranya dalam memberi tontonan menghibur, enerjik dan menyenangkan secara keseluruhan. Aliennya bisa jadi tidak terkesan istimewa, tetapi petualangan anak-anak remaja ini dalam mengungkap misteri keanehan kota sekaligus menyelesaikan proyek film mereka (teteup) adalah sajian utama yang memikat. Aliennya kayak cuma menambah &lt;i&gt;production value&lt;/i&gt; aja kok =D *lagi-lagi sebenarnya gw nggak tau itu artinya apa, haha*.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7&lt;/b&gt;/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-6283800669725082809?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/6283800669725082809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/movie-super-8-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6283800669725082809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/6283800669725082809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/movie-super-8-2011.html' title='[Movie] Super 8 (2011)'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-t-X0hg26-9w/TqIq09dhOyI/AAAAAAAAAyg/l14ti4NXUfk/s72-c/super8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4926723465660269843</id><published>2011-10-22T01:10:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T01:10:01.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='album'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='music'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='japan'/><title type='text'>[Album] Angela Aki - WHITE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-qZSwJ-_C630/TqGoDp58fgI/AAAAAAAAAyI/h_fk9sZGOe0/s1600/cover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://2.bp.blogspot.com/-qZSwJ-_C630/TqGoDp58fgI/AAAAAAAAAyI/h_fk9sZGOe0/s320/cover.jpg" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;Angela Aki - WHITE &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;(2011 - Epic Records Japan/Sony Music Japan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Tracklist:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;1. 始まりのバラード (&lt;i&gt;Hajimari no Ballad&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;2. 津軽海峡・冬景色 (&lt;i&gt;Tsugaru Kaikyou Fuyugeshiki&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;3. I Have a Dream&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;4. フリオ (&lt;i&gt;Julio&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;5. My Grandfather's Clock&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;6. モラルの葬式 -revival- (&lt;i&gt;Moral no Soushiki -revival-&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;7. ふるさと～HOME (&lt;i&gt;Furusato~HOME&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;8. 目撃車 (&lt;i&gt;Mokugekisha&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;9. Honesty&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;10. One Family&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Angela Aki hadir lagi lewat album kelimanya bertajuk WHITE, sebuah album yang terkonsep dengan cukup unik. Judulnya, menurut &lt;i&gt;notes&lt;/i&gt; promonya, melambangkan tema "memulai hidup baru" dan "&lt;i&gt;the new you which was already in you&lt;/i&gt;" *yah begitulah kira-kira*, maka mbak Angela berusaha merangkai lagu-lagu yang berkaitan dengan tema itu. Akan tetapi satu hal lagi yang lebih "unik" adalah bahwa proporsi album ini separuhnya lagu-lagu baru, dan separuhnya lagu-lagu &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt;, baik dari artis lain maupun lagu-lagu yang pernah dirilis Angela sendiri,&lt;i&gt; self-cover&lt;/i&gt; gitu deh istilahnya. Ada sedikit keheranan kenapa harus begitu bentuk album ini, namun ketika mendengar album ini secara utuh, sebagai pendengar yang selama ini terpuaskan oleh karya-karya Angela sebelumnya, keheranan itu tertutupi oleh kenikmatan lagu demi lagu yang dihadirkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya secara musikalitas apa yang dibawakan Angela dalam album ini tidaklah benar-benar baru, piano masih mendominasi lagu-lagunya yang bernada dan berirama pop&amp;nbsp;&lt;i&gt;easy listening&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sebagaimana pernah dilakukannya sebelum ini, tetapi dengan beberapa pengecualian. Lagu bernuansa ceria "Julio" menanggalkan piano, digantikan dengan gitar dan organ. Lalu ada versi terbaru "Moral no Soushiki" (aslinya dari album kedua, TODAY) yang ditemani piano dan vokal &lt;i&gt;a cappela&lt;/i&gt; dinamis yang menimbulkan kesan "etnik", mengingatkan gw pada yang dilakukan Björk yang pernah membuat sebuah album yang musik pengiringnya berupa vokal orang, yah tapi lagu ini gak sampe segitunya sih, hehe. Eksperimen Angela tak berhenti di sana, kali ini dia menempelkan single perdananya "HOME" (aslinya dari album pertama, Home) dengan lagu anak-anak tradisional Jepang "Furusato" yang *kayaknya* dinyanyikan oleh paduan suara remaja, ternyata nyambungnya asik juga, meski tetap membawa nuansa mengharukan seusai liriknya yang mengisahkan tentang kampung halaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw tadi udah nyebut 2 lagi &lt;i&gt;self-cover&lt;/i&gt;, gak lengkap kalau tidak menyebut 3 lagu &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; lainnya. 2 dari lagu-lagu &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; tersebut berbahasa Inggris, "My Grandfather's Clock", lagu tradisional Inggris yang juga pernah dibuat versi bahasa Jepang dan dipopulerkan oleh Ken Hirai, serta lagu lawas milik Billy Joel, "Honesty", keduanya dibawakan dengan vokal Angela dan pianonya saja. Lagu &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt; satunya lagi, "Tsugaru Kaikyou Fuyugeshiki", juga dengan komposisi yang sama, namun perlu diketahui bahwa lagu ini aslinya adalah lagu &lt;i&gt;enka&lt;/i&gt; (pop-tradisional Jepang, setara &lt;i&gt;country&lt;/i&gt; kalo di AS atau kroncong/dangdut kalo di kita) terkenal milik Sayuri Ishikawa, &lt;i&gt;but Angela nailed it as her own&lt;/i&gt;. Dibawakan dengan penjiwaan garang ala Angela dan nada-nada yang lebih pop membuat lagu ini jadi &lt;i&gt;highlight&lt;/i&gt; paling terang album ini. Keren.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lagu-lagu baru (yang bukan &lt;i&gt;cover&lt;/i&gt;) sebenarnya nggak terlalu &lt;i&gt;exciting&lt;/i&gt; menurut gw. "Hajimari no Ballad", "I Have a Dream" dan "One Family" adalah lagu-lagu yang Angela-Aki-banget, lirik-lirik inspiratif dengan aransemen kalem namun maksimal, &lt;i&gt;but it's like I've heard them before&lt;/i&gt;. Akan tetapi lagu baru sisanya, "Julio" tadi dan "Mokugekisha" sangat menarik perhatian gw, karena Angela memilih cara berceritera lewat dua lagu ini. "Julio" yang terkesan ceria dan &lt;i&gt;catchy&lt;/i&gt; sekali ini memuat kisah yang dalem tentang kehidupan seseorang bernama Julio yang tumbuh nggak pedean karena selalu dibilang "nggak mungkin" sama orang-orang sekitarnya, namun kemudian coba menebusnya dengan terus menyemangati anaknya yang baru lahir, Mari. Tak hanya isi ceritanya, tetapi cara merangkai kata-katanya menurut gw cerdas dan berima (Julio dan Mari yo =D). Demikian pula lagu "Mokugekisha" (artinya "&lt;i&gt;witness&lt;/i&gt;/saksi", tapi kanji buntutnya diubah jadi huruf 'mobil' ^_^) yang mengambil sudut pandang sebuah mobil tua yang menjadi saksi bisu perubahan yang dialami pemilik-pemiliknya, &lt;i&gt;now that's quite original&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski sekilas tampak senada dengan album-album sebelumnya, WHITE tetap menampilkan sesuatu yang baru, dan gw salut pada keberanian Angela untuk hal yang satu ini. Konsep yang ditawarkan ternyata dieksekusi dengan bertanggung jawab dan tidak mengecewakan. Akibatnya, bagi yang mengikuti karya-karyanya selama ini akan merasa sayang melewatkan yang satu ini. Meskipun masih ada yang "lagu baru gaya lama", album ini secara keseluruhan memberikan kesegaran yang berbeda dari album-album sebelumnya, untungnya kesegaran itu menyenangkan, tengoklah &lt;i&gt;track&lt;/i&gt; "Tsugaru Kaikyou Fuyugeshiki", "Julio", dan "Moral no Soushiki -revival-" yang jadi favorit gw kali ini sebagai buktinya. Urutan lagunya pun pas menurut gw, tidak menjenuhkan dan tidak terasa kecepetan meski cuma 10 lagu. Musiknya ramah di kuping, dan (bagi yang mau memperhatikan) liriknya pun indah dan keren-keren, menginspirasi, menunjukkan kematangan Angela sebagai seorang musisi. &lt;i&gt;5 albums already and never dissapointing, bravo&lt;/i&gt;! =)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My score: &lt;b&gt;7,5&lt;/b&gt;/10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n2Iy7pSxLPg/TqG0nsFj0KI/AAAAAAAAAyU/QhQcVyt_9Ns/s1600/WHITEANGELAPROMO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://1.bp.blogspot.com/-n2Iy7pSxLPg/TqG0nsFj0KI/AAAAAAAAAyU/QhQcVyt_9Ns/s320/WHITEANGELAPROMO.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;Angela Aki&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Previews, courtesy of YouTube&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Hajimari no Ballad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/J4AKHi_t2oE?rel=0" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;I Have a Dream&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/_DFMiPBJajM?rel=0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Tsugaru Kaikyou Fuyugeshiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="182" src="http://www.youtube.com/embed/AkMZrioPL1I?rel=0" width="300"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #990000;"&gt;Moral no Soushiki -revival-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="165" src="http://www.youtube.com/embed/RDjRG1Dys3s?rel=0" width="200"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4095836883021360755-4926723465660269843?l=ajirenji.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ajirenji.blogspot.com/feeds/4926723465660269843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/album-angela-aki-white.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4926723465660269843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4095836883021360755/posts/default/4926723465660269843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ajirenji.blogspot.com/2011/10/album-angela-aki-white.html' title='[Album] Angela Aki - WHITE'/><author><name>Reino Ezra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05013560015369769761</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-SS3tKt3jLck/TvQG1IAkN7I/AAAAAAAAA7E/GbHnQGL_EUQ/s220/my-j-pop-41.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-qZSwJ-_C630/TqGoDp58fgI/AAAAAAAAAyI/h_fk9sZGOe0/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4095836883021360755.post-4976594462616415321</id><published>2011-10-16T18:11:00.003+07:00</published><updated>2011-11-13T22:33:35.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='article'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='movie'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='top 100 films'/><title type='text'>My Top 100 Films of the 2000's: Part 3 (no. 50-26)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Halo...Lama ya? *kedip-kedip &lt;i&gt;innocent&lt;/i&gt;* Maap, maap, kehidupan nyata yang keras tengah membebani saya selama beberapa minggu terakhir jadi nggak bisa &lt;i&gt;update&lt;/i&gt; blog secepat mungkin, terutama yang lanjutan My Top 100 Films ini *alasan*. &lt;i&gt;Anyway&lt;/i&gt;, pada bagian ketiga ini kita masuk pada 50 besar. Kalau gw liat daftar di bagian ini, semakin banyak film yang gw sangat nikmati meski sudah ditonton berulang kali, &lt;i&gt;genre&lt;/i&gt; maupun bahasa/negara asalnya juga rupanya cukup variatif. Gw sih merasa seneng dan puas liat 50 besar ini (sampe no. 1 tentu saja), bagaimana dengan Anda? =)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-1rQLAYYz_KY/Tpqq0q2XcKI/AAAAAAAAAx4/8QHqtzl0KII/s1600/50.cityofgod.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-1rQLAYYz_KY/Tpqq0q2XcKI/AAAAAAAAAx4/8QHqtzl0KII/s200/50.cityofgod.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;50. Cidade de Deus a.k.a. City of God (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Fernando Mereilles/Alexandre Rodrigues, Leandro Firmino, Seu Jorge&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: unduhan bajakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;City of God bukanlah film yang "nyaman" untuk ditonton. Isinya tentang sejarah terbentuknya dunia kriminal di pemukiman kumuh pinggiran kota Rio de Janeiro dari tahun 1960-1970-an, hingga sampai terjadinya perang antar dedengkot narkoba yang memakan banyak korban jiwa. Meski demikian, film ini tetap menyimpan kecerdasan bercerita dan kelihaian merangkai gambar yang membuatnya sangat menarik disimak, bahkan &lt;i&gt;somehow&lt;/i&gt; menyenangkan. Begitu panjang dan berliku latar belakang peristiwa besar yang muncul di awal film, namun dengan penggarapan lincah dan tokoh-tokoh yang jelas, film ini sangat jauh dari membosankan. Yang gw nggak habis pikir gimana itu caranya sutradara mengarahkan buanyak orang dalam keadaan&lt;i&gt; riot&lt;/i&gt; tapi tidak hilang fokus. &lt;i&gt;Legal&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--8gtgawmrOs/TpqqzDz-fKI/AAAAAAAAAxw/Nc9dB1VfOIc/s1600/49.killbillvol1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/--8gtgawmrOs/TpqqzDz-fKI/AAAAAAAAAxw/Nc9dB1VfOIc/s200/49.killbillvol1.jpg" width="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;49. Kill Bill vol. 1 (2003)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Quentin Tarantino/Uma Thurman, Lucy Liu, Vivica A. Fox&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesungguhnya tidak lengkap kalau hanya Kill Bill Vol. 1 saja yang diangkat, karena ia sangat saling mengisi dengan Vol. 2 yang dirilis beberapa bulan setelahnya (tadinya juga rencananya ini satu film saja). Namun bila harus memilih, gw harus memilih Vol. 1 yang menjajakan aksi &lt;i&gt;semi-gore&lt;/i&gt; yang seru, nuansanya sejak awal memang lebih “rame”. Kisah Kill Bill Vol. 1 dirancang dengan motif dan tujuan yang sederhana dan jelas, mencontoh film silat Hong Kong atau pedang-pedangan Jepang, namun perjalanan di antaranya yang dikreasikan dengan menarik. Dialog ngalor-ngidul nan cerdas yang jadi kebiasaan Quentin Tarantino masih mendominasi, namun yang pasti film ini telah menciptakan, atau mempopulerkan kembali adegan-adegan aksi klasik dan karakter-karakter yang, well, berkarakter. Ending—&lt;i&gt;or should I say&lt;/i&gt;&amp;nbsp;"pemotongan" di akhirnya pun brilian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Honorable mention: Kill Bill Vol. 2 (2004)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-yzN4zmROZXg/TpqqyRTb9uI/AAAAAAAAAxo/ipqlrWWbxlo/s1600/48.fksi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-yzN4zmROZXg/TpqqyRTb9uI/AAAAAAAAAxo/ipqlrWWbxlo/s200/48.fksi.jpg" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;48. Fiksi. (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Mouly Surya/Ladya Cheryl, Donny Alamsyah, Kinaryosih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut gw, Fiksi. adalah film pemenang piala Citra yang paling nggenah sejak &lt;i&gt;revival&lt;/i&gt; FFI tahun 2004 hingga sekarang. &lt;i&gt;I’ll tell you why&lt;/i&gt;. Menurut gw kekuatan dasar dari sebuah film adalah naskah, dan film ini memilikinya. Dengan premia yang cukup&amp;nbsp;&lt;i&gt;striking&lt;/i&gt; (anak orang kaya yang “terjun ke masyarakat” demi mendekati cowok yang ditaksir, dengan membantu membuatkan “akhir” dari orang-orang yang jadi inspirasi karya tulis si cowok), film diam-diam ini menghanyutkan penontonnya dalam jalinan cerita yang semakin ke sana semakin “sakit”. Didukung lagi pada eksekusi tata adegan yang memang terlihat jelas dibuat oleh orang-orang yang tahu caranya membuat film, yang tidak menyia-nyiakan durasi atau &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt; gambar untuk hal-hal yang tidak relevan. Salah satu film Indonesia yang paling bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/03/movie-fiksi-2008.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gu2ZDAjv-ic/TpqqxFz4igI/AAAAAAAAAxg/WZfbEumxDmA/s1600/47.minorityreport.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-gu2ZDAjv-ic/TpqqxFz4igI/AAAAAAAAAxg/WZfbEumxDmA/s200/47.minorityreport.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;47. Minority Report (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Steven Spielberg/Tom Cruise, Colin Farrell, Max von Sydow&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Steven Spielberg adalah &lt;i&gt;brand&lt;/i&gt; yang seringkali lebih penting daripada nama-nama aktor, karena (sebagian besar) apa saja yang diperbuatnya berhasil, baik secara kualitas dan ataupun kepuasan penonton. Minority Report adalah karya &lt;i&gt;sci-fi &lt;/i&gt;Spielberg yang di-&lt;i&gt;boost&lt;/i&gt; oleh nama Tom Cruise yang musti kudu nama+mukanya tampil minimal 25% proporsi poster film-filmnya—artinya dia menjual banget gitu. Apa yang dihasilkan film ini ternyata lebih dari sekedar “superduet” dari Spielberg dan Cruise,  tetapi juga film yang &lt;i&gt;intriguing&lt;/i&gt;. Misterinya ditata rapi, visualnya yang &lt;i&gt;gritty&lt;/i&gt; dan kasar pun menambah nuansa misterius yang unik. Meski durasinya agak panjang, &lt;i&gt;thriller&lt;/i&gt; futuristik ini sukses dalam merangkum cerita dan penjelasan segala sesuatunya dengan cukup (walau bisa agak membingungkan tetapi tetaplah dirasa cukup), dilengkapi dengan beberapa adegan yang &lt;i&gt;memorable&lt;/i&gt;, menjadikannya tontonan yang keren dan mengasyikkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-8F4rDF63GNk/TpqqwZEJY1I/AAAAAAAAAxY/hWHzIuFGmsw/s1600/46.thephotograph.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-8F4rDF63GNk/TpqqwZEJY1I/AAAAAAAAAxY/hWHzIuFGmsw/s200/46.thephotograph.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;46. The Photograph (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Nan Achnas/Shanty, Lim Kay Tong, Lukman Sardi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop (JIFFest)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film ini tuh cakeeeep banget. Itulah kesan awal yang masih terpatri di benak gw ketika mengingat film ini. The Photograph memang intinya agak abstrak, 2 karakter yang berbeda segalanya (gender, usia, ras, budaya dan latar belakang lainnya) dipertemukan karena keadaan, kemudian saling membuka diri dan saling mempercayai. Di luar gambar yang bening (bahkan di versi DVD-nya yang kualitasnya memprihatinkan pun gambarnya masih woke) serta akting bernas, film ini berjalan tenang dan bisa dibilang datar, konflik tidaklah benar-benar muncul ke permukaan. Namun tetap saja ada kegetiran dan kehangatan yang tertransfer lewat rangkaian dialog, atau bahkan tanpa dialog dari interaksi cewek karaoke dengan tukang foto uzur yang tengah mencari penerus usaha foto ini. Adegan di akhirnya juara! &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-nbYJGm_l7zk/TpqqvZC_vdI/AAAAAAAAAxQ/FP0K8T6REjA/s1600/45.+alwayssunset.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-nbYJGm_l7zk/TpqqvZC_vdI/AAAAAAAAAxQ/FP0K8T6REjA/s200/45.+alwayssunset.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;45. ALWAYS San-choume no Yuuhi (ALWAYS 三丁目の夕日) a.k.a. ALWAYS: Sunset on Third Street (2005)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Takashi Yamazaki/Hidetaka Yoshioka, Shin’ichi Tsutsumi, Maki Horikita&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD bajakan (pinjaman teman)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berawal tanpa ekspektasi yang gimana gitu, ALWAYS rupanya jadi salah satu film Jepang yang paling gw nikmati dan paling menghibur dari yang pernah gw tonton. Kisah-kisah bersahaja dan seringkali kocak dari warga Tokyo di tahun 1950-an diperagakan dengan kekompakan tak terbantahkan oleh para aktornya, dan dipoles lagi dengan dukungan &lt;i&gt;visual effect&lt;/i&gt; yang cukup untuk menambah &lt;i&gt;feel&lt;/i&gt; zaman dulunya. Sebuah film yang komplet baik gambar maupun isiannya, hangat, menyentuh, dan...gw udah bilang menghibur ya? =) &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2011/07/movie-always-sunset-on-third-street.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BSnKlmYS5to/Tpqqsx_b4jI/AAAAAAAAAxI/TR0N3u5gJXs/s1600/44.slumdogmillionaire.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-BSnKlmYS5to/Tpqqsx_b4jI/AAAAAAAAAxI/TR0N3u5gJXs/s200/44.slumdogmillionaire.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;44. Slumdog Millionaire (2008)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Danny Boyle/Dev Patel, Anil Kapoor, Freida Pinto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gw ini termasuk orang yang kepo sama film-film yang dapet &lt;i&gt;buzz&lt;/i&gt;&amp;nbsp;piala Oscar, jadi wajar saja gw antusias untuk menyaksikan Slumdog Millionaire yang digadang-gadang akan (dan ternyata memang) menang Oscar ini. Film ini bukanlah film “art” yang gimana-gimana gitu, justru sebaliknya, ini adalah film yang menghibur, menyenangkan, &lt;i&gt;heartwarming&lt;/i&gt;, plus penggarapan yang buat gw luar biasa. Film produksi Inggris ini sukses dalam menyajikan cerita dalam 3 lajur waktu berbeda secara selang-seling dengan sangat nyaman, ditambah presentasi gambar (warna dan &lt;i&gt;angle&lt;/i&gt;) yang dinamis serta musik yang keren. Baru di film ini gw bisa melihat sisi fotogenik dari kawasan kumuh, bisa aje ye. Dan pasti ada senyum tersungging pada saat main title di akhir *gelenggelengIndia*. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2009/02/movie-slumdog-millionaire-2008.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ncXrJ64wekA/Tpqqr0n9RII/AAAAAAAAAxA/TbJWXIiGbsA/s1600/43.bigfosh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-ncXrJ64wekA/Tpqqr0n9RII/AAAAAAAAAxA/TbJWXIiGbsA/s200/43.bigfosh.jpg" width="138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;43. Big Fish (2003)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Tim Burton/Ewan McGregor, Albert Finney, Billy Crudup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: VCD sewaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi gw film ini adalah sebuah kejutan. Gw terkejut bahwa seorang Tim Burton bisa bikin film yang terang benderang dengan cerita kuat dan menghangatkan seperti Big Fish ini. Eksentrisitas jelas masih ada, gambar dan tata artistik fantastis bertaburan dimana-mana, namun bukan hanya itu saja yang membuat gw mantengin terus film ini hingga akhirnya. Tokoh-tokoh yang menarik serta drama ayah-putra yang dirajut solid menjadi daya tarik yang kuat sekali, sama kuatnya dengan visual imajinatif yang ditampilkan, juga kekuatan akting Ewan McGregor dan Albert Finney. Gw suka banget &lt;i&gt;ending&lt;/i&gt;nya =).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-WphJvKY6ODc/Tpqqquu-Q3I/AAAAAAAAAw4/JcpfJHBnd-Y/s1600/42.spirited+away.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-WphJvKY6ODc/Tpqqquu-Q3I/AAAAAAAAAw4/JcpfJHBnd-Y/s200/42.spirited+away.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;42. Sen to Chihiro no Kamikakushi (千と千尋の神隠し) a.k.a. Spirited Away (2001)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Hayao Miyazaki/Rumi Hiiragi, Miyu Irino, Mari Natsuki&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini juga gw tonton karena buzz kenceng, termasuk di antaranya sebagai film bioskop terlaris sepanjang masa di Jepang. Sen to Chihiro adalah film penuh imajinasi tetapi disajikan tanpa pretensi meski tidak juga terlalu ringan. Konsepnya luar biasa, pusat pemandian air panas-nya makhluk halus? &lt;i&gt;Brillant&lt;/i&gt;! Bagaikan Alice In Wonderland tetapi dengan sebuah tujuan yang lebih jelas. Usaha Chihiro menyelamatkan orang tuanya yang berubah jadi babi akibat melanggar hukum dunia arwah ternyata menjadi petualangan penuh warna dan makhluk-makhluk aneh terinspirasi dari pelbagai mitologi dan folklor Jepang. Meski mengandung berbagai simbol dan filsafat (gw nggak ngeh juga sih *cetek*), namun itu tidak menghentikan film ini untuk bisa dinikmati kalangan luas, ditonton tanpa mikir yang berat-berat pun film ini tetap menghibur. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/--4f_lREkVv0/Tpqqp5-xufI/AAAAAAAAAww/nalNWzgGGEU/s1600/41.harrypotter3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/--4f_lREkVv0/Tpqqp5-xufI/AAAAAAAAAww/nalNWzgGGEU/s200/41.harrypotter3.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;41. Harry Potter and The Prisoner of Azkaban (2004)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Alfonso Cuarón/Daniel Radcliffe, Rupert Grint, Emma Watson&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;By far my most favorite&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Harry Potter&lt;/i&gt; &lt;i&gt;film&lt;/i&gt;. Tidak ada keterpesonaan akan dunia sihir seperti film-film sebelumnya, pun tidak ada aksi-aksi megah seperti film-film sesudahnya, namun seri ke-3 inilah spirit penyihir remaja benar-benar tampak, lengkap dengan perilaku dan emosinya. Dengan penggarapan yang paling beda sendiri di antara 8 film yang sudah diproduksi, Azkaban mungkin yang paling berusaha terlihat realis dan wajar—dengan banyaknya &lt;i&gt;long take&lt;/i&gt; dan gambar berorientasi ruang/lingkungan (maksudnya kameranya suka berkeliling memperlihatkan ruang sekitar tokoh-tokohnya), serta banyak hal terjadi dalam satu &lt;i&gt;frame&lt;/i&gt;, namun tetap berwarna dengan humor-humor dan &lt;i&gt;visual effect&lt;/i&gt; yang pas, serta jalan cerita yang mudah dimengerti. Di sinilah Harry Potter dkk baru tampak benar-benar “hidup”. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/05/movie-harry-potter-and-prisoner-of.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-ZT-afwSAMOg/TpqqoTerh7I/AAAAAAAAAwo/jVjWOZaDuLQ/s1600/40.hero.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZT-afwSAMOg/TpqqoTerh7I/AAAAAAAAAwo/jVjWOZaDuLQ/s200/40.hero.jpg" width="140" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;40. Yīngxióng (英雄) a.k.a. Hero (2002)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Zhang Yimou/Jet Li, Tony Leung, Chen Daoming&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum film ini gw cuma tahu film silat Tiongkok (atau istilahnya film “wuxia”) adalah orang-orang jago kung-fu yang berpetualang mencari sesuatu kitab atau pusaka atau sekadar balas dendam sama orang yang telah membunuh guru kung-fu-nya. Hero, walau merasa agak propaganda banget di bagian konklusinya, hadir sebagai film silat yang puitis di mata gw. Plotnya cerdas dan lain daripada yang lain, teknik menceritakan berbagai versi cerita yang divisualisasikan dalam tampilan warna yang berbeda-beda menjadikan film ini sangat &lt;i&gt;striking&lt;/i&gt; dan istimewa. &lt;i&gt;Sure&lt;/i&gt;, adegan-adegannya berlebihan, namanya juga film silat, tetapi keberlebihannya itu ditata dan dirangkai dengan sedemikian rupa sehingga cantik dan nyaman dilihat serta memiliki keterkaitan emosional. Benar-benar &lt;i&gt;more than meets the eye&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8f9Gc8qnMhQ/TpqqndHqoEI/AAAAAAAAAwg/Y_cBWV5rZCY/s1600/39.lostintranslation.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-8f9Gc8qnMhQ/TpqqndHqoEI/AAAAAAAAAwg/Y_cBWV5rZCY/s200/39.lostintranslation.jpg" width="129" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;39. Lost In Translation (2003)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Sofia Coppola/Bill Murray, Scarlett Johansson, Giovanni Ribisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini adalah contoh film yang semakin menarik dan semakin lucu ketika ditonton oleh orang-orang yang pernah mengalami apa yang dialami tokoh-tokoh di film ini. Gw juga begitu, dulu awalnya tertarik karena film ini ada unsur Jepangnya, dan setelah mengalami berbagai peristiwa (belajar bahasa dan budaya Jepang, berinteraksi dengan orang Jepang hingga mengunjungi Jepang *ciee pamer*), tawa gw makin keras ketika nonton ulang Lost In Translation ini. Pandangan dan pemikiran tokoh Charlotte dan Bob benar-benar mewakili orang-orang asing yang ada di negeri itu, tidak ada maksud unsur penghinaan, karena memang begitulah adanya. “Apa adanya” mungkin adalah kata kunci dari film karya Sofia Coppola ini, karena semua mengalir dan berjalan natural tanpa dramatisasi sama sekali. Hubungan kasih platonik aktor gaek dengan pengantin muda yang sama-sama kesepian (dan&lt;i&gt; stuck&lt;/i&gt;) di negeri orang ini tidak terlihat dibuat-buat, namun justru di situ kekuatannya, lembut dan wajar. &lt;i&gt;Lip my stocking&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K3YAOs0ncVM/TpqqmQY3zpI/AAAAAAAAAwY/zl5phtE2eWk/s1600/38.persepolis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-K3YAOs0ncVM/TpqqmQY3zpI/AAAAAAAAAwY/zl5phtE2eWk/s200/38.persepolis.jpg" width="141" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;38. Persepolis (2007)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Vincent Paronnaud, Marjene Satrapi/Chiara Mastroianni, Catherine Deneuve, Danielle Darrieux&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: bioskop (JIFFest)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membuat karya otobiografi dalam bentuk komik dan kemudian film animasi adalah sebuah langkah yang jarang terpikirkan oleh banyak orang, namun cara ini sangat berhasil bagi Marjene Satrapi lewat Persepolis ini. Pengalaman masa kecil hingga dewasa dalam gejolak&amp;nbsp;politik di Iran pada tahun 1970-1980-an digarap dengan informatif, emosional, &lt;i&gt;witty&lt;/i&gt;, namun tetap komikal dan lucu di saat yang sama. Gambar-gambarnya mungkin tidak canggih, namun ditata begitu artistik dan efektif dalam membangun &lt;i&gt;mood&lt;/i&gt; mencekam dan gelisah dari keluarga Satrapi yang beraliran kiri ini, hingga kadang penonton akan lupa kalau ini film animasi, saking bagusnya narasi film ini yang terasa riil dan relevan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-h-GY8MQ9OxA/TpqqlXXIjdI/AAAAAAAAAwQ/OcWSnYytL00/s1600/37.thepassion.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-h-GY8MQ9OxA/TpqqlXXIjdI/AAAAAAAAAwQ/OcWSnYytL00/s200/37.thepassion.jpg" width="136" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;&lt;b&gt;37. The Passion of The Christ (2004)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Mel Gibson/Jim Caviezel, Maia Morgenstern, Monica Belucci&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #b45f06;"&gt;Pertama nonton di: DVD bajakan (entah punya siapa =P)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Film ini mendobrak gambaran umum, baik dalam lukisan maupun film, tentang sengsara Yesus yang selama ini kayaknya “kurang kejam”.  &lt;i&gt;I couldn’t agree more, the suffering should have been more gory&lt;/i&gt;.  Meski gw sendiri tidak banyak (atau tidak ingat) nonton film-film bertema serupa, namun The Passion lah yang menurut gw tepat dalam menggambarkan penderitaan Yesus yang dituduh melakukan &lt;i&gt;blasphemy&lt;/i&gt; terhadap agama—namun justru dihukum secara hukum penjajah Romawi. Film ini tidak berusaha menunjukkan otentisitas peristiwa (walau menggunakan bahasa yang mendekati otentik), tetapi lebih pada otentisitas emosi, dan itu berhasil sangat. Jelas film ini ditujukan bagi penganut Kristianitas, namun ia tidak berhenti di sana, Mel Gibson sangat serius dalam merangkai setiap peristiwa, mengemasnya dalam sinematografi dan tata artistik yang luar biasa, membuat film ini bukan cuma “film agamis” yang bagus, tetapi juga &lt;i&gt;simply&lt;/i&gt; film yang bagus. &lt;a href="http://ajirenji.blogspot.com/2010/04/movie-passion-of-christ-2004.html"&gt;Review&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: ce
