Kamis, 28 Desember 2017

Year-End Note: My Top 10 Songs of 2017 (International)

Heyho...mari kita mulai gelaran senarai-senarai akhir tahun. Dengan berbagai perubahan ritme hidup yang berpengaruh pada frekuensi ngeposting di blog ini *heuheu*, gw bertekad harus tetap mempertahankan tradisi Year-End Note, karena bagaimanapun gw masih perlu catatan tentang hal-hal yang gw anggap berkesan setiap tahunnya di bidang musik dan film, which is kind of the point of this blog. Jadi, yuk, dimulai dari lagu-lagu internasional kesukaan gw sepanjang tahun 2017 ini.


Sedikit disclaimer sebentar, cara gw mendapatkan musik-musik baru di 2017 praktis agak berubah, berhubung gw jadi sering juga dengerin aplikasi streaming musik, walau sebagian sih tetap nemunya lewat dengerin radio. 10 lagu berikut ini adalah yang menjadi kesukaan gw, yang menurut gw bagus dan enak sepanjang tahun 2017. Maunya sih secara "administratif" lagu-lagu ini dirilis dalam rentang waktu satu tahun belakangan, tapi ya berhubung rilis di tiap negara 'kan beda-beda dan sebagainya *halah alesan*, jadi gw masukkin aja deh yang rada cheating, entah lagunya dirilis akhir November tahun lalu ataupun album yang memuat lagu tersebut baru dirilis tahun ini. Hehe. He.


Alright, berikut adalah 10 lagu internasional (non-Indonesia dan non-Jepang) paling oke menurut gw di tahun 2017.




10. "Still Feel Like Your Man" – John Mayer

Heran juga kenapa lagu ini tidak lebih nge-hit. Oh, mungkin karena terlalu ngepop untuk ukuran Mayer, hehe. Terlepas dari chorus yang terkesan repetitif dan ringan bak ciki, nyatanya terdengar juga belokan melodi dan kord funk-y dan blues-y yang nggak semua artis pop kontemporer bisa kepikiran.







9. "New Rules" – Dua Lipa

Dua Lipa itu punya pesona yang janggal. Orangnya cuantik, tapi aksi panggungnya canggung kayak baru belajar jadi artis, tapi lagi vokalnya sangat kuat dan artikulasinya jelas. Somehow karakter itu paralel dengan lagu ini. Iramanya dance-able tapi melodinya nggak ceria, liriknya lucu tapi ada ketegasan dari pembawaan vokalnya. Janggal 'kan?







8. "No Lie" – Sean Paul feat. Dua Lipa

Sungguh gw nggak pernah tahu pasti apa yang diomongin Sean Paul dalam lagu-lagunya, namun berkat olahan musik pop-dance-reggae-nya, hook-nya yang sangat catchy dibawakan Dua Lipa, serta semangatnya dalam menuturkan ocehan membuat lagu ini mudah nyantol ke gw. 







7. "Talking to Myself" – Linkin Park

Mungkin satu-satunya lagu dengan persentase unsur rock terbesar dalam album barunya Linkin Park, namun juga not quite like the 'Linkin Park' many imagined. Di sini mereka cenderung ke rock tradisional yang nggak terlalu ribet ataupun ribut, dengan tetap berpegang pada hentakan dan melodi yang gampang diingat, dan di saat bersamaan juga bisa mengarahkan perhatian lebih pada liriknya yang punya cerita layak simak.







6. "Touch" – Little Mix

Little Mix adalah girl group yang paling bisa gw nikmati saat ini, terutama karena ada keseimbangan antara aksi yang heboh dengan ketangkasan vokal plus lagu yang actually sound like a 'song'. "Touch" hampir saja terjebak pada lagu hore-hore jogedan dengan satu bagian diulang-ulang-ulang-ulang *uhuk*, untungnya di sini yang namanya melodi dan harmoni masih diberi tempat terhormat.







5. "I Feel It Coming" – The Weeknd feat. Daft Punk

Nggak perlu disangkal bahwa kesan ngeres bisa timbul dari lagu ini =P. Tapi marilah arahkan fokus pada hal lainnya, bahwa suara bening The Weeknd, notasi yang tak terkungkung oleh kord yang itu-itu aja, ditemani irama elektronika santai Daft Punk, mampu menghasilkan sebuah lagu yang intim dan membuai. 







4. "Say It Again" – Frances

Inilah item curang (1) gw di senarai tahun ini =D. Single-nya udah dirilis pertengahan 2016, tapi gw masukin di tahun ini karena emang gw baru nemunya tahun ini, dan toh ada dalih legalitas bahwa album yang memuat lagu ini baru dirilis tahun 2017 =P. Anyway, senang sekali bisa menemukan sebuah lagu pop ballad murni yang sederhana tetapi penuh rasa. Nggak macem-macem, hanya bermodalkan penataan notasi yang cakep dan aransemen sejuk, dan vokal agak husky mbak Frances yang bikin makin syahdu.







3. "Human" – Rag'n'Bone Man

Item curang (2--dengan alasan yang sama dengan Frances) ini nyangkut di gw setelah lihat cuplikan di Brit Awards 2017, dan setelah dikulik-kulik di dunia maya, dan putar ulang-ulang, mengonfirmasi betapa kerennya lagu ini. Sekilas lagunya kayak cerita klise tentang kelemahan si penutur "ku hanya manusia biasa uwouwo", namun ada kedalaman dari rangkaian kata yang tersusun, yang disematkan dalam nada-nada dan dalam aranseman yang soulful, membuatnya terasa lebih merasuk.







2. "Shape of You" – Ed Sheeran

Ya, ketika lagu ini terlalu sering diputar di radio, TV, minimarket, kedai kopi, kedai indomie, kedai sate taichan, konter pulsa, dan tempat-tempat lainnya, mungkin efeknya akan bikin eneg. Namun itu nggak membuat gw lupa bahwa lagu yang (kayaknya) cuma pakai empat macam kord saja ini bisa terangkai jadi sebuah hit yang dinamis, asyik, rancak, dan mampu berkumandang begitu luas. Jadi nggak usahlah sok cool dan menyangkal-nyangkal, lagu ini memang bagus dan enak kok. Dan, untunglah di trimester akhir tahun ini frekuensi putar-di-mana-mana-nya udah digeser sama "Perfect" =P.










1. "That's What I Like" – Bruno Mars

Lagu ini bisa aja dibiarkan cuma beat groovy joget-able dengan lirik nyaris tak bernada, toh di zaman sekarang yang kayak gitu aja udah bisa jadi hit. Untunglah Bruno Mars tetap memberi value lebih di sini, dengan kreasi nada-nada yang playful dan soulful. Bukan hanya bisa bikin joget asoy, tetapi juga bisa dinyanyiin dengan penuh perasaan, itu kombinasi yang agak langka. Ini pun belum membahas berbagai unsur bunyi yang dimasukkan dalam lagu ini—digital beats, synthesizer, bass, harmoni vokal, dll—yang ditata dengan porsi dan timing presisi, sehingga tercipta lapisan-lapisan yang menunjukkan lagu ini bukan asal "what I like". Kerrenn lagu ini.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar