Minggu, 22 Oktober 2017

[Movie] Detroit (2017)

Tante Kathryn Bigelow ini sepertinya sedang ambil spesialisasi true story, kemarin sudah Zero Dark Thirty dan sekarang Detroit. Jadi katanya di kota Detroit, AS tahun 1967 terjadi kerusuhan besar-besaran bermotif ras, dan di tengah-tengah itu terjadi sebuah kasus besar yang penyelesaiannya nggak membantu memadamkan konflik bermotif ras di sana. Di sebuah motel terjadi penggerebekan yang cukup lama, ketika kepolisian lokal menginterogasi sekelompok pemuda-pemudi--sebagian besar berkulit hitam--atas dugaan penembakan liar ke arah polisi yang sedang tugas jaga di dekat situ. Film ini lumayan mendetail dalam menuturkan dalam beberapa tahapan: dari latar situasinya, perkenalan beberapa karakter kunci, proses penggerebekan, hingga aftermath-nya di pengadilan dsb.

Dengan penuturannya itu, sebenarnya agak sulit untuk bisa "menikmati" film ini, ketika bagian kebrutalan dan intimidasi polisi terhadap orang-orang yang bahkan belum berstatus tersangka tersebut ditunjukan dalam detail yang panjang dan melelahkan. Disclaimer-nya sih bagian tersebut lebih kepada interpretasi terhadap bukti-bukti yang disampaikan di pengadilan, yang fakta-faktanya masih simpang siur berhubung putusan pengadilannya dianggap kontroversial. Dan lagi, gw belum menangkap apa sebenarnya standing point dari si pembuat film terhadap isu ini, selain menunjukkan bahwa para oknum polisi ini sengaja nggak pakai protokol yang seharusnya karena rasis aja. Cuman, nggak bisa dipungkiri film ini punya banyak momen yang mencekam bahkan emosional, terampil bangetlah pengadeganannya, sehingga tetap bisa terus diikuti. Bolehlah.


Detroit
(2017 - Annapurna Pictures/MGM/Entertainment One)

Directed by Kathryn Bigelow
Written by Mark Boal
Produced by Megan Ellison, Karthryn Bigelow, Mark Boal, Matthew Budman, Colin Wilson
Cast: John Boyega, Will Poulter, Algee Smith, Anthony Mackie, Laz Alonso, Jacob Latimore, Jason Mitchell, Hannah Murray, Jack Reynor, Kaitlyn Dever, Ben O'Toole, John Krasinski, Nathan Davis Junior, David Malcolm Kelley, Peyton 'Alex' Smith, Jeremy Strong
My score: 7/10

[Movie] It (2017)

It ini termasuk dalam jenis film yang jadi alasan gw nggak suka nonton horor, tetapi sekaligus juga jenis film yang bikin gw nggak sepenuhnya menjauhi genre ini. Buat gw, film horor itu 'berhasil' kalau seram, tapi film horor itu 'bagus' kalau isinya lebih daripada sekadar parade penampakan dan kengerian--gw benci banget ditakut-takutin oleh film horor tanpa alasan valid *uhuk Ju-on*. Saat nonton It, jujur, hampir nggak kehitung gw ketakutan dan berusaha look the other way ketika ekspektasi gw dipermainkan oleh film sialan ini (adegan OHP slide itu ya Gustii....). Namun, It juga tetap bisa bikin perhatian tak terpecah ketika bagian drama, karakter, bahkan humornya juga digarap dengan serius.

Dasar kisahnya memang dikondisikan "rapuh" supaya sense ngerinya lebih berasa, bertumpu pada sekelompok anak-anak kecil/praremaja dalam menghadapi teror supranatural di sebuah kota kecil, dilakukan oleh semacam jin pemangsa nyawa anak-anak yang mampu bergonta-ganti wujud tapi favoritnya adalah badut. Untungnya film ini terus menggali dan menonjolkan karakter-karakter ini plus hubungan antarmereka, sehingga gw yang nonton emang benar-benar peduli sama nasib mereka, bukan sekadar kasihan karena masih bocah. Di satu sisi gw memang masih punya beberapa pertanyaan tentang mitologi yang coba dibangun lewat sosok "it" di film ini, pun merasa filmnya agak tertatih dalam bagian perkenalan berhubung tokoh-tokohnya banyak banget. Hanya saja, karena kadung penggarapan keseluruhannya sudah bagus, dan horornya juga berhasil, gw rela menyatakan tidak ada sesal--atau pun kesal-telah menonton film ini.


It
(2017 - New Line Cinema/Warner Bros.)

Directed by Andy Muschietti
Screenplay by Chase Palmer, Cary Fukunaga, Gary Dauberman
Based on the novel by Stephen King
Produced by Dan Lin, Roy Lee, Seth Grahame-Smith, David Katzenberg, Barbara Muschietti
Cast: Jaden Lieberher, Jeremy Ray Taylor, Sophia Lillis, Finn Wolfhard, Chosen Jacobs, Jack Dylan Grazer, Wyatt Oleff, Bill Skarsgård, Nicholas Hamilton, Jake Sim, Logan Thompson, Owen Teague, Jackson Robert Scott
My score: 7,5/10

[Movie] Turah (2017)

Dalam semangat film Siti, Fourcolours Films mempersembahkan film panjang perdana sutradara Wicaksono Wisnu Legowo berjudul Turah. Kenapa gw mention Siti, selain karena rumah produksinya sama, adalah karena skala cerita dan penggarapannya yang agak serupa, walau pada akhirnya hasilnya cukup berbeda. Turah (kalau nggak salah artinya "sisa" atau "lebihan") berkisah tentang sesuatu yang sangat sederhana, tentang orang-orang sederhana, tetapi dengan perkara yang kalau dipikir-pikir cukup kompleks juga.

Sebuah kampung pinggir laut di Tegal (itu di Jawa Tengah, kali aja ada yang nggak tahu) dihuni oleh orang-orang yang bergantung pada seorang tuan tanah yang juga memberi mereka mata pencaharian. Turah adalah sosok yang terbilang rajin dan nggak macem-macem, sehingga diberi kepercayaan oleh si tuan tanah untuk jadi semacam "asisten supervisor" kampung tersebut. Lalu ada Jadag, yang merasa tidak diperlakukan adil oleh sang tuan tanah, walaupun dianya juga berkelakuan nggak simpatik karena demen mabok dan selingkuh dan nuduh semua pihak lain sengaja bikin hidupnya susah. Semua orang ingin punya hidup lebih baik, tetapi kadang mereka nggak tahu pilihannya apa saja, nggak berani meninggalkan apa yang ada karena bisa saja berarti kehilangan segalanya.

Gw bilang kompleks karena ada persoalan sosial yang bisa ditangkap dari situasi di kampung tersebut. Jadag itu sebenarnya lumayan eye-opener, dia yang berusaha menyadarkan bahwa saking tergantungnya mereka sama si tuan tanah, mereka seperti terperangkap di situ-situ saja sambil me-raja-kan si tuan tanah yang "pemberian"-nya juga nggak cukup-cukup amat. Buat dia cara paling cepat mengubahnya adalah lewat konfrontasi. Di sisi lain, orang seperti Turah tidak ingin cari masalah, jalanin apa yang ada sebaik-baiknya meskipun berarti itu beberapa cita-citanya akan terus tertunda--dan makin berat untuk beranjak karena cuma dia yang sanggup nyalain listrik buat warga kampung. 

Bagusnya, semuanya diramu dengan sensible dan terkesan jujur berasal dari area tersebut, bukan seperti model satir yang sengaja ambil latar "kampung" hanya sebagai perumpamaan. Ada sedikit let down sih ketika film ini mencapai konklusi, entah dari cara penyampaiannya atau justru pemilihan konklusinya, yang menurut gw kurang satu-dua drive lagi agar lebih berdampak, berasa tiba-tiba kelar aja. Yah bagaimanapun, respek tetap gw berikan untuk film ini. Meski memang tampak sederhana, film ini tetap sukses bikin perhatian tersita--dari yang awalnya tergoda untuk tertawa karena dialeknya yang khas sampai lama-lama serius perhatikan ceritanya yang memang kaya makna.


Turah
(2017 - Fourcolours Films)

Written & Directed by Wicaksono Wisnu Legowo
Produced by Ifa Isfansyah
Cast: Ubaidillah, Slamet Ambari, Yono Daryono, Rudi Iteng, Narti Diono, Cartiwi, Muh. Riziq, Siti Khalimatus Sadiyah, Aminah
My score: 7,5/10

Rabu, 18 Oktober 2017

[Movie] Baby Driver (2017)

Gw begitu menantikan film ini simply karena akan jadi kali pertama nonton film karya Edgar Wright di bioskop. Buat gw doi adalah salah satu sutradara yang paling exciting karya-karyanya, walau memang modal gw cuma pernah lihat Shaun of the Dead dan Scott Pilgrim vs the World (plus Hot Fuzz tapi gak dari awal nonton di Global TV) yang keren gellla itu. Dan betapa excitment itu terbayar ketika akhirnya gw menyaksikan Baby Driver. Konsep gabungkan action, komedi, dan musik yang unlike anything I've seen, sekali lagi membuktikan kreativitas, intelektualitas, dan selera humor asyik seorang Edgar Wright. Gimana coba caranya bikin film tentang dunia perampokan tapi setiap gerakan dan timing kelahi dan tembak-tembakannya dipas-pasin sama irama lagu yang mengiringi, plus referensi lirik-lirik lagu dalam dialog-dialognya tapi nggak kelihatan ngawang-ngawang maksa. 

Jalan ceritanya mungkin familier, seorang getaway guy--bertugas membawa tim perampok untuk kabur--yang berencana berhenti dari dunia hitam, apalagi setelah ketemu dengan seorang pujaan hati, tetapi niatnya itu selalu terhalang. Film ini memunculkan banyak kata sifat dalam benak gw setelah menonton: seru, lincah, asyik, lucu, cerah, nggaya, tapi juga violent, tapi juga manis dan romantis. Deskripsinya mungkin agak membingungkan, tapi ya itu tadi, semuanya diramu menjadi sesuatu yang beda sekaligus lengkap, dengan karakter-karakter yang ditulis dengan presisi dan dimainkan dengan apik, pokoknya menyenangkan, tanpa perlu membodoh-bodohi. Tipe film yang tetap asyik untuk ditonton berulang-ulang.


Baby Driver
(2017 - TriStar)

Written & Directed by Edgar Wright
Produced by Tim Bevan, Nira Park
Cast: Ansel Elgort, Kevin Spacey, Jamie Foxx, Lily James, Jon Hamm, Eiza Gonzalez, Jon Bernthal, C.J. Jones, Flea, Lanny Joon, Brogan Hall, Paul Williams
My score: 7,5/10

[Movie] Bad Genius (2017)

Katanya sih nyontek di sekolah itu hal yang (hampir) semua orang pernah melakukan, malah kadang udah kayak nggak berasa salah gitu. Macam buang sampah sembaranganlah, ngelanggar hukum dan berdampak buruk tapi dianggap yaudahsik. Dan, menurut pengalaman gw, itu juga dijadikan "alat" transaksi pergaulan, biar dianggap temen. Semakin gencar pihak sekolah membuat metode anticontek, semakin siswa-siswi lebih kreatif dalam cari cara mencontek--dan kenapa energi kreativitas itu tidak disalurkan untuk cari cara supaya bisa ingat pelajaran akan selalu jadi misteri. Anyway, rupanya itu bisa dijadikan sebuah sajian film yang menarik dalam Bad Genius. Si jenius di ini bukan hanya jenius dalam pelajaran, tetapi dalam mengambil kesempatan. Didorong oleh teman-teman sekelasnya di SMA, ia membuka bisnis contekan dengan metode unik. Teman senang, dia untung, sama-sama lulus. Tawaran yang lebih tinggi pun dijabanin, sekalipun risiko dan taruhannya juga makin besar. Tapi, mau sampai kapan?

Mungkin karena model sistem pendidikan formal di Thailand dan Indonesia mirip-mirip, jadi gampang banget terhubung sama film ini. Apalagi dibikin kayak film-film laga perampokan gitu, ada tim dengan tugas masing-masing dan semua dipepet waktu. Sensasi kegelisahan saat nggak bisa jawab pertanyaan dan berusaha cari contekan saat pengawas sedang lengah bisa di-capture dengan bagus di sini. Seru banget, dan kok ya bisa kepikiran bikin sesuatu yang kita anggap "biasa" menjadi tontonan yang menghibur. Untungnya, film ini nggak terus mengglorifikasi kehebatan mencontek dan bagaimana itu jadi duit. Gw cukup setuju dengan konklusi film ini, bahwa hal yang kita pikir hanya akan kita lakukan di satu periode saja dan tuntas, ternyata akan tetap berdampak pada kelanjutan hidup kita apa pun itu bentuknya #cieebijak.


ฉลาดเกมส์โกง (Chalard Games Goeng)
Bad Genius
(2017 - GDH)

Directed by Nattawut Poonpiriya
Written by Nattawut Poonpiriya, Tanida Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna
Produced by Jira Maligool, Vanridee Pongsittisak, Suwimon Techasupinan, Chenchonnee Soonthonsaratul, Weerachai Yaikwawong
Cast: Chutimon Chuengcharoensukying, Chanon Santinatornkul, Teeradon Supapunpinyo, Eisaya Hosuwan, Thaneth Warakulnukroh, Sarinrat Thomas
My score: 7,5/10