Rabu, 10 Agustus 2016

[Movie] Jason Bourne (2016)


Jason Bourne
(2016 - Universal)

Directed by Paul Greengrass
Written by Paul Greengrass, Christopher Rouse
Based on the characters created by Robert Ludlum
Produced by Frank Marshall, Paul Greengrass, Matt Damon, Gregory Goodman, Ben Smith, Jeffrey M. Weiner
Cast: Matt Damon, Alicia Vikander, Tommy Lee Jones, Julia Stiles, Vincent Cassell, Riz Ahmed, Ato Essandoh, Scott Shepherd, Bill Camp, Vinzenz Kiefer


Bourne adalah salah satu seri action terfavorit gw sepanjang masa, sekalipun diawali dengan meremehkannya. Jujur gw baru nonton The Bourne Identity (2002) lewat VCD sewaan ^_^;, dan nonton The Bourne Supremacy (2004) juga agak segan sampai akhirnya nonton beberapa pekan setelah rilis di bioskop termurah yang bisa gw temukan saat itu. Padahal kemudian seri Bourne jadi tontonan yang cukup sering gw ulang, dengan puncaknya di The Bourne Ultimatum (2007) yang edan itu. Misteri identitas si Bourne yang amnesia dan action yang raw dan unexpected menjadi nilai istimewa seri ini, dan sesungguhnya sangat cukup dengan tiga film saja. Tetapi, namanya bisnis kali ya, kalau bisa diperpanjang, kenapa tidak.

Sayangnya ini terhambat sama keengganan Paul Greengrass (sutradara Supremacy dan Ultimatum) untuk nerusin dan sang bintang utama Matt Damon yang ogah jadi Bourne lagi kalau nggak ada Greengrass *awww*. Makanya Universal Pictures nekat bikin lanjutan berupa spin-off, The Bourne Legacy (2012) dengan bintang Jeremy Renner, yang sebenarnya nggak buruk dan justru komplementer untuk universe Bourne, tapi ya tetap kayak kurang legit tanpa Damon dan Greengrass. Lalu, entah dapat wangsit apa, Damon dan Greengrass akhirnya setuju untuk menggarap film Bourne lagi. It's quite exciting, tetapi apakah mereka mampu lampaui film-film sebelumnya?

Pembuktiannya ada di film yang diberi judul agak terlalu simple, Jason Bourne. Kalau mengikuti seri Bourne, pasti sudah tahu bahwa Jason Bourne bukan nama asli si Jason Bourne (Matt Damon)--karena agen dark operation intel mana yang pakai nama asli =D. Itu adalah identitas yang dipakainya setelah di-"program" oleh CIA di bawah proyek Operation Treadstone untuk jadi tentara super--detailnya diungkap di Legacy, yang kayaknya juga jadi penyebab amnesianya di awal Identity. Anyway, beberapa tahun kemudian, nama Jason Bourne menjadi kata kunci yang menandakan bahaya bagi CIA, karena di ending Ultimatum Bourne sempat mengungkap kepada publik tentang operasi gelap CIA yang nggak beda sama pembunuh bayaran. Kini, ketika ada seorang hacker yang menerobos sistem CIA dan mencari segala informasi tentang Jason Bourne, CIA kembali kelabakan, apalagi bersamaan dengan itu tercuri pula data proyek rahasia CIA dengan perusahaan sistem operasi Deep Dream. Direktur Robert Dewey (Tommy Lee Jones) kemudian mengizinkan bawahannya, Heather Lee (Alicia Vikander) untuk melacak Bourne.

Bourne sendiri memang bersembunyi secara nomaden di berbagai negara. Dia sudah ingat segala jati dirinya, tapi sekarang memilih untuk stay low dan menggunakan kemampuan fisiknya untuk bertahan hidup: jadi petarung bayaran. Dia basically sudah menjauhkan diri dari dunia spionase. Nah, si hacker tadi sendiri tak lain adalah Nicky Parsons (Julia Stiles), mantan agen CIA yang dulu sih diisyaratkan pernah dekat dengan Bourne. Meski target awalny adalah membongkar kongkalikong CIA dan Deep Dream, Nicky merasa terpanggil agar Bourne melihat semua berkas soal Jason Bourne yang disimpan di CIA, karena apa yang dia ingat ternyata belum mencakup semua yang harus diketahuinya tentang hal-hal tercela yang dilakukan oleh organisasi intel AS itu terhadap dirinya. Persentuhan Nicky dengan Bourne ini kemudian membuat mereka terdeteksi lagi oleh CIA, yang pilihannya harus meringkus, atau melenyapkan mereka berdua.

So you see, ceritanya kayak ngulang aja gitu dari yang film-film sebelumnya, and that's kind of disappointing. Dan entah kenapa buat gw konsep "udah ingat semuanya bukan berarti tahu semuanya" tidak digali terlalu maksimal di sini. Mungkin karena misterinya sudah terungkap di film-film sebelumnya, film yang satu ini nggak memberikan nilai tambah, hanya melanjutkan saja. Intrik-intrik politik sengitnya pun nggak semenggigit Supremacy atau Ultimatum. Untungnya sih nggak berarti semuanya buruk, karena gw cukup suka bahwa film ini mengambil konteks masa kini--disinggung soal Snowden juga, ketika badan intel semacam CIA  nggak bisa se-rahasia dulu dalam menjalankan aksi-aksinya dan harus berusaha jadi lebih canggih dari "musuh-musuh" mereka, dan mereka harus lebih conscious soal citra publik, tapi teteup ada usaha untuk bisa memperluas cengkeramannya lewat deal rahasia dengan Deep Dream.

Namun, untuk urusan action, buat gw film Jason Bourne ini masih memenuhi ekspektasi. Beberapa adegan mungkin agak mengulang film-film sebelumnya dalam setting dan "kepadatan" berbeda, tapi ketegangannya dan kegilaan laga-tanpa-CGI-nya masih bikin gw girang. Mulai dari kejar-kejaran di tengah kerusuhan (!) di Yunani, kucing-kucingan di London, sampai showdown di Las Vegas yang akan bikin bengkel ketok magic setempat penuh. Ada sedikit sentuhan berbeda di film yang ini, dengan gambar-nya yang lebih cakepan dan tidak se-raw dulu, tetapi overall masih lebih terasa jiwa Bourne-nya daripada, well, Legacy misalnya. Tata suaranya itu lho kurang ajar banget bikin stress, haha. 

Buat gw, Jason Bourne ini termasuk alright, menghibur, cast-nya kelas serius, action-nya masih seru, cuma memang agak kurang memunculkan topik dan intrik yang lebih menarik daripada film-film pendahulunya--untuk hal ini bahkan Legacy masih lebih unggul. Tapi ya sudahlah, sudah cukup untuk jadi semacam exercise dan nostalgia Bourne versi Damon-Greengrass saat nggak amnesia lagi, walau memang nggak setara dengan trilogi Bourne yang awal. Gw sih nggak keberatan kalau mereka mau lanjut lagi, tapi mbok ya ceritanya bisa move on dari sekadar mencari identitas Bourne. Kalau mau stop, malah lebih nggak apa-apa.





My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar