Jumat, 22 Juli 2016

[Movie] Koala Kumal (2016)


Koala Kumal
(2016 - Starvision)

Directed by Raditya Dika
Screenplay by Raditya Dika
Based on the book by Raditya Dika
Produced by Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Cast: Raditya Dika, Sheryl Sheinafia, Acha Septriasa, Nino Fernandez, Cut Mini Theo, Anggika Bolsterli, Dwi Sasono, Dede Yusuf, Ernest Prakasa, Fero Walandouw, Adipati Dolken


Rasanya baru kemarin film Single dirilis, film yang more or less membuat gw mulai nge-set ekspektasi bagaimana Raditya Dika sebagai komedian-sutradara-penulis dapat menghasilkan film dengan production value seoke itu selanjutnya. Eh, tujuh bulan kemudian dirilislah Koala Kumal, yang lebih merupakan follow up dari film-film Raditya Dika sebagai Raditya Dika di Cinta Brontosaurus, Manusia Setengah Salmon, dan Marmut Merah Jambu--semuanya mengambil judul dari buku-buku komedi karya Dika. Tetapi, ceritanya sendiri bukan sekuel dari film-film itu, tokoh-tokohnya pun dirombak semua kecuali Dika. Dan, untungnya lagi, cerita film ini agak bergeser dari tipikal film-film Dika soal gebetan, pacar, mantan gebetan, mantan pacar, dan so on, tetapi udah bergeser ke jenjang (nyaris) menikah. Well, yea, nggak jauh beda sih, masih ada unsur mantannya--dan sepertinya kita memang harus mulai menerima bahwa Dika mungkin untuk waktu yang lama akan membuat cerita dari setiap jenjang hubungan percintaan, but at least kita bisa berharap ada unsur pendewasaan di sini.

Well, kalau dilihat Koala Kumal ini memang tidak se-"mahal" Single, tetapi itu bisa dikompensasikan dengan konsep dan materi cerita yang gw akui menarik. Nyaman aja melihat tuturan cerita film ini yang memang fokus pada satu hal, yaitu "berbagai cara untuk move on dari gagal nikah", ketimbang harus merembet ke persoalan sana-sini, sesuatu yang gw kerap temukan di film-film Dika sebelum Single.

Jadi ceritanya Dika (Raditya Dika) yang telah dalam tahap akhir perencanaan pernikahan dengan Andrea (Acha Septriasa)--bahkan udah purchase apartemen untuk tempat tinggal mereka, harus menelan pil pahit bahwa ia batal menikah, lantaran Andrea jatuh cinta dengan orang lain, seorang dokter bernama James (Nino Fernandez). Dampaknya berkepanjangan dan lumayan signifikan, Dika yang seorang penulis nggak kunjung dapat ilham untuk menulis buku terbarunya, dan ia juga nggak kunjung membuka hati untuk perempuan yang baru. Sampai suatu hari ia ditemukan oleh Trisna (Sheryl Sheinafia), seorang mahasiswi dengan kelakuan eksentrik yang mengajak Dika melakukan berbagai hal untuk menyembuhkan patah hatinya, mulai dari datang ke biro speed dating sampai balas dendam terhadap perlakuan Andrea.

Dengan filmografi Raditya Dika dan temanya yang masih berkutat di percintaan, memang agak sulit untuk meyakinkan bahwa Koala Kumal menghadirkan sesuatu yang beda. Tapi, ternyata gw sendiri melihat bahwa film ini memang menampilkan perbedaan dari film-film Dika sebelumnya, dan itu cukup menyegarkan. Yang gw maksud terutama adalah penempatan dan porsi tokoh-tokoh perempuannya, baik yang jadi love interest maupun yang lainnya, lebih dieksplor dari film-film Dika sebelumnya. Trisna sendiri adalah simply Dika dalam wujud perempuan dan versi lebih ekspresif, Andrea juga punya banyak momen kekonyolannya, sedangkan satu lagi tokoh bernama Kinara (Anggika Bolsterli) yang berpotensi jadi love interest baru Dika juga bukan dirancang bak malaikat tanpa kepribadian. Dimainkan pula oleh aktris-aktrisnya dengan asyik--Sheryl yang dikenal sebagai musisi tampil mengesankan di debut aktingnya, jadi buat gw Koala Kumal jadi terasa lebih seimbang dari film-film buatan Dika yang lain.

Dari segi humor, yah, lagi-lagi tergantung selera. Di sini belum ada yang bisa bikin gw terbahak-bahak, beberapa yang dimaksudkan lucu bahkan sama sekali nggak memancing saraf tawa gw, tapi sekadar giggle sih lumayan nggak jaranglah. Tuturannya mengalir cukup enak dan visualnya pun nggak terlalu ganggu. Ada kesan lebih mature yang dikelola dengan cukup baik, bisa bikin gw cukup terbawa dengan kegelisahan yang hendak disampaikan--khususnya dari tokoh Dika dan Trisna, bukan dengan deretan kalimat "tiba-tiba deep", tetapi juga masih bisa tampil santai dan ringan. Dan walaupun topik yang diangkat mungkin masih not big enough buat gw, gw nontonnya juga tetap enjoy tanpa banyak keluhan berarti karena disampaikan dan dikemas dengan cukup enak, dan somehow menunjukkan sedikit peningkatan Dika sebagai pembuat film. Seandainya posternya nggak kayak gitu =P.





My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar