Minggu, 15 Mei 2016

[Movie] Modus (2016)


Modus
(2016 - Rapi Film)

Directed by Fajar Bustomi, Adhe Dharmastriya
Written by Jovial Da Lopez, Reza Aditya Irawan
Produced by Gope T. Samtani
Cast: Andovi Da Lopez, Jovial Da Lopez, Melayu Nicole Hall, Kemal Palevi, Reza Oktovian, Tommy Limmm, Rayi Putra, Marlo Ernesto, Rani Ramadhany, Natasya Farani Attamimi, Listia Magdalena, Mo Sidik, Monica Oemardi, Erlin Sarintan


Film-film seperti Modus ini yang bikin gw khawatir sama masa depan "industri" film Indonesia. Ide seadanya, cerita seadanya, pemain seadanya, pengadeganan seadanya, humor seada-adanya, asalkan pemainnya udah punya basis fans yang terjamin akan datang ke bioskop, ya bikin aja. Dan ini didukung sama rumah produksi yang udah established pula. Dan, memang nyatanya laku. Mungkin bukan karena filmnya, toh para pemain yang tampil di sini sudah bangun popularitas sebagai "YouTube content creator" lewat video-video mereka yang memang terkenal di kalangan anak-anak hingga remaja tanggung--because you know, internet is the new TV.

Sebenarnya, mengingat-ingat film ini agak menimbulkan kesan yang nggak enak buat gw. Okelah ceritanya sesimpel soal pemuda yang bingung mau deketin cewek cantik lalu dikasih beberapa saran dari teman-temannya lewat berbagai trik atau sekarang disebut 'modus', well, '#modus' lebih tepatnya. Iya, pakai hash tag. Okelah juga humorya buat gw nggak ada yang lucu mungkin karena faktor umur gw. Gw nonton sebelahan sama anak-anak umur belasan dan mereka kayaknya senang dengan humornya--tapi anehnya itu termasuk humor pura-pura jadi banci yang menurut gw terlalu old school untuk anak sekarang, tren memang selalu berulang ya. 

Anehnya humor 'dewasa'-nya juga nggak ngena ke gw, kayak nama panggilan Andovi dan Jovial dari sang ibu yang anehnya adeknya dulu yang dipanggil dengan penggalan depan namanya, 'An', baru kakaknya dengan penggalan belakang namanya, 'Al', dan diserukan sebagai satu kata tanpa penggalan. This joke did not make sense as it was not funny. Ya, film ini bikin gw bingung sebenarnya gw masuk kalangan umur berapa untuk bisa menikmati humor dan ketawa. Sial.

Tapi yang bikin gw khawatir adalah bagaimana film yang seadanya ini bisa 'lolos' jadi film bioskop. Gw ngga masalah dengan cerita tipis, gw nggak masalah dengan kekonyolan, gw nggak masalah dengan tokoh-tokoh yang jadi terkesan 'bodoh' saking absurdnya. Tapi semua itu nggak teramu dengan enak di film ini, kayak asal jadi aja, serasa program kejar tayang yang ditulis dan syuting kemarin, diedit tadi pagi, dan tayang malam ini. Kalau udah di bioskop paling nggak 'kan cara bikin adegannya bisa beda dengan video YouTube atau sketsa komedi di TV 'kan ya? Tapi nggak tuh, yang bikin ini jadi 'bioskop' ya cuma aspect ratio gambar layar lebar 2.40:1. Dari penulisan (atau mungkin editing) pun gw nggak habis pikir gimana akhirnya bisa begini amat hasilnya. Gw sangat tersinggung bahwa karakter si cewek utama, anak kuliahan aktivis lingkungan, dibuat sangat clueless dan bodoh dengan percaya aja dengan segala tipu-tipu cowok-cowok sekitarnya--beda halnya kalau dari awal emang dia digambarkan lemot. Yang paling jadi blunder adalah ketika sejak awal kita disajikan bahwa ini kisah Andovi kejar cewek, tapi tiba-tiba di ujung ada tokoh lain juga ikutan ngejar dan itu tanpa bangunan sama sekali dari awal, dan diselesaikan dengan mentah sekali.

Intinya, gw nggak mendapat value apa-apa dari film ini kecuali bahwa ini cuma platform perpanjangan popularitas para kreator YouTube ini, dan sayangnya buat gw belum bisa mengangkat mereka ke level lebih dari itu. Bahaya kalau mereka--pemain, sutradara, bahkan production house-nya--merasa puas dengan hasil film ini, baik untuk mereka sendiri maupun untuk penontonnya (apalagi targetnya masih muda-muda). Mudah-mudahan jangan sampai ada pikiran, 'Yang kayak gini aja laku, jadi nggak usah effort-effort amat kalau bikin film,' karena itulah yang akan menghancurkan film Indonesia secara keseluruhan karena udah nggak ada yang mau bikin yang bener dan bagus.

I mean seriously, semua orang percaya bahwa Dipa (Kemal Palevi) itu banci? What the--




My score: 5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar