Minggu, 01 Mei 2016

[Movie] Fan (2016)


Fan
(2016 - Yash Raj Films)

Directed by Maneesh Sharma
Screenplay by Habib Faisal, Sharat Katariya
Produced by Aditya Chopra
Cast: Shah Rukh Khan, Shriya Pilgaonkar, Waluscha de Sousa, Yogendra Tiku, Deepika Amin, Sayani Gupta


Mohon jangan diketawain, tapi faktanya Fan adalah film India kedua yang gw tonton di bioskop seumur hidup gw setelah 3 Idiots di tahun 2009. Gw sadar gw sudah ketinggalan banyak soal sinema Bollywood, tapi Fan ini buat gw semacam perwakilan yang pas untuk melihat udah sampai level mana bangsa produsen film terbanyak sedunia itu. Sebagaimana di-tease dalam posternya, film Fan ini memasang sang baginda Bollywood, Shah Rukh Khan (biar cepet gw singkat SRK aja ya) dalam dua peran dari dua pihak berbeda: idola dan penggemarnya. Premisnya juga menarik, seorang penggemar--thus the title =p--yang kecewa pada idolanya, dan mendorong mereka berdua berseteru, dalam bentuk action thriller.

Film ini kisahkan Gaurav (SRK) yang sangat mengidolakan Aryan Khanna (SRK juga), dan sering jadi peniru Aryan di pasar malam, karena kebetulan mukanya emang mirip Aryan versi KW. Ketika Aryan lagi kena skandal pemukulan dengan seorang aktor muda, Gaurav kemudian berupaya memulihkan citra sang idola dengan cara yang melanggar etika. Tindakan ini memang berhasil menarik perhatian Aryan, tetapi Gaurav merasa kecewa dengan sikap Aryan yang justru menolak (yang dia pikir) jasa yang sudah diperbuatnya. Gaurav pun mulai membuat rencana menjatuhkan Aryan.

Satu hal yang pasti paling pertama diperhatikan saat menonton film ini adalah bagaimana cara menyulap SRK jadi Gaurav yang ceritanya usianya masih 20-an, sementara SRK umurnya udah 50 tahun sekarang. Kalau mendengar frase "film India" memang biasanya tak ekuivalen dengan visual effects, tetapi Fan jelas membuat gebrakan baru. Teknologi make-up dan efek digital yang dipasangkan di muka SRK sebagai Gaurav itu flawless, coba aja bandingkan SRK yang nggak diapa-apain sebagai Aryan dengan muka Gaurav, gak cuma kerutan yang dikurangi, tapi hidung muancung-nya SRK aja bisa dipesekkin (!). Didukung akting asyik dari SRK, benar-benar terasa bahwa Gaurav dan Aryan itu dua orang yang berbeda.

Di sisi lain, mungkin Fan memang tidak seperti film Bollywood kebanyakan. Sepertinya film ini mulai memasukkan "formula internasional" dan mengurangi kadar keklisean Bollywood pada umumnya. Adegan action-nya nggak terlalu gaib tapi tetap dahsyat--kalau nggak salah mereka pakai jasa stunt coordinator dari Korea,a palagi mengingat SRK harus peran ganda. Film ini juga nggak ada tarian dan nyanyian, bagian-bagian itu lebih ditampilkan sebagai bagian dari kehidupan si Aryan dan nggak benar-benar bagian dari cerita, sekilas aja. Desain produksinya pun ada sense yang berbeda, tetap akbar dan penuh warna, tapi bukan semata-mata agar meriah saja, malahan jadi kontras menarik dari tema filmnya yang cukup dark.

Namun, yang bikin gw impressed sejak awal adalah sama rancangan cerita film ini. Ada semacam meta references yang ditarik dari ke-superstar-an SRK di kehidupan nyata. Sosok Aryan jelas terinspirasi dari SRK sendiri, seorang superstar yang jadi idola di segala pelosok, termasuk di negara-negara lain. Setiap jam tertentu Aryan akan manjat ke balkon rumahnya buat dadah-dadah sama penggemar yang berkerumun di luar kayak rebutan sembako, sesuatu yang kalau nggak salah memang kerap dilakukan oleh para bintang Bollywood. Siklus kehidupannya sebagai seorang superstar Bollywood--dibantu beberapa footage lama yang kayaknya diambil dari kehidupan nyata SRK--juga direpresentasikan cukup oke, termasuk soal skandal setting-an. Very interesting, bahwa film ini juga semacam tribute terhadap industri Bollywood dalam sajian yang agak realistis.

Nah, dengan segala materi menarik itu, tinggal bagaimana dibawakannya dan bagaimana diterimanya. Film ini pada akhirnya lebih kental thriller-nya ketimbang lucu-lucuannya, dan itu juga kayaknya bikin durasinya yang sampe 2 jam 20 menit jadi terasa lebih puanjang, dengan pembabakan yang agak banyak kayak nggak abis-abis. Dan, well, dengan tema seserius ini tampilannya agak uneven dengan beberapa bagian yang masih ridiculous, tapi mungkin di situlah yang dianggap sebagai unsur fun-nya, entahlah. Buat gw sendiri, sekalipun gw terkesan sama ide dan teknisnya, gw belum bisa menikmatinya secara paripurna, kurang compact untuk sebuah film yang mood-nya memang ke drama dan thriller, bukan seperti umumnya film Bollywood yang sanggup gabungkan drama-komedi-action-nyanyian dengan lihai sehingga durasi panjang masih bisa dibawa asyik aja. 

Terlepas dari itu, bagi gw Fan menjadi sebuah penanda yang baik untuk beberapa hal. Pertama yang gue singgung tadi, dari segi teknis, efek, sampai art direction dan pewarnaan visual yang siap banget diadu sama film-film Hollywood. Kedua, adalah pengingat SRK yang kayaknya sudah berkarier sejak selama-lamanya bukannya sekadar bintang yang terkenal, tetapi aktor yang hebat dan mau terima tantangan sampai segininya. Dari temanya juga cukup dalem, soal hubungan idola dan penggemar yang kadang bisa sampai bersifat violent, yang anehnya memang kerap terjadi di kehidupan nyata di mana pun di dunia. 




My score: 7/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar