Senin, 25 April 2016

[Movie] Juara (2016)


Juara
(2016 - Magma Entertainment)

Directed by Charles Gozali
Written by Hilman Hariwijaya, Charles Gozali
Produced by Hendrick Gozali
Cast: Bisma Karisma, Tora Sudiro, Cut Mini Theo, Anjani Dina, Ciccio Manassero, Cecep Arif Rahman, Mo Sidik, Ronny P. Tjandra, Qausar Harta Yudhana, Dicky Difie, Arthur Stefano


Dalam menghadapi film Indonesia yang menyatakan diri sebagai "film remaja", artinya gw harus siap tahan sama berbagai cheesiness yang kemungkinan besar akan ditampilkan. Iya, somehow gw selalu menemukan film remaja itu artinya ceritanya akan membesar-besarkan hal nggak penting yang solusinya pun gitu-gitu aja. Jadi saat muncul film Juara, gw harus prepare sekalipun sedari awal film ini ingin memberi sentuhan berbeda dengan memasukkan unsur martial arts di dalamnya. Oh ya, ini film juga built around Bisma Karisma, salah satu anggota SM*SH, jadi harap maklum juga kalau banyak "joke internal" antara Bisma dan fans-nya yang diharapkan nonton film ini.

First of all, gw mau bilang bahwa Juara adalah film remaja yang cukup well-made, mungkin lebih dari pada film-film remaja yang muncul belakangan, dan mungkin karena ini lebih dari sisi cowok. Garis ceritanya agak mirip-mirip dengan banyak kisah drama remaja: ada cowok underdog jatuh cinta sama mahasiswi tercantik di kampus yang sudah punya pacar yang "berkuasa". Kurang "film remaja" apa coba? Kemudian garis besar itu ditambahkan dengan karakter si cowok underdog yang pecicilan--mungkin banyak yang anggap itu menggemaskan tapi gw sendiri lama-lama merasa ini orang kayak emang cari mati =p--dan si rivalnya ternyata terkait dengan preman. Tapi, Juara bolehlah tampil agak beda, penuturannya cukup rapi dan mudah diikuti, pembagian porsi karakter-karakternya juga seimbang. Pun film ini nggak bisa dibilang membesar-besarkan hal nggak penting, karena perisakan a.k.a. bullying, sekalipun alasannya rebutan pacar, nggak bisa dianggap ringan juga.

Di sisi lain, apa yang gw wanti-wanti terjadi juga. Gw masih melihat pengadeganan yang masih "rasa" sinetron dan FTV, dialog-dialog rada gombal dan cheesy--khususnya ketika film ini seakan terlalu menggebu-gebu dalam membuat memorable quotes tapi kurang ter-deliver sempurna. Pokoknya gw merasa film ini masih agak plain untuk bisa dinikmati secara asyik di layar bioskop, misalnya, sekalipun idenya dalam menggabungkan beberapa genre jadi satu sebenarnya oke.

Namun, mungkin yang jadi masalah gw adalah bagaimana film ini tidak menekankan pada sebuah unsur cerita yang buat gw justru paling menarik. Somehow mungkin pembuat filmnya menganggap ini sebuah spoiler, tapi gw pikir kenapa harus dianggap begitu? Gw coba deh rombak premisnya jadi begini: seorang pemuda yatim dalam perjuangan cinta dan mencari jati diri tiba-tiba mendapat sebuah kesaktian misterius yang dimanfaatkannya untuk melindungi diri dan orang-orang terdekatnya dari intimidasi orang-orang jahat. Yup, Juara ini bisa dipandang sebagai sebuah film superhero, ada unsur fantasi juga di sini yang didukung bantuan efek digital yang lumayan okeh. 

Gw cukup heran kenapa bagian ini kurang dieksplor, dan bahkan kurang dijual dalam promonya. Padahal, unsur fantasinya yang ditambah dengan penggarapan action serius adalah bakal jadi alasan lebih kuat untuk mendorong gw nonton ini di bioskop, instead of lagi-lagi cerita dilema cinta dan keluarga yang mending gw saksikan di TV, misalnya--because you know, adegan orang nendang orang udah nggak boleh tayang di TV sekarang =.=. Gw berpikir bahwa Juara akan lebih terasa nggigitnya kalau bertumpu dari sana, lalu ditopang dengan kisah cinta remaja, keluarga, komedi, dan lain-lainnya, plus kisah coming of age. Dan, penekanan pada unsur fantasi juga bakal jadi excuse yang masuk akal kalau-kalau film ini masih punya beberapa solusi plot yang instan dan klise, hehehe.

That being said, gw masih cukup menikmati penyajian Juara secara keseluruhan. Bagi gw film ini paling kuat di sisi keluarganya, mostly because of the remarkable performance by Cut Mini sebagai ibunya Bisma, bisa-bisanya melucu dan juga menggetarkan tanpa jadi bermuka dua. Humornya masih gw nikmati, sehingga filmnya masih mengeluarkan aura menyenangkan, dan sebagaimana gw singgung, action dan visual effects-nya emang ngefek dan terkalkulasi dengan cukup baik. Bisma sendiri menurut gw nggak jelek, cuma masih kurang depth dan likeability yang universal aja *aishh istilahnya*. Not necessarily a "champ", tapi paling nggak berhasil jadi sebuah tawaran yang menarik.

Oh, ya, ada beberapa porsi adegan film ini syutingnya di kota saya, Bekasi, so thanks for that =P.




My score: 6,5/10

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar